Tuesday, April 11, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 6

Kabayan Rayahan 3. 
Oleh : Arif Yosodipuro

Sukses mengakuisisi kantin umum, Dul kemit membidik sasaran sumber uang lainnya. 

Lirik sana, lirik sini. 
Ketemulah sasaran lain yaitu kitchen. 
Dengan menggunakan otoritas yang dimilikinya, supplier semua distop. 
Setelah itu, masuklah bu nyai sebagai pemasok keperluan kitchen, dapur umum. 
Seluruh keperluan seperti tempe, minyak sayur, telor dipasok oleh bu nyai. 
Selama kurun waktu yang cukup lama, bu nyai menyandang supplier tunggal. 
Belakangan terkuak bahwa bu nyai tak lagi memasok. 
Sepertinya bu nyai teringat putranya, tak tega makan sendirian. 
Tiket sebgai supplier, diam-diam ia berikan kepada putra pertamanya, Gus Memed (Gus adalah panggilan orang jawa kepada anak kyai.) yang nota benenya sebagai ketua yayasan pajangan. 
Dengan berlindung di balik ketiak bu nyai, eh salah... kok ketiak, mendompleng nama bu nyai, Gus Memed yang memasok keperluan kitchen dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran. 
Selisih harga telor bisa mencapai Rp3000,- per kg, dan setiap bulan pasokan telur bisa puluhan ton. 
Anggaplah sebulan 10 ton, maka dari telor Gus Memed bisa mengantongi keuntungan 30 juta. 
Ini baru telur belum dari yang lain, tempe, minyak sayur, dll. yang total tagihan per pekannya 130 jutaan. 
Setiap ada warga pesantren yang hendak mengajukan menjadi supplier, jawabya klise, "Pakai yang sudah ada saja."

No comments:

Post a Comment