Thursday, July 13, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 31

DUL KEMIT THE SERIES 31. 
Inisiatif Dibilang Pungli
Oleh : Arif Yosodipuro



Kekakuan dan kebuntuan birokrasi manajemen kyai Dul Kemit berdampak pada terbengkalainya ajuan-ajuan. Model manajemen yang sentralistik, solepower, autoleadership, selfautority, dsb Dul kemit terapkan dalam membangun kekuasaannya juga membuat kreatifitas jajaran di bawahnya terbungkam.

Dampak lainnya adalah banyak ajuan sudah tahunan entah sudah sampai kepada Dul Kemit atau belum, termasuk ajuan perbaikan dari pengurus asrama. Ajuan perbaikan yang sudah disampaikan berbulan-bulan bahkan tahunan belum juga mendapat tanggapan.

Mengingat mendesaknya keperluan di asrama yang harus segera difollow up-i maka pengurus asrama berinisiatif, mengajak para santri berswadana untuk perbaikan atau penggantian sapra di kamar masing-masing. Teknisnya, setiap anggota kamar menabung sebesar, katakanlah Rp40.000 untuk setahun. Menabungnya boleh bulanan atau kapan saja sampaii jumlahnya mencapai nominal tersebut.

Dana tersebut diadministrasikan oleh anggota kamar masing-masing. Misalnya, penggantian bola lampu, perbaikan kran dll. Mereka yang mencatat berapa uang keluar dan berapa saldo. Setiap kamar memiliki buku catatan sendiri-sendiri. 

Inisiatif ini sudah dibicarakan dengan pengurus organisasi santri / MPS (Musyawarah Perwakilan Santri), juga disampaikan pengurus asrama dalam forum evaluasi jajaran BMG (Badan Musyawarah Guru). Yakni kepala madrasah, ketua ekskul, dan ketua asrama. Ide tersebut disepakati dan disetujui oleh Ketua BMG.
Namun, rupanya BMG belum menyampaikan hal tersebut kepada Dul Kemit, entah lupa atau takut nanti tidak disetujui. Empat bulanan berjalan, sampailah hal ini ke telinga Dul Kemit.

Mendengar dan mendapat laporan ada penarikan uang di asrama dari orang kepercayaannya, kyai Dul Kemit naik pitam, kebakaran rambut (maaf, jenggot dan kumisnya sudah dicukur), terlebih Dul Kemit memang sedang mencari-cari kelemahan guru yang bisa dibidik. Dengan lantang, Dul Kemit menyampaikan kemarahannya di masjid bakda shalat berjamaah di hadapan ribuan civitas akademika. 

"Ada tarikan liar di asrama. Ini sama dengan PUNGLI. Ini perbuatan PUNGLI. Sekali lagi PUNGLI....Ini KORUPSI...." Teriak kyai Dul Kemit lantang penuh emosional yang ditahan, disembunyikan.

"Lho kok pungli, kang Encep? Kan uangnya dikelola oleh santri sendiri bukan dipakai oleh pengurus asrama." "Itulah kelicikan kyai Dul Kemit, kang Ujang. Asal tuduh saja karena sok sebagai penguasa." Kang Encep nyengir. 

"Terus gimana Kang? "Ikuti The Series Berikutnya DIBILANG PUNGLI UJUNGNYA DIIKUTI...."

Sumber : Klik di sini

No comments:

Post a Comment