Sunday, April 16, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 12

Pitik pun Diembat
Oleh : Arif Yosodipuro

Pada suatu kesempatan, kyai Dul Kemit bertanya kepada seorang anggota pengurus digunakan untuk apa kandang sapi yang mangkrak. Pengurus tersebut memberi saran atau masukan bahwa kandang tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk kandang /ternak ayam. Usulan diterima oleh kyai Dul Kemit.

Beberapa pekan berikutnya, kandang sapi disulap menjadi kandang ayam dengan design closed house yang bisa menampung puluhan ribu pitik, anak ayam. Selanjutnya dilakukanlah kerjasama dengan perusahaan penyuplai, baik bibit maupun pakan.
Dalam pengiriman, pihak perusahaan memberi ekstra satu pitik per seratus atau per boks. Pada tahap awal, pesantren menernak 40.000 ayam. Sehingga ada 400 ayam ekstra dari 400 boks bibit.


Bukan kyai Dul Kemit kalau nggak cerdik. 400 anak ayam ekstra itu dimita dan pemeliharaannya dititipkan bersama dengan ayam yang lain. Kyai Dul Kemit tidak mau tahu, 400 ayam itu ada yang mati atau tidak. Pokoknya pada saat panen ia harus terima 400 ayam dalam jumlah yang utuh, gak boleh kurang.


Selanjutnya kyai Dul Kemit menyuruh orang kepercayaannya untuk mengambil jatahnya. Kemudian ayam dikirim ke dapur pesantren dengan harga ditentukan oleh kyai Dul Kemit. Katakanlah per satu ayam beratnya 1,4 x 400 = 560 kg, lalu dikalikan Rp20.000 per kilonya maka kyai Dul Kemit bisa mengantongi uang segar sejumlah Rp11.000.000 setiap panennya. Itu kalau 40.000. Lha kalau 200. 000 ayam yang dipelihara, berapa puluh juta rupiah yang kyai Dul Kemit terima? 


"Biyuh-biyuh lha kok serakah tenan...." komentar kang Ujang menirukan lugat jawa. 
"Kumaha saterasna Kang Encep...?" 
"Sabar atuh kang.... 

Tunggu the series berikutnya...JAHE MERAH

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment