Tuesday, July 31, 2018

DUL KEMIT THE SERIES 70

DUL KEMIT THE SERIES 70
Walau Kalah, Dul Kemit Tetap Pongah



Kemenangan guru dalam sidang PHI melawan pesantren pimpinan Dul Kemit menjadi fenomena baru.
Awalnya, Dul Kemit berkoar di berbagai pertemuan yang isinya menantang. Dengan sombongnya dia bilang guru-guru tidak bakalan bisa melawannya. “KYAI DILAWAN…” katanya sambil membusungkan dada.
Bahkan kacung setianya, sang sengkuni pesantren, meneruskan koaran sang majikan kepada civitas. Tak kalah dengan sang bos, dengan bangga dia mengatakan bahwa paling-paling guru hanya bisa bertahan enam bulan. Dan, setelah itu mereka akan merengek dan mengemis minta diterima kembali.
Ternyata Allah berkehendak lain. Dzat Al ‘Alim, Al ‘Adlu, Dzat yang tidak ngantuk dan tidak tidur, melindungi hambanya yang didhalimi. Koaran Dul Kemit dan kacungnya terbantah, tumbang. Guru-guru menang dalam sidang perselisihan hubungan industrial. Gugatan perkaranya dikabulkan oleh majelis hakim.
“Pihak tergugat dinyatakan sebagai pihak yang kalah dalam perkara ini dan dihukum dengan membayar pesangon dan membayar biaya perkara.” Demikian di antara bunyi keputusan sidang yang dibacakan oleh hakim.
Dengan memenangi gugatan pokok perkara, guru-guru (sebagai penggugat) mempunyai kekuatan hukum sebagai tenaga professional di bidang pendidikan sesuai dengan UU Pendidikan Tentang Guru Dan Dosen. Dan, kemenangan kasus ini akan menjadi yurisprudensi dalam kasus yang sama.
Rupanya ini yang tidak diinginkan oleh Dul Kemit. Ia khawatir kalau kekalahannya itu diketahui oleh pengikut setianya sampai ke akar rumput. Sangat dimungkinkan, kalau mereka tahu ia akan kehilangan kepercayaan.
Mereka, pengikut setia, otomatis akan menjauhi dan meninggalkannya. Ini sangat menakutkan Dul Kemit. Ini menjadi momok baginya. Karena itu dengan sekuat tenaga, daya, dan upaya ia berusaha menutupi kekalahan tersebut.
Dengan pongah Dul Kemit menghembuskan isu bahwa dia menang dan guru-guru kalah dalam sidang PHI. Corong-corongnya langsung merelay kebohongan itu ke seluruh taqlider. Kuasa hukum, koordinator donatur, facebooker setianya, semuanya pasang status kemenangan.
***
Isu yang dihembuskan Dul Kemit jitu. Pengikut dan pendukung setia Dul Kemit menelan mentah-mentah. Mereka percaya bahwa Dul Kemit menang dan guru-guru kalah. Taqlider sampai ke akar rumput sangat yakin dengan berita bohong tersebut.
Tak pelak, isu itu menjadi topik panas pengguna medsos. Saling update status mewarnai perang maya yang berkecamuk. Seperti status berikut.
“Mereka tidak mau mengakui kekalahan. Maklum, otaknya disetor ke rektor abal-abal…” tulis seorang facebooker pendukung guru.
Pendukung setia Dul Kemit tak terima dan dengan berani menulis komen nyinyirnya. “Pungguk merindukan bulan. Menang angan. Gugatan pesangon ditolak, gugatan ambil alih yayasan ditolak, gugatan belasan miliar ditolak. Hanya menang bayar biaya sidang… hadeuh.”
Sampai-sampai ketika guru-guru mengadakan acara syukuran atas kemenangan gugatan perkara melawan Dul Kemit pun menjadi pergunjingan sesama pengikut setianya.
“Bu, itu kemarin acara apaan sih?” tanya seorang pengikut Dul Kemit kepada istri seorang karyawan.
“Syukuran kemenangan.” Jawab istri karyawan datar, tak berekspresi.
“Memang menang?” Sahut taqlider tak percaya. “Wong kalah aja ngaku-ngaku menang.” Lanjutnya serius sambil memainkan kedua bibirnya dan memercingkan mata.
Berita hoax yang dihembuskan Dul Kemit membuat hasil PHI menjadi simpang siur. Dan yang paling santer adalah berita bahwa Dul Kemit menang lebih dicerna oleh civitas akademika pesantren dan taqlider dari pada berita yang sesungguhnya. Termasuk warga sekitar.
Penasaran terhadapan acara syukuran, seorang warga bertanya kepada seorang ustadzah dari penggugat.
“Bu, memang kemarin acara apa?” tanyanya sambil membungkus nasi pesanan ustadzah.
“Acara syukuran kemenangan,” kata ustadzah berdiri menunggu sambil memperhatikan ibu penjual nasi.
“Lho kok menang….? Katanya kalah….?” kata penjual nasi kaget, penuh tanya.
“Bisa aja tuh si Kemit bohongin pengikutnya. Masa kalau si Kemit menang harus bayar pesangon dan denda?” Gumam ustadzah dalam hati sambil menyerahkan uang lalu pamit.
Begitulah Dul Kemit walau divonis kalah oleh majlis hakim masih tetap pongah tidak mau mengakui dan membuat isu bohong yang diterima oleh pengikut setianya.
***

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment