Sunday, April 29, 2018

Undercover 118

TESTIMONI PRIBADI 19
Siapa di Balik Pengusiran 116 Guru Al-Zaytun (1)

Episode Memasang Agen Bond 007



Gonjang-ganjing dan kemelut dalam manajemen pendidikan Al-Zaytun pimpinan Syaykh A.S. Panji Gumilang bermula dari ajuan dana yang diajukan oleh manajer pendidikan (kepala sekolah) melalui Dewan Guru.
Ketika itu ketua Dewan Guru, Ust. Ali Aminulloh, bersama bendahara, Usth. Sumarmi menyampaikan ajuan dana untuk keperluan manajemen pendidikan, MI, MTs, MA. Oleh pihak yayasan dijawab, “Memang masih ada dana bos?”
Selang beberapa hari kemudian Dewan Guru diperintahkan untuk merinci dana bos, berapa yang masuk dan berapa yang sudah digunakan, lalu berapa yang masih ada. Tak mau menunda-nunda, Ketua Dewan Guru langsung beraksi. Ia menyuruh bendahara, Usth. Sumarmi untuk mengecek.
Usth. Sumarmi lantas mengecek semua administrasi yang berhubung kait dengan pengeluaran dana bantuan pemerintah, BOS. Di saat sedang melakukan pengecekan itulah dia menemukan sebuah keganjilan.
Keganjilan itu adalah ditemukannya sebuah surat tugas dari Syaykh Al-Zaytun kepada Ust. Ali Aminulloh untuk memindahkan dana BOS dari rekening sekolah ke rekening pribadi Syaykh A.S Panji Gumilang.
Melihat kejanggalan tersebut para manajer pendidikan dari tingkat MI, MTs, dan MA protes kepada Ketua Dewan Guru dan menyampaikan bahwa bila demikian mereka sepakat tidak mau menanda tangani SPJ dana BOS. Karena mereka yang menandatangani LPJ, ujungnya masuk ke rekening pribadi.
Berpangkal dari sinilah, mereka mulai mengkritisi bahwa telah terjadi mismanajemen dan disorientasi/ penyimpangan pengelolaan dana BOS. Kritikan-kritikan itu sering mereka sampaikan dalam pertemuan terbatas maupun dalam obrolan di waktu luang.
Rupanya kritikan itu sampai juga ke telinga orang kepercayaan, kaki tangan Syaykh, yaitu Ust. Abu Fathir. Isu yang beredar guru-guru dianggap vokal. Dan mereka yang vokal ditandai khusus. Segala gerak-gerik dan perkataan guru mulai dipantau.
Untuk mendapatkan informasi siapa-siapa yang vokal, Ust. Abu Fathir lalu memanggil khusus guru yang dianggap bisa dipercaya untuk menjadi informan. Di antaranya adalah Ust. Fahmi. Berikut informasinya.
“Saat sedang rehat wawancara pada penerimaan santri baru, Juni 2016, Ust. Abu Fathir memanggil saya. Dia bilang, ‘Antum bisa masuk ke DG (Dewan Guru), MP (Manajer Pendidikan), asrama dan guru-guru. Tolong laporkan ke ane guru-guru yang sudah tidak sejalan.... Ini tugas, untuk keamanan kita.’"
“Saya jawab, maksudnya apa bi?”
“Ya guru-guru yang menjelek-jelekkan syaykh.”
“Kemudian saya bilang, Oh gitu bi. Ma'af bi, saya guru. Jadi kalau abi tugaskan saya di luar tugas guru mohon ma'af, saya tidak bisa. Namun, kalau hal-hal yang berkait dengan tugas saya sebagai guru pasti akan saya laksanakan.”
Mendengar jawaban Ust. Fahmi seperti itu, Ust. Abu Fathir emosi, gesture wajah berubah dan mata sedikit melotot. Tak ingin berpolemik, Ust. Fahmi lantas bersalaman dan meninggalkannya.
Seperti di film aja, ya? Memasang agen Bond 007.

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment