Wednesday, June 14, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 26

DUL KEMIT THE SERIES 26. 
Kalah Start
Oleh : Arif Yosodipuro

Kedekatan kyai Dul Kemit dengan Jahe Merah semakin hari semakin asyik dan asyoi. Kebersamaan dan keberduaan sering ditunjukkan dalam sebuah kemasan. Seperti, bersepeda, joging atau jalan sehat, atau saat settingan Jahe Merah laporan.

Bincang mesra dan canda tawa tampak mewarnai pertemuan mereka berdua. Tatap mata penuh gelora cinta sering terpancar dalam pandangan. Senyum simpul nan manja pun kadang diumbar oleh sang Jahe Merah seolah pertanda memberi harapan dan sinyal persetujuan.
Kabar kedekatan kyai Dul Kemit dengan Jahe Merah bukanlah hal baru dan aneh di kalangan keluarganya karena ternyata putra sulung kyai, gus Memet, sudah lebih dulu melakukan poligami. Kyai Dul Kemit kalah start.

Tak tanggung-tanggung. Kalau kyai Dul Kemit masih malu-malu dan ditutup-tutupi, sedangkan gus Memet sudah TIGA dan terang-terangan. Gak percaya...? Foto ijab qabul pada pernikahan dengan isteri baru ke sekian kalinya ada yang dimuat dalam sebuah blog atau website.
"Masa sih kang Encep, jangan-jangan itu berita bohong? atau malah dianggap hoax, dan fitnah?" tanya kang Ujang kurang percaya. "Betul kang. Ada juga isteri madunya yang ikut ngajar di pesantren." 

Kang Encep mencibirkan bibirnya. "Bapak anak sama aja. Masa donatur empot-empotan, karyawan sampai rela dibayar kecil demi pesantren. Eh kyai dan anaknya malah bergendak ria mengumpulkan wanita. Pimpinan macam apa itu...?"

"Eh jangan gitu kang, nanti dibilang makar lho, khianat, kafir atau malah disamakan dengan iblis," kang Ujang mengingatkan. "Biarin, terserah mau dibilang apa. Memang kenyataannya begitu." Kata kang Encep pasang badan.

Tuesday, June 13, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 25

DUL KEMIT THE SERIES 25. 
Misteri Warung "Mbah Kakong"
Oleh : Arif Yosodipuro



Lambat laun sikap dan perhatian kyai Dul Kemit kepada Jahe Merah semakin menarik perhatian warga pesantren. Kedekatan di antara keduanya bertambah kentara.

Mereka pun semakin penasaran. Rasa penasaran yang begitu tak bisa dibendung membuat beberapa orang warga mencoba mencari tahu, bukan sekadar isu. Kabar yang mencuat ke permukaan menunjukkan bahwa kyai Dul Kemit membeli sebuah warung tidak jauh dari pesantren. 

Mereka mampir di sebuah warung sekitar depan warung "Mbah Kakong." Investigasi dimuali. Mereka berbincang dengan pemilik warung. Usut punya usut, diperoleh informasi bahwa warung "Mbah Kakong" yang katanya dibeli kyai Dul Kemit itu ternyata milik orangtua Jahe Merah.

"Iya, sejak jadi simpenan pimpinan pesantren sekarang beda. Kerudungnya dulu panjang, sekarang dandananya seksi, naik turun mobil. Rumah orangtuanya juga dibangun. Sekarang bagus." Kata pemilik warung memberi informasi secara rinci.
"O...gitu...?" komentar kang Ujang. "Modus kang Ujang. Biar gak mencolok, maka modusnya warung dibeli atau dikontrak sehingga warga pesantren gak curiga." "Iya, iya. Taktis kyai Dul Kemit." Kang Ujang menganguk-angguk.

Berikut Foto2 & Komentar yang menyertainya :



















Wednesday, June 7, 2017

Undercover 57

Kontroversi Buktah Gangga (Alumni Angkatan Ke-3)
Oleh : Ahmad Fahmi M.M.




بسم الله الرحمن الرحيم

SURAT PERNYATAAN
Kepada: seluruh alumni alzaytun angkatan 3 (Gangga)

Assalamu alaikum w.r w.b
Kepada seluruh alumni Al Zaytun angkatan 3(Gangga), dengan ini saya:
Nama : Ahmad Fahmi
Jabatan : Pembina Marhalah Gangga

Dengan ini menyatakan bahwa:

1. Saya menyaksikan Seluruh KEUANGAN BUKTAH Gangga dititipkan di kantor kas 2005, yang jumlahnya sekitar 387 jutaan.

2. Saya menyaksikan bahwa perjuangan Ust. Nawawi dan Dewan Guru dalam mengkawal dan merealisasikan proses BUKTAH Gangga selama 2 tahun berakhir nihil, karena tidak diizinkan Syaykh Al Zaytun dalam percetakannya.

3. Saya menyaksikan bahwa Rizky P.U, Mustofa, Ari Prihatin dan Tan Edi telah berjuang selama 2 bulan pasca lulus pun tidak mendapatkan hasil dalam percetakan Buktah Gangga, karena tidak mendapatkan izin Syaykh.

4. Maka saya mengharapkan kepada seluruh alumni Gangga agar tidak menyalahkan dan berburuk sangka kepada Rizky P.U dkk.

Mereka telah mencurahkan waktu dan pikirannya untuk menyelesaikan amanat yang mereka emban, dalam waktu bersamaan seluruh alumni gangga sedang melaksanakan berbagai macam tes perguruan tinggi, mereka masih berkutat mengurus buktah yang hingga saat ini tidak di acc tanpa penjelasan.

Demikian saya buat surat pernyataan ini, dengan harapan agar seluruh pihak yang terkait dapat memahami dan merealisasikan agenda yang sudah lama terbengkalai.

Karena Amanah Adalah Hutang.

Pembina Marhalah
Ahmad Fahmi M.M.

Berikut ini komentar2nya :

























Sumber : Klik di sini

Undercover 56

Mimpi Sang Pejuang JAMMAS...
Oleh : Abdul Imanuddin

Wajah letih namun tegar. Terlihat jelas raut wajah yang nampak kusut dengan waktu menunjukkan sudah hampir larut. 

Setelah saya dekati... Ahhh... Ini sich cukup kenal. Celana bahan dengan sepatu pantofel. ''assalamualaikum, kenapa lesu pak? Masih nukson ya?'' reaksi yang kaget sampai lupa apa entah tak biasa menjawab salam. ''aih kirain siapa. 

Lagi ngapain daerah sini mlm mlm'' '' jalan jalan'' jawabki santai. Saya Memutuskan untuk duduk didekatnya. Setelah beliau menghela nafas panjang. ''Saya bingung mas, setoran jamas sekarang sudah jauh menurun. Padahal harapan saya bergantung pada setoran mereka, saya bingung mau ngapain lagi. Ini gara gara guru2 merah yang pada nyeruwat. Matiin rezeki org aja'' berhenti sejenak 'biasanya satu org setor 600-1 jt. Sekarang cuma 100 paling banyak 300rb. Saya bingung mas...ini pasti kena marah pimpina'' sambil merapihkan map kedalam tas yang cukup besar... 'aih jadi teringat Abi dulu seperti ini' gumamku. 

Beliau sedikit ragu dan seolah mau menyampaikan sesuatu. Dan betul saja ''Mas, kalau boleh saya pinjam uang buat nutupi sama mas bisa ndak mas?'' Muka melasss dan cukup berani sampai harus meminjam. Tanpa pikir panjang

'yuk ikut saya ke ATM''
Mukanya langsung cerahh...

Sampai di ATM saya suruh masuk biar menyaksikan berapa jumlah yang bisa saya bantu Setelah masuk dan tekan cek saldo. Tertera 297.000 lantas saya bilang. 

Silahkan ambil semaksimal mungkin. Beliau hanya diam dan mukanya pucat pasi entah apa yang dipikirkannya. Saya ambil 250.000. ''pak ini hanya saya berikan buat bpk. Bpk kan sebagai kepala keluarga saya hanya bisa bantu segini buat dapur. Tolong jaga amanah saya 'ini buat dapur' jangan buat pake yang lain.'' dengan sedikit muka pias mungkin masih ragu beliau menerimanya. 

Sepenggal kisah pejuang yang selalu berpakaian rapi, celana bahan, tas besar dan sepatu pantofel. Berjuang mewujudkan sebuah mimpi besar buat generasi masa hadapan. Generasi dimana mungkin beliau tidak akan merasakannya namun keyakinan kuat bahwa itu untuk mempermudah anak cucunya biar masa depannya terjamin. 

Apa mungkin sang pimpinan merasakan isi hati sang pejuang tersebut? 
Aahh... Rasanya terlampau tinggi mimpi itu...

Sumber : Klik di sini

Undercover 55

Tokoh Kampung Inggris : ASPG Sesat
Oleh : Aldrich Al Salam

Dapat inboks diskusi teman dengan tokoh kampung Inggris
Pak Fulan ,dari kampung inggris, juga pernah satu almamater dengan ASPG, berpendapat.

Pertama, Apa yang harus diperbaiki?

Kedua, semua org cendikiawan dan pakar pendidikan sudah faham bahwa aspg sesat..

Ketiga, 116 guru itu buatlah sebagai pilar Rahmatan Lil Alamin sesuai kalimat Tuhan itu

Keempat, pendidikan itu ketika hukum mengatakan aspg dan kroninya terseret apakah sudah dipersiapkan kekuatan selanjutnya

Kelima, pemerintah dan masyarakat umum di buat seperti burung jinak jinak merpati agar misi kemerdekaan mengelola kekayaan berfikir Ma'had

Karena Alzaytun adalah Pendidikan luar biasa..semestinya Guru gurunya luar biasa.

Inilah masukan beliau dari hasil diskusi kami dgn para tokoh kampung inggris dan owner kampung inggris lainnya di pare.

Sumber : Klik di sini

Undercover 54

Pesan MUI Indramayu.
Oleh : Lina Al-Shay Kartika

Bismillahirrohmaanirrohiim...
Garis besar pesan2 KH. Satori (ketua MUI Indramayu, Pimpinan pesantren Al-Amin) beserta jajaran, pada saat audiensi antara guru yg dipecat semena-mena dengan MUI Indramayu tarikh 6 Juni 2017.

1. Mendukung dan berusaha mengkomunikasikan dg pejabat terkait agar lebih mempercepat menuntaskan "permasalahan ini"

2. Kedzoliman tidak boleh dibenarkan, dan jangan pernah diikuti, jangan sampai citra pendidikan berbasis pesantren ternodai gara2 ulah segelintir orang yg mengatasnamakan umat islam, apabila masalah ini tidak segera dituntaskan.

3. Mendukung dan merestui perjuangan guru-guru. Dan meminta terus berjuang menegakkan kebenaran.

4. Agar semua kaum muslimin bersatu, info ini harus banyak dipahami, bahwa terjadi kedzoliman yg tidak bisa dibenarkan. Jangan sampai ada korban berikutnya.

5.Tidak ada satu manusia didunia ini kebal hukum atas semua kesalahan, sekalipun seeklusif apapun orang tersebut.

6. Semua sikap yg takabur akan membakar dirinya sendiri, manusia yg merasa begitu besar, tanpa sadar mengecilkan dirinya sendiri dihadapan orang lain. Kewajiban kita sesama muslim mengingatkan.

7. Jika tarikh 9 Juni 2017 kepulangan santri ada kasus ditahan lagi, maka masalah ini perlu diblow up besar2an ke media, karena sudah sangat melampaui batas,
Smoga setiap langkah yg kita tempuh selalu mendapatkan petunjuk dan ridho dr Allah SWT....aamiin

#musavsfir'aun
#berkatabenar
#tegakkankebenarandankeadilan
#kembalikepadayanghak

Sumber : Klik di sini

Undercover 53

Pengawalan Berlapis Saat Guru 116 Mengambil Barangnya.
Oleh : Djarot Wahyusantoso

Siang tadi, senin tgl 5 juni, pk 14.30. 
Sahabat kita ingin mengambil barannya. 
Ia dikawal 1 eksponen (yg sering menjadi corong & suka teriak Keook... Keoook), 2 keamanan, 1 kordinator, 1 mudabir asrama.

Ketika sahabat menanyakan barang miliknya yg tidak ada di kamar tersebut kpd eksponen. 
Lalu petugas salah satu pengurus asarama menjelaskan, ketika penjelasan belum tuntas, tiba2 eksponen itu teriak : Tuh anaknya mencuri. 
Ia senaknya menuduh anak ustad kita mencuri (Dasar otak tukang tuduh.... ).

Lalu sahabat kita membalas dengn teriakan lebih keras : " jaga mulut bapak, jangan asal ngomong, menuduh anak saya mencuri..

Kemudian dilerai oleh kordinator dg perkataan..: "sudah bi, sudah bi itu direkam .."
Kemudian ekponen itu diam.

(.... Mau dengar rekamannya?
Banyak sudah korban anak kita akibat tukang tuduh ini ..
Banyak kasus persidangan santri yg membawa petaka ... Akibat orang ini ...)

Lalu kordinator itu berkata kpd ustad.: "jangan direkam !"
Ustad menjawab: "memang kenapa, apa hak anda melarang saya?
Anda juga merekam saya dan memfoto2 saya."
Ia menjawab: "saya tugas ..."
Ustad berkata: "saya perlu dokumen untuk saya..."

Ternyata ..
Begitu caranu..
Oh itu .. 
Pantas setiap ustadzah yg datang dilarang ada saksi..

Kami kamu suruh datang satu2.. 
Lalu kamu keroyok...
Kamu sudutkan...!!!
Bagus ... Bagus ...
Jagoan kamu ...

Ketika ustad hendak pamit, ustad kita menyalami pengurus asrama di kantor 130..
Tiba2 eksponen itu berteriak kembali ...: "Jangan pakai salam salam"

Begitu cara kamu mendidik petugas 130?
Ketika keamanan ingin membantu untuk membelikan materai dan kardus untuk mengepak barang..
Eksponen itu pun berteriak menegur keamanan dan melarang untuk membantu ...

Oh itu caramu... Pantas .. .!!!
Kau tuduh kami kemudian ..
Kau adu domba kami dg sahabat2 guru, 
Kau adu domba kami dg karyawan.
Dan kau adu domba kami dg keamanan..

Sumber : Klik di sini