Misteri Warung "Mbah Kakong"
Oleh : Arif Yosodipuro
Lambat laun sikap dan perhatian kyai Dul Kemit kepada Jahe Merah semakin menarik perhatian warga pesantren. Kedekatan di antara keduanya bertambah kentara.
Mereka pun semakin penasaran. Rasa penasaran yang begitu tak bisa dibendung membuat beberapa orang warga mencoba mencari tahu, bukan sekadar isu. Kabar yang mencuat ke permukaan menunjukkan bahwa kyai Dul Kemit membeli sebuah warung tidak jauh dari pesantren.
Mereka mampir di sebuah warung sekitar depan warung "Mbah Kakong." Investigasi dimuali. Mereka berbincang dengan pemilik warung. Usut punya usut, diperoleh informasi bahwa warung "Mbah Kakong" yang katanya dibeli kyai Dul Kemit itu ternyata milik orangtua Jahe Merah.
"Iya, sejak jadi simpenan pimpinan pesantren sekarang beda. Kerudungnya dulu panjang, sekarang dandananya seksi, naik turun mobil. Rumah orangtuanya juga dibangun. Sekarang bagus." Kata pemilik warung memberi informasi secara rinci.
"O...gitu...?" komentar kang Ujang. "Modus kang Ujang. Biar gak mencolok, maka modusnya warung dibeli atau dikontrak sehingga warga pesantren gak curiga." "Iya, iya. Taktis kyai Dul Kemit." Kang Ujang menganguk-angguk.
Berikut Foto2 & Komentar yang menyertainya :

















No comments:
Post a Comment