Diskusi ttg shalat kawan kita di WA.
Oleh : Djarot Wahyusantoso
[29/6 03:44]
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
[29/6 03:52] : Aamiin... Semenjak ikut di sana jadi kaga pernah dijarin Sholat wajib dan Tahajud
[29/6 05:03] : Ya pk mau menegakkan DIN tetapi meninggalkan syariat.....maka sebenarnya adalah merobohkan DIN....alhamdulillah klw sy tdk terpengaruh dgn doktrin 2 murahan bagi sy shalat adalah media komunikasi dgn Allah......asshalatu mi'rajul mukminuun...
Shalat itu mi'raj nya orang2 mukmin ....kita ikuti sunah Rasul ketika mi'raj dn mendapat perintah shalat 5 waktu sbg syariat yg diwajibkan bagi ummatnya...
[29/6 05:10] : Sebelum mi'raj Rasul disucikan lahir batin...
Maka ada syariat wudhu /Thoharoh /bersuci .....utk bisa menembus sampai kpd dimensi ketuhanan hrs benar2 suci lahir batin...
Krn Allah Maha Suci hanya dgn kesucian jiwa utk bisa menghadap kpd Allah...
[29/6 05:18] : Hahaha jadi ingat sy shalat diketawain oleh anak buahnya Dul Kemit....😇
[29/6 05:30]: Ya pelajaran bagi kita ketika kekuasaan sdh menguasai jiwa maka akan menutup mata hati/jiwa .....yg terjadi adalah menjadi bodoh sekelas prof.DR dll akan tdk berfungsi akal pikirnya....inilah doktrin pembodohan dn penyesatan ummat.......jgn sampai hal serupa menimpa kita utk yg kedua kalinya ....
Kita bukan keledai...
Ayo kita bangun peradaban Islam yg sesungguhnya....kita ajarkan adab2 kpd generasi penerus utk menghantarkan generasi sholeh pewaris bumi Allah ..
Sumber : Klik di sini
Thursday, June 29, 2017
Wednesday, June 21, 2017
Undercover 68
Oleh : Rocki Purnando Rpn
Dari dulu saya sudah sangat paham dan yakin betul bahwa kalian bukan hanya guru tapi juga inspirasi bagi saya..
Habis mengajar kegiatan seperti ini adalah aktivitas kalian setiap hari untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga..
Saya yakin kalian akan jauh lebih sukses dari sebelumnya karena kalian bekerja dan berusaha dengan hati bukan dengan sifat dengki dan mau menang sendiri...
Saya berharap alumni yg sekarang ahli atau memiliki basic kuliah pertanian, peternakan, perkebunan, pengusaha, importir dan marketing professional siap membantu dengan senang hati.
Saya paham betul kalian adalah orang hebat dulunya sebelum diminta mengajar disana karena ibadah dan cita2...
Proses hukum tetap digaungkan
Karena kemungkaran harus dilawan mengerjakan kebaikan semua orang bisa lakukan
Tapi melwan kemungkaran tidak semua orang bisa kerjakan
Karena takut dimusuhi dan diasingkan oleh mereka yang suka berbuat kemaksiatan..
Sumber : Klik di sini

Dari dulu saya sudah sangat paham dan yakin betul bahwa kalian bukan hanya guru tapi juga inspirasi bagi saya..
Habis mengajar kegiatan seperti ini adalah aktivitas kalian setiap hari untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga..
Saya yakin kalian akan jauh lebih sukses dari sebelumnya karena kalian bekerja dan berusaha dengan hati bukan dengan sifat dengki dan mau menang sendiri...
Saya berharap alumni yg sekarang ahli atau memiliki basic kuliah pertanian, peternakan, perkebunan, pengusaha, importir dan marketing professional siap membantu dengan senang hati.
Saya paham betul kalian adalah orang hebat dulunya sebelum diminta mengajar disana karena ibadah dan cita2...
Proses hukum tetap digaungkan
Karena kemungkaran harus dilawan mengerjakan kebaikan semua orang bisa lakukan
Tapi melwan kemungkaran tidak semua orang bisa kerjakan
Karena takut dimusuhi dan diasingkan oleh mereka yang suka berbuat kemaksiatan..
Sumber : Klik di sini
Undercover 67
In God We Trust
Oleh : Abu Bakar
Tangannya kini memegang pena kehidupan
Kakinya kini memakai kasut keyakinan
Dasi berganti menjadi handuk pengelap keringat
Celana necisnya kini berubah menjadi pelindung tusukan duri.
Ada satu yg tak berubah....
Kemantapan hatinya dalam mengahadapi masalah.
Ketika dulu pundaknya selalu digelayuti nakalnya santri
Kini pundaknya tegap membawa kemantapan hati.
Ketika dulu telinganya sering mendengar ejekan santri
Kini alunan hewan yang bernyanyi
Ketika dulu matanya memandang kezoliman dari aki-aki
Kini hamparan rizki menanti
Allah memberi akal untuk dinikmati.
Tidak diam menanti instruksi.
Allah memberi hati untuk mengasihi.
Tidak membeku karena kuasa aki-aki.
Fantasyiru fiil ard.......
Sumber : Klik di sini
Oleh : Abu Bakar
Tangannya kini memegang pena kehidupan
Kakinya kini memakai kasut keyakinan
Dasi berganti menjadi handuk pengelap keringat
Celana necisnya kini berubah menjadi pelindung tusukan duri.
Ada satu yg tak berubah....
Kemantapan hatinya dalam mengahadapi masalah.
Ketika dulu pundaknya selalu digelayuti nakalnya santri
Kini pundaknya tegap membawa kemantapan hati.
Ketika dulu telinganya sering mendengar ejekan santri
Kini alunan hewan yang bernyanyi
Ketika dulu matanya memandang kezoliman dari aki-aki
Kini hamparan rizki menanti
Allah memberi akal untuk dinikmati.
Tidak diam menanti instruksi.
Allah memberi hati untuk mengasihi.
Tidak membeku karena kuasa aki-aki.
Fantasyiru fiil ard.......
Sumber : Klik di sini
DUL KEMIT THE SERIES 28
DUL KEMIT THE SERIES 28.
Biar Dusta Asal Dipuja 1
Oleh : Arif Yosodipuro
Kepiawaian kyai Dul Kemit dalam mengolah kata tak disangsikan lagi. Apapun yang keluar dari mulutnya diamini saja oleh lawan bicara, pendengar, sekalipun itu dusta. Orang-orang di sekitarnya, terutama pengurus kadang merasa geli dan mengelus dada. Malu sendiri, tak tega mendengarnya.
Suatu ketika datang tamu khusus, orang berpengaruhlah. Seperti biasa, setelah tamu dipandu melihat-lihat komplek pesantren, rombongan diterima oleh kyai Dul Kemit. Pemandu terlebih dulu menyampaikan komentar tamu kepada kyai Dul Kemit sebagai masukan. Baru kemudian pemandu menemui dan menyilakan tamu masuk ke ruang kantor pesantren dengan nama Kantor 5005.
Pertemuan tampak akrab dan hikmad. Kyai Dul Kemit duduk di sebuah kursi tunggal di tengah. Di sebelah kanan dan kirinya berbanjar kursi dua baris. Tamu duduk di sebelah kiri dan pengurus pesantren di sebelah kanan kyai. Ruangan kantor seukuran lokal kelas.
Para tamu terkesima mendengarkan kyai Dul Kemit menjelaskan perihal pesantrennya dengan bumbu penyedap yang manjur. Gagasan dan ide yang kyai Dul Kemit sampaikan membuat lidah tamunya mengaku tak kuasa berkata, terkagum-kagum sambil tengok kanan kiri memperhatikan benda yang ada di ruangan.
Di antaranya kyai Dul Kemit menjelaskan bahwa semua yang ada di pesantren itu dibuat sendiri. Tak kuasa menahan rasa penasarannya, sang tamu pun menceletuk, "Barang yang dipajang itu dari mana Pak Kyai....? Apa ini juga dibuat sendiri." tanyanya sambil senyum. Dengan enteng sambil menyandar dan kedua tangannya memegang lengan kursi, kyai Dul Kemit bilang, "Iya. Ana sendiri yang bikin...." lalu ia tertawa kecil. Tamu pun mengangguk-angguk.
Sementara pengurus pesantren yang ikut dalam penyambutan tamu hanya bisa senyum masam sambil mengelus dada. Dalam hati mereka berkata, "Kok bisanya kyai bilang itu dia yang bikin...Padahal itu pemberian koordinator wali santri sebagai oleh-oleh..."
"Jadi kyai Dul Kemit berdusta kepada tamu, Kang?" celetuk kang Ujang. "Biasa kang Ujang.... prinsip kyai Dul Kemit BIAR DUSTA ASAL DIPUJA."
Sumber : klik di sini
Biar Dusta Asal Dipuja 1
Oleh : Arif Yosodipuro
Kepiawaian kyai Dul Kemit dalam mengolah kata tak disangsikan lagi. Apapun yang keluar dari mulutnya diamini saja oleh lawan bicara, pendengar, sekalipun itu dusta. Orang-orang di sekitarnya, terutama pengurus kadang merasa geli dan mengelus dada. Malu sendiri, tak tega mendengarnya.
Suatu ketika datang tamu khusus, orang berpengaruhlah. Seperti biasa, setelah tamu dipandu melihat-lihat komplek pesantren, rombongan diterima oleh kyai Dul Kemit. Pemandu terlebih dulu menyampaikan komentar tamu kepada kyai Dul Kemit sebagai masukan. Baru kemudian pemandu menemui dan menyilakan tamu masuk ke ruang kantor pesantren dengan nama Kantor 5005.
Pertemuan tampak akrab dan hikmad. Kyai Dul Kemit duduk di sebuah kursi tunggal di tengah. Di sebelah kanan dan kirinya berbanjar kursi dua baris. Tamu duduk di sebelah kiri dan pengurus pesantren di sebelah kanan kyai. Ruangan kantor seukuran lokal kelas.
Para tamu terkesima mendengarkan kyai Dul Kemit menjelaskan perihal pesantrennya dengan bumbu penyedap yang manjur. Gagasan dan ide yang kyai Dul Kemit sampaikan membuat lidah tamunya mengaku tak kuasa berkata, terkagum-kagum sambil tengok kanan kiri memperhatikan benda yang ada di ruangan.
Di antaranya kyai Dul Kemit menjelaskan bahwa semua yang ada di pesantren itu dibuat sendiri. Tak kuasa menahan rasa penasarannya, sang tamu pun menceletuk, "Barang yang dipajang itu dari mana Pak Kyai....? Apa ini juga dibuat sendiri." tanyanya sambil senyum. Dengan enteng sambil menyandar dan kedua tangannya memegang lengan kursi, kyai Dul Kemit bilang, "Iya. Ana sendiri yang bikin...." lalu ia tertawa kecil. Tamu pun mengangguk-angguk.
Sementara pengurus pesantren yang ikut dalam penyambutan tamu hanya bisa senyum masam sambil mengelus dada. Dalam hati mereka berkata, "Kok bisanya kyai bilang itu dia yang bikin...Padahal itu pemberian koordinator wali santri sebagai oleh-oleh..."
"Jadi kyai Dul Kemit berdusta kepada tamu, Kang?" celetuk kang Ujang. "Biasa kang Ujang.... prinsip kyai Dul Kemit BIAR DUSTA ASAL DIPUJA."
Sumber : klik di sini
Tuesday, June 20, 2017
Undercover 66
JAHE KU MALANG
JAHEKU SAYANG
Oleh : Abdul Imanuddin
Jahe....suatu khasiat obat bagi segala penyakit
Jahe...suatu kehangatan badan agar tetap fit
Jahe...oh jahe... Primadona saat ini dimata dan hati ummat
Jahe...oh jahe... Saat dimana kau dihati punya tempat
Kusimpan uangku di karung jahe
Kusimpan jaheku di rumahku
Ku tanam hartaku untuk karung jahe
Ku korbankan segalanya untuk jahe
Jahe...istimewa engkau dalam karung.
Jahe... Hangat engkau dalam diri
Oh jahe... Berlomba org menanam jahe.
Oh jahe... Hanya aku yang berhak atas jahe.
Duhai jahe... Rapih betul engkau berbaris dalam karung.
Wahai jahe... Tentram hatiku melihatmu berkerudung.
Ohh jahe... Gersang dan terik membuatmu makin layu..
Oh jahee... Terik dan panas tak membuat hatiku pilu
Duhai jahe...mati rupanya engkau tak kuat menahan sakit.
Wahai jahe.... Mati aku tanpamu... Karenamu Makin kuat dan sehat
Oh jahee... Dimana engkau Yang tersisa hanya karung lapuk
Oh jahe...cantikmu tak lekang walau senja di ufuk.
Duhai jahe...makin tenggelam engkau tak terlihat sedikitpun.
Wahai jahe... Untukmu.... Tenagaku ku himpun.
JAHE KU.... Malang....
JAHEKU.... Sayang....
Sumber : Klik di sini
JAHEKU SAYANG
Oleh : Abdul Imanuddin
Jahe....suatu khasiat obat bagi segala penyakit
Jahe...suatu kehangatan badan agar tetap fit
Jahe...oh jahe... Primadona saat ini dimata dan hati ummat
Jahe...oh jahe... Saat dimana kau dihati punya tempat
Kusimpan uangku di karung jahe
Kusimpan jaheku di rumahku
Ku tanam hartaku untuk karung jahe
Ku korbankan segalanya untuk jahe
Jahe...istimewa engkau dalam karung.
Jahe... Hangat engkau dalam diri
Oh jahe... Berlomba org menanam jahe.
Oh jahe... Hanya aku yang berhak atas jahe.
Duhai jahe... Rapih betul engkau berbaris dalam karung.
Wahai jahe... Tentram hatiku melihatmu berkerudung.
Ohh jahe... Gersang dan terik membuatmu makin layu..
Oh jahee... Terik dan panas tak membuat hatiku pilu
Duhai jahe...mati rupanya engkau tak kuat menahan sakit.
Wahai jahe.... Mati aku tanpamu... Karenamu Makin kuat dan sehat
Oh jahee... Dimana engkau Yang tersisa hanya karung lapuk
Oh jahe...cantikmu tak lekang walau senja di ufuk.
Duhai jahe...makin tenggelam engkau tak terlihat sedikitpun.
Wahai jahe... Untukmu.... Tenagaku ku himpun.
JAHE KU.... Malang....
JAHEKU.... Sayang....
Sumber : Klik di sini
Undercover 65
Dana BOS
Oleh : Abu Bakar
Cuma obrolan fiktif, jika ada yang sama, paling terjadi kepada orang yang belum berpikir sehat
LOGIKA
Kepala sekolah (KS): dana bos sudah masuk?
Bendahara sekolah (BS): sudah pak
KS : berapa?
BS : 1 M lebih sedikit pak
KS : dah masukan ke rekening saya
BS: baik pak.
KS : nanti depositokan atas nama saya, kemudian yayasan pinjam ke bank yg sama.
BS : baik pak.
Bendahara sekolah (BS): sudah pak
KS : berapa?
BS : 1 M lebih sedikit pak
KS : dah masukan ke rekening saya
BS: baik pak.
KS : nanti depositokan atas nama saya, kemudian yayasan pinjam ke bank yg sama.
BS : baik pak.
Selang seminggu…..
KS : uang pinjaman bank udah masuk?
Bendahara yayasan (BY): sudah pak
KS : tolong bayar tagihan hutang, tempe dan tahu 500jt
BY : .....cuma garuk2
KS : terus hutang yayasan ke istri saya di kantin 150 jt
BY : .....tanpa ekspresi ( sambil mikir, bujug minjem duit ke bank, Cuma buat ngasih dia doang)
KS : uang pinjaman bank udah masuk?
Bendahara yayasan (BY): sudah pak
KS : tolong bayar tagihan hutang, tempe dan tahu 500jt
BY : .....cuma garuk2
KS : terus hutang yayasan ke istri saya di kantin 150 jt
BY : .....tanpa ekspresi ( sambil mikir, bujug minjem duit ke bank, Cuma buat ngasih dia doang)
1. Siapakah yang mendapat deposito dan uang pinjaman?
2. Siapa yang membayar beban hutang ke bank?
2. Siapa yang membayar beban hutang ke bank?
Undercover 64
Dzikir Jumat (9/6/2017)
Oleh : Abdul Imanuddin
Jangan karena cuti semua libur. Mahad tidak boleh kosong.
Rapat kerja koperasi. Rapat kerja litbank semua kalangan.
Tanam kembali budi pekerti adab ke sekolah. Marka jalan, seragam harian, parkir parkir, tamu masuk kamar, kendaraan masuk asrama, karyawan bawa motor sampai tempat tugasnya. Kembalikan tempat Al Zaytun.
Budaya sekarang sudah hilang. Aturan semua di terobos. Lapangan dipakai parkir. Budaya sudah mulai rapuh sebelum tumbuh. Harus buat aturan baru kalau perlu. Sudah tau semua kalau guru sudah banyak Yg punya mobil jangan dipamerkan.
Mari kita tanamkan Al Zaytun tanpa asap. Tak punya sepeda beli... Sepeda cuma 100.000 malah ada yang 50.000. Ayo kita tata mumpung yang pengacau sudah tidak ada. Kalau masih tak mau diatur berarti masih ada pengacau.
Ketua yayasan atur. Undang syaikh kalau perlu namun zikir ini cukup buat masukan. Jadi g perlu.
Anak anak sudah pada aneh ada yang pake jubah putih, peci putih, hentikan itu bukan budaya Al Zaytun g tau itu pakaian mana.
Janggot dan jambang tidak boleh. Kalau masih pake jenggot buat surat tidak mau tinggal di Al Zaytun.
Setelah ashar bersepeda. Tetapkan kapan mahad akan memulai keliling jawa. Satu musim bulan desember harus sudah terlaksana Al Zaytun-pamanukan-anyer. Panitia cari sponsor.
Siapkan sepeda...disiapkan sepeda yang lebih bagus dari giant dari kenalan syaikh di singapura. Paling murah 8 jt. Temanya 'persatuan indonesia' insya Allah syaikh tetep didepan.
Untuk makannya syaikh yg sponsor karena syaikh punya beras banyak dan syaikh punya sendiri berasnya. Target 500 org.
Sumber : Klik di sini
Oleh : Abdul Imanuddin
Jangan karena cuti semua libur. Mahad tidak boleh kosong.
Rapat kerja koperasi. Rapat kerja litbank semua kalangan.
Tanam kembali budi pekerti adab ke sekolah. Marka jalan, seragam harian, parkir parkir, tamu masuk kamar, kendaraan masuk asrama, karyawan bawa motor sampai tempat tugasnya. Kembalikan tempat Al Zaytun.
Budaya sekarang sudah hilang. Aturan semua di terobos. Lapangan dipakai parkir. Budaya sudah mulai rapuh sebelum tumbuh. Harus buat aturan baru kalau perlu. Sudah tau semua kalau guru sudah banyak Yg punya mobil jangan dipamerkan.
Mari kita tanamkan Al Zaytun tanpa asap. Tak punya sepeda beli... Sepeda cuma 100.000 malah ada yang 50.000. Ayo kita tata mumpung yang pengacau sudah tidak ada. Kalau masih tak mau diatur berarti masih ada pengacau.
Ketua yayasan atur. Undang syaikh kalau perlu namun zikir ini cukup buat masukan. Jadi g perlu.
Anak anak sudah pada aneh ada yang pake jubah putih, peci putih, hentikan itu bukan budaya Al Zaytun g tau itu pakaian mana.
Janggot dan jambang tidak boleh. Kalau masih pake jenggot buat surat tidak mau tinggal di Al Zaytun.
Setelah ashar bersepeda. Tetapkan kapan mahad akan memulai keliling jawa. Satu musim bulan desember harus sudah terlaksana Al Zaytun-pamanukan-anyer. Panitia cari sponsor.
Siapkan sepeda...disiapkan sepeda yang lebih bagus dari giant dari kenalan syaikh di singapura. Paling murah 8 jt. Temanya 'persatuan indonesia' insya Allah syaikh tetep didepan.
Untuk makannya syaikh yg sponsor karena syaikh punya beras banyak dan syaikh punya sendiri berasnya. Target 500 org.
Sumber : Klik di sini
Undercover 63
Sepeda Bu Nor
Oleh : Arif Jaloe
Saat itu kami (saya, Muhammad Ikhsan, dr. Chaidar Muttaqin dan istrinya Muthia Wulan) berbarengan menuruni anak tangga selepas acara puncak reuni Persada beberapa waktu lalu.
Di lantai dasar kami bertemu beberapa orang.
Ada diantaranya sempat bertemu dan berbincang singkat dengan ustadzah Nor Jannah ( Guru angkatan II ).
Kemudian kami semua berjalan beriringan. Usth Nor Jannah menuju tempat sepedanya diparkir, kami menuju kendaraan Ikhsan… nebeng hehehe..
Sebelum berpisah jalan, diantara kelakar basa-basi terucap : “… sepeda itu sudah tujuh belas tahun setia menemani saya di mahad… masih awet hehehe ”
Ucapan itu membuat kami yang mendengarnya terhenyak !
See guys… TUJUH BELAS tahun pakai sepeda yang sama…!!! Ucapan itu menyambar kesadaran kami sesaat… hening.
Kebayang nggak sih betapa SEDERHANA-nya MANUSIA ini..??? Lha kita,.. pakai motor baru setahun aja udah bosen pengen ganti.
Melaju di jalan yg gelap, mengayuh sepeda tua diantara kendara murid2-nya keluaran terbaru… haduh puyeng saya menera seberapa hebat kesederhanaan sahabat saya itu…
Luruh seketika semua kebanggaan. Terhisap rasa malu berhadapan dengan manusia sehebat ini.
Cerita ini tidak mengada-ada… coba ingat2 sosok usth yang saya tulis ini... anda akan menemukan bahwa cerita saya tidak belebihan.
Rasulullah adalah cermin kesederhanaan tak terkira. Diantara kemuliaan Rasulullah itu terletak pada sikap sederhananya. Kita semua tak asing dengan kisah2 kesederhanaan Muhammad SAW. Namun menemukannya diantara manusia2 saat ini adalah kelangkaan.
Kesederhanaan yang dijawab dengan tuduhan korupsi, pungli, julukan binatang, perlakuan tidak adil sepihak dan yang terbaru adalah julukan pengacau. Astaghfirullah…tsuma na’udzubillah.. lindungi sahabat kami yang teraniaya yaa Allah..
Sepeda itu hanyalah sepeda tua, dijual murahpun belum tentu laku.
Namun melelang barang yang sah milik orang lain adalah tindakan yang TIDAK BERMORAL dengan argumentasi apapun! Apalagi diumumkan terbuka dengan penuh rasa bangga… na’udzubillahi min dzalik…
Mengambil alih barang milik orang lain tanpa seijin yang punya adalah pencurian. Masih ingat kan Rasulullah amat tegas terhadap kejahatan jenis ini, bahkan kepada putrinya sendiri, Fatimah. Zero tolerance bro !!!
Jadi sepeda tua symbol kesederhanaan itu kembali berkisah tentang sebuah cerita. Cerita penuh pelajaran bagi kita tentang manusia berjiwa mulia dan tentang orang yang lalai dengan kemuliaannya.
Berseberangan sikap boleh-boleh saja, namun setidaknya ingatlah Allah dan ingatlah teladan Rasulullah. Mohon ampunlah pada Allah, bukan pada manusia…
Sahabat2 muda alumni dan para santri, mari kita selalu ingat Allah dan teladani sikap Rasulullah dan orang2 baik yang pernah kita temui. Semoga kita selamat dalam berpikir, berkata-kata, berbuat bahkan sejak dalam hati. InsyaAllah…
Note :
Ditulis dengan sedikit perasaan tehibur mendengar bahwa Usth Nor Jannah berhasil dengan susah payah membawa keluar sepedanya… alhamdulillah
Ahhh... sepeda itu ternyata juga pintar memilih siapa yang layak menjadi tuannya…
Sumber : Klik di sini
Oleh : Arif Jaloe
Saat itu kami (saya, Muhammad Ikhsan, dr. Chaidar Muttaqin dan istrinya Muthia Wulan) berbarengan menuruni anak tangga selepas acara puncak reuni Persada beberapa waktu lalu.
Di lantai dasar kami bertemu beberapa orang.
Ada diantaranya sempat bertemu dan berbincang singkat dengan ustadzah Nor Jannah ( Guru angkatan II ).
Kemudian kami semua berjalan beriringan. Usth Nor Jannah menuju tempat sepedanya diparkir, kami menuju kendaraan Ikhsan… nebeng hehehe..
Sebelum berpisah jalan, diantara kelakar basa-basi terucap : “… sepeda itu sudah tujuh belas tahun setia menemani saya di mahad… masih awet hehehe ”
Ucapan itu membuat kami yang mendengarnya terhenyak !
See guys… TUJUH BELAS tahun pakai sepeda yang sama…!!! Ucapan itu menyambar kesadaran kami sesaat… hening.
Kebayang nggak sih betapa SEDERHANA-nya MANUSIA ini..??? Lha kita,.. pakai motor baru setahun aja udah bosen pengen ganti.
Melaju di jalan yg gelap, mengayuh sepeda tua diantara kendara murid2-nya keluaran terbaru… haduh puyeng saya menera seberapa hebat kesederhanaan sahabat saya itu…
Luruh seketika semua kebanggaan. Terhisap rasa malu berhadapan dengan manusia sehebat ini.
Cerita ini tidak mengada-ada… coba ingat2 sosok usth yang saya tulis ini... anda akan menemukan bahwa cerita saya tidak belebihan.
Rasulullah adalah cermin kesederhanaan tak terkira. Diantara kemuliaan Rasulullah itu terletak pada sikap sederhananya. Kita semua tak asing dengan kisah2 kesederhanaan Muhammad SAW. Namun menemukannya diantara manusia2 saat ini adalah kelangkaan.
Kesederhanaan yang dijawab dengan tuduhan korupsi, pungli, julukan binatang, perlakuan tidak adil sepihak dan yang terbaru adalah julukan pengacau. Astaghfirullah…tsuma na’udzubillah.. lindungi sahabat kami yang teraniaya yaa Allah..
Sepeda itu hanyalah sepeda tua, dijual murahpun belum tentu laku.
Namun melelang barang yang sah milik orang lain adalah tindakan yang TIDAK BERMORAL dengan argumentasi apapun! Apalagi diumumkan terbuka dengan penuh rasa bangga… na’udzubillahi min dzalik…
Mengambil alih barang milik orang lain tanpa seijin yang punya adalah pencurian. Masih ingat kan Rasulullah amat tegas terhadap kejahatan jenis ini, bahkan kepada putrinya sendiri, Fatimah. Zero tolerance bro !!!
Jadi sepeda tua symbol kesederhanaan itu kembali berkisah tentang sebuah cerita. Cerita penuh pelajaran bagi kita tentang manusia berjiwa mulia dan tentang orang yang lalai dengan kemuliaannya.
Berseberangan sikap boleh-boleh saja, namun setidaknya ingatlah Allah dan ingatlah teladan Rasulullah. Mohon ampunlah pada Allah, bukan pada manusia…
Sahabat2 muda alumni dan para santri, mari kita selalu ingat Allah dan teladani sikap Rasulullah dan orang2 baik yang pernah kita temui. Semoga kita selamat dalam berpikir, berkata-kata, berbuat bahkan sejak dalam hati. InsyaAllah…
Note :
Ditulis dengan sedikit perasaan tehibur mendengar bahwa Usth Nor Jannah berhasil dengan susah payah membawa keluar sepedanya… alhamdulillah
Ahhh... sepeda itu ternyata juga pintar memilih siapa yang layak menjadi tuannya…
Sumber : Klik di sini
Undercover 62
Dul Kemit Butuh Milyaran Lagi Untuk Bebas Dari Penjara.
Duit siapa ?
Oleh : Abu Amrullah
Gambar : M. Faishol Rahman
Kalau saja DUL KEMIT pada saat itu mau membayar 4 m.
Sesuai yang disarankan oleh penasehat hukumnya bisa jadi ia lolos dari jeruji besi pada hari tersebut
Tapi ia ngeyel dan ngga mau bayar akhirnya .
pada suatu hari siang itu ia di panggil oleh kejaksaan , dan karna jaksa tau ini orang tukang tipu dan bohong , akhirnya sekalian di tahan dan tidak boleh kembali lagi kemudian dijebloskan kedalam penjara.
Padahal DUL KEMIT tidak bawa salinan pakian dan persiapan yang lainnya, karna ia tidak tahu dia akan di kerangkeng.
Sekarang ia berurusan lagi dengan kejaksaan , dan belajar dari peristiwa silam maka ia akan pakai segala cara utk membeli pasal , tapi DUL KEMIT lupa ada pasal yang ia tidak bisa beli , ialah kehendak Allah , pasal yang pasti terjadi.
Para jamaser perlu anda ketahui DUL KEMIT butuh uang sangat banyak untuk menutupi kebohongannya di dalam kasus yang sedang menjeratnya.
Utk Abi Halim , hendaknya Abi jangan mau dijadikan tumbal kembali , belajarlah dari peristiwa silam.
Salam kami utk Abi Halim., dari Anak - anak pondok aren dan tangerang.
Utk pk sabit , anda sudah tua renta sebentar lagi anda pulang menghadap pencipta , hayoo perbanyak bekal utk persiapan keliang kubur. Dan yang akan anda bawa mati bukan pengabdian anda kepada DUL KEMIT , justru hal tersebut akan mencelakan anda....
Karna andapun seperti kaleng rombeng yang ikut menyengsarakan banyak orang.
Sumber : Klik di sini
Duit siapa ?
Oleh : Abu Amrullah
Gambar : M. Faishol Rahman
Kalau saja DUL KEMIT pada saat itu mau membayar 4 m.
Sesuai yang disarankan oleh penasehat hukumnya bisa jadi ia lolos dari jeruji besi pada hari tersebut
Tapi ia ngeyel dan ngga mau bayar akhirnya .
pada suatu hari siang itu ia di panggil oleh kejaksaan , dan karna jaksa tau ini orang tukang tipu dan bohong , akhirnya sekalian di tahan dan tidak boleh kembali lagi kemudian dijebloskan kedalam penjara.
Padahal DUL KEMIT tidak bawa salinan pakian dan persiapan yang lainnya, karna ia tidak tahu dia akan di kerangkeng.
Sekarang ia berurusan lagi dengan kejaksaan , dan belajar dari peristiwa silam maka ia akan pakai segala cara utk membeli pasal , tapi DUL KEMIT lupa ada pasal yang ia tidak bisa beli , ialah kehendak Allah , pasal yang pasti terjadi.
Para jamaser perlu anda ketahui DUL KEMIT butuh uang sangat banyak untuk menutupi kebohongannya di dalam kasus yang sedang menjeratnya.
Utk Abi Halim , hendaknya Abi jangan mau dijadikan tumbal kembali , belajarlah dari peristiwa silam.
Salam kami utk Abi Halim., dari Anak - anak pondok aren dan tangerang.
Utk pk sabit , anda sudah tua renta sebentar lagi anda pulang menghadap pencipta , hayoo perbanyak bekal utk persiapan keliang kubur. Dan yang akan anda bawa mati bukan pengabdian anda kepada DUL KEMIT , justru hal tersebut akan mencelakan anda....
Karna andapun seperti kaleng rombeng yang ikut menyengsarakan banyak orang.
Sumber : Klik di sini
Undercover 61
Dul Kemit Si Raja Dusta
Oleh : Abdul Imanuddin
Info dari Sahabat Ring 1 DK
Sering para sahabat ring 1 tersebut mengelus dada..
Menahan malu yg teramat sangat,
Melihat DK selalu membohongi tamu2 yg berkunjung ke pesantrennya
Sebagai contoh:
Betapa semangatnya DK menjelaskan bahwa karya2 yg dipajang di kantor adalah hasil karya santri2 hasil didikan DK.
Padahal karya2 itu adalah oleh2 dari kordinator seluruh indonesia & luar negri.
Dan yg lebih menyesakkan lagi,
DK menjelaskan semua itu tidak ada sedikitpun ekspresi kebohongan..
Semua natural seolah2 benar sekali bahwa itu karya santri didikan DK.
Para sahabat ngeeeriii melihat cara DK berbohong.. Dari ujung rambut sd ujung kaki, semua tampak natural ekspresinya...
Para sahabat terheran2 dg kemampuan berbohong DK yg sungguh fantastik n luar biasa...
Tidak ada orang sehebat DK dalam berbohong ..
Nilai 100 sempurna..
Sumber : Klik di sini
Oleh : Abdul Imanuddin
Info dari Sahabat Ring 1 DK
Sering para sahabat ring 1 tersebut mengelus dada..
Menahan malu yg teramat sangat,
Melihat DK selalu membohongi tamu2 yg berkunjung ke pesantrennya
Sebagai contoh:
Betapa semangatnya DK menjelaskan bahwa karya2 yg dipajang di kantor adalah hasil karya santri2 hasil didikan DK.
Padahal karya2 itu adalah oleh2 dari kordinator seluruh indonesia & luar negri.
Dan yg lebih menyesakkan lagi,
DK menjelaskan semua itu tidak ada sedikitpun ekspresi kebohongan..
Semua natural seolah2 benar sekali bahwa itu karya santri didikan DK.
Para sahabat ngeeeriii melihat cara DK berbohong.. Dari ujung rambut sd ujung kaki, semua tampak natural ekspresinya...
Para sahabat terheran2 dg kemampuan berbohong DK yg sungguh fantastik n luar biasa...
Tidak ada orang sehebat DK dalam berbohong ..
Nilai 100 sempurna..
Sumber : Klik di sini
Monday, June 19, 2017
DUL KEMIT THE SERIES 27
DUL KEMIT THE SERIES 27.
Nasihat Sang Bunda
Oleh : Arif Yosodipuro
Sebagai upaya membangun komunikasi dan silaturahim, kyai Dul Kemit mencanangkan program RIHLAH IDUL FITHRI. Yakni program kunjungan ke pesantren lain maupun tokoh, termasuk ke rumah ibunda kyai Dul Kemit, orangtuanya.
Pada hari yang ditentukan, rombongan yang terdiri dari keluarga kyai Dul Kemit, isteri dan anak, pengurus pesantren, perwakilan Badan Musyawarah Guru, dan kru logistik, berangkat lengkap dengan konsumsi sehingga tak perlu mampir ke warung.
Sesampainya di rumah kediaman ibunda kyai Dul Kemit, rombongan disambut oleh sanak saudaranya, adik, paman, bibi, kemenakan dan sepupunya. Hingar-bingar, sorak sorai, salam peluk mewarnai pertemuan pelepas rindu. Keramaiannya bagaikan orang sedang hajatan. Penyambutan tampak istimewa karena sudah beberapa tahun kyai Dul Kemit baru menengok kampung kelahiran.
Setelah bersalam-salaman dengan sanak saudara, kyai Dul Kemit berbincang santai dengan ibundanya di sebuah ruang keluarga. Sebagai seorang ibu, naluri keibuan tak lepas begitu saja. Sekalipun kyai Dul Kemit sudah sukses menjadi orang tenar, dalam kesempatan itu, sang ibunda tetap menasihatinya.
"DUL," kata sang ibunda lembut keibuan, "kamu itu sekarang sudah menjadi kyai, JANGAN MEMBOHONGI orang terus. HENTIKAN...." lanjut sang ibu menatap penuh harap kepada kyai Dul Kemit. "Ah emak...." kata kyai Dul Kemit sambil tertawa kecil.
"jadi....kyai Dul Kemit itu suka bohong, Kang?" tanya kang Ujang terheran-heran. "Kalau ibunya bilang begitu ya iya. Kan ibunya lebih tahu gimana kelakuan anaknya." jelas kang Encep. "O... gitu ya..., jadi kyai Dul Kemit suka bohongi orang...?" sahut kang Ujang tak percaya.
Nasihat Sang Bunda
Oleh : Arif Yosodipuro
Sebagai upaya membangun komunikasi dan silaturahim, kyai Dul Kemit mencanangkan program RIHLAH IDUL FITHRI. Yakni program kunjungan ke pesantren lain maupun tokoh, termasuk ke rumah ibunda kyai Dul Kemit, orangtuanya.
Pada hari yang ditentukan, rombongan yang terdiri dari keluarga kyai Dul Kemit, isteri dan anak, pengurus pesantren, perwakilan Badan Musyawarah Guru, dan kru logistik, berangkat lengkap dengan konsumsi sehingga tak perlu mampir ke warung.
Sesampainya di rumah kediaman ibunda kyai Dul Kemit, rombongan disambut oleh sanak saudaranya, adik, paman, bibi, kemenakan dan sepupunya. Hingar-bingar, sorak sorai, salam peluk mewarnai pertemuan pelepas rindu. Keramaiannya bagaikan orang sedang hajatan. Penyambutan tampak istimewa karena sudah beberapa tahun kyai Dul Kemit baru menengok kampung kelahiran.
Setelah bersalam-salaman dengan sanak saudara, kyai Dul Kemit berbincang santai dengan ibundanya di sebuah ruang keluarga. Sebagai seorang ibu, naluri keibuan tak lepas begitu saja. Sekalipun kyai Dul Kemit sudah sukses menjadi orang tenar, dalam kesempatan itu, sang ibunda tetap menasihatinya.
"DUL," kata sang ibunda lembut keibuan, "kamu itu sekarang sudah menjadi kyai, JANGAN MEMBOHONGI orang terus. HENTIKAN...." lanjut sang ibu menatap penuh harap kepada kyai Dul Kemit. "Ah emak...." kata kyai Dul Kemit sambil tertawa kecil.
"jadi....kyai Dul Kemit itu suka bohong, Kang?" tanya kang Ujang terheran-heran. "Kalau ibunya bilang begitu ya iya. Kan ibunya lebih tahu gimana kelakuan anaknya." jelas kang Encep. "O... gitu ya..., jadi kyai Dul Kemit suka bohongi orang...?" sahut kang Ujang tak percaya.
Undercover 60
Strong & Multi-Talented Teachers
Oleh : Muhammad Fahrozi Zaelani - First Period - 19990519
(Untuk kalangan sendiri dan terbatas)
Mereka yang diprediksi hanya akan kuat berjuang selama 2 bulan saja dan setelah itu akan “mengemis” meminta kembali untuk mengajar di pondok, ternyata sampai dengan hari saya silaturrahmi kemarin (17/06/2017) masih terlihat segar, kuat, dan memancarkan wajah-wajah yang optimis. “Kami seperti ini, karena kami memperjuangkan sesuatu yang kami yakini benar” ujar Ust Kushartoyo Sasmito yang saat ini membuka usaha angkringan di depan Rumah Ustd Ahmad Fahmi. Ya…Niat Saya dan istri untuk bersilaturrahmi kembali dengan guru kami (dibaca guru 116) akhirnya terlaksana.
Adalah postingan foto (No 1) dari salah satu akun di FB yang mendorong kami untuk datang kembali menengok para guru. Sosok dalam foto itu adalah Guru Geografi kami yaitu Ustad. Sugeng. Bagi kami pribadi, foto tersebut merupakan representasi dari sosok yang pemberani, bermental baja, pantang menyerah, dan pejuang sejati. Bagaimana tidak, di usia yang sudah menjelang senja, Ia memutuskan untuk memulai kembali dari 0 dan berjuang bersama dengan 115 guru lainnya.
Ketika menengok dapur umum para guru (foto 2 – 3) saya melihat betapa kuatnya persaudaraan mereka. Persaudaraan yang dibangun sejak 17 tahun lamanya, bahkan sebagian diantara mereka telah bersahabat dan saling mengenal sebelum mengajar di Pondok. Maka rasanya sangat wajar jika hati ini bertanya “ko bisa ya” ketika melihat ada guru yang masih berada di dalam pondok membuang muka saat bertemu guru 116 (saya melihat langsung kejadian ini pada saat silaturrahmi kemarin). Bahkan ketika silaturrahmi saya mengenali beberapa kemanaan pondok yang bolak balik memantau. Dalam hati kecil sambil tertawa saya bergumam“Apa yang ditakutkan dari para guru ini ya, bukankah mereka telah dianggap daun gugur, manusia lemah, asu edan, pengemis dll”.
Di akhir silaturrahmi, kami meminta kepada Ustada Fahmi untuk diajak ke salah satu usaha yang sedang dirintis oleh para guru kami. Usaha penggemukkan sapi di lahan seluas 8 hektar (foto 4 – dst). Ya para guru kami dengan segala kesempitan yang dihadapi pada saat ini, mampu menyulap lahan di tengah hutan menjadi sebuah lokasi peternakan yang menurut pandangan saya sangat professional. Dalam perspektif bisnis, ini merupakan sebuah proyek yang memerlukan komitmen yang kuat dan expertise yang tinggi. Jadi bagi mereka yang kemarin menghina guru 116 ini tidak ada kerjaan, mengemis ke alumni, syirik atas rezeki orag lain serta segala tuduhan lainnya, maka dengan meminjam istilah yang sering diungkapkan sahabat saya Muhammad Ikhsan bahwa mereka yang menghina itu seperti “meludah ke langit”.
Dengan keringat dan tangan sendiri, para guru mengkolaborasikan disiplin ilmu yang berbeda –beda dalam mengerjakan tahap demi tahap proyek. Sentuhan guru kesenian dalam site plane dan design kandang, sabetan golok dan parang Guru Bahasa Arab ketika proses babat alas pertama kali, pantekan paku dari guru Matematika dalam proses penyambungan kaso, cangkulan yang menghujam ke dalam tanah dari guru Geografi dalam proses pembuatan saluran pembuangan, dan adukan semen dari tangan para guru Sejarah dalam proses peng acian kandang membuat saya semakin yakin bahwa mereka adalah guru serba bisa dan bukan guru biasa.
Ya…bagi kami (saya dan istri) mereka adalah
“The strong and Multi-Talented Teachers”, karena:
Mengajarkan sikap berani tidak hanya melalui lisan, namun juga tindakan nyata untuk bersikap.........
Mengajarkan sikap persaudaraan tidak hanya melalui lisan, namun juga melalui tindakan..... nyata untuk saling berbagi diantara mereka dan tidak mementingkan diri sendiri......
Mengajarkan sikap yakin atas potensi diri yang dimiliki tidak hanya melalui lisan,namun juga melalui tindakan nyata untuk menjalankan usaha bersama meskipun jauh dari displin ilmu yang mereka miliki........
Dan bagi kami (saya dan istri) apa yang dilakukan oleh para guru (sekali lagi dibaca guru 116) bukan hanya soal perjuangan untuk menang atau kalah, tapi lebih tinggi dari itu yaitu perjuangan untuk menempatkan hati, fikiran dan tindakan di jalan yang seharusnya.
Muhammad Fahrozi Zaelani
First Period
19990519
Berikut ini beberapa komentar di statusnya Mas Fahrozi :
Sumber : Klik di sini
Oleh : Muhammad Fahrozi Zaelani - First Period - 19990519
(Untuk kalangan sendiri dan terbatas)
Mereka yang diprediksi hanya akan kuat berjuang selama 2 bulan saja dan setelah itu akan “mengemis” meminta kembali untuk mengajar di pondok, ternyata sampai dengan hari saya silaturrahmi kemarin (17/06/2017) masih terlihat segar, kuat, dan memancarkan wajah-wajah yang optimis. “Kami seperti ini, karena kami memperjuangkan sesuatu yang kami yakini benar” ujar Ust Kushartoyo Sasmito yang saat ini membuka usaha angkringan di depan Rumah Ustd Ahmad Fahmi. Ya…Niat Saya dan istri untuk bersilaturrahmi kembali dengan guru kami (dibaca guru 116) akhirnya terlaksana.
Adalah postingan foto (No 1) dari salah satu akun di FB yang mendorong kami untuk datang kembali menengok para guru. Sosok dalam foto itu adalah Guru Geografi kami yaitu Ustad. Sugeng. Bagi kami pribadi, foto tersebut merupakan representasi dari sosok yang pemberani, bermental baja, pantang menyerah, dan pejuang sejati. Bagaimana tidak, di usia yang sudah menjelang senja, Ia memutuskan untuk memulai kembali dari 0 dan berjuang bersama dengan 115 guru lainnya.
Ketika menengok dapur umum para guru (foto 2 – 3) saya melihat betapa kuatnya persaudaraan mereka. Persaudaraan yang dibangun sejak 17 tahun lamanya, bahkan sebagian diantara mereka telah bersahabat dan saling mengenal sebelum mengajar di Pondok. Maka rasanya sangat wajar jika hati ini bertanya “ko bisa ya” ketika melihat ada guru yang masih berada di dalam pondok membuang muka saat bertemu guru 116 (saya melihat langsung kejadian ini pada saat silaturrahmi kemarin). Bahkan ketika silaturrahmi saya mengenali beberapa kemanaan pondok yang bolak balik memantau. Dalam hati kecil sambil tertawa saya bergumam“Apa yang ditakutkan dari para guru ini ya, bukankah mereka telah dianggap daun gugur, manusia lemah, asu edan, pengemis dll”.
Foto 4 - dst
Di akhir silaturrahmi, kami meminta kepada Ustada Fahmi untuk diajak ke salah satu usaha yang sedang dirintis oleh para guru kami. Usaha penggemukkan sapi di lahan seluas 8 hektar (foto 4 – dst). Ya para guru kami dengan segala kesempitan yang dihadapi pada saat ini, mampu menyulap lahan di tengah hutan menjadi sebuah lokasi peternakan yang menurut pandangan saya sangat professional. Dalam perspektif bisnis, ini merupakan sebuah proyek yang memerlukan komitmen yang kuat dan expertise yang tinggi. Jadi bagi mereka yang kemarin menghina guru 116 ini tidak ada kerjaan, mengemis ke alumni, syirik atas rezeki orag lain serta segala tuduhan lainnya, maka dengan meminjam istilah yang sering diungkapkan sahabat saya Muhammad Ikhsan bahwa mereka yang menghina itu seperti “meludah ke langit”.
Dengan keringat dan tangan sendiri, para guru mengkolaborasikan disiplin ilmu yang berbeda –beda dalam mengerjakan tahap demi tahap proyek. Sentuhan guru kesenian dalam site plane dan design kandang, sabetan golok dan parang Guru Bahasa Arab ketika proses babat alas pertama kali, pantekan paku dari guru Matematika dalam proses penyambungan kaso, cangkulan yang menghujam ke dalam tanah dari guru Geografi dalam proses pembuatan saluran pembuangan, dan adukan semen dari tangan para guru Sejarah dalam proses peng acian kandang membuat saya semakin yakin bahwa mereka adalah guru serba bisa dan bukan guru biasa.
Ya…bagi kami (saya dan istri) mereka adalah
“The strong and Multi-Talented Teachers”, karena:
Mengajarkan sikap berani tidak hanya melalui lisan, namun juga tindakan nyata untuk bersikap.........
Mengajarkan sikap persaudaraan tidak hanya melalui lisan, namun juga melalui tindakan..... nyata untuk saling berbagi diantara mereka dan tidak mementingkan diri sendiri......
Mengajarkan sikap yakin atas potensi diri yang dimiliki tidak hanya melalui lisan,namun juga melalui tindakan nyata untuk menjalankan usaha bersama meskipun jauh dari displin ilmu yang mereka miliki........
Dan bagi kami (saya dan istri) apa yang dilakukan oleh para guru (sekali lagi dibaca guru 116) bukan hanya soal perjuangan untuk menang atau kalah, tapi lebih tinggi dari itu yaitu perjuangan untuk menempatkan hati, fikiran dan tindakan di jalan yang seharusnya.
Muhammad Fahrozi Zaelani
First Period
19990519
Berikut ini beberapa komentar di statusnya Mas Fahrozi :
Sumber : Klik di sini
Sunday, June 18, 2017
Undercover 59
Sekolah Lanjutan Untuk Anak2 Guru 116
Oleh : Djarot Wahyusantoso
WA dari ustadzah ttg pendidikan anak2 kita yg tidak tahan dg presure dari ..:
Kaitan sekolah, rujukan MTS-MA ada di yayasan Al Amin dg sistem pesantren, jika berminat nanti anak2 kita bawa dlu melihat n chek lokasi, tabayun, berminat apa tidak?..
masalah surat pindah, insyaallah aman. Masuk tidak harus mengulang dr awal, tinggal melanjutkan, sangat fleksibel. Bisa untuk Mts dan Ma.
Kegiatan belajar:
1 Pagi-siang: sekolah umum (belajar dikelas)
2. siang istirahat,
3. Ashar sd pk 17. Belajar tambahan, ekskul n olahraga,
4. magrib sd isya tahfidz Al-Qur'an n hafalan
5. Isya-22.00: belajar di kelas ilmu kepesantrenan (kitab, nahwu sharaf dll)
Berkaitan pembayaran sdh didiskusikan dg pimpinan pesantren, banyak kemudahan
1. bisa tempo (mengingat kondisi kita blm stay scra ekonomi)
2. diajukan bantuan dr Baznas (badan amil zakat nasional)
3. Keasramaan tinggal di rumah berdampingan dg rumah. pengasuh..
Tersedia dr Mts- STKIP,
Pengasuhnya KH Satori, ketua MUI...
Insyaallah orangnya baik banget. Yang penting anak sekolah...masalh biaya n teknis lain belakangan.🙏
Beliau orang yg sangat bersahaja dan sederhana, membangun pesantren dg dana pribadi untuk umat (kebalikan banget dg dia).
Istri beliau orang DPRD.
Sumber : Klik di sini
Oleh : Djarot Wahyusantoso
WA dari ustadzah ttg pendidikan anak2 kita yg tidak tahan dg presure dari ..:
Kaitan sekolah, rujukan MTS-MA ada di yayasan Al Amin dg sistem pesantren, jika berminat nanti anak2 kita bawa dlu melihat n chek lokasi, tabayun, berminat apa tidak?..
masalah surat pindah, insyaallah aman. Masuk tidak harus mengulang dr awal, tinggal melanjutkan, sangat fleksibel. Bisa untuk Mts dan Ma.
Kegiatan belajar:
1 Pagi-siang: sekolah umum (belajar dikelas)
2. siang istirahat,
3. Ashar sd pk 17. Belajar tambahan, ekskul n olahraga,
4. magrib sd isya tahfidz Al-Qur'an n hafalan
5. Isya-22.00: belajar di kelas ilmu kepesantrenan (kitab, nahwu sharaf dll)
Berkaitan pembayaran sdh didiskusikan dg pimpinan pesantren, banyak kemudahan
1. bisa tempo (mengingat kondisi kita blm stay scra ekonomi)
2. diajukan bantuan dr Baznas (badan amil zakat nasional)
3. Keasramaan tinggal di rumah berdampingan dg rumah. pengasuh..
Tersedia dr Mts- STKIP,
Pengasuhnya KH Satori, ketua MUI...
Insyaallah orangnya baik banget. Yang penting anak sekolah...masalh biaya n teknis lain belakangan.🙏
Beliau orang yg sangat bersahaja dan sederhana, membangun pesantren dg dana pribadi untuk umat (kebalikan banget dg dia).
Istri beliau orang DPRD.
Sumber : Klik di sini
Wednesday, June 14, 2017
Undercover 58
TEROR MENTAL ITU SUDAH ADA SEJAK DULU
#alumnibersatu #alumnibersuara
Oleh : Boby Ibnu Rizal (Fortuned)
Ga akan ada tempat untuk pribadi dengan ide yang kreatif, innovatif bahkan yang berinisiatif tinggi, walaupun itu adalah untuk suatu program yang memajukan.
Semuanya harus sesuai hasil screening yang lolos kata "ijabah", untuk proses mendapat kata "ijabah" ini, sangat-sangat memakan waktu.
Yang tidak jarang pada akhirnya menjadikan kita tumpul ide, tumpul mental, tumpul perkembangan, dan tumpul semangat untuk berkembang dan mengembangkan, alias yowislah jago kandang ae....
Untuk jalin hubungan dengan luarpun yang sifatnya baik, harus lewat prosedural yang limit dan rumit, contoh kasus ekstra kurikuler "TAEKWONDO", saya ambil contoh dari ekskul yang saya geluti dan ikut bersame mengembangkan.
Karna rumit harus menunggu kepastian "proposal" dengan waktu yang tidak pasti, akhirnya ambil jalur belakang.
Ikut kompetisi diluar tanpa izin, hanya izin sakit yang memang pada saat itu paling memungkinkan untuk mendapatkan izin keluar komplek pendidikan dan alhamdulillah kita mendapatkan hasil bagus, dapat medali emas, perak tingkat Aliyah dan Tsanawiyah untuk tingkat Dojang Indramayu.
Kemudian kita baru lapor hasil bahwa kita dapat prestasi,dan barulah kata "ijabah" itu menjadi hal yang mudah untuk setiap kegiatan2 berikutnya. 10 tahun bukan waktu yang singkat jika bukan karna keikhlasan dan kesabaran para pahlawan olahraga ini, membawa Taekwondo sampai tingkat Nasional sampai hari ini, beliau adalah Sabeum Mochammad Udyiana Mulyadin, Sabeum M Hanafi, Sabeum Awang Dhamid, Sabeum Muhammad Rosidi, Almarhum Sabeum Munif Musthofa dan masih banyak sabeum dan sabeumnim yang belum bisa disebut.
10 tahun proses untuk mendapatkan akses kata "ijabah" didapat setelah berdiri TAEKWONDO AlZaytun dari tahun 2000, dulu goal kita adalah "go beijing", ternyata hanya angan-angan, go gantar dan go haurgelis saja sulit, apalagi "go beijing".
10 tahun menjadi atlit sekaligus wakli pelatih di Dojang Alzaytun sungguh-sungguh perjuangan, terus terang menjalani hanya sebagai tempat belajar dan mendidik generasi, semangat untuk menjadi Atlit hilang dan tidak ada karna semuanya harus diperjuangkan sendiri dengan fasilitas yang kita adakan sendiri dari hasil patungan bersama (pelatih dan atlit), semoga inisiatif patungan untuk membeli perangkat dan berlanjutnya ekskul ini tidak di tuding sebagai tindakan "korupsi".
10 tahun menjadi atlit sekaligus wakil pelatih adalah bukan jabatan yang basah, justru sebaliknya, sebagai pengurus harus mempunyai inisiatif meluangkan lebih banyak waktu dan materi untuk perkembangan assosiasi/ekstrakurikuler ini, bukan menerima melainkan mengeluarkan, karna memberi untuk kemajuan itu yang hati kami teriakan, berharap mendapat subsidi adalah hal yang mustahil karna kita bagian terkecil dari pendidikan swasta.
Jadi kalau semua bentuk inisiatif untuk memajukan organisasi ini disebut sebagai kegiatan yang mengandung "MAKAR", maka dimana letak makarnya???????seperti memperjuangkan pendidikan yang memiliki standard ISO karna kita selalu berbicara bahwa kita adalah alumni dari Al-Zaytun "International School", cita-cita mendunia bukan?bukan hanya tingkat nasional saja, jadi kenapa inisiatif baik selalu dibilang sesuatu yang tidak sesuai/manut atau keluar dari dan tujuan.
Sekarang saya bertanya, 1 kali saya ikut LITBANG, apakah ada garis besar haluan pondok untuk mengawal setiap program dari LITBANG?nonsen, rubah dan rubah sesuai ide pungut di jalan, tidak ada patokan 1-5 tahun fokus pada pengembangan program ini dan itu, semuanya hanya program pungut ide dijalan, kalau ada Garis Besar Haluan Yayasan kemudian muncul ide diluar dari GBHY itu barulah dapat disimpulkan keluar jalur atau sekarang dikenal dengan "MAKAR", lah ini GBHY saja tidak ada, lantas ada ide baik yang diajukan secara prosedural saja dibilang MAKAR, lantas bagaimana kami yang dulu diam2 ikut mengembangkan tanpa prosedur resmi diawal?????????????
Ini realita yang ada sampai detik hari ini. dan yang berbicara adalah pelaku sejarah, bukan orang kedua, ketiga atau orang yang hanya mendapat dan mendengar cerita kemudian banyak bicara seolah-olah dialah sumber utama dari keadaan dan masalah yang ada.
Dan ini terjadi di semua ekstakurikuler yang ada disana, baik dari akademi, seni budaya dan olahraga.
jangan menutup mata, telinga dan hati dari kenyataan yang kita tau bersama, untuk maju saja harus dihambat dengan prosedur yang tele-tele lie, jadi jangan pernah bermimpi terlalu tinggi dengan motto Toleransi dan Perdamaian.
Masih banyak yang saya ikuti dan pun masih sama halnya dengan TAEKWONDO, beberapa yang saya ikuti disana adalah :
AZTA (alzaytun taekwondo association)
AZFA (alzaytun football association) harus sirna mimpi masuk divisi III karna universitas yang kami cintai ternyata tidak terdaftar di dikti, miris!!!
PPUK (pandu pembela ummat dan kemanusiaan)
OPAZ (organisasi pelajar alzaytun)
KIF (kelompok ilmiah fisika)
MILA (markaz ihya lughotul arobiyah)
masih banyak ekskul yang tidak saya ikuti seperti BOM-Z, AZCEL, SIGMA, ROBOTIK dll.
masing-masing ekstrakurikuler memiliki cerita panjangnya masing-masing, semua diusung dengan inisiatif pendidik yang super kreatif, dengan pemikiran dan isi kepala yang brilian, bukan orang-orang sembarangan yang lulus dari institusi pendidikan ternama di Negara kita, penuh dedikasi yang sangat perduli terhadap perkembangan pelajar yang justru mirisnya adalah mereka yang sekarang "dibuang" karna di cap "MAKAR" dari 116 guru.
Saya dan banyak sahabat alumni adalah pelaku dari sejarah proses perjalanan dan perkembangan dari lembaga yang sangat kita sayangi ini, karna kita tau untuk membangun sebuah institusi pendidikan ini memakan banyak jasa dari golongan kita sendiri dan banyak donatur, jadi untuk apa dengan menceritakan hal seperti ini mengandung unsur untuk menghancurkan, justru kita ingin lembaga ini lebih baik dengan kepemimpinan yang baik dan sistem yang baik. bisa tabayyun karna saya punya semua dokumentasi bukan sekedar mendengar cerita kata orang.
#melawanlupa #melawankedzoliman #katakanhakwalauitumenyakitkan #bicarajujurdengandatadanfakta
Sumber : Klik di sini
#alumnibersatu #alumnibersuara
Oleh : Boby Ibnu Rizal (Fortuned)
Ga akan ada tempat untuk pribadi dengan ide yang kreatif, innovatif bahkan yang berinisiatif tinggi, walaupun itu adalah untuk suatu program yang memajukan.
Semuanya harus sesuai hasil screening yang lolos kata "ijabah", untuk proses mendapat kata "ijabah" ini, sangat-sangat memakan waktu.
Yang tidak jarang pada akhirnya menjadikan kita tumpul ide, tumpul mental, tumpul perkembangan, dan tumpul semangat untuk berkembang dan mengembangkan, alias yowislah jago kandang ae....
Untuk jalin hubungan dengan luarpun yang sifatnya baik, harus lewat prosedural yang limit dan rumit, contoh kasus ekstra kurikuler "TAEKWONDO", saya ambil contoh dari ekskul yang saya geluti dan ikut bersame mengembangkan.
Karna rumit harus menunggu kepastian "proposal" dengan waktu yang tidak pasti, akhirnya ambil jalur belakang.
Ikut kompetisi diluar tanpa izin, hanya izin sakit yang memang pada saat itu paling memungkinkan untuk mendapatkan izin keluar komplek pendidikan dan alhamdulillah kita mendapatkan hasil bagus, dapat medali emas, perak tingkat Aliyah dan Tsanawiyah untuk tingkat Dojang Indramayu.
Kemudian kita baru lapor hasil bahwa kita dapat prestasi,dan barulah kata "ijabah" itu menjadi hal yang mudah untuk setiap kegiatan2 berikutnya. 10 tahun bukan waktu yang singkat jika bukan karna keikhlasan dan kesabaran para pahlawan olahraga ini, membawa Taekwondo sampai tingkat Nasional sampai hari ini, beliau adalah Sabeum Mochammad Udyiana Mulyadin, Sabeum M Hanafi, Sabeum Awang Dhamid, Sabeum Muhammad Rosidi, Almarhum Sabeum Munif Musthofa dan masih banyak sabeum dan sabeumnim yang belum bisa disebut.
10 tahun proses untuk mendapatkan akses kata "ijabah" didapat setelah berdiri TAEKWONDO AlZaytun dari tahun 2000, dulu goal kita adalah "go beijing", ternyata hanya angan-angan, go gantar dan go haurgelis saja sulit, apalagi "go beijing".
10 tahun menjadi atlit sekaligus wakli pelatih di Dojang Alzaytun sungguh-sungguh perjuangan, terus terang menjalani hanya sebagai tempat belajar dan mendidik generasi, semangat untuk menjadi Atlit hilang dan tidak ada karna semuanya harus diperjuangkan sendiri dengan fasilitas yang kita adakan sendiri dari hasil patungan bersama (pelatih dan atlit), semoga inisiatif patungan untuk membeli perangkat dan berlanjutnya ekskul ini tidak di tuding sebagai tindakan "korupsi".
10 tahun menjadi atlit sekaligus wakil pelatih adalah bukan jabatan yang basah, justru sebaliknya, sebagai pengurus harus mempunyai inisiatif meluangkan lebih banyak waktu dan materi untuk perkembangan assosiasi/ekstrakurikuler ini, bukan menerima melainkan mengeluarkan, karna memberi untuk kemajuan itu yang hati kami teriakan, berharap mendapat subsidi adalah hal yang mustahil karna kita bagian terkecil dari pendidikan swasta.
Jadi kalau semua bentuk inisiatif untuk memajukan organisasi ini disebut sebagai kegiatan yang mengandung "MAKAR", maka dimana letak makarnya???????seperti memperjuangkan pendidikan yang memiliki standard ISO karna kita selalu berbicara bahwa kita adalah alumni dari Al-Zaytun "International School", cita-cita mendunia bukan?bukan hanya tingkat nasional saja, jadi kenapa inisiatif baik selalu dibilang sesuatu yang tidak sesuai/manut atau keluar dari dan tujuan.
Sekarang saya bertanya, 1 kali saya ikut LITBANG, apakah ada garis besar haluan pondok untuk mengawal setiap program dari LITBANG?nonsen, rubah dan rubah sesuai ide pungut di jalan, tidak ada patokan 1-5 tahun fokus pada pengembangan program ini dan itu, semuanya hanya program pungut ide dijalan, kalau ada Garis Besar Haluan Yayasan kemudian muncul ide diluar dari GBHY itu barulah dapat disimpulkan keluar jalur atau sekarang dikenal dengan "MAKAR", lah ini GBHY saja tidak ada, lantas ada ide baik yang diajukan secara prosedural saja dibilang MAKAR, lantas bagaimana kami yang dulu diam2 ikut mengembangkan tanpa prosedur resmi diawal?????????????
Ini realita yang ada sampai detik hari ini. dan yang berbicara adalah pelaku sejarah, bukan orang kedua, ketiga atau orang yang hanya mendapat dan mendengar cerita kemudian banyak bicara seolah-olah dialah sumber utama dari keadaan dan masalah yang ada.
Dan ini terjadi di semua ekstakurikuler yang ada disana, baik dari akademi, seni budaya dan olahraga.
jangan menutup mata, telinga dan hati dari kenyataan yang kita tau bersama, untuk maju saja harus dihambat dengan prosedur yang tele-tele lie, jadi jangan pernah bermimpi terlalu tinggi dengan motto Toleransi dan Perdamaian.
Masih banyak yang saya ikuti dan pun masih sama halnya dengan TAEKWONDO, beberapa yang saya ikuti disana adalah :
AZTA (alzaytun taekwondo association)
AZFA (alzaytun football association) harus sirna mimpi masuk divisi III karna universitas yang kami cintai ternyata tidak terdaftar di dikti, miris!!!
PPUK (pandu pembela ummat dan kemanusiaan)
OPAZ (organisasi pelajar alzaytun)
KIF (kelompok ilmiah fisika)
MILA (markaz ihya lughotul arobiyah)
masih banyak ekskul yang tidak saya ikuti seperti BOM-Z, AZCEL, SIGMA, ROBOTIK dll.
masing-masing ekstrakurikuler memiliki cerita panjangnya masing-masing, semua diusung dengan inisiatif pendidik yang super kreatif, dengan pemikiran dan isi kepala yang brilian, bukan orang-orang sembarangan yang lulus dari institusi pendidikan ternama di Negara kita, penuh dedikasi yang sangat perduli terhadap perkembangan pelajar yang justru mirisnya adalah mereka yang sekarang "dibuang" karna di cap "MAKAR" dari 116 guru.
Saya dan banyak sahabat alumni adalah pelaku dari sejarah proses perjalanan dan perkembangan dari lembaga yang sangat kita sayangi ini, karna kita tau untuk membangun sebuah institusi pendidikan ini memakan banyak jasa dari golongan kita sendiri dan banyak donatur, jadi untuk apa dengan menceritakan hal seperti ini mengandung unsur untuk menghancurkan, justru kita ingin lembaga ini lebih baik dengan kepemimpinan yang baik dan sistem yang baik. bisa tabayyun karna saya punya semua dokumentasi bukan sekedar mendengar cerita kata orang.
#melawanlupa #melawankedzoliman #katakanhakwalauitumenyakitkan #bicarajujurdengandatadanfakta
Sumber : Klik di sini
Subscribe to:
Comments (Atom)









































