DUL KEMIT THE SERIES 26.
Kalah Start
Oleh : Arif Yosodipuro
Kedekatan kyai Dul Kemit dengan Jahe Merah semakin hari semakin asyik dan asyoi. Kebersamaan dan keberduaan sering ditunjukkan dalam sebuah kemasan. Seperti, bersepeda, joging atau jalan sehat, atau saat settingan Jahe Merah laporan.
Bincang mesra dan canda tawa tampak mewarnai pertemuan mereka berdua. Tatap mata penuh gelora cinta sering terpancar dalam pandangan. Senyum simpul nan manja pun kadang diumbar oleh sang Jahe Merah seolah pertanda memberi harapan dan sinyal persetujuan.
Kabar kedekatan kyai Dul Kemit dengan Jahe Merah bukanlah hal baru dan aneh di kalangan keluarganya karena ternyata putra sulung kyai, gus Memet, sudah lebih dulu melakukan poligami. Kyai Dul Kemit kalah start.
Tak tanggung-tanggung. Kalau kyai Dul Kemit masih malu-malu dan ditutup-tutupi, sedangkan gus Memet sudah TIGA dan terang-terangan. Gak percaya...? Foto ijab qabul pada pernikahan dengan isteri baru ke sekian kalinya ada yang dimuat dalam sebuah blog atau website.
"Masa sih kang Encep, jangan-jangan itu berita bohong? atau malah dianggap hoax, dan fitnah?" tanya kang Ujang kurang percaya. "Betul kang. Ada juga isteri madunya yang ikut ngajar di pesantren."
Kang Encep mencibirkan bibirnya. "Bapak anak sama aja. Masa donatur empot-empotan, karyawan sampai rela dibayar kecil demi pesantren. Eh kyai dan anaknya malah bergendak ria mengumpulkan wanita. Pimpinan macam apa itu...?"
"Eh jangan gitu kang, nanti dibilang makar lho, khianat, kafir atau malah disamakan dengan iblis," kang Ujang mengingatkan. "Biarin, terserah mau dibilang apa. Memang kenyataannya begitu." Kata kang Encep pasang badan.
No comments:
Post a Comment