Wednesday, April 19, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 19

DUL KEMIT THE SERIES 19. 
Kebetulan atau Qadha Allah
Oleh : Arif Yosodipuro

Para jamaah seolah tak percaya dengan apa yang baru mereka dengar. Mereka pun saling bertanya, siapa dan siapa. Ada pula yang senyum-senyum dalam hati sambil berkata, "Ah paling itu gertak kyai untuk menutupi perselingkuhannya biar gak kebongkar.". Ada juga yang ketar-ketir sambil bergumam, "Waduh... jangan jangan nama saya disebut oleh pak kyai, khususnya mereka yang memang pernah menggunjingkan keberadaan jahe merah.
Sementara jamaah yang tadi ditatap atau dpandang kyai sangat heran. "Lho, kyai kok menatap saya....?" tanyanya kepada rekan sejawatnya sekeluarnya dari majlis. "Iya saya juga heran. Kok kyai pas ngomong gitu pandanganya ke ustadz. Memangnya ustadz ngomong apa...?" tanya rekannya. "Nggak. Saya gak pernah ngomong apa-apa tentang jahe merah. Saya malah gak tahu. Baru juga dengar." katanya serius sambil berjalan menuju ruang kantor.
Entah kebetulan atau qadha Allah yang Mahakuasa, (tapi sih kyai sendiri sering bilang dalam syair lagu Umi Kulsum, "kullu syaiin biqadha.. "). Begitu selesai mengatai guru yang "usik" itu otaknya diisi bedhes gendeng, malamnya kyai Dul Kemit tak bisa bicara, ada gangguan pada pita suaranya. Sehingga dia mengiklankan puasa bicara dengan tidak menerima laporan dari siapapun, kecuali orang terdekat.
Berita tak bisa ngomongnya kyai menyebar ke se antero pesantren, meskipun berusaha disembunyikan. Banyak dari mereka yang mengait-ngaitkan dengan kejadian di majlis shalat jamaah, kyai mengatai guru begitu. Selain itu kyai juga bilang bahwa kejelekan gak bakal menimpa dirinya. 
"Pringatan dari Alah itu," kata mereka mengira-ira. "Ah bisa aja ente. Ya itu mah kebetulan aja." sahut kang Ujang. "Lho coba ente perhatikan, masa siangnya bicara lantang tiba-tiba sorenya nggak bisa bicara. Teguran dari Allah itu." sanggah kang Encep semangat. "Padahal makan terkontrol. Minum cukup, bahkan 2 - 3 liter per hari. Obat siap sedia. Masa tiba-tiba bisa begitu...?" "Iya...ya..?" sahut kang Ujang sambil bengong.
"Terus gimana, kang...?" "Ha ha ha... tunggu the series berikutnya."

No comments:

Post a Comment