DUL KEMIT THE SERIES 17.
Jahe Merah 5
Oleh : Arif Yosodipuro
Jahe Merah semakin mendapat tempat di hati kyai Dul Kemit. Dia tidak hanya dipercaya untuk menjaga kios buah tetapi juga dipercaya untuk mengelola usaha lain milik kyai Dul Kemit.
Dari hari ke hari warga mulai mengerti bahwa jaga kios buah hanyalah strategi kyai Dul Kemit untuk memasukkan sang janda ke dalam lingkaran keluarganya. Buktinya meskipun kini sang janda tak lagi menjaga kios buah karena tak ada lagi produksi buah dari lahan pesantren yang dijual, .sang janda bukan berhenti dan keluar dari pesantren tetapi tetap di situ.
Anehnya lagi, bukannya dia diberhentikan namun kyai Dul Kemit justru mengupayakan lahan usaha lain untuk sang janda. Alih-alih untuk mengembangkan usaha, juga biar tidak mencolok kedekatan hubungan di antara keduanya, sang janda dipercaya untuk menjaga pabrik beras. Ya, jaga pabrik beras. Timbul pertanyaan, "Bukankah selama ini, tanpa sang janda, sudah berjalan? Kenapa harus ditambah sang janda? Memangnya kurang..., atau dia lebih ahli di bidang perberasan dan pemasaran...?
Tidak hanya itu. Kya Dul Kemit pun mempercayakan ekspansi usahanya kepada sang janda, yakni minyak kemiri yang katanya business oriented untuk kesejahteraan. Mendapat kepercayaan, sang janda langsung pasang iklan. MENJUAL MINYAK KEMIRI DENGAN HARGA PALING MURAH. BAGI YANG BERMINAT HUBUNGI JAHE MERAH 0853XXXXXXXX atau COD KE KAMAR JM02.
Kang Ujang bergumam, "Masa sih sampai segitunnya perhatian kyai Dul Kemit? Mestinya buahnya sudah gak ada ya sudah, berhenti. Ini kok malah dicarikan kerjaan yang lain. Berarti bener donk ada apa-apa antara kyai Dul Kemit dengan sang janda." "Begitulah kang Ujang cara kyai Dul Kemit berstrategi." Kang Encep menanggapi.
"Sudah dulu kang. Nanti sambung lagi the series berikutnya.
No comments:
Post a Comment