DUL KEMIT THE SERIES 21.
Pindah Akun; BOP Ditilep
Oleh : Arif Yosodipuro
Kasak-kusuk yang beredar di kalangan guru sehingga berakibat dicurigai sebagai guru usik dan dikatakan otaknya diisi bedhes gendeng bermula dari, dengan seizin Allah, temuan keganjilan yang dilakukan oleh kyai Dul Kemit.
Kejadiannya ketika kepala sekolah mengajukan dana untuk pembelian keperluan pendidikan dengan sumber dana dari BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) dari pemerintah, dijawab oleh asisten kepercayaan kyai bahwa dana BOP sudah habis. "Sudah habis. Memang dana BOP masih ada...?" katanya kepada ketua BMG saat menyodorkan surat ajuan.
Selanjutnya sang asisten meminta kepada ketua BMG untuk mendata dana BOP, berapa yang sudah masuk dan berapa pengeluarannya. "Coba didata dana BOP, berapa detailnya," kata sang asisten kepercayaan. Perintah itu langsung di-follow up-i oleh ketua BMG. Ia menugaskan kepada penanggung jawab administrasi BOP dan bendahara BMG untuk mendata pengeluaran yang bersumber dari dana BOP.
JGEER....Saat melakukan pendataan, mereka menemukan bukti transaksi pemindahan dana BOP dari rekening pesantren ke rekening pribadi kyai Dul Kemit dalam jumlah yang sangat fantastis. Betul, fantastis. Mau tahu....? Berkisar1,6 miliar. Sekali lagi, SATU KOMA ENAM MILIAR......
Selain itu, mereka juga menemukan surat tugas dari kyai Dul Kemit yang isinya menugaskan kepada ketua BMG untuk mentransfer dana BOP ke rekening kyai Dul Kemit.
Dari temuan inilah, kepala sekolah berencana tidak mau menanda tangani spj dana BOP tahun berikutnya. "Kalau begini, tahun depan kami tidak mau menanda tangani spj BOP, pak," kata kepala sekolah kepada ketua BMG.
Hal ini menjadi perbincangan serius di kalangan internal guru, khususnya kepala sekolah, ketua asrama, dan ketua kegiatan ekstrakurikuler.
Berangkat dari temuan inilah, mereka ingin adanya perubahan yang lebih baik, transparasi dan penataan manajemen pesantren.
"Widih-widih, 1,6 miliar ditilep kang...?" tanya kang Ujang berkomentar. "Iya. Ini barangkali yang ditangkap oleh orang-orang setia dan mata-mata Dul Kemit sebagai usaha usik dan ekstrimnya makar.
Padahal..." kang Encep mengela nafas. "Padahal kenapa kang...?" tanya kang Ujang gak sabar.
To be continued ..... kang Ujang.
No comments:
Post a Comment