Monday, June 19, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 27

DUL KEMIT THE SERIES 27. 
Nasihat Sang Bunda
Oleh : Arif Yosodipuro


     Sebagai upaya membangun komunikasi dan silaturahim, kyai Dul Kemit mencanangkan program RIHLAH IDUL FITHRI. Yakni program kunjungan ke pesantren lain maupun tokoh, termasuk ke rumah ibunda kyai Dul Kemit, orangtuanya.

     Pada hari yang ditentukan, rombongan yang terdiri dari keluarga kyai Dul Kemit, isteri dan anak, pengurus pesantren, perwakilan Badan Musyawarah Guru, dan kru logistik, berangkat lengkap dengan konsumsi sehingga tak perlu mampir ke warung.

     Sesampainya di rumah kediaman ibunda kyai Dul Kemit, rombongan disambut oleh sanak saudaranya, adik, paman, bibi, kemenakan dan sepupunya. Hingar-bingar, sorak sorai, salam peluk mewarnai pertemuan pelepas rindu. Keramaiannya bagaikan orang sedang hajatan. Penyambutan tampak istimewa karena sudah beberapa tahun kyai Dul Kemit baru menengok kampung kelahiran.

    Setelah bersalam-salaman dengan sanak saudara, kyai Dul Kemit berbincang santai dengan ibundanya di sebuah ruang keluarga. Sebagai seorang ibu, naluri keibuan tak lepas begitu saja. Sekalipun kyai Dul Kemit sudah sukses menjadi orang tenar, dalam kesempatan itu, sang ibunda tetap menasihatinya.

     "DUL," kata sang ibunda lembut keibuan, "kamu itu sekarang sudah menjadi kyai, JANGAN MEMBOHONGI orang terus. HENTIKAN...." lanjut sang ibu menatap penuh harap kepada kyai Dul Kemit.  "Ah emak...." kata kyai Dul Kemit sambil tertawa kecil.

     "jadi....kyai Dul Kemit itu suka bohong, Kang?" tanya kang Ujang terheran-heran. "Kalau ibunya bilang begitu ya iya. Kan ibunya lebih tahu gimana kelakuan anaknya." jelas kang Encep. "O... gitu ya..., jadi kyai Dul Kemit suka bohongi orang...?" sahut kang Ujang tak percaya.

No comments:

Post a Comment