Thursday, April 13, 2017

Undercover 9

Oleh : Ahmad Fahmi

Curhat Presiden OPMAZ....Boby Ibnu Rizal

Ada bi Endaryono ada juga yang bilang ini dongeng, entah tidak kuat dan tidak siap menerima kenyataan pahit atau bagaimana boby juga enggak tahu persis bi, tapi klo boleh Boby katakan, memang sulit menerima kenyataan seperti ini bi, berat bi, berat sekali bi kalau harus cerita detailnya, seperti yg Boby pernah rasakan, setelah perceraian ayah dari umi tahun 2007, ayah 2 tahun menghilang, Boby sempat khawatir kabar ayah seperti apa dan bagaimana kondisinya, ayah diberhentikan tanpa diberikan kesempatan membela diri,

tahun 2007, 9 April tepat waktu pelantikan dan serah terima jabatan OPAZ, ayah dipanggil kemahad, ternyata penggilan itu adalah pemberhentian tugas ayah sebagai koordinator, 

yang Boby tahu ayah adalah org yg punya dedikasi tinggi, berangkat kerja subuh pulang subuh, waktu untuk keluarga jarang sekali, tapi org sehebat, sekuat, secerdas dan seloyal ayah dinilai "Kaslan", 

Boby sempat tidak habis pikir harus menerima penilaian seperti itu, apa yg Boby dapat dimahad dari kelas BA1, menjadi President pelajar, katua PPUK, dan kuliah di UAZ mandiri dengan biaya dibantu pendaftaran oleh Ust. Ahmad Fahmi dan k' Akmal Aja, kedua orang terhormat ini adalah pahlawan bagi saya, saya belajar membiayai kuliah dari hasil kerjasama pertanian dengan ustad Fahmi, dana dr teman2 yg mau investasi dan keuntungan dibagi, Boby hanya ambil untung untuk bayar kuliah, jualan nasi Padang untuk bayar kuliah dan beri sedikit lebih uang untuk umi dan adik2 dirumah, 

semua Boby lakukan adalah bukan untuk kebanggaan Boby, bukan untuk Boby, tapi hanya untuk memberikan hadiah untuk ayah bahwa perjuangan ayah selama ini dalam mendidik Boby tidak sia2, perjuangan ayah membela Islam dengan organisasi ini tidak sia2, ada hasilnya, 

Boby yg bs berdiri saat ini, menerima kenyataan pahit ini semua org tidak ada yg senang bi, tidak ada yg suka, karena semua org hanya mau yg baik2 saja, begitu juga dengan Boby, siapa yg menginginkan kejelekan melekat pada almamater kita, itu sebagian cerita dari ketidaksiapan kita tentang kabar ini, tapi ini hanya cerita dari perjuangan ayah Boby bi, masih banyak lagi cerita perjuangan dari mujahid2 lainnya, 

alhamdullilah saat ini keluarga kita bisa kembali bersatu lagi setelah 9 tahun terpisah menerima kenyataan pahit, pelajaran untuk pimpinan, hargailah keringat seseorang, karena tidur dijalanan meninggalkan anak istri itu bukan suatu perjuangan yg biasa, setetes keringat nya ada di tembok2 megah yg bapak singgahi saat ini, 

saya anak bapak pimpinan juga, dan saya mengambil hikmah dari perjalanan perjuangan orangtua2 saya, siapa yg tidak sakit dan perih ketika keringat dan perjuangan ternyata dikhianati oleh org yg kita percaya selama ini, apa yang sudah kita perjuangkan bersama ternyata ada cacat, tapi sebagai manusia kita harus bs legowo dan memaafkan, jika ingin ada jalan islah dan berlapang dada menerima kekurangan, hanya yg berjiwa kesatria yg berani mengakui kesalahannya, semoga saja jalan islah masih bisa ditempuh,

Kesaksian dari anak seorang pejuang yg "dibuang", Abi Saefullah eksponen mungkin masih ingat dengan Abi Fattah dari Jawa timur, dan Abi saya adalah bukan tipe pendendam, beliau menjalani semua ini sebagai bentuk ibadah dan instruksi pimpinan, how sad i am knew how big heart my dad was, saya sampe netes air mata cerita ini, semoga beliau semua yg telah tiada dalam perjuangan kita, diberikan tempat surga tertinggi, karena saya sadar betul niat hati para mujahid ini, 

rabbana ma kholaqta hadza bathila, subhanaka waqinaa 'adzabannar

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment