DUL KEMIT THE SERIES 71
Makelar Doa untuk Surga
Bola kekalahan Dul Kemit dalam sidang PHI terus menggelinding walau benteng buton menghadang, sekalipun tembok china membentang, biarpun tirai besi digelar. Tak terbendung. Arus mengalir dari hulu ke hilir.
Dunia informasi membedah belenggu ketaqlidan pengikut setia Dul Kemit. Berkat informasi yang terkuak dan fakta yang disajikan guru dalam persidangan dapat membuka mata para taqlider. Mereka banyak yang sadar. Tak lagi mau dikibuli, dibohongi, di-PHP-i, dicekoki doktrin hipnosif.
Berita kemenangan guru bagaikan suplemen pembangkit nyali, bagaikan vitamin penumbuh motivasi, bagaikan injeksi embrio lelaki, dan bagaikan nutrisi pembangun sel pemberani. Mereka yang didhalimi Dul Kemit bangkit dan punya nyali untuk meminta pertanggungjawaban.
Akar rumput donatur pun sadar bahwa selama ini hanyalah dijadikan ATM hidup oleh Dul Kemit. Mereka saling berkordinasi untuk melawan, untuk memberantas kedhaliman, khususnya yang dilakukan Dul Kemit.
Selama ini tidak ada transparansi pemakaian dana dari para donatur. TAK ADA PERTANGGUNGJAWABAN.
Penghamburan dana dalam jumlah yang besar, pengumpulan dana dari sekian tahun, yang bisa jadi mencapai triliun, sunyi senyap dari informasi penggunaannya. Seolah itu uang sendiri yang tak perlu melaporkan pembelanjaannya kepada yang memberi, minimal kepada internal pengurus pesantren.
Mereka berencana untuk meminta pertanggungjawaban Dul Kemit atas dana yang mereka berikan. Berita akan bergeraknya donatur begitu santer. Gejolak yang terjadi sampai ke akar rumput pendukung Dul Kemit itu terendus oleh kacung-kacung setianya.
Mereka kemudian melaporkan info yang mereka peroleh kepada Dul Kemit, junjungan tertingginya. Mendapat laporan yang tak mengenakkan, Dul Kemit gerah dan geregetan. Ia lantas memutar otak, mecari strategi bagaimana mencegah dan menghindari tuntutan mereka. Wa bil khusus terhindar dari tuntutan hukum.
Soal beginian, akal-akalan, Dul Kemit masternya. Pikir punya pikir keluarlah ide kreatif liciknya, yakni MAKELAR DOA. Ya…., MAKELAR DOA. apa itu makelar doa?
***
Biar Dul Kemit tampak sebagai pimpinan yang bijak, ia memberikan keleluasaan donatur pendukungnya untuk membuat yayasan abal-abal dan mengelolanya sendiri. Sebelumnya tidak ada. Berapa yang mereka terima dan sebesar itu pula yang mereka setor kepada Dul Kemit.
Kebanyakan yayasan mereka bergerak di bidang sosial, khususnya santunan anak yatim. Anak yatim menjadi komoditi niaga. Bahan baku, raw material, ini kemudian dikemas sedemikian rupa untuk ditawarkan dan merogoh belas kasih hartawan dan dermawan.
Melalui yayasan abal-abal ini, para donatur menyebarkan proposal bantuan dana kepada para dermawan yang budiman. Selain proposal, mereka juga menyuruh anggotanya untuk mengotak dan mengaleng di tempat-tempat umum yang strategis, seperti pom bensin, super market, stasiun, dll.
Dana yang masuk kemudian dibagi tiga. Sebagian untuk pengotak atau pun pembawa proposal, sebagian untuk yayasan, dan sebagian lagi disetor kepada Dul Kemit. Dengan terkuaknya kecurangan Dul Kemit yang tak pernah mempertanggungjawabkan dana, muncullah rumor donatur akan demo.
Nah di sinilah Dul Kemit menerapkan kreatif liciknya. Biar terhindar dari delik hukum dan pemberi donasi tidak menuntut dan minta pertanggungjawaban, Dul Kemit mengemas DOA UNTUK PENDERMA.
Para penjaja donasi dari koordinator donatur tidak lagi sekadar menerima uang lantas pulang, tetapi mereka mendoakan kepada pemberi donasi. Mereka menawarkan kepada pemberi donasi apa dan siapa yang perlu didoakan.
Misalnya pak Wahyu menyumbang, katakanlah Rp500.000,- maka mereka, si penerima sumbangan (petugas dari yayasan binaan Dul Kemit) tersebut minta kepada pak Wahyu untuk menyertakan nama-nama keluarganya lengkap dengan keinginan yang belum tercapai.
Jika hari itu keluarga si pemberi donasi ada yang sedang sakit, maka permintaannya; atas nama fulan agar disembuhkan. Jika anaknya ada yang sedang ujian nasional atas nama fulan, maka minta dimudahkan dalam belajarnya...dan seterusnya. Termasuk ingin masuk surga.
Jadi angka 500.000 dibanding dengan hajat yang diminta oleh pemberi donasi dianggap tidak ada artinya atau impas. Karena itu kalau ditanya untuk apa uang donasi ….? Jawabnya, untuk doa bapak agar saudara yang sakit lekas sembuh, anak yang sedang ujian dimudahkan belajar.
Selesailah urusan.
Hal ini tak ubahnya seperti tukang doa di tempat-tempat ziarah publik di negeri ini. Sepertinya, Dul Kemit belajar dari tempat-tempat ziarah yang ia kunjungi dalam pengelanaan spiritualnya sejak tahun 90-an.
Di tempat ziarah tersebut, orang yang mempunyai hajat atau keinginan minta didoakan, biasanya kepada penjaga atau juru kunci. Setelah itu ia memberi imbalan uang sebagai mahar atau uang doa.
Inilah pola baru, MAKELAR DOA, yang diterapkan Dul Kemit untuk menghindari tuntutan umat terhadap pertanggungjawaban dana yang masuk kepadanya.
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment