Saturday, June 3, 2017

Undercover 50

Pasukan Amplop
Oleh : Djarot Wahyusantoso




Permohonan maaf kpd Ibu Ju ...
Assalamualaikum Wr Wb...
Ibu kami mohon maaf ya, telah menampilkan foto ibu ketika ditugaskan mencari sumbamgan untuk ...
Ibu adalah wanita tangguh, dg 7 anak, dan baru saja ibu keguguran anak yg ke-8. 
Kami faham, itu semua bukan kemauan ibu,. 
Ibu hamyalah korban ketamakan ....
Sejatinya ibu adalah tulang punggung keluarga, karena suami ibu juga sebagai korban pemerasan, korban ketidak adilan dari seorang yg bersembunyi dibalik topeng keagungan agama....
Kami sadar, ibu kini sedang berjuang didalam tekanan. Ibu seperti memakan buah simalakama....
Kini Ibu harus membesarkan ke 7 anak ibu, sedangkan yg paling besar baru SMP.
Doakan perjuangan perbaikan mamajemen pendidikan ini selesai.
Insya Allah setelah semua ini selesai ibu kami akan hubungi... 
Cepat sembuh ya bu.. 
Cepat bangkit dari drop karena keguguran...
Ya Allah ... Bantulah hambamu ini .. Berilah jalan keluar yg baik...
Semoga ibu bisa hidup lebih baik, bisa mendapat kontrakan yg lebih layak..
Tetingat ketika masuk ke kontrakan ibu seperti yayasan dg anak yg banyak ..
Ibu bersabar ya, walau ibu dibebani juga sbg Team kesehatan di yayasan ....
Para pimpinan.... Sudah ya ...
Jangan gunakan cara ini ..
Kasihan .., mereka generasi kita...
Jangan ajarkan meminta2 ya ..
Ayo ajarkan usaha saja ...
Malu...
Malu sebagian dari iman...
Hentikan ya ....
Ungkapan seorang sahabat:
Temenku hanpir mjd pasukan amplop jg tp dia mengundurkan diri kagak nyapai hatinya.....
Dia telah mengambil sikap utk tdk mjd pasukan amplop. Itu benar dan bagus. Bukankah itu sangat bertentangan dgn hati nurani dan jg bertentangan dgn ajaran Islam? Ingat Nabi membangun masjid quba dan jg masjid Nabawi tidak pernah mengemis. 
Kl sj mau terjerumus ke lembah yg hina itu, ranah itu sesungguhnya telah mjd budak dari perbudakan. Tidak akan mulia hidupnya bahkan akan terus dihinakan dan terus terhina. Bagus lebih baik mati dikalang tanah dari pd hidup dibawah bayang2 kehinaan , kemuskinan dan perbudakan.
Bukan ibadah itu, kl menganggap ibadah itu sejatinya mental budak.

Berikut ini beberapa komentarnya :









Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment