Monday, April 30, 2018

Undercover 120

TESTIMONI PRIBADI 21
Siapa di Balik Pengusiran 116 Guru Al-Zaytun (3)

Episode Pembisik Ternyata Licik



Banyak teman-teman yang bercerita tentang BS, termasuk komen di medsos. Seperti yang disampaikan oleh Pak Abduh di wall saya, testimoni 19. Siapa di Balik Pengusiran 116 Guru Al-Zaytun (2), Episode Bond 007 Beraksi.
Dia mengatakan bahwa saat diskusi bersamanya membahas riset terapan, Pak Abduh menyampaikan usul namun usulnya tidak digubris. Pertemuan tersebut dimonopoli dan terkesan monolog. Dia yang banyak bicara dan yang lain hanya sebagai pendengar setia.
Beda Pak Abduh, beda lagi dengan Ust. Anang Sundayana yang juga bercerita tentang BS. Selasa pagi, 03 April 2018, ketika itu kami berdua sedang rehat di rumah Ust. Suarsa setelah olahraga menggowes Haurgeulis – Bantawaru.
Di sela-sela kami menyeruput kopi ditemani dengan nasi ketan susu, Ust. Anang bilang bahwa BS pernah diberi sanksi oleh Ketua Dewan, Ust. Nawawi, karena indisiplin. Pada waktu Idul Fithri, semua guru harusnya di ma’had untuk mengikuti shalat Id, namun BS justru di rumah dengan alasan ISTRINYA MELAHIRKAN.
Tak percaya begitu saja, Ust. Nawawi menelepon istrinya dan istrinya bilang bahwa dia dan suaminya sedang berada di mall. Mendengar jawaban tersebut, Ust. Nawawi merasa dibohongi. Ia kemudian memberi sanksi kepadanya tidak boleh shilah, pulang ke keluarga dalam qurun waktu tertentu.
Mendapat sanksi tidak boleh shilah, dia galau dan goncang. Dia melakukan berbagai manuver dan pendekatan bagaimana bisa shilah. Karena itu ia mendekati Ust. Anang Sundayana, yang kala itu sebagai MP-nya (Kepala sekolah). BS merengek minta saran dan bantuan bagaimana agar Ust. Nawawi mengizinkan dia bisa shilah.
Banyak track record kecurangan dan kelicikan BS dalam mencapai tujuan pribadi. Sebenarnya, Syaykh sendiri juga sudah mengakui dan memahaminya. Hal ini terbukti ketika Syaykh memerintahkan penambahan anggota Dewan Guru dan nama BS dicantumkan sebagai calon anggota yang diajukan oleh Ketua Dewan Guru, beliau tidak berkenan dan meminta agar nama BS dicoret.
“Jangan dia. Orang suka nelikung dari belakang,” ujar Syaykh kepada Ketua Dewan Guru, menolak BS.
Dan klimaks kelicikan BS adalah memata-matai rekan seprofesinya demi mendapatkan nama baik dan pujian dari pimpinan, yang istilahnya ngatok, njilat, dsb. untuk keuntungan pribadi.
Buah dari kelicikannya itu sekarang ia dipercaya oleh Syaykh sebagai Ketua Majelis Guru. Padahal sebelumnya Syaykh tidak mau dan tidak berkenan. Bertolak belakang dengan slogan yang digemborkan TIDAK ADA AKAR ROTAN PUN JADI.
Memang diakui atau tidak, Syaykh mengalami kesulitan mencari siapa yang akan dipercaya. Guru-guru senior yang dianggap memiliki kemampuan manajerial tinggal beberapa orang. Dari Dewan Guru tinggal Ust. Ali Aminulloh, Purnomo, Alfi Satria, Wina Safitri dan Usth. Siti Umawaroh.
Sementara manajer pendidikan tinggal Ust. Herman Sururi, Rizal Eko, Iis Humairoh dan Usth. Nur Aliyah. Sedangkan dari guru adalah dua ustadz yang sedang menempuh pendidikan S3, Ust. Nur Kholis dan Ust. Irvan.
Dari mereka yang ada, Ust. Ali Aminulloh sudah dicurigai dan mulai disangsikan. Karena itu untuk menghilangkan jejak dan menghapus image, Dewan Guru didimisionerkan kemudian diganti dengan Majelis Guru dan diangkatlah BS sebagai ketuanya sebab dianggap berjasa memata-matai koleganya.
Apakah Syaykh juga KORBAN KELICIKAN BS sehingga membuat keputusan yang salah mengusir, menghadang dan memecat 116 guru secara sepihak?

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment