Investasi Bodong
Oleh : Arif Yosodipuro
Kang Encep terus menggelengkan kepala melihat ulah kyai Dul Kemit yang semakin menggila.
Dengan kepiawaian retorikanya, kyai Dul Kemit menyampaikan gagasannya kepada para kordinator donatur.
Di hadapan mereka, kyai Dul Kemit mengajak untuk kerjasama,menggarap lahan yayasan.
Dengan PD-nya, kyai Dul Kemit mengeluarkan kalkulator dari sakunya.
Ia hitung berapa hektar lahan yang akan digarap.
Berapa biaya per hektarnya.
Setelah ketemu jumlahnya kemudian dibagi berapa kordinator.
Hitung punya hitung tiap kelompok kordinator dijatah 15 juta rupiah.
Janjinya, nanti kalau panen akan mendapat bagian keuntungan sekian.
Namun apa lacur, begitu panen tak ada kata dan tak ada cerita.
Modal tidak kembali, keuntungan tak bisa dinikmati.
Kang Encep jadi ngitung-itung, kalau ada saja 60 kelompok, masing-masing kelompok invest 15 juta, berapa ya jumlahnya...?
Wah banyak lho....
Namun lagi-lagi mereka, para kordinator, lidahnya kaku membisu, tak berani berkata.
Apalagi bertanya...takut kuwalat.
Terus apalagi kang Encep....?
Sabar ya... tunggu the series berikutnya.
No comments:
Post a Comment