Thursday, May 18, 2017

DIARY SANTRI JILID 5

DIARY SANTRI JILID 5
Oleh : Ahmad Fadli

Haloo... Semuanya sahabat santri kangen banget nih semuanya. Nampaknya sudah tidak sabar nih. Gimana yaahhh.... Kabar negri santri...?? jujur saja. Ya sudah daripada kepo tak berkesudahan langsung dalam diary santri jilid V

Dear santri, 
Suasana senja ditambah teduhnya sunset menjadi lebih indah dan menawan. Membuat setiap insan yang memandangnya menjadi luluh seiring beranjaknya mentari ke peraduannya. Semilir angin sore membawa fikiran Malik terbang jauh ke masa lampau, entah apa yang sedang bersemayam dibenaknya. 

"Dduuaarrr....." Tembak Salam dari belakang. "Kepret eh kepret... Ah kamu mengagetkan saja" kata Malik dengan sedikit rasa kesal. "Bengong..... Lagi mikirin apa sih?" Tanya Salam. "Hmmm....... Aku lagi mikirin itu lho tragedi revolusi, kangen sama mereka" jawab Malik. "Ooo.... Itu memangnya kenapa? Ada yang salah? Kan sudah ada gantinya dan juga semuanya sudah running well kok" kata Salam. "Iya memang semua sudah running well tapi mereka tetap berbeda dengan yang dulu. Kalau cuman sekedar masuk, absen, tunggu bel nenek aku juga bisa" jawab Malik dengan gaya bicaranya dengan sedikit nyeleneh. 

Sesaat kemudian mereka terdiam. Salam yang tadinya merasa baik-baik saja, kini juga membuang fikiran jauh ke masa lampau. "Iya juga sih meskipun ada yang baru tapi SEMUA serasa berbeda. Dikata ada tapi tidak ada dikata tidak ada tapi ada. Aku juga merasakan itu kok" curhat Salam kepada Malik berharap Malik dapat mengembalikan semua. Ternyata Salam juga merasa hal yang sama. 

Nampaknya gerakan revolusi membuat mereka berubah drastis. "Ini kok bisa terjadi sih? Padahalkan hubungan ustadz dan ustadzah dari jaman baheula juga baik-baik saja. Mengingat kyai itu orangnya toleran, enak diajak bermufakat, dan juga selalu bisa menjadi penengah" kata Malik dengan nada memelas. 

"Tahu tidak yang aku bingungi itu kenapa di gerbang itu ustadz dan ustadzah dilarang masuk? Padahal merekakan orang yang terdidik mana mungkin mereka mau mengkudeta pak kyai memperteruk keadaan" terang Salam dengan penuh rasa bingung. "Iya juga yah, mungkin kyai mau mereka maju satu per satu kali" tebak Malik. "Tapi kalau maju satu persatu apa bedanya dengan maju bersamaan bermufakat kan harus bersama-sama dan kyai paham itu" sahut Malik.

"Waaahhh....... Ada yang tidak beres ini antara keduanya dan itu harus segera diselesaikan kan sayang aset umat sebesar ini mau digerogoti oleh satu pihak yang tidak bertanggung jawab" lanjut Malik dengan penuh semangat untuk menyelidiki. 

Tak terasa senja semakin larut. Sunset berhasil menenggelamkan alam bawa sadar mereka, sampai mereka lupa kalau mereka harus bersiap-siap ke masjid. "Astaghfirullah........ Kita keasyikan ngobrol padahal kita masih harus ke masjid" sigap Malik. "Ya sudah ayo segera bersiap nanti terlambat. Kamu mau ngeGYM malam-malam" jawab Salam. Tanpa basa-basi lagi mereka langsung kembali ke kamar untuk bersiap-siap.

Haadeeuuhhhh........ Parah nih sahabat santri ada perselisihan diantara orang-orang yang bervisi dan misi sama. Hmmm...... Jangan sampai yah sahabat santri itu terjadi pada diri kita. Ok.... Saatnya sahabat santri mengomentari dan jangan lupa like yaaahhh...... Saksikan terus dongeng dinegri santri hanya di diary santri

No comments:

Post a Comment