Oleh : Djarot Wahyusantoso
Informasi dari kawan2 :
Pengengerahan masa jammasser ke ma'had yg hanya bengang bengong tiada kerjaan membuat jammaser semakin stress
Kegiatan piket untuk menakut2 guru, dampaknya cukup melelahkan para kordinator. Terlebih lagi guru2 bukan semakin takut, bahkan semakin berani, semakin banyak pendukungnya hingga k tingkat propinsi/ wilayah.
Koordinator sdh kesulitan membagi jadwal petugas piket untuk menakutin itu, karena nguras tenaga, fikiran dan dana...
Belum lama ini ada pembahasan di kordinator propinsi: mengatakan bahwa gerakan guru sangat besar dampaknya terhadap kekuatan '' para jamaser'' karena di motori oleh guru2 yg berdedikasi tinggi, berasal dari orang - orang yang berasal dari dalam komplek ma'had, yang selama ini menjadi penggerak pendidikan.
Dan hampir setiap hari laporan utama para kordinator tentang perkembangan gerakan para guru ....berefek kepada tuntutan jammaser untuk menambah trs setoran jammasnya.
Ultimatumnya kepada anggota jamaser
"Yg tdk ikut acara dan tdk nambah mk tdk akan terdftr jd umat..."
Instruksi dalam maz (sbgi power show): kepada ......... wajib ikut latihan sepeda & diabsen, memamerkan diri, sehingga terlihat di kalangan wali santri di dalam kompak.
Padahal realitanya kegundahan terbaca dari setiap sikap yg diambil.
Al hasyr 14..
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment