DUL KEMIT THE SERIES 28.
Biar Dusta Asal Dipuja 1
Oleh : Arif Yosodipuro
Kepiawaian kyai Dul Kemit dalam mengolah kata tak disangsikan lagi. Apapun yang keluar dari mulutnya diamini saja oleh lawan bicara, pendengar, sekalipun itu dusta. Orang-orang di sekitarnya, terutama pengurus kadang merasa geli dan mengelus dada. Malu sendiri, tak tega mendengarnya.
Suatu ketika datang tamu khusus, orang berpengaruhlah. Seperti biasa, setelah tamu dipandu melihat-lihat komplek pesantren, rombongan diterima oleh kyai Dul Kemit. Pemandu terlebih dulu menyampaikan komentar tamu kepada kyai Dul Kemit sebagai masukan. Baru kemudian pemandu menemui dan menyilakan tamu masuk ke ruang kantor pesantren dengan nama Kantor 5005.
Pertemuan tampak akrab dan hikmad. Kyai Dul Kemit duduk di sebuah kursi tunggal di tengah. Di sebelah kanan dan kirinya berbanjar kursi dua baris. Tamu duduk di sebelah kiri dan pengurus pesantren di sebelah kanan kyai. Ruangan kantor seukuran lokal kelas.
Para tamu terkesima mendengarkan kyai Dul Kemit menjelaskan perihal pesantrennya dengan bumbu penyedap yang manjur. Gagasan dan ide yang kyai Dul Kemit sampaikan membuat lidah tamunya mengaku tak kuasa berkata, terkagum-kagum sambil tengok kanan kiri memperhatikan benda yang ada di ruangan.
Di antaranya kyai Dul Kemit menjelaskan bahwa semua yang ada di pesantren itu dibuat sendiri. Tak kuasa menahan rasa penasarannya, sang tamu pun menceletuk, "Barang yang dipajang itu dari mana Pak Kyai....? Apa ini juga dibuat sendiri." tanyanya sambil senyum. Dengan enteng sambil menyandar dan kedua tangannya memegang lengan kursi, kyai Dul Kemit bilang, "Iya. Ana sendiri yang bikin...." lalu ia tertawa kecil. Tamu pun mengangguk-angguk.
Sementara pengurus pesantren yang ikut dalam penyambutan tamu hanya bisa senyum masam sambil mengelus dada. Dalam hati mereka berkata, "Kok bisanya kyai bilang itu dia yang bikin...Padahal itu pemberian koordinator wali santri sebagai oleh-oleh..."
"Jadi kyai Dul Kemit berdusta kepada tamu, Kang?" celetuk kang Ujang. "Biasa kang Ujang.... prinsip kyai Dul Kemit BIAR DUSTA ASAL DIPUJA."
Sumber : klik di sini

No comments:
Post a Comment