TESTIMONI 20
Siapa di Balik Pengusiran 116 Guru Al-Zaytun (2)
Episode Ditektif Bond 007 Beraksi
Upaya Dewan Guru bersama jajaran di bawahnya, Manajer Pendidikan, Ketua Lajnah, dan Mudabbir Asrama untuk memperbaiki manajemen pendidikan Al-Zaytun terus dilakukan. Di antaranya diterapkannya ISO Prosedur Kerja.
Sebagai ujicoba, ISO ini diterapkan di Manajemen Asrama. Personel yang ditugaskan untuk menanganinya adalah gabungan dari Dewan Guru, dan guru yang dianggap memiliki kompeten di bidang ini.
Dari Dewan Guru adalah saya, sebagai MQR, Manager Quality Representative, dan Usth. Suprapti sebagai anggota, dibantu oleh Ust. Sumpena Hidayat, yang masa tugasnya satu semester. Dampak hasilnya cukup lumayan, sekalipun belum maksimal.
Targetnya adalah memulai mendisiplinkan santri dari asrama. Karena asrama merupakan wahana interaksi awal dalam kehidupan mereka. Harapannya, setelah kehidupan santri kondusif di asrama akan memengaruhi interaksi kehidupan yang lain, seperti di sekolah dan di tempat umum. Dan ke depan program penerapan ISO akan merambah kepada manajemen pendidikan dan lajnah.
Sehubungan dengan itu, Dewan Guru sedang menggondok dan mempersiapkan TUPOKSI di setiap jajaran manajemen. Yaitu Bidang Manajemen Pendidikan ditanggaungjawabi oleh Usth. Suprapti. Bidang Kesekretariatan ditanggungjawabi oleh Ust. Noviastono dan Usth. Wina Safitri, Lajnah ditanggungjawabi oleh oleh Ust. Sarju dan organisasi pelajar, OPMAZ saya sebagai penanggung jawabnya.
Secara marathon, kami berijtima’ dan berdiskusi membahas tugas tersebut tak kenal lelah. Karena target kami semester kedua (II) tahun akademik 2016-2017, Januari 2017, TUPOKSI tersebut bisa selesai dan bisa diaplikasikan.
Sembari menyiapkan TUPOKSI, Dewan Guru juga melakukan koordinasi dengan jajaran di bawahnya membahas program peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen. Karenanya setiap semester kami mengadakan raker, rapat kerja, membahas program yang akan kami lakukan pada semester hadapan.
Termasuk yang kami lakukan pada akhir semester kedua tahun ajaran 2015-2016. Tepatnya 07 Juni 2016 bersamaan dengan 02 Romadhan 1437 H. Tema yang diusung adalah
“PENYEMPURNAAN MANAJEMEN
MENUJU KEBANGKITAN PENDIDIKAN AL-ZAYTUN 2016.”
“PENYEMPURNAAN MANAJEMEN
MENUJU KEBANGKITAN PENDIDIKAN AL-ZAYTUN 2016.”
Niat baik kami ini ternyata dipantau dan diawasi oleh Bond 007 suruhan Ust. Abu Fathir. Rupanya selain Ust. Fahmi ada guru lain yang direkrut, yaitu Ust. Budi Satrio. Secara personal yang bersangkutan tidak bercerita kepada saya.
Kami tahu kalau dimata-matai setelah acara selesai, ada personal panitia bagian konsumsi yang bercerita. Saat itu saya tak memedulikannya. Saya baru klik, setelah kejadian pengusiran dan penghadangan 116 guru. Karena kami tak ada niatan lain kecuali perbaikan pendidikan.
Untuk memastikan berita tersebut setelah sekian lama untuk saya tulis dalam testimoni ini, saya inbox ke WA Ustadzah Sri Suryati. Berikut transkripnya (diedit penulisannya).
“Assalamu ‘alaikum. Bu tolong diceritakan kronologi Budi Satrio ngomong ke ibu waktu raker.” Kata saya menanyakan.
“Pak Arif maaf kalau cerita saya tidak lengkap..karena saya agak lupa. Yang intinya aja ya. Waktu lagi break sesi pertama yaitu makan snack, DG (Dewan Guru), bu Marmi menghampiri saya dan bu Ira koordinasi pembagian snack.
Tidak lama berselang pak Budi (Budi Satrio maksudnya) datang untuk mengambil snack. Sambil makan dia berbicara sama saya dan bu Ira. Katanya, ‘Bu kalau ada apa apa yang mencurigakan kasih tau saya ( BS).
Saya dan bu Ira ngomong, mencurigakan apa pak? Ya nanti juga ibu tau. Pada saat itu saya dan bu Ira bingung. Terus pak Budi ngomong lagi, mereka itu di bawah saya bu sambil menunjukkan tangannya ke arah bu Marmi yang sedang kumpul dengan DG (Dewan Guru) yang lain dan MP (Manajer Pendidikan atau kepala sekolah).
Setelah bu Marmi selesai berbincang- bincang, dia ke meja konsumsi lagi. Lalu saya ceritakan apa yang dikatakan Budi Satrio kepada bu Marmi. Kata bu Marmi jangan ditanggapi bu dia memang begitu gayanya sok mau jadi pemimpin sama seperti waktu di id*ri*h.
Setelah kejadian silaturahim yang pertama saya baru paham bahwa pak Budi sedang jadi mata-mata untuk dilaporkan ke atas.”
Ternyata Bond 007 sedang beraksi. Pantesan, ada karyawan juga keamanan yang sering memergoki saudara Budi Satrio sedang berbincara berdua dengan serius baik kepada Ust. Abu Fathir maupun kepada Syaykh Al-Zaytun.
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment