MENGINGAT LUPA........ Part 1
Oleh : محمد فيصل رحمن (Alumni)
Rabu 9 November 2016
Tepatnya pada waktu itu pukul 12:30 Wib
Indramayu Jawa Barat
Tepatnya pada waktu itu pukul 12:30 Wib
Indramayu Jawa Barat
Saya menginjakkan kaki kembali di almamater tercinta setelah sekian tahun semenjak lulus dari sana
" disinilah tempatku di gembleng, dididik dengan sebaik-baiknya didikan oleh para guru berdedikasi tinggi "
" disinilah tempatku di gembleng, dididik dengan sebaik-baiknya didikan oleh para guru berdedikasi tinggi "
Saat itu berjalan menuju gedung Ali Bin Abi Thalib menemui Ayahanda Ustadz Juniarto Hendro Buwono
Bertemu dengan beliau di Ruang Kepsek madrasah Tsanawiyah Al-Zaytun
Kenapa saya menyebut beliau dengan sebutan Ayahanda...
Beliau adalah Ayah bagi kami semua Santriwan-santriwati angkatan VII
Cc Aji Pamungkas
Chan Dakhochanz
Miftah Bashori Aziz
Ahmad Watsiq Billah M
Khairul Imam
Alif Starfath
Bertemu dengan beliau di Ruang Kepsek madrasah Tsanawiyah Al-Zaytun
Kenapa saya menyebut beliau dengan sebutan Ayahanda...
Beliau adalah Ayah bagi kami semua Santriwan-santriwati angkatan VII
Cc Aji Pamungkas
Chan Dakhochanz
Miftah Bashori Aziz
Ahmad Watsiq Billah M
Khairul Imam
Alif Starfath
Setelah masuk menuju gedung Ali Bin Abi Thalib saya terkaget-kaget
Loh ini koq gedung pembelajaran disana sini banyak kerusakan
Hati kecil saya bertanya-tanya
Kemana karyawan bagian pembangunan yang biasanya lalu lalang hilir mudik membawa peralatan pertukangan untuk membetulkan bagian-bagian yang rusak...
Loh ini koq gedung pembelajaran disana sini banyak kerusakan
Hati kecil saya bertanya-tanya
Kemana karyawan bagian pembangunan yang biasanya lalu lalang hilir mudik membawa peralatan pertukangan untuk membetulkan bagian-bagian yang rusak...
Sambil berjalan di lorong-lorong kelas akhirnya saya coba memberanikan diri bertanya kepada beberapa asatidz dan asatidzah salah satu diantaranya seorang Ustadzah yang mana beliau adalah mudarris angakatan ke VII berasal dari koordinator Jakarta Timur namun ketika kejadian 116 guru di pecat malah berbalik menjadi penjilat
" padahal merasakan keadaan yang sudah semrawut hati kecilnya kritis namun apa daya karena jabatan dunia lebih ia pentingkan dari pada kebenaran "
" padahal merasakan keadaan yang sudah semrawut hati kecilnya kritis namun apa daya karena jabatan dunia lebih ia pentingkan dari pada kebenaran "
Ketika saya coba bertanya kepada para asatidz mereka menjawab " ketika banyak sarana prasana penunjang pendidikan yang sudah rusak kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun apa daya oleh pihak yayasan sama sekali tidak di gubris tapi kami tidak pantang lelah terus coba mengajukan perbaikan kepada pihak yayasan namun berkali-kali kami mengajukan pengajuan tapi kembali oleh pihak yayasan sama sekali tak digubris "
Hati kecil saya mengatakan
" saya belum puas dengan jawaban mereka sebenarnya ada apa dengan almamaterku ini "
" saya belum puas dengan jawaban mereka sebenarnya ada apa dengan almamaterku ini "
Akhirnya setelah bertemu dengan para asatidz saya berjalan menuju masjid Al-Hayat untuk melaksanakan Shalat Dzuhur
Ketika masuk ke ruang Badal Imam saya kembali di buat kaget
" Loh ini ruangan kenapa rusak begini "
Ini ruangan atau gudang.....
Ketika masuk ke ruang Badal Imam saya kembali di buat kaget
" Loh ini ruangan kenapa rusak begini "
Ini ruangan atau gudang.....
Setelah itu saya mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat dzuhur
Rebah-rebahan sebentar lalu saya menuju wisma tamu al-ishlah untuk beristirahat , menaruh barang dan menginap beberapa malam disana
Awalnya saya mendapat kamar nomor 214 ketika membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar saya dibuat kaget
Loh ini tembok kamar wisma tamu yang katanya setara dengan Bintang 5 kenapa ikut rusak juga....???
Loh ini tembok kamar wisma tamu yang katanya setara dengan Bintang 5 kenapa ikut rusak juga....???
Sebenarnya ada apa sih...?????
Setelah puas beristirahat sore ba'da ashar saya coba berkeliling dan untuk yang kesekian kalinya mata kepala saya menjadi saksi plafon masjid Al-Hayat sudah banyak yang rusak dan bolong disana sini mungkin di grogoti oleh rayap
Lalu saya berjalan menuju jalur asrama Nisa dengan cueknya saya berjalan sambil memperhatikan keadaan sekitar
Ini kenapa sih koq banyak yang rusak...
Ini kenapa sih koq banyak yang rusak...
Lalu setelah itu saya berjalan ke arah asrama Al-Fajr dan juga Al-Madani semua bagian asrama sudah banyak yang rusak
Ketika malam tepatnya ba'da Isya saya coba bertemu dengan para santri rijal di asrama
Mereka mengeluh
" Iya Kaa.. Filter Air minum banyak yang sudah tidak berfungsi (rusak)
Bahkan ketika kami ingin mengambil air minum kami harus mengantri panjang sampai mengekor di lantai 1 guna mendapatkan air minum "
Mereka mengeluh
" Iya Kaa.. Filter Air minum banyak yang sudah tidak berfungsi (rusak)
Bahkan ketika kami ingin mengambil air minum kami harus mengantri panjang sampai mengekor di lantai 1 guna mendapatkan air minum "
Mereka menambahkan
Engsel jendela juga banyak yang rusak ka...
Pintu juga rusak ..
Bukan hanya pintu ka..,
Wastafel juga sudah tidak mengeluarkan air
Engsel jendela juga banyak yang rusak ka...
Pintu juga rusak ..
Bukan hanya pintu ka..,
Wastafel juga sudah tidak mengeluarkan air
Setelah bertemu dengan santri saya coba mengumpulkan anak-anak badal imam
Mereka mengatakan kepada saya
" ka.. Tolonglah kami.. Ruangan ini sudah rusak tidak layak untuk digunakan.. Janganka digunakan kami untuk menempatinya pun rasanya tidak nyaman..
Apa kakak bisa mengajukan kepada pihak yayasan....???
Mereka mengatakan kepada saya
" ka.. Tolonglah kami.. Ruangan ini sudah rusak tidak layak untuk digunakan.. Janganka digunakan kami untuk menempatinya pun rasanya tidak nyaman..
Apa kakak bisa mengajukan kepada pihak yayasan....???
F : baik kalau memang begitu malam ini kakak antar kalian kepihak yayasan namun kalian jelaskan sendiri seluruh kerusakan yang ada di ruangan ini (ruang badal imam)
Badal Imam : wah kak.. Kalau itu kami tidak berani.. Bisa2 malahan yang ada nanti kami kena tegur bahkan di semprot habis-habisan oleh pihak yayasan....
Setelah bertemu dengan para asatidz, santri dan juga pengurus Opaz (Badal Imam)
Saya berkesimpulan bahwa Ma'had sudah rusak dan tidak layak dikatakan sebagai tempat pendidikan....
Setelah beberapa pekan bersilaturahmi saya mendapat kabar bahwa 116 guru dipecat sepihak tanpa alasan yang jelas
Yang lucunya ada seorang Ustadzah dengan inisial DRL padahal beliau merasakan keadaan Ma'had sudah rusak dan bersikap kritis namun apa daya hari ini menjadi seorang penjilat.....!!!!!
To be continue.....
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment