Tuesday, April 18, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 13

Oleh : Arif Yosodipuro
Jahe Merah 1

Rasa haus dan lapar dari bepergian membuat kyai Dul Kemit dan rombongannya mampir di sebuah warung makan. Saat menunggu menu pesanan dihidangkan, muncullah janda muda menor bersoleknya. Bagai Arjuna bertemu Sembadra, bagai Rama bertemu Sinta, kyai Dul Kemit terpesona melihat sang wanita elok rupa itu.

Kyai Dul Kemit pun mulai pasang aksi, secara sembunyi ia mencuri pandang dan mencari perhatian. Ibaratnya tujuh gurita hidangan utama, jatuh cinta pada pandangan pertama. 
Sejak itu, komunikasi kyai Dul Kemit dengan sang wanita semakin intens. Sang wanita pun mendapat perhatian. Ia dipercaya dan diberi job sebagai penjaga kios buah, yang katanya milik pesantren dengan gaji yang tidak wajar untuk ukuran seorang pramuniaga nol masa kerja. Gajinya melebihi gaji pengurus, guru dan karyawan yang sudah mengabdi belasan tahun. Mau tahu...? Konon, Rp4.000.000 sebulan. Fantastis bukan.....? Sedangkan yang lain hanya berkisar 800 ribu sampai dua jutaan.

Tak hanya itu. Kyai Dul Kemit memberikan perlakuan yang sangat istimewa kepada sang janda. Ia diijinkan tinggal di pesantren bersama anaknya (dengan dalih magang pertanian), diberi kamar khusus, kemana pun diantar pakai mobil dan didampingi orang suruhan khusus. Padahal karyawan pesantren yang jaga aja gak diantar jemput. Gaji juga kurang dari satu juta.
Melihat hal aneh tersebut, warga pesantren mulai bertanya-tanya ada apa gerangan dengan sang janda? Masa penjaga kios saja sampai segitunya perlakuannya?

Sebagian warga pesantren menduga ini mungkin ada apa-apanya antara kyai Dul Kemit dengan sang janda. Bahkan dalam obrolan mereka, janda itu disebut-sebut sebagai .......
"Ah masa sih kang, terus gimana tanggapan kyai Dul Kemit...? Lalu apa itu jahe merah..." desak kang Ujang. "Tunggu atuh kang the series JAHE MERAH 2," kata kang Encep berjanji.

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment