Thursday, April 13, 2017

Undercover 7

Oleh : Djarot Wahyusantoso


Surat dari kawan:

PERTANYAAN DARI ISTRI – ISTRI KORDINATOR JAMAS
Pada sebuah kesempatan kami bertemu dengan istri2 penanggung jawab jamas setingkat kordes di Tangerang , dalam kesempatan tersebut kami sempet di ajukan beberapa pertanyaan tentang kegiatan aliran penggalangan dana JAMAS .

Pertanyaan yang di persoalkan di antaranya ;
1 . mengapa para istri – istri kordinator JAMAS di tingkat atas mulai dari tingkat ‘’ kabupaten kota , propinsi dan seterusnya tidak mengikuti program jamas , sementara di tingkat bawah wajib ?
2 .mengapa pohon jahe nya tidak ada di area ma’had ?
3 . mengapa para suami kami di haruskan piket , padahal sebelumnya tidak ada kegiatan seperti itu ?
4 . dan mengapa juga kita tidak boleh menceritakan tentang kondisi yang yang tejadi di ma’had ?

Pada kenyataannya memang istri - istri kordinator di level kabupaten kota dan propinsi , tidak ikut program jamas , dan kalau ke bawahannya setingkat kordes / kecamatan , ketua kelompok /desa dan jajaran bawah wajib , harus mengikuti program jamas termasuk para istri . Rupanya hal tersebut menjadi pertanyaan , dan para kordinator dilevel atas tidak ada yang bisa memberikan penjelasan .

Mengenai pohon jahe tidak ada di area ma’had , ini persoalan yang menjadi pertanyaan di kalangan umum ,tapi para penanggung jawab sampai hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan hal tersebut katanya , termasuk suami saya . padahal suami saya penanggung jawab selevel kordes . ketika saya tanyakan ke orang propinsi di bantenpun , bahkan orang no satunya tapi tidak ada jawaban yang logis keluhnya .

Mengapa para kordinatior di haruskan piket , padahal di sinipun banyak yang harus di kerjakan , bahkan sekarang kawan – kawan jamaser sudah tidak begitu merespon untuk di jadwallkan piket lagi ke ma’had , dan akhirn
mengapa ada sesuatu yang tidak boleh di ceritakan ke bawah tentang persoalan di sana? berarti ada yang tidak beres, khususnya mengenai management yayasan, dan pertanyaan2 ini mengalir seperti bola salju, sekarang ada kejenuhan dalam mensikapi program jamas yang di gulirkan. Ini penilayan istri kordinator, 

Kemudian ia bercerita: kawan2 semakin banyak yang mengundurkan diri dari jamas karna beban hidup yang semakin tinggi , sementara dari atasan Taunya DUIT DUIT DAN DUIT MELULU ... sepertinya di sana sudah mata duitan ‘’ kata ibu tersebut dengan emosi …..

Dan ia berharap ada yang berani membuka persoalan yang sebetulnya terjadi di ma’had , karna kalau tidak suaminya yang penurut akan jadi korban keserakahan pimpinan yang dzolim itu harapanya ……

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment