DUL KEMIT THE SERIES 31.
Inisiatif Dibilang Pungli
Oleh : Arif Yosodipuro
Kekakuan dan kebuntuan birokrasi manajemen kyai Dul Kemit berdampak pada terbengkalainya ajuan-ajuan. Model manajemen yang sentralistik, solepower, autoleadership, selfautority, dsb Dul kemit terapkan dalam membangun kekuasaannya juga membuat kreatifitas jajaran di bawahnya terbungkam.
Dampak lainnya adalah banyak ajuan sudah tahunan entah sudah sampai kepada Dul Kemit atau belum, termasuk ajuan perbaikan dari pengurus asrama. Ajuan perbaikan yang sudah disampaikan berbulan-bulan bahkan tahunan belum juga mendapat tanggapan.
Mengingat mendesaknya keperluan di asrama yang harus segera difollow up-i maka pengurus asrama berinisiatif, mengajak para santri berswadana untuk perbaikan atau penggantian sapra di kamar masing-masing. Teknisnya, setiap anggota kamar menabung sebesar, katakanlah Rp40.000 untuk setahun. Menabungnya boleh bulanan atau kapan saja sampaii jumlahnya mencapai nominal tersebut.
Dana tersebut diadministrasikan oleh anggota kamar masing-masing. Misalnya, penggantian bola lampu, perbaikan kran dll. Mereka yang mencatat berapa uang keluar dan berapa saldo. Setiap kamar memiliki buku catatan sendiri-sendiri.
Inisiatif ini sudah dibicarakan dengan pengurus organisasi santri / MPS (Musyawarah Perwakilan Santri), juga disampaikan pengurus asrama dalam forum evaluasi jajaran BMG (Badan Musyawarah Guru). Yakni kepala madrasah, ketua ekskul, dan ketua asrama. Ide tersebut disepakati dan disetujui oleh Ketua BMG.
Namun, rupanya BMG belum menyampaikan hal tersebut kepada Dul Kemit, entah lupa atau takut nanti tidak disetujui. Empat bulanan berjalan, sampailah hal ini ke telinga Dul Kemit.
Mendengar dan mendapat laporan ada penarikan uang di asrama dari orang kepercayaannya, kyai Dul Kemit naik pitam, kebakaran rambut (maaf, jenggot dan kumisnya sudah dicukur), terlebih Dul Kemit memang sedang mencari-cari kelemahan guru yang bisa dibidik. Dengan lantang, Dul Kemit menyampaikan kemarahannya di masjid bakda shalat berjamaah di hadapan ribuan civitas akademika.
"Ada tarikan liar di asrama. Ini sama dengan PUNGLI. Ini perbuatan PUNGLI. Sekali lagi PUNGLI....Ini KORUPSI...." Teriak kyai Dul Kemit lantang penuh emosional yang ditahan, disembunyikan.
"Lho kok pungli, kang Encep? Kan uangnya dikelola oleh santri sendiri bukan dipakai oleh pengurus asrama." "Itulah kelicikan kyai Dul Kemit, kang Ujang. Asal tuduh saja karena sok sebagai penguasa." Kang Encep nyengir.
"Terus gimana Kang? "Ikuti The Series Berikutnya DIBILANG PUNGLI UJUNGNYA DIIKUTI...."
Sumber : Klik di sini
Thursday, July 13, 2017
Tuesday, July 11, 2017
Undercover 83
Cerita Kemaleman..
Oleh : Abdul Imanuddin
Nah, sekarang kita beralih ke cerita yang lebih mengharukan...
Jika DK adalah orang yang raja tega, maka istrinyapun tidak kalah jadi ratu tega...
Dulu, di pembibitan pertanian ditanam barisan pohon katuk yang selalu dirawat oleh karyawan pertanian ... Alhamdulillah pohon-pohon Katuk itupun tumbuh dengan subur ...
Setiap ada istri karyawan mana saja yang melahirkan, karyawan pembibitan tersebut selalu mempersilahkan istri karyawan yang baru melahirkan itu untuk mengkonsumsi sayur daun Katuk agar ASI nya lancar ...
Suatu hari, istri DK berkunjung ke pembibitan dan melihat barisan pohon Katuk yang subur ...
Istri DK bertanya kepada karyawan yang merawat pohon Katuk: "Selama ini daun Katuk ini dipakai untuk apa?" ...
Jawab Karyawan: "Sering dimanfaatkan oleh istri karyawan yang baru melahirkan Umi" ...
Istri DK kaget: "Apa??? ... Untuk istri karyawan???" ...
Jawab karyawan: "Benar Umi" ...
Kata istri DK: "Itu tidak boleh, karena pohon Katuk ini ditanam di Ma'had, disiram oleh air Ma'had dan dipupuk oleh pupuk Ma'had ...
Mulai sekarang istri karyawan tidak boleh lagi memetik daun katuk ini ...
Dan, daun katuk ini hanya untuk sapi yang baru melahirkan agar susu sapinya melimpah!!!"
Sumber : Klik di sini
Oleh : Abdul Imanuddin
Nah, sekarang kita beralih ke cerita yang lebih mengharukan...
Jika DK adalah orang yang raja tega, maka istrinyapun tidak kalah jadi ratu tega...
Dulu, di pembibitan pertanian ditanam barisan pohon katuk yang selalu dirawat oleh karyawan pertanian ... Alhamdulillah pohon-pohon Katuk itupun tumbuh dengan subur ...
Setiap ada istri karyawan mana saja yang melahirkan, karyawan pembibitan tersebut selalu mempersilahkan istri karyawan yang baru melahirkan itu untuk mengkonsumsi sayur daun Katuk agar ASI nya lancar ...
Suatu hari, istri DK berkunjung ke pembibitan dan melihat barisan pohon Katuk yang subur ...
Istri DK bertanya kepada karyawan yang merawat pohon Katuk: "Selama ini daun Katuk ini dipakai untuk apa?" ...
Jawab Karyawan: "Sering dimanfaatkan oleh istri karyawan yang baru melahirkan Umi" ...
Istri DK kaget: "Apa??? ... Untuk istri karyawan???" ...
Jawab karyawan: "Benar Umi" ...
Kata istri DK: "Itu tidak boleh, karena pohon Katuk ini ditanam di Ma'had, disiram oleh air Ma'had dan dipupuk oleh pupuk Ma'had ...
Mulai sekarang istri karyawan tidak boleh lagi memetik daun katuk ini ...
Dan, daun katuk ini hanya untuk sapi yang baru melahirkan agar susu sapinya melimpah!!!"
Sumber : Klik di sini
Undercover 82
Kisah Tragis di Hari Sabtu Haru...
Oleh : Abdul Imanuddin
Pengalaman getir shalat Jum'at dengan istri Dul Kemit.......
Setiap hari Jum'at di Ma'had pasti ramai oleh tamu, diantaranya wali santri ...
Entah itu wali santri yang hidupnya berkecukupan maupun yang hidupnya memprihatinkan......
Suatu Jum'at ada tamu wali santri dan santrinya yang hidupnya sangat memprihatinkan ......
Hal ini terlihat dari pakaian yang mereka kenakan, sungguh memprihatinkan......
Wali santri tersebut menemui salah seorang istri eksponen yang baik hati untuk mengutarakan keinginannya .......
Wali santri tersebut sangat mengagumi istri Dul Kemit yang terlihat cantik, lembut dan keibuan ......
Dia ingin shalat Jum'at berdekatan dengan istri Dul Kemit agar bisa bersalaman.....
Maka diajaklah wali santri tersebut shalat Jum'at berdekatan dengan istri Dul Kemit......
Begitu shalat Jum'at bubar, istri eksponen yang baik hati itu memperkenalkan wali santri
kepada istri Dul Kemit dengan penjelasan bahwa wali santri tersebut selama ini sangat mendambakan bertemu istri Dul Kemit.......
Apa reaksi istri Dul Kemit??? .........
Dengan mengernyitkan dahi dan berat hati, istri Dul Kemit mengulurkan tangan menerima cium tangan wali santri tersebut, dan bersegera berlalu dari tempat shalat Jum'at dengan menegur istri eksponen tersebut dengan berkata: "Itu siapa? Pakaianya gombal, seragam bukan, mukena juga bukan ........
Lain kali jangan sekali-kali lagi mengajak orang sembarangan dan mendekatkan duduk dengan Umi"
...... Istri eksponen yang mengajaknya itu hanya bisa terpana dan berkaca-kaca mendengar teguran istri Dul Kemit tersebut...
Sumber : Klik di sini
Oleh : Abdul Imanuddin
Pengalaman getir shalat Jum'at dengan istri Dul Kemit.......
Setiap hari Jum'at di Ma'had pasti ramai oleh tamu, diantaranya wali santri ...
Entah itu wali santri yang hidupnya berkecukupan maupun yang hidupnya memprihatinkan......
Suatu Jum'at ada tamu wali santri dan santrinya yang hidupnya sangat memprihatinkan ......
Hal ini terlihat dari pakaian yang mereka kenakan, sungguh memprihatinkan......
Wali santri tersebut menemui salah seorang istri eksponen yang baik hati untuk mengutarakan keinginannya .......
Wali santri tersebut sangat mengagumi istri Dul Kemit yang terlihat cantik, lembut dan keibuan ......
Dia ingin shalat Jum'at berdekatan dengan istri Dul Kemit agar bisa bersalaman.....
Maka diajaklah wali santri tersebut shalat Jum'at berdekatan dengan istri Dul Kemit......
Begitu shalat Jum'at bubar, istri eksponen yang baik hati itu memperkenalkan wali santri
kepada istri Dul Kemit dengan penjelasan bahwa wali santri tersebut selama ini sangat mendambakan bertemu istri Dul Kemit.......
Apa reaksi istri Dul Kemit??? .........
Dengan mengernyitkan dahi dan berat hati, istri Dul Kemit mengulurkan tangan menerima cium tangan wali santri tersebut, dan bersegera berlalu dari tempat shalat Jum'at dengan menegur istri eksponen tersebut dengan berkata: "Itu siapa? Pakaianya gombal, seragam bukan, mukena juga bukan ........
Lain kali jangan sekali-kali lagi mengajak orang sembarangan dan mendekatkan duduk dengan Umi"
...... Istri eksponen yang mengajaknya itu hanya bisa terpana dan berkaca-kaca mendengar teguran istri Dul Kemit tersebut...
Sumber : Klik di sini
DUL KEMIT THE SERIES 30
DUL KEMIT THE SERIES 30
Kekakuan dan Kebuntuan Birokrasi
Oleh : Arif Yosodipuro
Kebuntuan komunikasi dan birokrasi manajemen kyai Dul Kemit sangat dirasakan oleh semua jajaran di bawahnya. Birokrasi yang cenderung kaku dan monolog membuat bawahan Dul Kemit ketakutan, parahnya terbentuk stigma yang penting SELAMAT, di semua lini.
Misalnya, secara struktur, pengurus asrama memiliki akses langsung konsultasi dan komunikasi kepada Dul Kemit, namun kenyataanya hal tersebut tidak berjalan. Sehingga ketika ada ajuan dana atau perbaikan asrama, pengurus harus mengajukan melalui instansi di bawah manajemen Dul Kemit. Yakni dari pengurus asrama ke BMG (Badan Musyawarah Guru), kemudian BMG meneruskan ke bagian sarana prasarana kalau perbaikan dan pengadaan atau ke bagian keuangan kalau itu ajuan dana. Selanjutnya, bagian sapra atau keuangan mengajukan kepada Dul Kemit. Tapi, kalau ajuan tersebut berisiko dan berdampak diomeli Dul Kemit, bagian tadi mengembalikan ajuan kepada BMG dan meminta BMG untuk mengajukan langsung kepada kyai Dul Kemit.
Bisa dibilang mau tidak mau, BMG menjadi bamper akibat manajemen ketakutan. Setiap akan bertemu Dul Kemit bawaannya takut melulu. Takut dibentak-bentak, dimarahi, dipelototi, dan diomeli. Tidak ada standar baku atau SOP yang jelas dalam manajemen Dul Kemit. Model manajemennya SEMAU GUE, SAK KAREPKU, sesuai dengan mood Dul Kemit saat itu.
Jadi, jangan harap bisa bicara leluasa apalagi membantahnya. Sekali dianggap mbantah, seketika itu juga akan DIUSIR karena dianggap MBANGKANG.
Kebuntuan dan kekakuan birokrasi manajemen Dul Kemit tidak hanya dirasakan oleh bawahan yang ada di dalam pesantren saja tetapi juga dirasakan oleh koordinator donatur. Mereka harus menata diri berlapis-lapis sebelum menghadap kyai Dul Kemit. Ibaratnya, gemetar sebelum datang halilintar.
"Lho Kang, kok mereka pada bisa bertahan...? "Tiga kata yang menjadi sejata penakluknya - IBADAH, TAAT, IKHLAS. Tiga kata ini yang dijadikan tameng kalau ada yang beda pendapat. Maka mereka yang kritis langsung dicap GAK TAAT dan GAK IKHLAS. Seru kan.....?" Kang Ujang terbengong.
"Oh iya, satu lagi kang. Para koordinator donatur sudah menikmati hasil kang. Selain itu, mereka juga sudah disumpal oleh Dul Kemit dengan perlakuan istimewa. Begitulah cara Dul Kemit membangun kekuasaan. Istimewakan loyalis dan kuatkan keamanan. "Oalah...." kang Ujang menghela nafas. "Pantes siapa yang berani bersuara beda, gak peduli siapa, langsung DIUSIR..." "Ya gitulah kang manajemen Dul Kemit... MANAJEMEN SAK KAREPKU, SEMAU GUE..."
Kekakuan dan Kebuntuan Birokrasi
Oleh : Arif Yosodipuro
Kebuntuan komunikasi dan birokrasi manajemen kyai Dul Kemit sangat dirasakan oleh semua jajaran di bawahnya. Birokrasi yang cenderung kaku dan monolog membuat bawahan Dul Kemit ketakutan, parahnya terbentuk stigma yang penting SELAMAT, di semua lini.
Misalnya, secara struktur, pengurus asrama memiliki akses langsung konsultasi dan komunikasi kepada Dul Kemit, namun kenyataanya hal tersebut tidak berjalan. Sehingga ketika ada ajuan dana atau perbaikan asrama, pengurus harus mengajukan melalui instansi di bawah manajemen Dul Kemit. Yakni dari pengurus asrama ke BMG (Badan Musyawarah Guru), kemudian BMG meneruskan ke bagian sarana prasarana kalau perbaikan dan pengadaan atau ke bagian keuangan kalau itu ajuan dana. Selanjutnya, bagian sapra atau keuangan mengajukan kepada Dul Kemit. Tapi, kalau ajuan tersebut berisiko dan berdampak diomeli Dul Kemit, bagian tadi mengembalikan ajuan kepada BMG dan meminta BMG untuk mengajukan langsung kepada kyai Dul Kemit.
Bisa dibilang mau tidak mau, BMG menjadi bamper akibat manajemen ketakutan. Setiap akan bertemu Dul Kemit bawaannya takut melulu. Takut dibentak-bentak, dimarahi, dipelototi, dan diomeli. Tidak ada standar baku atau SOP yang jelas dalam manajemen Dul Kemit. Model manajemennya SEMAU GUE, SAK KAREPKU, sesuai dengan mood Dul Kemit saat itu.
Jadi, jangan harap bisa bicara leluasa apalagi membantahnya. Sekali dianggap mbantah, seketika itu juga akan DIUSIR karena dianggap MBANGKANG.
Kebuntuan dan kekakuan birokrasi manajemen Dul Kemit tidak hanya dirasakan oleh bawahan yang ada di dalam pesantren saja tetapi juga dirasakan oleh koordinator donatur. Mereka harus menata diri berlapis-lapis sebelum menghadap kyai Dul Kemit. Ibaratnya, gemetar sebelum datang halilintar.
"Lho Kang, kok mereka pada bisa bertahan...? "Tiga kata yang menjadi sejata penakluknya - IBADAH, TAAT, IKHLAS. Tiga kata ini yang dijadikan tameng kalau ada yang beda pendapat. Maka mereka yang kritis langsung dicap GAK TAAT dan GAK IKHLAS. Seru kan.....?" Kang Ujang terbengong.
"Oh iya, satu lagi kang. Para koordinator donatur sudah menikmati hasil kang. Selain itu, mereka juga sudah disumpal oleh Dul Kemit dengan perlakuan istimewa. Begitulah cara Dul Kemit membangun kekuasaan. Istimewakan loyalis dan kuatkan keamanan. "Oalah...." kang Ujang menghela nafas. "Pantes siapa yang berani bersuara beda, gak peduli siapa, langsung DIUSIR..." "Ya gitulah kang manajemen Dul Kemit... MANAJEMEN SAK KAREPKU, SEMAU GUE..."
Monday, July 10, 2017
Undercover 81
DINASTI SINDROM
(studi kasus eksistensi penguasa MAZ)
WRITTEN BY: ABU BAKAR AL AHMAR
Masih ingat bagaimana dinasti Ottoman mempertahankan eksistensinya?
Saat Ayah membunuh anak, dan saudara satu membunuh saudara lainnya serta anak keturunannya untuk mempertahankan eksistensi kekuatan dinasti Sulaiman I.
Tatkala Sulaiman I, memberi dukungan kepada Salim II (putranya) untuk menghabisi Bayazid (putranya) jika di kemudian hari sang pangeran melakukan pemberontakan. Insiden itu pun terjadi.
Bayazid akhirnya melancarkan perlawanan terhadap sultan. Pengeran Salim II pun ditugaskan untuk menumpas pemberontakan tersebut.
Pasukan Salim II dan Bayazid bertemu di Konya pada Mei 1559. Bagi Salim II, tidak ada pilihan lagi selain menghabisi saudara kandungnya tersebut. Setelah perang selama dua hari, pasukan Salim berhasil memperoleh kemenangan. Pada waktu itu, Bayazid dapat menyelamatkan nyawanya dan kemudian lari ke Amasya.
Namun, pada 1561, Bayazid bersama keempat anak laki-lakinya akhirnya dieksekusi oleh orang suruhan Salim II bernama Ali Agha. Pada saat yang sama, Sulaiman I juga memerintahkan eksekusi terhadap anak kelima Bayazid bersama istrinya di Bursa. “Dengan dibunuhnya Bayazid, maka Salim II tampil sebagai satu- satunya pewaris tahta kerajaan pada 1562,”
Jika dinasti terbentuk, maka akan berulang sejarah yang hampir sama kejadiannya di semua kerajaan, hal ini terlihat dan mulai nampak dengan apa yang terjadi di Al Zaytun.
Perhatikan!
Yayasan umat (bukan yayasan keluarga), karena didirikan dengan dana umat dan aspirasi pemikiran umat, sedikit demi sedikit bergeser menjadi milik keluarga, hal ini bisa dilihat dari struktur organisasi yang terbentuk saat ini, bergeser kepada anak istri bahkan menantunya.
Begitupun dengan surat-surat berharga milik yayasan, seperti surat tanah, surat kendaraan dan unit usaha lainnya, bergeser kepemilikannya menjadi milik pribadi keluarga dan keturunannya.
Begitupun dengan kebijakan, yang awalnya semua diputuskan berdasarkan musyawarah, sidang yang selalu dikawal oleh majlis syuro dan dewan syuro, kini kata mufakat lahir hanya dari satu mulut, satu suara, tak boleh yang lain.
Lahirnya bibit dinasti ini sebetulnya sudah nampak sejak awal berdirinya ma’had, tak dilibatkannya beberapa anak orang tua pendiri yayasan untuk ikut menjadi guru atau staf lainnya, seperti tak diikutkannya Iim ibrahim (anak H.abdul Khoir, orang tua dr jakarta) dan tak diundangnya Agus Faishol (anak dari Abdul Karim Hasan) untuk menjadi guru di lingkungan ma’had bahkan ketika hadir ke ma’hadpun, seluruh civitas dilarang untuk menemuinya, menjadi awal langkah untuk memuluskan eksistensi dinasti.
Semakin kokoh dinasti ini mempertahankan eksistensinya ketika mampu menendang Ajat Sudrajat (anak dari Haji Rais, pemimpin pengganti Abdul Karim Hasan) dan melarang Nurmila ( anak dari Abah Seno, orang tua pencetus ma’had) untuk menjadi salah seorang suplier dapur yayasan.
Kemudian gangguan bagi dinasti dari pihak lainnya yaitu dr pihak yang memiliki kedekatan khusus dengan Matlaul Anwar Menes Banten, yakni keluarga besar Abu Hanifah, Adik dan anaknya dianggap sebagai gangguan eksistensi dinasti, maka dengan tangan besinya, tanpa ampun mengusir mereka dengan cara pengecut (karena dilakukan dengan menggunakan tangan para bawahannya).
Kini hanya tersisa keturunan Bpk Mursyidi (keluarga pondok Aren), itupun mulai digulung sedikit demi sedikit.
Berawal dari bagaimana usth Neneng Khoiriyah (anak ke enam) ditendang keluar ma’had setelah difitnah dengan membocorkan rahasia yayasan, menyusul suaminya ,Agus yang diisyukan tidak amanah dengan entri data kas 2005, kemudian Ust Ahmad Lutfi (anak ke lima) yang menyusul usth Neneng Khoiriyah yang diskenariokan untuk keluar dari ma’had, dan baru-baru ini ust Ahmad Fahmi (anak ke tujuh) yang diusir dengan kasar tanpa penjelasan apapun.
Hanya tersisa 3 orang dari keturunan bpk. Mursyidi, yaitu Abdul Halim (sekretaris yayasan), Iskandar Saefullah (bendahara yayasan) dan Abdul Fatah (staf bendahara yayasan), saat ini berhembus kabar bahwa merekapun sudah dinonjobkan dari beberapa jabatan penting, bila skenario berjalan mulus, hanya menunggu saat yang tepat, mereka akan disingkirkan sedikit demi sedikit dari jabatan-jabatan fungsional dan tentunya akan diperlakukan sama dengan keturunan orang tua yang lainnya.
Nampaknya kali ini, mereka akan dipancing emosi dengan dibenturkan kepada ketua yayasan, yang tidak lain adalah sang putra mahkota, memiliki kepribadian mirip dengan Yazid bin Muawiyah.
Maka terputuslah semua keturunan orang tua, tak ada lagi keturunan Abdul Karim Hasan, Mursyidi, Abah Seno, tak ada lagi keturunan Haji Rais, Abdul Khoir, mbah kangkung, dan orang tua lainnya yang dengan tulus ikhlas berjuang mewujudkan sarana pendidikan ini dengan tetesan air mata, harta dan bahkan darah sekalipun.
Kemudian yang tersisa adalah para pengikut yang tak ada lagi hubung kaitnya dengan orang tua-orang tua para pendahulu, sehingga melenggangkan dinasti untuk berbuat, dan memiliki semua jerih payah ummat, maka berdirilah dinasti yang akan memberikan tongkat estafeta hanya kepada turunannya, jika ada yang mencoba mengusik visi besar dari dinasti (seperti kasus pengusiran 116 guru) maka segala macam cara akan ditempuh untuk memotong sema penghalang.
Apakah beralih masa khilafah kepada masa dinasti?
Eh ketinggian bicara khilafah, apakah akan berganti kepemilikan ummat menjadi kepemilikan perampok ummat?
Anda hanya menunggu dan akan menyaksikannya?
Atau anda mencegahnya?
Buktikan surat tanah yayasan sekarang atas nama siapa?
Buktikan surat kendaraan yayasan atas nama siapa?
Dan buktikan unit usaha yayasan (4 toko di res area, toko di cikopo, radio prima)atas nama siapa?
Mereka berdalih demi keamanan maka semua surat berharga atas nama yayasan, dibalik nama, menjadi milik pribadi, dan anda percaya?
Semoga Allah mengampuni kita semua.
#saveourmission
Sumber : Klik di sini
(studi kasus eksistensi penguasa MAZ)
WRITTEN BY: ABU BAKAR AL AHMAR
Masih ingat bagaimana dinasti Ottoman mempertahankan eksistensinya?
Saat Ayah membunuh anak, dan saudara satu membunuh saudara lainnya serta anak keturunannya untuk mempertahankan eksistensi kekuatan dinasti Sulaiman I.
Tatkala Sulaiman I, memberi dukungan kepada Salim II (putranya) untuk menghabisi Bayazid (putranya) jika di kemudian hari sang pangeran melakukan pemberontakan. Insiden itu pun terjadi.
Bayazid akhirnya melancarkan perlawanan terhadap sultan. Pengeran Salim II pun ditugaskan untuk menumpas pemberontakan tersebut.
Pasukan Salim II dan Bayazid bertemu di Konya pada Mei 1559. Bagi Salim II, tidak ada pilihan lagi selain menghabisi saudara kandungnya tersebut. Setelah perang selama dua hari, pasukan Salim berhasil memperoleh kemenangan. Pada waktu itu, Bayazid dapat menyelamatkan nyawanya dan kemudian lari ke Amasya.
Namun, pada 1561, Bayazid bersama keempat anak laki-lakinya akhirnya dieksekusi oleh orang suruhan Salim II bernama Ali Agha. Pada saat yang sama, Sulaiman I juga memerintahkan eksekusi terhadap anak kelima Bayazid bersama istrinya di Bursa. “Dengan dibunuhnya Bayazid, maka Salim II tampil sebagai satu- satunya pewaris tahta kerajaan pada 1562,”
Jika dinasti terbentuk, maka akan berulang sejarah yang hampir sama kejadiannya di semua kerajaan, hal ini terlihat dan mulai nampak dengan apa yang terjadi di Al Zaytun.
Perhatikan!
Yayasan umat (bukan yayasan keluarga), karena didirikan dengan dana umat dan aspirasi pemikiran umat, sedikit demi sedikit bergeser menjadi milik keluarga, hal ini bisa dilihat dari struktur organisasi yang terbentuk saat ini, bergeser kepada anak istri bahkan menantunya.
Begitupun dengan surat-surat berharga milik yayasan, seperti surat tanah, surat kendaraan dan unit usaha lainnya, bergeser kepemilikannya menjadi milik pribadi keluarga dan keturunannya.
Begitupun dengan kebijakan, yang awalnya semua diputuskan berdasarkan musyawarah, sidang yang selalu dikawal oleh majlis syuro dan dewan syuro, kini kata mufakat lahir hanya dari satu mulut, satu suara, tak boleh yang lain.
Lahirnya bibit dinasti ini sebetulnya sudah nampak sejak awal berdirinya ma’had, tak dilibatkannya beberapa anak orang tua pendiri yayasan untuk ikut menjadi guru atau staf lainnya, seperti tak diikutkannya Iim ibrahim (anak H.abdul Khoir, orang tua dr jakarta) dan tak diundangnya Agus Faishol (anak dari Abdul Karim Hasan) untuk menjadi guru di lingkungan ma’had bahkan ketika hadir ke ma’hadpun, seluruh civitas dilarang untuk menemuinya, menjadi awal langkah untuk memuluskan eksistensi dinasti.
Semakin kokoh dinasti ini mempertahankan eksistensinya ketika mampu menendang Ajat Sudrajat (anak dari Haji Rais, pemimpin pengganti Abdul Karim Hasan) dan melarang Nurmila ( anak dari Abah Seno, orang tua pencetus ma’had) untuk menjadi salah seorang suplier dapur yayasan.
Kemudian gangguan bagi dinasti dari pihak lainnya yaitu dr pihak yang memiliki kedekatan khusus dengan Matlaul Anwar Menes Banten, yakni keluarga besar Abu Hanifah, Adik dan anaknya dianggap sebagai gangguan eksistensi dinasti, maka dengan tangan besinya, tanpa ampun mengusir mereka dengan cara pengecut (karena dilakukan dengan menggunakan tangan para bawahannya).
Kini hanya tersisa keturunan Bpk Mursyidi (keluarga pondok Aren), itupun mulai digulung sedikit demi sedikit.
Berawal dari bagaimana usth Neneng Khoiriyah (anak ke enam) ditendang keluar ma’had setelah difitnah dengan membocorkan rahasia yayasan, menyusul suaminya ,Agus yang diisyukan tidak amanah dengan entri data kas 2005, kemudian Ust Ahmad Lutfi (anak ke lima) yang menyusul usth Neneng Khoiriyah yang diskenariokan untuk keluar dari ma’had, dan baru-baru ini ust Ahmad Fahmi (anak ke tujuh) yang diusir dengan kasar tanpa penjelasan apapun.
Hanya tersisa 3 orang dari keturunan bpk. Mursyidi, yaitu Abdul Halim (sekretaris yayasan), Iskandar Saefullah (bendahara yayasan) dan Abdul Fatah (staf bendahara yayasan), saat ini berhembus kabar bahwa merekapun sudah dinonjobkan dari beberapa jabatan penting, bila skenario berjalan mulus, hanya menunggu saat yang tepat, mereka akan disingkirkan sedikit demi sedikit dari jabatan-jabatan fungsional dan tentunya akan diperlakukan sama dengan keturunan orang tua yang lainnya.
Nampaknya kali ini, mereka akan dipancing emosi dengan dibenturkan kepada ketua yayasan, yang tidak lain adalah sang putra mahkota, memiliki kepribadian mirip dengan Yazid bin Muawiyah.
Maka terputuslah semua keturunan orang tua, tak ada lagi keturunan Abdul Karim Hasan, Mursyidi, Abah Seno, tak ada lagi keturunan Haji Rais, Abdul Khoir, mbah kangkung, dan orang tua lainnya yang dengan tulus ikhlas berjuang mewujudkan sarana pendidikan ini dengan tetesan air mata, harta dan bahkan darah sekalipun.
Kemudian yang tersisa adalah para pengikut yang tak ada lagi hubung kaitnya dengan orang tua-orang tua para pendahulu, sehingga melenggangkan dinasti untuk berbuat, dan memiliki semua jerih payah ummat, maka berdirilah dinasti yang akan memberikan tongkat estafeta hanya kepada turunannya, jika ada yang mencoba mengusik visi besar dari dinasti (seperti kasus pengusiran 116 guru) maka segala macam cara akan ditempuh untuk memotong sema penghalang.
Apakah beralih masa khilafah kepada masa dinasti?
Eh ketinggian bicara khilafah, apakah akan berganti kepemilikan ummat menjadi kepemilikan perampok ummat?
Anda hanya menunggu dan akan menyaksikannya?
Atau anda mencegahnya?
Buktikan surat tanah yayasan sekarang atas nama siapa?
Buktikan surat kendaraan yayasan atas nama siapa?
Dan buktikan unit usaha yayasan (4 toko di res area, toko di cikopo, radio prima)atas nama siapa?
Mereka berdalih demi keamanan maka semua surat berharga atas nama yayasan, dibalik nama, menjadi milik pribadi, dan anda percaya?
Semoga Allah mengampuni kita semua.
#saveourmission
Sumber : Klik di sini
Undercover 80
Surat Terbuka Untuk
YAB Panji Gumilang
Yang konon Katanya kepengen disebut dengan Panggilan Syakh
Oleh : Muhammad Faishol Rahman (SWAT)
Alhamdulillah...
Saya berhasil masuk kedalam Ma'had tanpa pengawalan ketat dari Anjing Herder Anda yang sedang memeletkan lidahnya di gerbang Gate.
Dan hari ini tepatnya tadi pagi saat acara pembukaan pembelajaran bersama seluruh civitas akademika Ma'had Al-Zaytun saya bisa menyaksikan anda berdiri sambil berpidato di depan audiens dengan Angkuh ,Congkak, Sombong serta Pongahnya di depan para Pengurus Yayasan, Majelis Guru, Asatidz Wal Asatidzah dan juga seluruh para Santri.
Anda itu sudah tua bahkan sudah Batu tanah
Dan waktu anda hidup di dunia ini sudah tidak lama
Sudah lebih baik anda hentikan provokasi sana sini yang tiada henti memfitnah serta menjelekkan 116 guru di depan Civitas Akademika Ponpes Ma'had Al-Zaytun.
Terutama khususnya para santri.
Seakan-akan anda ini mengajarkan bahwa orang-orang yang sudah anda tendang (termasuk 116 guru) ingin menghancurkan Ma'had.
Mana buktinya...???
Mana datanya...???
Valid atau tidak.....????
Anda mengatakan kalau ada masalah wajib kita hadapi dan jangan lari
(Lah wong 116 guru mengajak duduk bersama saja anda malah tidak mau menemui bahkan menutup pintu gerbang)
Anda itu seharusnya sudah memikirkan untuk bekal kematian...
Harta yang anda tumpuk dari hasil mengeruk dana Umat tidak akan bisa anda bawa ke liang Lahat.
Anda itu semakin tua semakin ke kanak-kanakan.
Sudah...
Mumpung hari ini masih di berikan nafas serta umur yang manfaat lebih baik anda gunakan untuk bertaubat.
Jangan lagi membuat kegaduhan..
Jangan lagi membuat perpecahan dan jangan lagi membuat provokasi sana sini tiada henti.
Saya sudah berbicara panjang lebar dengan salah satu Ulama sepuh yang kenal dengan anda dan tau bagaimana karakter anda..
Kepada saya beliau menitipkan pesan untuk diri anda
" anda di minta untuk banyak2 beristighfar mohon ampun kepada Allah Swt serta memperbanyak shalat sunnah taubat sebelum ajal menjemput anda , belajar menerima masukan walaupun yang memberi masukan usianya lebih muda dari anda,
tanpa didikan seorang guru anda tidak akan bisa seperti ini
sayang saja dulu anda tidak menghormati guru tempat dimana anda menimba ilmu agama. "
Ttd
20050096
Sumber : Klik di sini
YAB Panji Gumilang
Yang konon Katanya kepengen disebut dengan Panggilan Syakh
Oleh : Muhammad Faishol Rahman (SWAT)
Alhamdulillah...
Saya berhasil masuk kedalam Ma'had tanpa pengawalan ketat dari Anjing Herder Anda yang sedang memeletkan lidahnya di gerbang Gate.
Dan hari ini tepatnya tadi pagi saat acara pembukaan pembelajaran bersama seluruh civitas akademika Ma'had Al-Zaytun saya bisa menyaksikan anda berdiri sambil berpidato di depan audiens dengan Angkuh ,Congkak, Sombong serta Pongahnya di depan para Pengurus Yayasan, Majelis Guru, Asatidz Wal Asatidzah dan juga seluruh para Santri.
Anda itu sudah tua bahkan sudah Batu tanah
Dan waktu anda hidup di dunia ini sudah tidak lama
Sudah lebih baik anda hentikan provokasi sana sini yang tiada henti memfitnah serta menjelekkan 116 guru di depan Civitas Akademika Ponpes Ma'had Al-Zaytun.
Terutama khususnya para santri.
Seakan-akan anda ini mengajarkan bahwa orang-orang yang sudah anda tendang (termasuk 116 guru) ingin menghancurkan Ma'had.
Mana buktinya...???
Mana datanya...???
Valid atau tidak.....????
Anda mengatakan kalau ada masalah wajib kita hadapi dan jangan lari
(Lah wong 116 guru mengajak duduk bersama saja anda malah tidak mau menemui bahkan menutup pintu gerbang)
Anda itu seharusnya sudah memikirkan untuk bekal kematian...
Harta yang anda tumpuk dari hasil mengeruk dana Umat tidak akan bisa anda bawa ke liang Lahat.
Anda itu semakin tua semakin ke kanak-kanakan.
Sudah...
Mumpung hari ini masih di berikan nafas serta umur yang manfaat lebih baik anda gunakan untuk bertaubat.
Jangan lagi membuat kegaduhan..
Jangan lagi membuat perpecahan dan jangan lagi membuat provokasi sana sini tiada henti.
Saya sudah berbicara panjang lebar dengan salah satu Ulama sepuh yang kenal dengan anda dan tau bagaimana karakter anda..
Kepada saya beliau menitipkan pesan untuk diri anda
" anda di minta untuk banyak2 beristighfar mohon ampun kepada Allah Swt serta memperbanyak shalat sunnah taubat sebelum ajal menjemput anda , belajar menerima masukan walaupun yang memberi masukan usianya lebih muda dari anda,
tanpa didikan seorang guru anda tidak akan bisa seperti ini
sayang saja dulu anda tidak menghormati guru tempat dimana anda menimba ilmu agama. "
Ttd
20050096
Sumber : Klik di sini
DUL KEMIT THE SERIES 29
DUL KEMIT THE SERIES 29.
Hasutan di Awal Tahun Pembelajaran
Oleh : Arif Yosodipuro
Para santri berdatangan kembali ke pesantren Dul Kemit setelah masa libur semester. Keesokannya, mereka berkumpul di sebuah pertemuan yang bertempat di dalam masjid pada acara pembukaan pembelajaran.
Acara yang digelar setiap tahun di awal pembelajaran itu tampak meriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, gak ada hal yang beda, pidato arahan kyai Dul Kemit menjadi acara inti. Setelah disilakan sang pembawa acata, Kyai Dul Kemit menuju mimbar dengan khasnya pakaian necis berkacamata hitam.
Usai mengucapkan salam, kyai Dul Kemit mulai berpidato. Hadirin tampak antusias, terutama wali santri yang anaknya baru masuk, ingin mendengar wejangan sang kyai idolanya. Namun apa lacur, pidato kyai Dul Kemit tak sesuai dengan harapan mereka. Isinya bukan masalah motivasi pembelajaran, tetapi HASUTAN dan PENANAMAN KEBENCIAN DINI terhadap guru yang ia lebeli GURU MERAH, dipecat sewenang-wenang, di hadapan ribuan anak yang masih polos. Dia bilang guru merah itu ingin menghancurkan pesantren.
"Jangan diisi otak anak-anak dengan yang negatif. Jangan seperti guru-guru yang pergi dan negatif bersama-sama. Jangan satu kalipun yang ada di sini berpikiran negatif. Jika ada maka sekarang inipun silakan pergi. Siapapun jangan ada yang punya pikiran untuk menghancurkan pesantren. Jangan pernah berpikir, sudah terlambat. Pesantren sudah punya monumen. Jika anda ingin menghancurkan pesantren, hancurkanlah bangunan monumen maka anda baru bisa menghancurkan pesantren. Hati-hati jangan sampai seperti guru-guru kemarin." Kata kyai Dul Kemit bersemangat.
"Lho kok gitu Kang Encep? Bukannya guru-guru DIUSIR....?" "Iya. Nggak tahu kyai mgomongnya gitu. Padahal guru-guru itu tidak pergi tetapi DIUSIR. Infonya nich, guru yang sedang tugas piket masa libur saja didatangi oleh empat keamanan, bahkan ada yang 10 orang, dan seorang pengurus. Mereka disuruh keluar pesantren, DIUSIR.....Sekali lagi ya...DIUSIR. Dan anehnya lagi ketika guru-guru datang ke pesantren untuk bertugas mereka dihadang oleh ratusan orang, keamanan pesantren dan orang yang guru tidak kenal, kang." "Oalah.. kok gitu ya kyai Dul Kemit."
Sumber : Klik di sini
Hasutan di Awal Tahun Pembelajaran
Oleh : Arif Yosodipuro
Acara yang digelar setiap tahun di awal pembelajaran itu tampak meriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, gak ada hal yang beda, pidato arahan kyai Dul Kemit menjadi acara inti. Setelah disilakan sang pembawa acata, Kyai Dul Kemit menuju mimbar dengan khasnya pakaian necis berkacamata hitam.
Usai mengucapkan salam, kyai Dul Kemit mulai berpidato. Hadirin tampak antusias, terutama wali santri yang anaknya baru masuk, ingin mendengar wejangan sang kyai idolanya. Namun apa lacur, pidato kyai Dul Kemit tak sesuai dengan harapan mereka. Isinya bukan masalah motivasi pembelajaran, tetapi HASUTAN dan PENANAMAN KEBENCIAN DINI terhadap guru yang ia lebeli GURU MERAH, dipecat sewenang-wenang, di hadapan ribuan anak yang masih polos. Dia bilang guru merah itu ingin menghancurkan pesantren.
"Jangan diisi otak anak-anak dengan yang negatif. Jangan seperti guru-guru yang pergi dan negatif bersama-sama. Jangan satu kalipun yang ada di sini berpikiran negatif. Jika ada maka sekarang inipun silakan pergi. Siapapun jangan ada yang punya pikiran untuk menghancurkan pesantren. Jangan pernah berpikir, sudah terlambat. Pesantren sudah punya monumen. Jika anda ingin menghancurkan pesantren, hancurkanlah bangunan monumen maka anda baru bisa menghancurkan pesantren. Hati-hati jangan sampai seperti guru-guru kemarin." Kata kyai Dul Kemit bersemangat.
"Lho kok gitu Kang Encep? Bukannya guru-guru DIUSIR....?" "Iya. Nggak tahu kyai mgomongnya gitu. Padahal guru-guru itu tidak pergi tetapi DIUSIR. Infonya nich, guru yang sedang tugas piket masa libur saja didatangi oleh empat keamanan, bahkan ada yang 10 orang, dan seorang pengurus. Mereka disuruh keluar pesantren, DIUSIR.....Sekali lagi ya...DIUSIR. Dan anehnya lagi ketika guru-guru datang ke pesantren untuk bertugas mereka dihadang oleh ratusan orang, keamanan pesantren dan orang yang guru tidak kenal, kang." "Oalah.. kok gitu ya kyai Dul Kemit."
Sumber : Klik di sini
Subscribe to:
Posts (Atom)






