Mengingat Lupa... Part 3
Fitnah sampah berbalas Kasih sayang hingga berbuah kebaikan
Oleh : محمد فيصل رحمن (Alumni)
14 Mei & 23 Juli 2017
Indramayu Jawa Barat
Indramayu Jawa Barat
Saya محمد فيصل رحمن
dengan Bro Wahyu Adi Wijaya
Kembali bersilaturahmi dengan 116 guru untuk yang kesekian kalinya....
Alhamdulillah guru sekaligus orang tua kami yang dipecat semena-mena oleh ASPG bisa menampakkan senyum kebahagiaannya...
Kesabarannya di balas dengan beribu-ribu kebaikan oleh yang maha kuasa ...
dengan Bro Wahyu Adi Wijaya
Kembali bersilaturahmi dengan 116 guru untuk yang kesekian kalinya....
Alhamdulillah guru sekaligus orang tua kami yang dipecat semena-mena oleh ASPG bisa menampakkan senyum kebahagiaannya...
Kesabarannya di balas dengan beribu-ribu kebaikan oleh yang maha kuasa ...
Yang membuat kami bingung adalah dengan mereka yang katanya paling merasa
" Toleransi "
Namun di belakang malah menuduh 116 guru dengan tuduhan yang tak berdasar dan tak berbukti
bahkan ketika salah satu diantara mereka berpapasan dengan kami berdua ada yang merasa takut
" entah takut dilihat oleh pimpinannya atau takut kami ajak untuk bertabayun "
" Toleransi "
Namun di belakang malah menuduh 116 guru dengan tuduhan yang tak berdasar dan tak berbukti
bahkan ketika salah satu diantara mereka berpapasan dengan kami berdua ada yang merasa takut
" entah takut dilihat oleh pimpinannya atau takut kami ajak untuk bertabayun "
kesabaran yang dijalani oleh 116 guru akhirnya berbuah manis
Kini tampak terlihat senyum sumringah di wajah-wajah mereka bahwa mereka haqqul yaqin apa yang mereka pilih adalah jalan kebenaran yang terbaik dipilihkan oleh Allah untuk mereka...
Saya hanya meminjam nasihat dari Ayahanda Ustadz Ahmad Fahmi
Faishol.. Allah itu tidak tidur..
Tau mana hambanya yang sedang berjuang dan tau mana hambanya yang sedang terlena dengan kenikmatan dunia yang hanya sesaat dan penuh dengan kefanaan ini "
Faishol.. Allah itu tidak tidur..
Tau mana hambanya yang sedang berjuang dan tau mana hambanya yang sedang terlena dengan kenikmatan dunia yang hanya sesaat dan penuh dengan kefanaan ini "
jadi ingat ketika di fitnah oleh seseorang namun Allah tau mana yang benar dan mana yang salah
justru yang memfitnah sekarang menjadi malu bahkan berbalik meminta maaf....
justru yang memfitnah sekarang menjadi malu bahkan berbalik meminta maaf....
Kalau menurut Ayahanda Ustadz Djarot Wahyusantoso
Sabar itu bagaikan lebah
Dan kebaikan bagaikan madu yang manis rasanya
Sabar itu bagaikan lebah
Dan kebaikan bagaikan madu yang manis rasanya
Sumber ; Klik di sini

No comments:
Post a Comment