DUL KEMIT THE SERIES 22.
Terdakwa Teriak Jaksa
Oleh : Arif Yosodipuro
Melihat ulah ganjil kyai Dul Kemit, mereka - kepala sekolah, ketua asrama, ketua kegiatan ekstra dan perwakilan guru lainnya - menghendaki adanya transparasi dan penataan manajemen. Upaya itu dibuktikan dengan dilakukannya pelatihan2 kependidikan untuk meningkatkan kualitas SDM guru. Bahkan juga pelatihan ISO- 9001 prosedur kerja. Mereka pun menyiapkan tata keloka di seluruh unit pendidikan juga menerapkan uji coba ISO di manajemen asrama (sekalipun hasil belum memuaskan).
Semua itu mereka lakukan demi pengabdian kepada almamater dan meningkatkan kualitas pendidikan ummat. Bukan keluar dan di luar. dari zona pendidikan. Namun, rupanya ikhtiar tulus mereka itu dianggap mengusik ketenangan singgasana kepemimpinan kyai Dul Kemit. Dengan menggunakan corongnya di shalat jamaah, Dul Kemit melontarkan tuduhan bahwa guru-guru korupsi dan pungli. Hal ini sengaja Dul Kemit lontarkan untuk membangun opini kebencian kepada guru yang dikategorikan usik tadi.
Dengan gaya khas di balik kaca mata hitamnya, Dul Kemit menginstruksikan kepada orang kepercayaannya untuk mengecek dan mengaudit. "Cek itu. Lakukan audit," katanya sambil teriak lantang. Beberapa orang pun disebut. Mereka lantas melakukan instruksi Dul Kemit, mengecek dan mengaudit tarikan keuangan di manajemen asrama. Hasilnya tidak ditemukan indikasi yang dituduhkan oleh Dul Kemit. Tak ada penyelewengan dana. Catatan lengkap, semuanya diadministrasikan dengan baik.
Bukan kyai Dul Kemit kalau gak licik. Sekalipun tuduhannya tidak terbukti, Dul Kemit tetap memblow-up bahwa guru korupsi. Isu fitnah itu dimakan oleh jamaah. Mereka percaya kepada omongan Dul Kemit. Padahal yang namanya korupsi itu melakukan kecurangan untuk memperkaya diri sendiri. Ketua asrama melakukan itju, mengumpulkan dana, atas persetujuan santri pengurus asrama. ada kesepakatan. Karena ajuan ke yayasan sudah berbulan-bulan bahkan tahun tak kunjung ada jawaban.
"O...gitu ya kang Encep?" komentar kang Ujang. "Iya. Ini namanya TERDAKWA TERIAK JAKSA." "Maksudnya...? "Kalau maling teriak maling kan sudah klise, lagian hanya teriak. Lha kalau Dul Kemit gak sekadar nuduh tapi juga nyuruh audit kaya jaksa aja. Padahal dia sendiri yang nilep dana BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) dari pemerintah yang jumlahnya sangat fantaatis, berkisar 1,6 miliar, bukannya ini sama dengan TERDAKWA TERIAK JAKSA. he he he.. "
"Bener-bener ya kyai Dul Kemit...." sahut kang Ujang sambil menelan ludah. "Ya begitulah kang. masih ada kok lanjutanya...Kapan-kapan dilanjut ya kang...?"
No comments:
Post a Comment