Saturday, April 22, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 22

DUL KEMIT THE SERIES 22. 
Terdakwa Teriak Jaksa
Oleh : Arif Yosodipuro

Melihat ulah ganjil kyai Dul Kemit, mereka - kepala sekolah, ketua asrama, ketua kegiatan ekstra dan perwakilan guru lainnya - menghendaki adanya transparasi dan penataan manajemen. Upaya itu dibuktikan dengan dilakukannya pelatihan2 kependidikan untuk meningkatkan kualitas SDM guru. Bahkan juga pelatihan ISO- 9001 prosedur kerja. Mereka pun menyiapkan tata keloka di seluruh unit pendidikan juga menerapkan uji coba ISO di manajemen asrama (sekalipun hasil belum memuaskan).

Semua itu mereka lakukan demi pengabdian kepada almamater dan meningkatkan kualitas pendidikan ummat. Bukan keluar dan di luar. dari zona pendidikan. Namun, rupanya ikhtiar tulus mereka itu dianggap mengusik ketenangan singgasana kepemimpinan kyai Dul Kemit. Dengan menggunakan corongnya di shalat jamaah, Dul Kemit melontarkan tuduhan bahwa guru-guru korupsi dan pungli. Hal ini sengaja Dul Kemit lontarkan untuk membangun opini kebencian kepada guru yang dikategorikan usik tadi.

Dengan gaya khas di balik kaca mata hitamnya, Dul Kemit menginstruksikan kepada orang kepercayaannya untuk mengecek dan mengaudit. "Cek itu. Lakukan audit," katanya sambil teriak lantang. Beberapa orang pun disebut. Mereka lantas melakukan instruksi Dul Kemit, mengecek dan mengaudit tarikan keuangan di manajemen asrama. Hasilnya tidak ditemukan indikasi yang dituduhkan oleh Dul Kemit. Tak ada penyelewengan dana. Catatan lengkap, semuanya diadministrasikan dengan baik.

Bukan kyai Dul Kemit kalau gak licik. Sekalipun tuduhannya tidak terbukti, Dul Kemit tetap memblow-up bahwa guru korupsi. Isu fitnah itu dimakan oleh jamaah. Mereka percaya kepada omongan Dul Kemit. Padahal yang namanya korupsi itu melakukan kecurangan untuk memperkaya diri sendiri. Ketua asrama melakukan itju, mengumpulkan dana, atas persetujuan santri pengurus asrama. ada kesepakatan. Karena ajuan ke yayasan sudah berbulan-bulan bahkan tahun tak kunjung ada jawaban.

"O...gitu ya kang Encep?" komentar kang Ujang. "Iya. Ini namanya TERDAKWA TERIAK JAKSA." "Maksudnya...? "Kalau maling teriak maling kan sudah klise, lagian hanya teriak. Lha kalau Dul Kemit gak sekadar nuduh tapi juga nyuruh audit kaya jaksa aja. Padahal dia sendiri yang nilep dana BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) dari pemerintah yang jumlahnya sangat fantaatis, berkisar 1,6 miliar, bukannya ini sama dengan TERDAKWA TERIAK JAKSA. he he he.. "

"Bener-bener ya kyai Dul Kemit...." sahut kang Ujang sambil menelan ludah. "Ya begitulah kang. masih ada kok lanjutanya...Kapan-kapan dilanjut ya kang...?"

Friday, April 21, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 21

DUL KEMIT THE SERIES 21. 
Pindah Akun; BOP Ditilep
Oleh : Arif Yosodipuro

Kasak-kusuk yang beredar di kalangan guru sehingga berakibat dicurigai sebagai guru usik dan dikatakan otaknya diisi bedhes gendeng bermula dari, dengan seizin Allah, temuan keganjilan yang dilakukan oleh kyai Dul Kemit.

Kejadiannya ketika kepala sekolah mengajukan dana untuk pembelian keperluan pendidikan dengan sumber dana dari BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) dari pemerintah, dijawab oleh asisten kepercayaan kyai bahwa dana BOP sudah habis. "Sudah habis. Memang dana BOP masih ada...?" katanya kepada ketua BMG saat menyodorkan surat ajuan.

Selanjutnya sang asisten meminta kepada ketua BMG untuk mendata dana BOP, berapa yang sudah masuk dan berapa pengeluarannya. "Coba didata dana BOP, berapa detailnya," kata sang asisten kepercayaan. Perintah itu langsung di-follow up-i oleh ketua BMG. Ia menugaskan kepada penanggung jawab administrasi BOP dan bendahara BMG untuk mendata pengeluaran yang bersumber dari dana BOP.

JGEER....Saat melakukan pendataan, mereka menemukan bukti transaksi pemindahan dana BOP dari rekening pesantren ke rekening pribadi kyai Dul Kemit dalam jumlah yang sangat fantastis. Betul, fantastis. Mau tahu....? Berkisar1,6 miliar. Sekali lagi, SATU KOMA ENAM MILIAR...... 

Selain itu, mereka juga menemukan surat tugas dari kyai Dul Kemit yang isinya menugaskan kepada ketua BMG untuk mentransfer dana BOP ke rekening kyai Dul Kemit.

Dari temuan inilah, kepala sekolah berencana tidak mau menanda tangani spj dana BOP tahun berikutnya. "Kalau begini, tahun depan kami tidak mau menanda tangani spj BOP, pak," kata kepala sekolah kepada ketua BMG. 

Hal ini menjadi perbincangan serius di kalangan internal guru, khususnya kepala sekolah, ketua asrama, dan ketua kegiatan ekstrakurikuler. 

Berangkat dari temuan inilah, mereka ingin adanya perubahan yang lebih baik, transparasi dan penataan manajemen pesantren. 

"Widih-widih, 1,6 miliar ditilep kang...?" tanya kang Ujang berkomentar. "Iya. Ini barangkali yang ditangkap oleh orang-orang setia dan mata-mata Dul Kemit sebagai usaha usik dan ekstrimnya makar. 

Padahal..." kang Encep mengela nafas. "Padahal kenapa kang...?" tanya kang Ujang gak sabar. 

To be continued ..... kang Ujang.

Thursday, April 20, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 20

DUL KEMIT THE SERIES 20. 
Menutup Diri
Oleh : Arif Yosodipuro

Pernyataan kyai Dul Kemit menyebut guru yang "usik" otaknya diisi "bedhes gendeng" sontak membuat para jamaah kaget penuh tanya. Mereka saling pandang dan mengedipkan mata. Apalagi sebagai penegasan, kyai Dul Kemit menambahkan, "Nanti kalau nggak balik, kita umumkan nama-nama mereka (guru yang usik).

Ucapan itu membuat sebagian besar guru tak habis pikir. Bagaimana kyai yang diagungkan dan dihormati berkata seperti itu tanpa klarifikasi dan komunikasi. Dia hanya mendapat laporan sepihak dari pembisiknya. Sangat disayangkan.

Tak terima dengan tuduhan dan celaan kyai Dul Kemit, sebagian besar guru dari seluruh perwakilan Badan Musyawarah Guru (BMG), kepala sekolah, ketua asrama, dan ketua kegiatan ekstra berembuk untuk menyampaikoan aspirasi. Mereka menyepakati untuk menyampaikan ketidakterimaan itu melalui surat. Masing-masing guru menulis pernyataan dan ditanda tangani, kemudian dikumpulkan. 

Beberapa hari kemudian, mereka, guru yang menanda tangani pernyataan sejumlah 49 orang, mendatangi kantor kyai di dampingi ketua BMG dengan maksud bertemu dan bersilaturahim kepada kyai untuk klarifikasi. 

Sebelum bertemu, ketua BMG menemui asisten kyai, pak Salim, menyampaikan maksud mereka. Pak Salim bilang bahwa pak kyai belum bisa ditemui karena ada gangguan suara, sedang puasa bicara. Mendapat penjelasan seperti itu, mereka pun paham dan meninggalkan kantor kyai.

Pada dua momen shalat jamaah berikutnya, kyai Dul Kemit sudah membaik. Ia sudah bisa berbicara sekalipun dengan volume yang rendah. Usai shalat jamaah, seperti biasa kyai Dul Kemit menyampaikan beberapa hal. Satu di antaranya tanggapan tentang keinginan silaturahim dari perwakilan guru. 

Dengan lantang kyai Dul Kemit menunjukkan kearoganannya. Dia sudah memberi sinyal menutup diri tidak mau menerima silaturahim dari perwakilan guru. Salamnya kepada hadirin pun bukan "assalamu 'alaikum" tetapi "assalamu 'alaina wa 'ala ibadilahisholihin. Dia sudah memutus buhul bahwa guru-guru yang ingin klarifikasi itu sudah tidak lagi bagian dari warga pesantren.

"Jamaah shalat yang kami hormati," demikian katanya mengawali. "Dalam kesempatan ini kyai sampaikan bahwa selama masa santri libur, kyai ikut libur. Karena itu kyai tidak menerima tamu siapa pun kecuali yang dizinkan. Ya, ini saja hal yang disampaikan kali ini." Kyai Dul Kemit mengakhiri taushiyahnya.

"Kok begitu ya kang Encep..." komentar kang Ujang terheran-heran. "Jadi kyai memutus hubungan...?" "Iya. Salamnya aja begitu. Dia mah gak mau dikritik dan menganggap benar sendiri." Lanjut kang Encep menegaskan. "Masih ada terusannya kang?" Masih....Bantuan operasional Pendidikan (BOP) ditilep.

Wednesday, April 19, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 19

DUL KEMIT THE SERIES 19. 
Kebetulan atau Qadha Allah
Oleh : Arif Yosodipuro

Para jamaah seolah tak percaya dengan apa yang baru mereka dengar. Mereka pun saling bertanya, siapa dan siapa. Ada pula yang senyum-senyum dalam hati sambil berkata, "Ah paling itu gertak kyai untuk menutupi perselingkuhannya biar gak kebongkar.". Ada juga yang ketar-ketir sambil bergumam, "Waduh... jangan jangan nama saya disebut oleh pak kyai, khususnya mereka yang memang pernah menggunjingkan keberadaan jahe merah.
Sementara jamaah yang tadi ditatap atau dpandang kyai sangat heran. "Lho, kyai kok menatap saya....?" tanyanya kepada rekan sejawatnya sekeluarnya dari majlis. "Iya saya juga heran. Kok kyai pas ngomong gitu pandanganya ke ustadz. Memangnya ustadz ngomong apa...?" tanya rekannya. "Nggak. Saya gak pernah ngomong apa-apa tentang jahe merah. Saya malah gak tahu. Baru juga dengar." katanya serius sambil berjalan menuju ruang kantor.
Entah kebetulan atau qadha Allah yang Mahakuasa, (tapi sih kyai sendiri sering bilang dalam syair lagu Umi Kulsum, "kullu syaiin biqadha.. "). Begitu selesai mengatai guru yang "usik" itu otaknya diisi bedhes gendeng, malamnya kyai Dul Kemit tak bisa bicara, ada gangguan pada pita suaranya. Sehingga dia mengiklankan puasa bicara dengan tidak menerima laporan dari siapapun, kecuali orang terdekat.
Berita tak bisa ngomongnya kyai menyebar ke se antero pesantren, meskipun berusaha disembunyikan. Banyak dari mereka yang mengait-ngaitkan dengan kejadian di majlis shalat jamaah, kyai mengatai guru begitu. Selain itu kyai juga bilang bahwa kejelekan gak bakal menimpa dirinya. 
"Pringatan dari Alah itu," kata mereka mengira-ira. "Ah bisa aja ente. Ya itu mah kebetulan aja." sahut kang Ujang. "Lho coba ente perhatikan, masa siangnya bicara lantang tiba-tiba sorenya nggak bisa bicara. Teguran dari Allah itu." sanggah kang Encep semangat. "Padahal makan terkontrol. Minum cukup, bahkan 2 - 3 liter per hari. Obat siap sedia. Masa tiba-tiba bisa begitu...?" "Iya...ya..?" sahut kang Ujang sambil bengong.
"Terus gimana, kang...?" "Ha ha ha... tunggu the series berikutnya."

Tuesday, April 18, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 18

DUL KEMIT THE SERIES 18. 
Jahe Merah 6
Oleh : Arif Yosodipuro

Gonjang-ganjing Jahe Merah yang bergulir di kalangan warga pesantren akhirnya sampai juga ke telinga kyai Dul Kemit. Entah siapa yang memberi tahu, mungkin orang kepercayaanya atau simpatisan setianya.

Mendengar berita ulahnya terendus, saat itu pula kyai Dul Kemit meradang, namun dia tahan dan berusaha mengontrol diri sambil berpikir bagaimana cara menepis atau menutupinya. Seperti biasa, kyai Dul Kemit menggunakan forum shalat jamaah sebagai corongnya. 

Usai shalat jamaah kyai menyampaikan isu yang menerpanya. Setelah prolog, kyai berkata, "Hadirin, guru-guru banyak yang usik. Yang begini ini, otaknya diisi oleh "bedhes gendeng." Bedhes gendeng itu kera gila. Hari-hari kyaimu ini selalu memikirkan guru; makannya, bulanannya. Sampai jualan buah. Anehnya, yang jaga kios diisukan sebagai simpenan. Kyai punya demenan." Kyai Dul Kemit menoleh ke kiri, memperhatikan bebarapa orang jamaah yang masuk dicurigai. "Ada orangnya di sini. Pringas pringis. Sekarang tengak tengok," lanjutnya sambil matanya menatap tajam.

"Terus bagaimana kang Encep?" potong kang Ujang curious, penasaran. "Dia bilang begitu biar warga gak curiga dan terbangun image gak ada apa-apa antara kyai Dul Kemit dengan Jahe Merah. Juga biar warga percaya bahwa Jahe Merah hanyalah penjaga kios. Gitu kang Ujang." Kata kang Encep menegaskan. "Percaya, nggak....?" tanya kang Encep minta pendapat. "Ya gak percayalah....Penjaga kios kok dibela-belai sampai begitu.....Terus bagaimana tanggapan warga dan juga nyai tuanya...? "Sabar kang, tunggu the series berikutnya.

DUL KEMIT THE SERIES 17

DUL KEMIT THE SERIES 17. 
Jahe Merah 5
Oleh : Arif Yosodipuro

Jahe Merah semakin mendapat tempat di hati kyai Dul Kemit. Dia tidak hanya dipercaya untuk menjaga kios buah tetapi juga dipercaya untuk mengelola usaha lain milik kyai Dul Kemit. 

Dari hari ke hari warga mulai mengerti bahwa jaga kios buah hanyalah strategi kyai Dul Kemit untuk memasukkan sang janda ke dalam lingkaran keluarganya. Buktinya meskipun kini sang janda tak lagi menjaga kios buah karena tak ada lagi produksi buah dari lahan pesantren yang dijual, .sang janda bukan berhenti dan keluar dari pesantren tetapi tetap di situ. 

Anehnya lagi, bukannya dia diberhentikan namun kyai Dul Kemit justru mengupayakan lahan usaha lain untuk sang janda. Alih-alih untuk mengembangkan usaha, juga biar tidak mencolok kedekatan hubungan di antara keduanya, sang janda dipercaya untuk menjaga pabrik beras. Ya, jaga pabrik beras. Timbul pertanyaan, "Bukankah selama ini, tanpa sang janda, sudah berjalan? Kenapa harus ditambah sang janda? Memangnya kurang..., atau dia lebih ahli di bidang perberasan dan pemasaran...?

Tidak hanya itu. Kya Dul Kemit pun mempercayakan ekspansi usahanya kepada sang janda, yakni minyak kemiri yang katanya business oriented untuk kesejahteraan. Mendapat kepercayaan, sang janda langsung pasang iklan. MENJUAL MINYAK KEMIRI DENGAN HARGA PALING MURAH. BAGI YANG BERMINAT HUBUNGI JAHE MERAH 0853XXXXXXXX atau COD KE KAMAR JM02.

Kang Ujang bergumam, "Masa sih sampai segitunnya perhatian kyai Dul Kemit? Mestinya buahnya sudah gak ada ya sudah, berhenti. Ini kok malah dicarikan kerjaan yang lain. Berarti bener donk ada apa-apa antara kyai Dul Kemit dengan sang janda." "Begitulah kang Ujang cara kyai Dul Kemit berstrategi." Kang Encep menanggapi.
 "Sudah dulu kang. Nanti sambung lagi the series berikutnya.

DUL KEMIT THE SERIES 16

DUL KEMIT THE SERIES 16. 
Jahe Merah 4; Opinion Building
Oleh : Arif Yosodipuro

Soal giring menggiring, kyai Dul Kemit jagonya. Setiap ada program atau rencana baru, kyai Dul Kemit pasti menyampaikan orasinya di hadapan warga pesantren ba'da shalat berjamaah sebagai sosialisasi, termasuk kehadiran sang janda.
Pada suatu kesempatan, gak ada hujan gak ada angin, tiba-tiba kyai Dul Kemit menyebut-nyebut tokoh wanita terkenal yang secara kebetulan namanya sama dengan sang janda. Sebut sajalah Jahe Merah. Ia puja dan puji di hadapan audience. Ini dilakukan agar warga pesantren tidak kaget dan shock kalau nanti mendengar dan melihat sang Jahe Merah.
Upaya kyai Dul Kemit manjur. Orasinya menyihir dan menghipnosis pendengarnya. Mereka manggut-manggut dan seolah apa yang disampaikan itu memang mengait dengan tokoh wanita tersebut. Padahal udang di atas piring-nya - biar update dikit, karena udang di balik batu sudah jadul - adalah memasukkan nama sang janda ke otak warga pesantren. Dengan begitu warga tidak bergejolak sebab sudah digiring mind set mereka.
Sosialisasi kyai Dul Kemit benar-benar mujarab bagaikan obat ramuan Sin Sai tersohor. Warga nurut. Mereka menganggap keberadaan sang janda adalah hal biasa dan lumrah. Walaupun ke mana-mana selalu dikawal oleh orang khusus suruhan kyai Dul Kemit, tak ada yang berani protes atau menegurnya.
Kini keberadaan sang janda semakin leluasa kiprahnya. Dan anehnya, sang janda tampak sudah menyatu dengan pesantren sekalipun ia orang baru. Perhatian kyai pun semakin intens.
"Perhatian apa kang?" tanya kang Ujang penasaran. "Biasa, tunggu the series berikutnya."

DUL KEMIT THE SERIES15

DUL KEMIT THE SERIES15.
Jahe Merah 3
Oleh : Arif Yosodipuro

Angin rumor kehadiran janda terus berhembus menyeruak se antero pesantren. Kang Ujang tak bisa membendung penasarannya. Dengan bersila di lantai dan antusias, ia mendengarkan lanjutan cerita kang Encep.

Bagai detektif Konan, kang Encep terus berburu berita seputar kedekatan kyai Dul Kemit. Walhasil diperolehlah informasi bahwa ada sikap kyai Dul Kemit yang beda dari biasanya. Ketika mendapat kabar bahwa sang janda akan laporan, kyai Dul Kemit berdandan rapi. Kalau badannya sedang berkeringat dan tampak lusuh, ia segera mandi dan ganti baju untuk menyambut kehadirannya.

Pernah suatu ketika kyai Dul Kemit tersipu malu. Entah kangen atau apa ia minta orang kepercayaanya memanggil sang janda. Begitu sampai, sang janda bertanya, "Kyai memanggil saya?" "Ah enggak. Itu mah bisa-bisanya Nana aja," kata kyai berpura-pura mengelak. Tak terima dengan ucapan kyai, Nana langsung menyahut, "Saya kan hanya menjalankan perintah kyai." "Dasar Nana polos banget. Gak bisa diajak kompromi. Ana kan malu," gerutu kyai Dul Kemit dalam hati.

"Wah ini baru benar-benar jahe merah," ujar kang Encep serius. "Apa itu kang?" sahut kang Ujang spontan. "Iya, JAHE MERAH - JANDA HERANG MEMBUAT GAIRAH," kata kang Encep menjelaskan sambil senyum. "Ha ha ha ha ... Bisaan kan Encep..." sambut kang Ujang sambil memegangi perutnya.

Terus gimana lanjutannya? Tunggu the series berikutnya.

DUL KEMIT THE SERIES 14

DUL KEMIT THE SERIES 14. 
Jahe Merah 2
Oleh : Arif Yosodipuro

Rumor, kabar kabari kehadiran sang janda yang penuh tanya bagaikan hot news nasional. Selain warga pesantren hari-hari mempergunjingkan, mereka pun menaruh hormat kepada sang janda, termasuk petugas penjaga pintu gerbang pesantren.

Sekilas, dilihat dari cara berdandan dan berias, janda ini berselera tinggi dan modis. Pandangan pertama begitu menggoda, kata iklan. Hati kyai Dul Kemit sepertinya pun berbunga-bunga. Bagai ABG yang sedang dilanda asmara. Tak bicara dengannya sehari saja serasa setahun. 

Tak ayal dengan bertameng pada jabatan dan kekuasaannya, kyai Dul Kemit menggunakan peluang untuk selalu bisa berbincang dengan janda pujaan, walau hanya sekedar ngobrol, kadang melalui telepon atau saat sang janda laporan tugas kepramuniagaan.
Kehadiran janda muda ini sedikit mengusik pengurus pesantren lainnya. "Wah kita kegeser nih," keluh mereka. 

Kalau sang janda laporan kepada kyai Dul Kemit, mereka (Dul Kemit & sang janda) begitu asyik melihat angka-angka secara bersamaan di atas meja ... Padahal, selama belasan tahun yang lain laporan, jangankan bersama-sama membaca, meminta atau melihat kertasnya saja nggak pernah.

Biasanya kalau ada yang laporan, kyai Dul Kemit menyuruh pelapor untuk membacanya ... Tapi terhadap laporan sang janda ini sungguh luar biasa, kyai Dul Kemit mau bersama membaca, padahal cuma tulisan tangan, nggak diketik ... 

Selain itu, meski sedang ada yang laporan kepada kyai Dul Kemit, kalau sang janda mau laporan, ya langsung saja nyelonong nyerobot ... Sebaliknya, jika sang janda sedang laporan, yang lain tidak ada yang berani dan tidak boleh ada yang mengganggu...

"Masa sih kang Encep, kok begitu amat?" tanya kang Ujang memotong. "Terus jahe merah ieu naon kang....? 
Ikuti the series berikutnya. 
"Ah kang Encep...bikin penasaran aja."

DUL KEMIT THE SERIES 13

Oleh : Arif Yosodipuro
Jahe Merah 1

Rasa haus dan lapar dari bepergian membuat kyai Dul Kemit dan rombongannya mampir di sebuah warung makan. Saat menunggu menu pesanan dihidangkan, muncullah janda muda menor bersoleknya. Bagai Arjuna bertemu Sembadra, bagai Rama bertemu Sinta, kyai Dul Kemit terpesona melihat sang wanita elok rupa itu.

Kyai Dul Kemit pun mulai pasang aksi, secara sembunyi ia mencuri pandang dan mencari perhatian. Ibaratnya tujuh gurita hidangan utama, jatuh cinta pada pandangan pertama. 
Sejak itu, komunikasi kyai Dul Kemit dengan sang wanita semakin intens. Sang wanita pun mendapat perhatian. Ia dipercaya dan diberi job sebagai penjaga kios buah, yang katanya milik pesantren dengan gaji yang tidak wajar untuk ukuran seorang pramuniaga nol masa kerja. Gajinya melebihi gaji pengurus, guru dan karyawan yang sudah mengabdi belasan tahun. Mau tahu...? Konon, Rp4.000.000 sebulan. Fantastis bukan.....? Sedangkan yang lain hanya berkisar 800 ribu sampai dua jutaan.

Tak hanya itu. Kyai Dul Kemit memberikan perlakuan yang sangat istimewa kepada sang janda. Ia diijinkan tinggal di pesantren bersama anaknya (dengan dalih magang pertanian), diberi kamar khusus, kemana pun diantar pakai mobil dan didampingi orang suruhan khusus. Padahal karyawan pesantren yang jaga aja gak diantar jemput. Gaji juga kurang dari satu juta.
Melihat hal aneh tersebut, warga pesantren mulai bertanya-tanya ada apa gerangan dengan sang janda? Masa penjaga kios saja sampai segitunya perlakuannya?

Sebagian warga pesantren menduga ini mungkin ada apa-apanya antara kyai Dul Kemit dengan sang janda. Bahkan dalam obrolan mereka, janda itu disebut-sebut sebagai .......
"Ah masa sih kang, terus gimana tanggapan kyai Dul Kemit...? Lalu apa itu jahe merah..." desak kang Ujang. "Tunggu atuh kang the series JAHE MERAH 2," kata kang Encep berjanji.

Sumber : Klik di sini

Sunday, April 16, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 12

Pitik pun Diembat
Oleh : Arif Yosodipuro

Pada suatu kesempatan, kyai Dul Kemit bertanya kepada seorang anggota pengurus digunakan untuk apa kandang sapi yang mangkrak. Pengurus tersebut memberi saran atau masukan bahwa kandang tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk kandang /ternak ayam. Usulan diterima oleh kyai Dul Kemit.

Beberapa pekan berikutnya, kandang sapi disulap menjadi kandang ayam dengan design closed house yang bisa menampung puluhan ribu pitik, anak ayam. Selanjutnya dilakukanlah kerjasama dengan perusahaan penyuplai, baik bibit maupun pakan.
Dalam pengiriman, pihak perusahaan memberi ekstra satu pitik per seratus atau per boks. Pada tahap awal, pesantren menernak 40.000 ayam. Sehingga ada 400 ayam ekstra dari 400 boks bibit.


Bukan kyai Dul Kemit kalau nggak cerdik. 400 anak ayam ekstra itu dimita dan pemeliharaannya dititipkan bersama dengan ayam yang lain. Kyai Dul Kemit tidak mau tahu, 400 ayam itu ada yang mati atau tidak. Pokoknya pada saat panen ia harus terima 400 ayam dalam jumlah yang utuh, gak boleh kurang.


Selanjutnya kyai Dul Kemit menyuruh orang kepercayaannya untuk mengambil jatahnya. Kemudian ayam dikirim ke dapur pesantren dengan harga ditentukan oleh kyai Dul Kemit. Katakanlah per satu ayam beratnya 1,4 x 400 = 560 kg, lalu dikalikan Rp20.000 per kilonya maka kyai Dul Kemit bisa mengantongi uang segar sejumlah Rp11.000.000 setiap panennya. Itu kalau 40.000. Lha kalau 200. 000 ayam yang dipelihara, berapa puluh juta rupiah yang kyai Dul Kemit terima? 


"Biyuh-biyuh lha kok serakah tenan...." komentar kang Ujang menirukan lugat jawa. 
"Kumaha saterasna Kang Encep...?" 
"Sabar atuh kang.... 

Tunggu the series berikutnya...JAHE MERAH

Sumber : Klik di sini

Friday, April 14, 2017

Undercover 24

Oleh : Husnul Muttaqien

Salam.
Menjawab beberapa pertanyaan sahabat,
Apakah masuk 3 kandang 240.000 ekor ayam dengan sistem closed house.
Tahun 2014 belajar ternak ayam closed house. Peternakan ayam dengan system modern. Luas kandang 12 x 120 m.
Bisa disebut juga hotel ayam. Karena tidak bau dan suhu bisa di atur.
Kapasitas 40.000 ekor.
Terdiri dari 2 lantai, bawah 10.000 dan lantai 2 20.000
Perhitungan maksimal permeter 15 ekor atau maksimal per lantai 21.600
Panen penjarangan usia 26-28 hari dengan bobot rata rata 1.8 kg/ekor dan 2.2 - 2.4 kg/ ekor dalam panen raya di usia 32 hari.
Ke dua. bertanya bisa g dalam 40 hari 3.5 kg - 4 kg?
Saya jawab 'bisa'
Namun:
1. Mortalitas sangat tinggi
2. Jantung, hati ayam mengecil, rentan sakit.
3. Kapasitas kandang tidak masuk 40.000
4. Pasar yang blm banyak. Artinya, siapa yang mau beli. Karena ayam 2.2 kg saja masih sukar peminatnya. Rata rata yang ukuran 1.5-2 kg.
5. Mustahil dalam 3 kandang masuk 240.000 ekor. Kecuali mau panen ukuran 0.5 kg.


Undercover 23

Oleh : Husnul Muttaqien

Salam. Luchu.....
Saya bukan pendukung, kalau pendukung ada kawan ada lawan.
Saya bukan memihak, kalau memihak menyalahkan salah satu.
Membantu guru yang sedang merintis usaha dianggap orang bimbang.
Masa berbuat baik bimbang.
Perumpamaan syurga dan neraka.
Kita saja blm tau seperti apa syurga dan neraka.hahahaha...
Ditanya aktif di jammas.? Sepaham saya jahe membangun masjid. Ya ada yang datang bayar ya bayar aja. 
Ditanya lagi ikut anggota terdaftar g?
Masa membangun masjid ada pendaftarannya. Apakah saat kita mengaji dengan salah satu forum harus daftar juga?
Saya ajak ketemuan, sibuk.
Saya ajak ke tasik repot dengan program.
Saya ajak dimana bisa ketemu biar saya yang datang. G bales.
Jammas berubah jadi 'jalan menuju masyarakat sejahtera'
Seperti apa? Apa seperti pemerintah, kita bertani... Buat kelompok, terdaftar dan dapat bantuan biar sejahteta? Mekanismenya bagaimana? Investasi?
Kalau investasi seperti apa mekanismenya?
'walaupun sudah paham sich, mau tau aja sejauhmana'hihihi....
Serius amat...
Kan ini status saya yang saya anggap luchu.
Kalau g luchu ya maaf...
Salam ta'dhim.




Sumber : Klik di sini

Undercover 22

Oleh : Abu Bakar

Kesaksian pak kyai Sukron Makmun terhadap mulut kotor "asu edan" dari seorang Pemimpin pesantren terbesar se Asia.
Pemimpin pesantren terbesar se Asia itu sering bercerita di depan santri2nya:
Ketika sekolah di Gontor, "Syaykhmu pernah ditempeleng oleh seorang ust karena tidak qunut".
Setelah mencari sumber sejarah, ust tersebut ternyata pak Kyai Sukron Makmun, menempeleng bukan karena alasan tidak qunut, tapi karena ucapannya yg tidak layak diungkapkan, ketika ditanya "kenapa kamu tidak melaksanakan qunut? Dengan membusungkan dadanya, sang pemimpin pesantren terbesar se Asia itu memjawab " Tuhan sudah bosan dengan qunutmu" dengan refleks ust tersebut menempelengnya.
Hal ini tidak disampaikan oleh pak kyai Sukron Makmun, ketika ditanya oleh pak kyai Syukri Zarkasyi (pemimpin Gontor) untuk menyelamatkan si pemimpin pesantren terbesar se Asia itu dari pengusiran, karena pak kyai Sukron Makmun kasihan jika dia diusir dari Gontor.
Ternyata mulut itu mengeluarkan kata-kata kotor bukan karena keceplosan, tapi karena sudah terbiasa
Kata orang bijak "bisa karena terbiasa"
APALAGI YANG MASIH KAMU RAGUKAN?
#mulutmuasuedanmu
#saveakhlaq

Sumber : Klik di sini

Undercover 21

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Surat dari kordinator kpd kita :
Ada sahabat kita kordinator ma'had , 17 tahun tinggal di kontrakan , yang di jadikan posko setingkat daeroh,,,
2 tahun lalu wafat, Ia meninggalkan dua anak.
Sebelum meninggal dalam keadaan sakit kronis, ia tetap bersemangat mengkawal program jammas, walau kadang sesampainya di tempat tujuan harus terbaring kelelahan , karna penyakit , diabet , gagal ginjal, dan batu empedu, usianya 45 tahun tinnggal di tanggerang,
Bersama team jamas sering sampai larut malam sampai jam 12'malam.
Keluarganya sering cemas, khawatir dan gelisah karena kalau sedang "'kumat"' ia bisa sampai hilang ingatannya, dan dokter sudah mengingatkan ia tidak boleh beraktifitas yang melelahkan, namun karna posisinya sebagai ketua kelompok ia merasa punya tanggung jawab utk mensukseskan program jamas, karena sakit berat istri dan anaknya sering mengingatkan agar ia jangan mengikuti kegiatan jamas, namun ia tidak hiraukan, karna ada beban target di kelompoknya yang harus ia kawal.
Pernah sampai jam 2 pagi ia baru sampai di rumah , dan ketika ditanya kenapa sampai larut malam, rupanya di dalam angkot ia hilang ingatan dan akhirnya nyasar entah kemana, anak perempuan dan istrinya sering menangis sedih melihat kondisi suaminya tersebut,
Ko teganya kawan -kawan di teamnya membiarkan ia pulang sendiri dari tempat acara pertemuan kordinasi jamas tersebut, padahal menurut istrinya para kordinator lainnya tahu kalau suaminya sudah lemah dan penyakitnya sudah kronis, tapi masih saja di mintakan tanggung jawab yang di luar batas kemampuannya.
Dari hari kehari penyakit sahabat tersebut semakin kronis, dan akhirnya Allah memanggilnya.
Pas hari beliau meninggal istrinya lagi-lagi merasakan kesedihan selain di tinggal tulang punggung keluarga ia pun merasa heran, kemana para kordinator yang lain, yg hampir 17 tahun selalu bersama siang malam. ..bahkan sampai pagi lagi berkumpul, untuk mengumpulkan setoran jamas ....
tapi ketika ia di rundung musibah kawan - kawan dan para pimpinannya tidak perduli , bahkan sekedar mnyatakan empatipun tidak. 
Untungnya ketua lingkungan dan para tetangga di sekitar perduli. Dari mulai memandikan , sampai menghantrkan ke liang lahat di jawa tengah. Para tetangganyalah yang kompak menolong keluarga sahabat kita tersebut.
Sementara dari pimpinan kordinator tangerang sendiri tidak ada kontribusi untuk membantu kepada keluarga kami, keluh ibu itu, ketika ia kita silah...
Dan setelah suaminya meninggal bersambung di dinding atas

Sumber : Klik di sini

Undercover 20

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Surat dari alumni kita : Assalamualaikum ustd...apa yg ust paparkan di status sudah sering saya sampaikan kpda orang tua, namun ibarat sudah cinta mati orang tua selalu membantah... 
org tua saya sering di datangi pihak kordinator untuk iuran jammas bahkan terkadang memaksakan keadaan sampai minjam ke tetangga...
ya allah ust saya cukup menahan bathin, mohon adakah saran bagi saya untuk menyadarkan orang tua saya ustd? 
saya mohon izin, tulisan antum saya sebarkan ya .. insya Allah menjadi amal antum untuk menyelamatkan sahabat2 kita yg tertindas ...
Iya tapi harus tersamarkan ya ust.... tempat, tahun, dan lokadi
ok kawan..., ia kemudian melanjutkan tulisan sbb: Ustad banyak kordinator yg memata-matai di medsos... entah apa tujuan mereka. Setiap dtg ke rumah selalu memberi himbauan2 dan nasihat... tentang medsos. Saya enggan berdialog dgn mereka.

Semenjak kelulusan saya di tahun ... kondisi ekonomi keluarga sedang sangat sekarat membuat kami pindah ke kota kelahiran saya di ....
Namun amat di sayangkan pihak kordinator selalu mendatangi kami untuk meminta sejumlah uang yg saya pun tdk paham uang untuk apa?
Sampai ketika memang keluarga saya sedang pailit2 nya.... Eh anggota jammas dtg berdialog dgn ayah saya tntg program2 yg ada di mahad,..
ayah saya sejak awal dibuat mahad selalu ikut serta dalam pembiayaan entah brapa uang yg sudah di salurkan...
Sampai pernah suatu ketika saya bertikai dgn ayah selepas meminjam uang tetangga untuk jammas...
yg sangat saya prihatinkan ayah saya menyebut ini bentuk "perjuangan" dan berkata "andai uang yg ayah beri ternyata di selewengkan ya itu urusan mereka dan tuhan ..
Saya heran. ... kebenaran sudah terkuak jelas tapi kenapa manusia enggan mempertimbangkanya.
Jikalau jammas ini jalan menuju surga yg Allah janjikan.. lebih baik saya mencari jalan surga yg lain....

Sumber : Klik di sini

Undercover 19

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Orang tua sudah sadar .... 
Ada koordinator yg di utus oleh nya untuk ke alumni dan wali santri.
Mereka biasanya datang tanpa paham akan akar permasalahan
Dengan tanpa basa basi langsung menunjukan foto diri saya yg ada di gedung Nusantara 2.
Pak, ini siapa ya? "Sambil menunjukan foto saya lewat hape"
Yang jelas itu anak saya, kenapa harus di pertanyakan lagi "jawab ayah saya".
Ada maksud apa anak bapak bersama mereka? ( para guru ). 
Dengar pak, anak saya sudah menikah, dan nama dia sudah tidak ada lagi di KK ( kartu keluarga ) saya, saya tidak berhak untuk mengatur kehidupan dia, dia sudah dewasa dan paham apa yg di putuskan, tugas saya hanya memantau dan meluruskan, jika dia salah ya saya nasehati, tapi sejauh ini dia benar ya saya biarkan. 
Saya orang lama, jadi tidak perlu menekan saya. 
Saya paham asam manisnya. Jadi biarkan anak saya bertemu " orang tua" dia. 
Dan sekian lama berdebat dengan ayah saya, dengan muka kecewa dia pulang.

Sumber : Klik di sini

Undercover 18

Oleh : Abu Amrullah

MEMBUAT KEBODOHAN AGAR IA DI ANGGAP 
MANUSIA PALING CERDAS
Kondisi kehiduan para jamaser semakin hari makin terperosok ke jurang jahiliyah’’ aqidah maupun ilmiah ‘’ kisah nyata di kehidupan donator jamaser ;
Ada keluarga besar tinggal di daerah ciseeng ‘’ tidak begitu jauh dari arah pasar parung kab. Bogor’’ , dari keluarga tersebut hari ini setelah anak – anaknya berumah tangga menjadi tujuh kepala keluarga , dan masih dalam satu lingkungan , Keluarga besar tersebut anggota jamas di bawah kordinator banten .
sudah satu bulan ini tiap pekan , kami melakukan silaturahim ke keluarga besar tersebut . kami sengaja di undang , karna ada suatu hal yang ingin di bicarakan , terkait kondisi pemahaman tentang bagai mana cara ibadah yang sesuai dengan ajaran yang di contohkan oleh rosulullah s.a.w.
keluhan keluarga tersebut sekarang yang silah ke rumah ‘’ kordinator ’’ sama hal nya seperti tukang tagih kredit barang ‘’, tidak jauh dari urusan nanyain setoran jamas , sementara kami butuh pencerahan agar ibadah kami , benar dan baik sesuai dengan ajaran dan tuntunan Al – qur’an dan yang di contohkan rosulullah sehingga keluarga kami bisa berada di jalan yang Allah ridhoi , [ ini ungkapan yang di utarakan kepada kami ]
dari tahun 1987 ayah dan ibunya sudah mengikuti pengajian untuk membangun YPI dan termasuk anak – anaknya setelah dewasa oleh orang tuanya di ikut sertakan ‘’pembinanya pada saat itu ABI RASYID dari ciputat orang ciseeng memanggilnya PAK ITEM
tapi hari ini yang kami dapati dalam pertemuan jamas , semakin jauh dari ilmu yang kita harapkan , dulu kami setelah ikut pengajian merasa tenang dan gembira karna di berikan materi dari al-qur’an dan hadist , tapi ko hari ini tidak ada lagi suasana seperti dahulu ‘’ ungkapan ‘’ kake ‘ [yang sudah punya cucu lima belas ini ] usia saya sudah 73 tahun , saya takut tersesat dengan kondisi yang ada sekarang , sepertinya sudah tidak sesuai dengan cita -cita awal kita dulu di bina [ menyambung ungkapan perasaannya ]
dan sebagai perbandingan ketika kita tanyakan ke anaknya rukun islam ada berapa ? ternyata anaknya yang kelima , dan sekarang iapun sudah menjadi kepala keluarga , tidak ingat lagi , tentang rukun islam , tapi kalau urusan jamas dalam satu bulan ia membayar RP 350.000. 
ini yang membuat keprihatinan keluraga besar tersebut , karna ia ingat kalau ia wapat sebagai orang tua , adakah pertanyaan malaikat tentang bayar jamas ?
sementara rukun islam saja di antara anaknya sudah lupa , kata ibu dari keluarga besar tersebut .
padahal anaknya sekarang sudah menjadi bapak dari cucu -cucunya ……..
kisah ini pakta di teritori , dan masih banyak persoalan lainnya yang sekarang sedang kita benahi dalam kehidupan para penyembah aspg agar kawan – kawan tidak di jadikan orang – orang yang bodoh dari sisi aqidah maupun ilmiah .
sehingga seakan – akan singanu sebagai kartel jahe satu – satunya orang yang super hebat……
dalam kesempatan berikutnya kita akan ungkap kondisi kawan – kawan jamaser yang mulai mencari – cari jawaban siapakah sebenarnya aspg

Sumber : Klik di sini

Thursday, April 13, 2017

Undercover 17

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Cara mengeliminir : 
Abi Halim punya adik bernama ;
1. Ustad Fahmi. Ia selalu di eliminir, diejek, sering dijatuhkan olehnya. Banyak kejadian yg hampir semua guru faham. Walaupun hasil rapat memilih ustad fahmi untuk dijadikan ketua lajnah ... Hasilnya ...dicoret oleh dia.
2 Ibu SU ia seoramg anggota DPR. 
Saat pencalonannya. Ketua dewan guru kita dihabisi oleh dia dikatakan suami yg tidak bisa mendidik istri, karena istrinya seolah2 mendukung SU.
Padahal ..weleh weleh dia mengerahkan seluruh guru karyawan santri untuk memilih anaknya.
Akhirnya Ibu SU berhasil menjadi DPR.
Ibu SU ingin memajukan mahad, diajaklah kolega2 DPR meninjau mahad. Dg semangat riang gembira ia menjelaskan perihal mahad kepada koleganya, namun tiba2 datang Abu Halim atas perintah dia untuk mengusir Ibu SU bersama koleganya keluar mahad .. Hasilnya .. Ibu SU berderai air mata sambil menahan malu keluar mahad bersama kolega2nya. Ia tidak mengira ia akan dipermalukan oleh kakak yg ia banggakan dan sayangi ... Abu Halim dibenturkan dg keluarga atas nama Tugas dari dia sang Pimpinan.
Akhirnya ..... Abi Halim di eliminir dari IAI.... Karena ... Hmm
Catatan..
Ustad Fahmi telah minta izin kpd dia untuk kuliah S3 dg biaya sendiri sebanyak 19 X .. Hasilnya : tidak diizinkan... 
Apa takut ada keluarga Abu Halim yg tuntas pendidikannya... 
Saya menulis ini ... Agar jangan terjadi lagi ... Sudah,... Sudahlah .Insaf ... Insaflah..

Sumber : Klik di sini

Undercover 16

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Info ini untuk disikapi dg maksud baik. Jangan terjadi ... Nanti institut ditutup lagi ... Kasihan mahasiswa jadi korban ... Ingat dulu banyak generasi hebat kita .... Hancur karena UAZ... Ditutup .. Ini ada info .. 
Semua dosen senior dan wakil rektor sepakat mundur dari IAI. Setelah anak dia masuk k IAI.
Dosen di dalam mengeluh...
Mengajar tidak kondusif. Menakutkan.
Ini lebih cepat dirutup nya dari yg kita duga.
Dosen2.. Sekarang bocah2.
Ada dosen yg merasa ditipu 
... Susah bergerak.
Cepat ambil langkah ...
Ingat kami dulu pernah nulis. ... Awas asrama ... Kawal dg baik ... Tidak di indahkan.. Hasilnya ...
Kami pernah juga menulis tentang kolam renang depan masiqoh .. Tempat penampungan air kotor .... Hasilnya ...
Ini demi kebaikan..
Lihat mahasiswa .. Siapkan dosen pembimbing skripsi... Jangan karena ribut jabatan.... Mahasiswa jadi korban ... 
Jika kurang. Kirim ke rumah saya banyak dosen pembimbing, agar dibimbing skripsinya dg baik ... Gratis tdk usah dibayar ... Jangan hancurkan masa depan mereka ... 
Ingat P3T ... Hancur saat2 terakhir masa pendidikan mereka ..cukup, ... Jangan tambahkan korban pendidikan ...

Sumber : Klik di sini

Undercover 15

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Berita dari Alumni kita: ini saya copy saja ..

Tadi saya plg kerja mampir ke tempt guru TPA Koordinator Jakarta timur
Setiap guru TPA didatangi oleh koordinator diminta untuk meredam alumni.
Dan saya juga bertemu dengan wali santri MTS yang sedang galau mengenai kejadian ini .. sudah saya terangkan panjang lebar dan alhamdulillah berhasil saya sadarkan dari tipu muslihat si manusia Rakus Kekuasaan...

Tapi sungguh tetapi...
Saya menjadi DPO Koordinator Bekasi dan Jakarta Timur...
Jangankan Bekasi dengan Jakarta Timur yang sudah taqlid buta...
Siapapun yang taqlid buta akan saya lawan

Saat ini guru2 yang ada di dalam (yang netral)
sudah terlalu kewalahan bahkan tenaga mereka terforsir habis krna mengurusi hal sepele yang akibatnya jadi berdampak luas kepada para santri...

Alhamdulillah salah satu guru TPA yang tdi saya sambangi sudah berhasil saya selamatkan dari Jerat JAMMAS ataupun LKM dan kawan2nyaa...
JAringan Memeras MASyarakat

Para guru TPA se Jakarta yang tidak ikut JAMMAS, mereka kucilkan. Tapi di saat kantung2 TPA kekurangan guru mereka dipanggil kembali untuk mengajar dengan dalih Ibadah Ibadah dan Ibadah
Ini sama saja koordinator menelan ludahnya sendiri 

Hal guru; 
Guru2 ingin menangani tp oleh pihak yayasan malah tidak di gubris....
Lama2 guru2 di dalem bisa muak..
Hal yang seharusnya bisa di tangani malah di biarkan begitu saja, akhirnya jadi bom waktu di lingkungan santri

Sumber : Klik di sini

Undercover 14

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Banyak kejadian yg sama .. Satu diantaranya.. 
Ia seorang wanita, hari2 nya dihabiskan hanya untuk membiayai jamas, pernikahannya terhambat, tabungannya terkuras.. 

Kini ia tambah pusing dan prustasi, sering sakit ... karena target jammas nya kini Rp 5.000.000. Per Bulan .

Habislah semua gaji, bonus dll nya. Setiap bulannya.
Ia sedih ... Masa depan nya gelap.. Bahkan calon suaminya juga akan di tagih jammas .. Jika tidak melaksanakan akan menjadi hutang ...dan dianggap tidak ibadah.
Kini targetnya dua kali lipat .. Rencana pernikahannya semakin jauh ...

Ketua kordinator profinsi jakarta .. 
Antum faham, target antun dari 1.7 milyar menjadi 2,4 milyar di depan dia yg amat berhormat, semakin banyak menyebabkan orang semakin hamcur masa depannya? 
Sadarrr. ... Sadar ... Sadar ..

Antum punya anak perempuan?
Hai antum pimpinan pimpinan... Di sana .. 
Antum punya anak perempuan?
Jahat sekali antum ..?
Sadar... Sadar sadar ..

Sumber : Klik di sini

Undercover 13

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Kisah nisa yg sekarang sering sakit dan prustasi, karena uangnya habis untuk membayar Target Jammas, yg sekarang Rp. 5.000.000 Perbulan dan jika tidak membayar dijadikan hutangnya.

Sama denga kisah banyak sahabat nisa kita antara lain : 
1. ... 2..... 3.... 4. Dst .. 
Banyak sekali kawan2 ...

Dan diantaranya ... banyak sahabat guru. Dulu uang mereka habis ... 
Setiap bulannya ... Namun mereka rela demi terwujudnya mahad ... 
Namun mereka tidak rela jika mahad dijadikan seperti ini ..
Kamu dipilih, karena kami kira kamu amanah ... 
Ternyata kamu berkhianat... 
Menghianati amanah sahabat2 yg telah penuh jerih payah membangun ..

Apa kamu kira ini punya kamu?
Sadarrr ... Kamu hanya perusak amanah ... 
Tanya kepada semua saksi sejarah...
Kamu kira kami takut dg rantai yang kamu pasang untuk menjerat kami ....
Kamu salah ... 
Rantai itu yg akan menjerat seluruh tubuh kamu...

Kamu katakan anak2 kami berhutang ...
Kamu salah mengira kami berhutang kepada kamu ..
Kamulah yg berhutang kepada kami ...

Berapa banyak harga kebutuhan bangunan yg kamu mark up
Berapa banyak yg hmmmm ..
Kamu lipat ... Hmmm

Mau tuduh kami berhutang ...
Sorryyy ... ya ... 
Semua saksi sejarah akan berkumpul... 
Tunggu kedatangan kami ...

Sumber : Klik di sini

Undercover 12

Oleh : Abu Amrullah

KISAH PARA SAHABAT SETELAH LEPAS DARI PENJAJAHAN JAMAS

Mulai dari kawan yang tinggal di daerah sekitar leuiliang kab .bogor ; setelah ia mendengar penjelasan dari team mudaris yang silah ke teritori dan menjelaskan bahwa program JAMAS sudah tidak sesuai dengan apa yang di rencanakan, ia dan keluarganya langsung ambil sikap berhenti setor dan sekarang ia merasa nyaman karna tidak lagi merasa di intimidasi oleh kordesnya karna biasanya kalau di tagih beberapa kali tidak setor , maka di anggap kaslan , dan ia cukup gembira di bilang kaslan , karna bisa bebas dari kordesnya katanya sambil tertawa ....... .

Di sekitar parung ; kawan – kawan sudah semakin banyak yang tersadarkan dari penipuan yang mengatas namakan program JAMAS dan bahkan hari ini ada yang mengalihkan iuran jamas yang biasanya setiap bulan mencapai ratusan ribu rupiah ia setorkan , sekarang ia gunakan untuk menambah modal merintis usaha , dari sisi berpikirpun ia lebih merasa nyaman untuk melakukan kegiatan sehari – hari , karna ia bisa menggunakan uangnya untuk nambah modal usaha di pinggir jalan raya KAHURIPAN JAMPANG dan ia tidak lagi di intimidasi oleh bahasa – bahasa para penagih JAMAS .

Di sawangan depok ; ada sahabat biasanya setiap bulan tidak kurang dari RP 600.000 / bulan , bahkan bisa lebih jika di tambah dengan dana pungutan SP [ sumbangan Pendidikan di luar jamas ‘] semenjak berkesempatan silaturahim dengan para mudaris ‘’ alhamduliilah katanya ‘’ hari ini saya lebih plong dalam melakukan kegiatan sehari – hari karna tidak di jadikan perahan lagi oleh para penjilat aspg , demikian ucapnya .

Di parung bingung dekat kampung 99 , ada sahabat yang sangat bersyukur , karna ia mendapatkan jawaban yang sekian lama ia cari dan setelah bertemu dengan kawan – kawan mudaris ia mendapatkan jawaban , yang selama ini oleh para kordinator tidak pernah di jelaskan mengenai berbagai macam persoalan yang ia pikirkan , khususnya tentang dunia Pendidikan di ma’had , karna ia seorang pendidik yang memahami apa itu Pendidikan , di tambah lagi dengan masalah JAMAS yang menurutnya tidak logis , tapi setelah bertemu dengan para mudaris yang silah ke teritori , beliau begitu senang , karna mendapatkan penjelasan yang ilmiah dan bisa di pertanggung jawabkan . dan setelah itu ia setop semua iuran yang berkaitan dengan program jamas , pernah beberapa kali ia di datangi kordesnya untuk bayar JAMAS lagi , tapi satupun tidak ada yang bisa menjawab semua pertanyaan yang di ajukan tentang mana pertanggung jawaban program selama ini ? tanya beliua kepada kordesnya . dan setelah itu kordesnya tidak berani lagi mendatanginya .

Di pamulang dekat perempatan gaplek , ada kawan yang propesinya montir walau sembunyi – sembunyi dari sepengetahuan istrinya yang melarang ia ikut program JAMAS , tapi karna ia di desak oleh ketua kelompoknya agar ikut JAMAS akhirnya ia ikut juga dan biasanya setelah ia mentransper setoran JAMAS ia selipkan bukti transper tersebut di dompetnya agar istrinya tidak mngetahuinya , pada satu kesempatan ia ikut silaturahim dengan para mudaris , barulah ia tahu kalau pohon jahe di ma’had sudah tidak ada lagi dan setelah itu ia tidak mau lagi tansper JAMAS ,dan istrinya sangat senang sekali dengan inpormasi yang di sampaikan oleh para mudaris . karna uang belanja untuk kebutuhan dapurnya bertambah kata istrinya ‘’ ketika ia bercerita kepada kami ‘’ .

Untuk ciputat , kampung sawah lama maupun Kampung sawah baru , pondok aren , ciledug dan tangerang alhamdulillah semakin bertambah kawan – kawan yang terbebas dari ‘’ SIHRUMMUBIN’’ [ SIHIR PEMBODOHAN DI ABAD MODERN ] yang mengatasnamakan proyek – proyek peradaban . Insa Allah , kami terus menjalin silaturahim dengan kawan – kawan jamaser yang masih terbelenggu dengan propaganda yang sudah semakin terlihat kebohongannya dan tidak bisa lagi di tutup – tutupi lagi , agar kawan -kawan terbebas dari pembodohan yang semakin nyata ini.

Dan kami yakin semakin hari semakin Allah tunjukan kepada kita semua kelicikan yang di lakukan oleh seorang dul kemit di sana .

Sumber : Klik di sini

Undercover 11

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Informasi ini untuk disikapi dg baik ya. 
Sebelum produksi, biasanya ada pemeriksaan standar BPOM.. Jika tidak layak tidak bisa diproduksi.

Namun sekarang, setelah QC diusir ... Tidak ada lagi Quality Kontrol produksi.
Sejak Desember sd sekarang ... Tanpa kontrol ... Awas bahaya .. jangan ada korban lagi. 
Ingat Produk disana tidak bersatandar BPOM.

Ingat saat itu mendapat penilaian berstandar buruk dlm hal :
1. Sterilisasi pakaian karyawan
2.Alat produksi manual
3. Sanitasi tidak memenuhi sarat.
4. Mikro biologi masih tinggi, masih bahaya.
5. Penyimpanan bahan penolong, tidak layak
6. Sistem Ozonisasi masih bohong, 
7. Dll

Ingat sejak Desember sd sekarang yg tidak tetkontol sudah ribuan dus, karena
1 hari bisa 100 dus ada yg berisi 600 ml 1500 ml.

Segera ambil langkah ya agar tidak semakin runyam.
Alat Lab ... Juga mudah rusak jika tidak dioperasional...
Jangan hanya bisa beli alat laborat sambil dapat ....
Terus diacuhkan

Ingat hasil air kemasan per bulan . rata2 Rp 140.000.000.
Jangan hanya mengejar keuntungan tanpa menjaga Qualitas
Ingat ... dikonsumsi pihak internal.
Jangan ada korban lagi...

Sumber : Klik di sini