Oleh : Muhammad Fahrozi Zaelani - First Period - 19990519
(Untuk kalangan sendiri dan terbatas)
Mereka yang diprediksi hanya akan kuat berjuang selama 2 bulan saja dan setelah itu akan “mengemis” meminta kembali untuk mengajar di pondok, ternyata sampai dengan hari saya silaturrahmi kemarin (17/06/2017) masih terlihat segar, kuat, dan memancarkan wajah-wajah yang optimis. “Kami seperti ini, karena kami memperjuangkan sesuatu yang kami yakini benar” ujar Ust Kushartoyo Sasmito yang saat ini membuka usaha angkringan di depan Rumah Ustd Ahmad Fahmi. Ya…Niat Saya dan istri untuk bersilaturrahmi kembali dengan guru kami (dibaca guru 116) akhirnya terlaksana.
Adalah postingan foto (No 1) dari salah satu akun di FB yang mendorong kami untuk datang kembali menengok para guru. Sosok dalam foto itu adalah Guru Geografi kami yaitu Ustad. Sugeng. Bagi kami pribadi, foto tersebut merupakan representasi dari sosok yang pemberani, bermental baja, pantang menyerah, dan pejuang sejati. Bagaimana tidak, di usia yang sudah menjelang senja, Ia memutuskan untuk memulai kembali dari 0 dan berjuang bersama dengan 115 guru lainnya.
Ketika menengok dapur umum para guru (foto 2 – 3) saya melihat betapa kuatnya persaudaraan mereka. Persaudaraan yang dibangun sejak 17 tahun lamanya, bahkan sebagian diantara mereka telah bersahabat dan saling mengenal sebelum mengajar di Pondok. Maka rasanya sangat wajar jika hati ini bertanya “ko bisa ya” ketika melihat ada guru yang masih berada di dalam pondok membuang muka saat bertemu guru 116 (saya melihat langsung kejadian ini pada saat silaturrahmi kemarin). Bahkan ketika silaturrahmi saya mengenali beberapa kemanaan pondok yang bolak balik memantau. Dalam hati kecil sambil tertawa saya bergumam“Apa yang ditakutkan dari para guru ini ya, bukankah mereka telah dianggap daun gugur, manusia lemah, asu edan, pengemis dll”.
Foto 4 - dst
Di akhir silaturrahmi, kami meminta kepada Ustada Fahmi untuk diajak ke salah satu usaha yang sedang dirintis oleh para guru kami. Usaha penggemukkan sapi di lahan seluas 8 hektar (foto 4 – dst). Ya para guru kami dengan segala kesempitan yang dihadapi pada saat ini, mampu menyulap lahan di tengah hutan menjadi sebuah lokasi peternakan yang menurut pandangan saya sangat professional. Dalam perspektif bisnis, ini merupakan sebuah proyek yang memerlukan komitmen yang kuat dan expertise yang tinggi. Jadi bagi mereka yang kemarin menghina guru 116 ini tidak ada kerjaan, mengemis ke alumni, syirik atas rezeki orag lain serta segala tuduhan lainnya, maka dengan meminjam istilah yang sering diungkapkan sahabat saya Muhammad Ikhsan bahwa mereka yang menghina itu seperti “meludah ke langit”.
Dengan keringat dan tangan sendiri, para guru mengkolaborasikan disiplin ilmu yang berbeda –beda dalam mengerjakan tahap demi tahap proyek. Sentuhan guru kesenian dalam site plane dan design kandang, sabetan golok dan parang Guru Bahasa Arab ketika proses babat alas pertama kali, pantekan paku dari guru Matematika dalam proses penyambungan kaso, cangkulan yang menghujam ke dalam tanah dari guru Geografi dalam proses pembuatan saluran pembuangan, dan adukan semen dari tangan para guru Sejarah dalam proses peng acian kandang membuat saya semakin yakin bahwa mereka adalah guru serba bisa dan bukan guru biasa.
Ya…bagi kami (saya dan istri) mereka adalah
“The strong and Multi-Talented Teachers”, karena:
Mengajarkan sikap berani tidak hanya melalui lisan, namun juga tindakan nyata untuk bersikap.........
Mengajarkan sikap persaudaraan tidak hanya melalui lisan, namun juga melalui tindakan..... nyata untuk saling berbagi diantara mereka dan tidak mementingkan diri sendiri......
Mengajarkan sikap yakin atas potensi diri yang dimiliki tidak hanya melalui lisan,namun juga melalui tindakan nyata untuk menjalankan usaha bersama meskipun jauh dari displin ilmu yang mereka miliki........
Dan bagi kami (saya dan istri) apa yang dilakukan oleh para guru (sekali lagi dibaca guru 116) bukan hanya soal perjuangan untuk menang atau kalah, tapi lebih tinggi dari itu yaitu perjuangan untuk menempatkan hati, fikiran dan tindakan di jalan yang seharusnya.
Muhammad Fahrozi Zaelani
First Period
19990519
Berikut ini beberapa komentar di statusnya Mas Fahrozi :
Sumber : Klik di sini

































No comments:
Post a Comment