Friday, May 19, 2017

Undercover 42

Oleh : Abu Bakar

Sepucuk surat untuk sahabat teritorial

Assalamu alaikum wr wb
Sahabat, kehidupan yang Allah berikan selalu memberikan pelajaran kepada kita, baik-buruknya kejadian itu, selalu memberikan hikmah, jika kita mau mengevaluasi.

Begitupun dengan apa yang terjadi kepada kami, 116 guru ma'had, di antara kami ada yang pernah bersama antum semua, bergerak memperjuangkan sesuatu yang selalu kita impikan.

Banyak yang men-judge kami telah berkhianat dan mencoba merusak segala sesuatu yang telah kita susun, tapi kami tetap bergeming sesuai keyakinan kami, bahwa apa yang kami lakukan adalah hasil rembuk dan musyawarah, melaksanakan risalah rapat, evaluasi hari demi hari, dari semua yang terjadi di dalam maupun di luar ma'had.(Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan)

Sahabat.....
Kami sangat paham, bahwa pohon yang besar ini tidak akan bisa hidup, jika akar tidak mensuplai makanan, kami sangat paham perjuangan sahabat, karena kamipun pernah merasakannya, tetesan keringat, linangan air mata bahkan aliran darahpun akan diberikan untuk membuat pohon ini besar dan berkembang, memiliki batang yg tegak, kokoh, dahan yang kuat dan tentunya berbuah harum dan manis.

Sahabat.....
Bahkan kami sangat paham, bahwa pendapatan kamipun sebagian besar bergantung pada uluran tangan sahabat teritorial, yang dengan tanpa pamrih berjuang menghidupi ribuan mulut yang berada di dalam kampus.

Sahabat.....
Karena alasan tersebutlah kami mengambil sikap, pohon ini harus kokoh, kuat, pohon ini harus berbuah harum dan manis, dan pohon ini harus menjadi pohon yang baik yang hidup dari akar yang baik pula tentunya.

Kami melihat banyak hama yang menempel di pohon yang baik ini, benalu mulai mengikat batang pohon, sehingga menutupi dahan dan sedikit demi sedikit membuat batang ini kurus kering, rayap pun mulai menggerogoti batang pohon ini, tanpa terasa, sudah separuh lebih batang ini keropos, tak terlihat mata memang, tapi bagi kami yang setiap hari merawat dan menyiramnya, kami melihat jelas dan sangat jelas.

Sahabat....
Jika kami diam, kami telah menghianati perjuangan sahabat.
Jika kami diam, kami telah mendustai orang tua kami.
Jika kami diam, kamipun akan jatuh tertimpa batang pohon yang sudah kropos ini, Tidak sakit bagi kami jika tertimpa batang yang keropos ini. Tapi harapan, cita-cita, dan mimpi kita untuk memiliki pohon yang baik akan pupus, sirna dan hancur.
Hal ini yang terus menghantui kehidupan kami.
Meski resiko besar akan terjadi pada diri kami, kami rela, ikhlas untuk mewujudkan sesuatu yang lebih besar dan untuk umat semua

Sahabat.....
Biarkan kami berjuang....
Biarkan kami merontokan benalu ini.
Dan biarkan kami brantas rayap yang selalu menggerogoti batang pohon kita ini.
Kami hanya butuh do'a dari sahabat teri
Agar kami diberikan kekuatan oleh Allah untuk membersihkannya.
Dan semoga Allah memberikan kekuatan untuk sahabat dalam menegakan kalimatNya.
Allah bersama kita.

No comments:

Post a Comment