Monday, April 10, 2017

NYERUWAT SEJARAH 2

Oleh : Abu Bakar 116

Alhamdulillah, setelah susah payah untuk mencari sumber sohih, akhirnya tulisan ini rampung juga, bertabayun dan membongkar sejarah, fakta memang harus hati2, maka penulis agak lama untuk mengeluarkan NYERUWAT SEJARAH sesi 2 ini.

Berhubung kait dengan sesi satu, yaitu pengiriman duta dan kader untuk lahirnya lembaga pendidikan al Zaytun, maka timbul pertanyaan, atas inisiatif siapa kader2 tersebut dikirim? dan siapa yang memiliki konsep pendidikan ini?

Tanpa mengenyampingkan peran sesepuh lainnya dalam melaksanakan cita-cita bersama, ada peran sentral, dari seseorang yang perlu kita ketahui konsep-konsep yang ditawarkannya dan bahkan hingga saat ini diklem secara sepihak saja.

Seorang pemimpin cabang Muhammadiyah tahun 70an s.d 80an, ratusan suku baduy, mengakui kehebatan ilmu agamanya, dan para orang tua pergerakanpun mengangkat topi mereka untuk menghormati penguasaan ilmu dan uswah yang diberikannya.

Dengan keilmuan yang dimiliki, beliau mengenalkan Mabadi Tsalatsah, Metode tafsir alQuran yang dapat digunakan sebagai mizan haq, timbangan kebenaran dalam setiap langkah memahami ayat-ayat Allah, dialah Abdul Karim Hasan.

Lelaki perawakan kecil dan kurus inilah yang memiliki gagasan besar pergerakan umat Islam melalui sektor pendidikan, dibantu oleh beberapa para orang tua sezamannya, merumuskan lembaga pendidikan yang kredibel yang akan menyebar di 324 kota dan desa, merancang pendidikan ekonomi dan ekonomi pendidikan, menjadikan lembaga pendidikan sebagai pilot projek dalam membangun sumber daya umat Islam di era modern ini, dan menjadi inspirator dari kelompok-kelompok muslim lainnya di era 90an yang bergerak dalam bidang pendidikan seperti yang tersebar sekarang ini.  muslim lainnya di era 90an yang bergerak dalam bidang pendidikan seperti yang tersebar sekarang ini.

Senjata tidak lagi menjadi pilihan kaum muslim untuk mengamalkan perintah Allah pada era saat ini, pemahaman agama yang mendalam untuk dipraktekan dalam menegakan syariat Islam adalah membangun kesadaran melalui pemantapan sumber manusia muslim itu sendiri melalu pendidikan, terbukti menjadi kekuatan dan strategi jitu, jika dilakukan dengan profesional dan benar, hal tersebut dibuktikan oleh kelompok-kelompok muslim yang memang konsen dalam dunia pendidikan.

Apa konsep yang telah dituliskan oleh alm Abdul karim Hasan, pemilik sekolah “HADIQOTU NASYI’IN”beserta para orang tua di zamannya?

Adalah sebagian besar yang telah kita dengar selama ini seperti:
a. Ekonomi pendidikan dan pendidikan ekonomi
b. Mahad asas di setiap kota dan propinsi.
c. Pendidikan pesantren.
d. Lahan yang cukup untuk mempraktekan kehidupan yang madaniyah antar penghuni pesantren, perumahan orang2 tua yang berdampingan dengan perumahan guru dan para karyawan.
e. Penerapan hidup bersama sebagaimana halnya rosulullah dan para sahabat.

Hal ini dibuktikan dengan pencarian lahan untuk lembaga pendidikan maka sekitar tahun 1988 beliau bersama orang tua lainnya mempersiapkan lahan yang akan dibangun diatasnya lembaga pendidikan di daerah Tulang Bawang propinsi Lampung, lahan seluas 8 hektar inilah yang akan dijadikan tempat untuk mengaplikasikan konsep pendidikan ekonomi dan ekonomi pendidikan, namun karena faktor keamanan maka forum menyatakan dibatalkan, dan akan dipindahkan ke suatu tempat, yang akhirnya ditentukan Indramayu sebagai daerah yang dipilih untuk mengaplikasikan konsep matang yang sudah dibuat oleh para orang tua.

Bagaimana kepemimpinan jatuh ke tangan sang “prabu”?
Sesuaikah dengan cita-cita para orang tua terdahulu?
Insya Allah, dalam sesi berikutnya akan dikupas.
#saveourmision

No comments:

Post a Comment