Tuesday, July 11, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 30

DUL KEMIT THE SERIES 30
Kekakuan dan Kebuntuan Birokrasi
Oleh : Arif Yosodipuro



     Kebuntuan komunikasi dan birokrasi manajemen kyai Dul Kemit sangat dirasakan oleh semua jajaran di bawahnya. Birokrasi yang cenderung kaku dan monolog membuat bawahan Dul Kemit ketakutan, parahnya terbentuk stigma yang penting SELAMAT, di semua lini.

     Misalnya, secara struktur, pengurus asrama memiliki akses langsung konsultasi dan komunikasi kepada Dul Kemit, namun kenyataanya  hal tersebut tidak berjalan. Sehingga ketika ada ajuan dana atau perbaikan asrama, pengurus harus mengajukan melalui instansi di bawah manajemen Dul Kemit. Yakni dari pengurus asrama ke BMG (Badan Musyawarah Guru), kemudian BMG meneruskan ke bagian sarana prasarana kalau perbaikan dan pengadaan atau ke bagian keuangan kalau itu ajuan dana. Selanjutnya, bagian sapra atau keuangan mengajukan kepada Dul Kemit. Tapi, kalau ajuan tersebut berisiko dan berdampak diomeli Dul Kemit, bagian tadi mengembalikan ajuan kepada BMG dan meminta BMG untuk mengajukan langsung kepada kyai Dul Kemit.

     Bisa dibilang mau tidak mau, BMG menjadi bamper akibat manajemen ketakutan. Setiap akan bertemu Dul Kemit bawaannya takut melulu. Takut dibentak-bentak, dimarahi, dipelototi, dan diomeli. Tidak ada standar baku atau SOP yang jelas dalam manajemen Dul Kemit. Model manajemennya SEMAU GUE, SAK KAREPKU, sesuai dengan mood Dul Kemit saat itu.

     Jadi, jangan harap bisa bicara leluasa apalagi membantahnya. Sekali dianggap mbantah, seketika itu juga akan DIUSIR karena dianggap MBANGKANG.

     Kebuntuan dan kekakuan birokrasi manajemen Dul Kemit tidak hanya dirasakan oleh bawahan yang ada di dalam pesantren saja tetapi juga dirasakan oleh koordinator donatur. Mereka harus menata diri berlapis-lapis sebelum menghadap kyai Dul Kemit. Ibaratnya, gemetar sebelum datang halilintar.

     "Lho Kang, kok mereka pada bisa bertahan...? "Tiga kata yang menjadi sejata penakluknya - IBADAH, TAAT, IKHLAS. Tiga kata ini yang dijadikan tameng kalau ada yang beda pendapat. Maka mereka yang kritis langsung dicap GAK TAAT dan GAK IKHLAS. Seru kan.....?" Kang Ujang terbengong. 

     "Oh iya, satu lagi kang. Para koordinator donatur sudah menikmati hasil kang. Selain itu, mereka juga sudah disumpal oleh Dul Kemit dengan perlakuan istimewa. Begitulah cara Dul Kemit membangun kekuasaan. Istimewakan loyalis dan kuatkan keamanan. "Oalah...." kang Ujang menghela nafas. "Pantes siapa yang berani bersuara beda, gak peduli siapa, langsung DIUSIR..." "Ya gitulah kang manajemen Dul Kemit... MANAJEMEN SAK KAREPKU, SEMAU GUE..."

No comments:

Post a Comment