Alumni Bersatu
Oleh : Boby Ibnu Rizal
Alumni tidak terlibat dan melibatkan diri, hanya merespon dan bertanya-tanya, landasan apa yang membenarkan 116 guru diberhentikan mengajar tanpa keterangan dan penjelasan yang jelas?
Jika ada keterangan yang membuktikan kesalahan yang sangat fatal dan terbukti, bisa dijelaskan kepada alumni, mungkin kita akan bs memahami, tapi sampai detik ini kesalahannya apa, pun masih belum bisa dijelaskan dan dibuktikan, kalau nyeruwat, nyeruwat yang seperti apa dan bagaimana?
Jika alumni merespon dan bertanya apakah salah?
Jika kita terkejut dengan keputusan sepihak apakah salah?
Jika kita pernah merasa dekat dengan pamong didik yg dulu 6 tahun bersama mengajar dan mendidik, kemudian berkunjung silaturahmi apakah juga salah?
Pertanyaannya lagi, ketika terjadi masalah dengan guru, kenapa hanya angkatan 2 saja yang diundang diberikan penjelasan tentang masalah ini, disampaikan ada praktek korupsi, korupsi yg seperti apa dibilang korupsi?sebegitu rahasiakah permasalahan ini?
Inisiatif pengumpulan dana iuran di asrama alfajr untuk perbaikan inventaris asrama?Yang nilainya 15jt dan di kembalikan sekitar 10jt cash ke yayasan (video terlampir, dengan durasi 2,5 jam) dan 5jt terpakai untuk pembelian alat2 kebersihan, apa yg seperti ini yg dibilang korupsi?
Bukankah inisiatif serupa dulu kita pernah adakan di OPAZ (organisasi pelajar Alzaytun), PPUK (pandu pembela ummat dan kemanusiaan), dan juga asrama ketika menjabat sebagai pengurus pelajar, dan dulu saya selaku president pelajar dharma bakti 4 (Fortuned) pernah instruksikan untuk memungut biaya perkamar, dananya kita gunakan untuk banyak kegiatan dan pembelian inventaris organisasi, mulai dari komputer, HT (alat komunikasi radio), projector, handycamp untuk lajnah lughoh, dll, semua kita persiapkan secara mandiri, karena untuk kepentingan dan keberlangsungan perkembangan organisasi kita sendiri, kita belajar mandiri dari organisasi tsb dan semua inventaris terdata berikut dengan dana di rekening OPAZ diberikan buku pertanggungjawaban selama menjabat di teruskan kepada adik kelas, secara transparan dan terbuka.
Jadi apakah inisiatif seperti itu yg dinamakan korupsi, persis seperti apa yang disampaikan kepada perwakilan angkatan 2 yg diundang oleh beliau untuk diberikan penjelasan, saksi bisa ditanyakan kepada Muhammad Ikhsan. So what kind of coruption are happened with teachers?
Dan alumni bukan "being used" by the teachers?No, we are not, we just wanna ask why?any answer of my question you've got out there?Tell me if there is!
Alumni sangat indipenden dalam bertindak, bersikap dan berargumen, alumni tidak terikat dengan guru, yayasan dan lembaga manapun, alumni berdiri sendiri diatas semua golongan, dan sama sekali not being used by teachers, we just care as a Son, as a human being?
Buat Somalia kita nyumbang, buat korban bencana alam di Aceh kita nyumbang, buat sahabat alumni yg tertimpa musibah kita bergerak nyumbang dan semua memberikan apresiasi, lantas kenapa ketika kita bergerak untuk 116 guru justru bukan apresiasi yang didapat, justru sebaliknya, larangan dengan tidak ada alasan yang bisa dicerna, hanya ada nasihat yg sampai, 116 guru itu sudah kena virus, dan virus tidak bs di sembuhkan, ketika ditanya virus apa?Tidak bisa menjelaskan?Jadi hanya asumsi yg diberikan kepada kita, dan kita kembalikan pada penilaian kita masing2, bukan berdasarkan asumsi dan pengalaman selama menjadi anak didik, serta Tabayyun kepada korban masalah.
Dan selaku anak sudah sepantasnya menyambung silaturahmi, bukan melarang alumni dan mencap alumni dengan issue yang sangat tidak berpendidikan dan tidak masuk akal!
Ada yang berkata, sudah jangan ikut campur ini urusan orangtua, kita memang tidak ikut campur, tapi apakah salah jika bertanya dan berkunjung?
Ada juga sebagian orang yang mensyukuri nasib guru skrg ini adalah bentuk dari tidak ketaatan kepada pemimpin?Logika dasarnya,
1. bagian mana yang disebut tidak taat?
2. jika berpendapat untuk memberikan konstribusi pendidikan yang lebih baik apakah bagian dari penilaian ketidak taatan?
3. jika inisiatif iuran diluar dari prosedur keuangan yayasan disebut sebagai korupsi dan bentuk ketidak taatan pada pimpinan, adakah dana yang di makan oleh sebagian guru dari 116 yg diluar?Saksi pelajar masih banyak disana. Nanti saya share pengakuan salah satu pelajar disana bahwa tidak dibenarkan dan tidak dijumpai adanya korupsi di asrama alfajr?
Jadi dengan kesaksian ini apakah masih belum jelas kenapa alumni bertanya-tanya?
Jd apa alasan diberhentikan nya 116 guru?We can't found the right answer of our question, and im not alone asking this matter, im with the others alumni who cares about this case!!
Jadi dengan masalah ini alumni harus diam saja, jangan bertanya apalagi banyak tanya?Tidak layak di sebut pimpinan, perintah seperti ini datangnya dari Boss!!
Jika pemimpin maka ia akan mendatangi dan memberikan penjelasan yg baik dan bijak, dia berada di tengah semua golongan untuk mempersatukan bukan membiarkan suasana keruh, karena ini adalah tugas pemimpin, pemimpin tidak akan membiarkan rakyatnya terlihat bodoh perang argument sana sini, apalagi sudah bergelar S3 membawa nama institusi besar, almamater yg kita cintai bersama.
Jika bertanya tentang kebenaran yang terjadi saja sudah di cegah dan di cekal, kemudian datang dan dibalut dengan isu yg mencekam, mau ditanyakan kemana jika bukan pada korban, apakah kepada rumput yang bergoyang?Atau menara pemuda perdamaian yg di elu2kan untuk membiaskan masalah ini?
Hey kita manusia yang bebas berpikir lantas kenapa harus dikebiri untuk tidak berpikir bebas?Dengan alasan "ini urusan orangtua, biarkan orangtua yang urus", orangtua yang seperti apa? Berkomunikasipun sulit, berdialog pun sulit?
Bukankah nasihat selalu beliau kumandangkan setiap solat Jum'at dengan membacakan surat asshaf, dan ketika merapatkan barisan agar tampak kuat seperti bangunan yang kokoh bersama guru, justru itu menjadi penilaian yang salah bagi sebagian orang, tidak semuanya.
Silahkan kita cerna dan pikirkan baik2, kenapa alumni bs bereaksi seperti skrg ini, dan mohon catat, Boby dkk senior, seangkatan dan yg lain bukan pribadi yg bisa terima dan diam saja ketika ada kejadian yang ganjil dan belum bs dijelaskan sebab musabab jelasnya dari suatu permasalahan, let's respect each others maybe better than we ask someone to stop asking and thinking!
Salam peace tolerance.
Solo, 31 Maret 2017, hotel de solo boutique.
#saveouralmamater #freedom #freemindsetwithgoodattitude #gurukukembalimengajar #gurukupahlawanku #menolaklupa #alumnialzaytunbersatu #IKBAZ
Sumber : Klik di sini
No comments:
Post a Comment