Renungan sebagai alumni
Ilmu tanpa pamrih dibalas kata2 menyakiti...edisi masih diajak mikir dan merenung
Oleh : Rocki Purnando (Alumni)
Sebagai alumni angkatan 4 yang dikenal dgn istilah "FORTUNED"atau fourth united/persatuan angkatan 4 saya dan kawan2 masuk kesana tahun 2002 dgn jumlah awal yg terdaftar 5.000 calon santri, dipuncak banyaknya informasi negatif saat itu tentang almamater membuat kurang lebih 1250 org yang datang untuk registrasi ulang dan berhasil masuk kesana kurang lebih 1200 orang.
Saya dan sahabat2 yang terdiri dari semua perwakilan propinsi se indonesia termasuk sahabat yang dari malaysia dan singpura. Sahabat sahabat ini ada yang sudah kelas 1 SMA ada juga yg sudah SMP mengulang lagi kekelas 1 MTS bersama2 dilalui tanpa hambatan dgn penuh persaudaraan.
kurang lebih ada 30 kelas dan dididik kurang lebih 95 guru yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan...kenapa saya bilang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan karena ada sebagian dari mereka yg sudah jadi guru bahkan kepala sekolah berpindah ketempat yg belum tentu masa depannya. meninggalkan jauh anak istrinya, pulang bisa sepekan sekali sebulan sekali bahkan 1 semester sekali.
Ustd sya'roni adalah lambang angkatan kita sebagai bapak dan ustzah sumarmi adalah lambang angkatan kita sebgai ibu.
Mereka berdua adalah icon fortuned dan ustd fahmi adalah bapak marhalah kita yg sudah mensukseskan program jaket dan buktah yang mana angkatan 3 tidak terealisasi buktahnya..patut disyukuri berkat beliau dan kinerja marhalah kita akhirnya punya jaket almamater angkatan dan buku tahunan ini.
Dari kurang lebih 95 guru ini ada yg sampai menghantarkan kita hingga lulus 6 tahun disana ada juga yang berhenti ditengah jalan dalam artian mencari kehidupan diluar sana..karena penghasilan disana tidak akan pernah cukup untuk keluarganya. Bagi yang memilih bertahan disana mncoba berbagai macam usha biar punya tmbahan buat anak istri dirumah mulai dari pertanian, perternakan, dagang hingga bisnis MLM dikembangakn smpai keinvestasi yg hasilnya kadang menyenangkan kadang mengecewakan.begitulah cara mereka mempertahankan hidup demi mendidik kita tanpa pamrih selama disana.
Ketika angkatan kita memegang pimpinan pelajar disana kita sadari bagaimna ribet dan ruwet serta rumitnya system manajemen disana serta birokrasinya..berbagai cara guru2 kita lakukan supaya program organisasi pelajr ini bisa berjalan dgn baik dan berkembang dan hasilnya kita sudah tahu sendiri bagaimana..sebagian diterima tapi lebih banyak jalan ditempat dan ditolak.
6 tahun bersama didalam mendidik kita,sebagian kita lanjutkan kuliah diluar saya lanjutkan kuliah disana dan guru kita ini masih bertahan demi mwujudkan pendidikan yg lebih baik..rapat tahunan pendidikan sellu ada tapi tetplah yg satu ini punya kuasa..kita tahu bagimana arogansinya beberpa pimpinan sana termasuk pimpinan tertingginya hingga akhirnya perjuangan mereka itu berhenti karena meminta klarifikasi dari pimpinan yg dituduhkan dimasjid dan tanpa bisa membela diri akhirinya pengusiranpun terjadi kepada #116 guru setelah 17 tahun mengabdi..phk sepihak tanpa pesangon bahkan dituduh korupsi yg tidak terbukti.
Tahukah sahabat alumni sebagian besar dari mereka adalah org2 yg mendidik kita..kita anggap mereka sebgai ayah,ibu disana tapi kenapa masih ada yang berkta kasar dan tidak sopan pada mereka
Kata2 kasar sperti "begok kita lontarkan kata2 sindiran kita lontarkan, ada yg sok menengahi tapi memihak kesna ujang2nya menyindir dsetiap saat dikomntrnya"
Saking fanatiknya sama pimpinan sana yg tidak pernah mndidik kita yg tidam pernah tahu permasalahan kita setiap hari, kita berani berkta kasar kepada mereka karena sttus mereka dikeluarkan secara sepihak padahal 24 jam kita bersama.
Mereka didik kita tanpa pamrih kau balas dgn kata2 yg menyakiti karena kezholiman yg mereka alami karena fanatiknya kau sama pak panji.
Lanjutkan perjuangan saya tidak akan pernah melupakan jasa2mu...dukungan saya akan selalu ada walaupun dilabeli alumni merah dan ampas tahu.
Maaf koordinorku kita tidak bisa sejalan dan sependapat dgn ini
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment