Monday, May 29, 2017

Undercover 45

Abdul Kamal Koordinator Pondok Aren Digugat Alumni
Oleh : Boby Ibnu Rizal
Alumni Angkatan ke-4 (Fortuned)



Abdul Kamal

SAYA SAMPAIKAN AGAR SEMUA BISA MEMAHAMI DAN MENGERTI DENGAN HATI YANG BIJAK,

SAYA ALUMNI PONDOK PESANTREN ALZAYTUN, ANGKATAN KE 4 (FORTUNED).
DENGAN INI MENYATAKAN DAN MENYAMPAIKAN DENGAN JUJUR DAN SADAR DENGAN APA YANG SAYA SAMPAIKAN INI, KEPADA PARA ALUMNI, PENGURUS YAYASAN ALZAYTUN, DONATUR, WALI SANTRI/MURID, PARTISIPAN DAN KOORDINATOR JUGA PARA GURU YANG SAYA HORMATI.

TIDAK ADA SATUPUN DARI 116 GURU YANG DIBERHENTIKAN SECARA SEPIHAK OLEH YAYASAN, MEMINTA DAN MENGEMIS BANTUAN KEPADA ALUMNI, TERLEBIH MEMINTA SAMBIL MENANGIS, SUNGGUH JAHAT BAGI SESIAPAPUN YANG MENEBAR INFORMASI TENTANG ISU BAHWA 116 GURU MEMINTA DAN MENGEMIS BANTUAN KEPADA ALUMNI.

SAYA BERHARAP SEMOGA DENGAN PERNYATAAN INI TIDAK ADALAGI YANG BERANGGAPAN BERDASARKAN ASUMSI DAN ISU YANG BELUM TENTU BENAR, MARI TABAYYUN UNTUK MENCARI KEBENARAN.
ALUMNI ALZAYTUN BERDIRI INDEPENDEN TANPA INTERPENSI DARI PIHAK MANAPUN TERMASUK ALMAMATER, KAMI BERDIRI DIATAS SEMUA GOLONGAN DAN BERSIKAP NETRAL. JIKA ADA SEBAGIAN DARI KAMI YANG PERDULI, ITU ADALAH PANGGILAN HATI KARNA KEPERDULIAN, KEDEKATAN ANTARA PENDIDIK DAN ANAK DIDIK, DAN ITU BERSIFAT INISIATIF PERORANGAN.
SEBAGAI MUSLIM YANG CINTA DAMAI DAN TOLERANSI SEPATUTNYA BERPIKIR LEBIH KERAS LAGI DALAM MENEBAR INFORMASI, APAKAH ITU BENAR ADANYA ATAU HANYA AKAN MENJADI FITNAH DAN MENEBAR KEBENCIAN SEMAKIN MELUAS.
TENTANG KEJADIAN PEMECATAN 116 GURU, KAMI LINTAS ALUMNI SAMA SEKALI TIDAK MENDAPATKAN INFORMASI APAPUN MENGENAI PERMASALAHAN INI DARI PIHAK ALMAMATER. 
SONTAK DENGAN KEJADIAN INI MAKA MASING-MASING INDIVIDU ADA YANG BERKUNJUNG KE ALMAMATER DAN BERKUNJUNG KE POSKO PENGADUAN 116 GURU DI BALIR, GANTAR, INDRAMAYU, LANGKAH INI YANG ALUMNI TEMPUH UNTUK MENCARI TAHU SEBAGAI SARANA TABAYYUN DAN BUKAN BERDIAM DIRI TIDAK PEDULI. 
TENTANG INFORMASI DAN TUDUHAN KORUPSI YANG DITUDUHKAN, SAMA SEKALI TIDAK TERBUKTI BAHWA GURU MELAKUKAN TINDAKAN KORUPSI, TERLEBIH KORUPSI MASSAL 116 GURU, SANGAT TIDAK MUNGKIN, DAN SAYA ADA BUKTI BERUPA VIDEO SIDANG BERDURASI 2 JAM, MOHON DISIMAK SAMPAI TUNTAS >> https://www.youtube.com/watch?v=iIRqQcTbB48 JUGA CHAT DENGAN SALAH SATU PELAJAR AKTIF DISANA (TERLAMPIR).
MOHON BACA DAN DENGAR SAMPAI TUNTAS, AGAR TIDAK ASAL MENJUDGE GURU-GURU HEBAT KAMI.
SAYA KUTIP DALAM CHAT PELAJAR TERSEBUT, BETAPA DIA SANGAT MENYAYANGKAN PERMASALAHAN INI.
1. "KASIHAN GURU-GURU HEBAT KAMI PADA KELUAR"....
2. "IYA NIH K' KITA JGA KEHILANGAN BEST MUDABBIR KITA NH, UST. FAHMI..."
INFORMASI INI SAYA SAMPAIKAN KARNA SAYA TIDAK TERIMA KABAR TENTANG TUDUHAN GURU MENGEMIS DAN MEMINTA BANTUAN SAMBIL MENANGIS OLEH OKNUM YANG TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN ALMAMATER MAUPUN ALUMNI (BUKTI TERLAMPIR). Abdul Kamal
SAYA HARAP PEMERINTAH DAPAT DENGAN TEGAS MENANGANI PERMASALAHAN INI, JUGA DAPAT MENINDAK TEGAS BAGI YANG MENYEBAR BERITA YANG MENGANDUNG PERPECAHAN JUGA ADU DOMBA.
KITA ALUMNI HANYA INGIN YANG TERBAIK UNTUK GURU-GURU KAMI JUGA ALMAMATER KAMI.
#SaveOurSchoolAlzaytun #AlumniAlzaytunBersatu #SatuAlumniAlzaytun #SaveMahadAlzaytun

Berikut Screenshot yg diupload mas Boby Ibnu Rizal :
(Klik gambar untuk membesarkan)




Dan berikut ini beberapa komentar dari para alumni di statusnya mas Boby Ibnu Rizal :












Sunday, May 28, 2017

Undercover 44

Berbulan2 Disandra, Santri Nisa Mengunci Diri Di Kamar Mandi
Oleh : Djarot Wahyusantoso

Tentu masih segar dalam ingatan pengurus asrama Al-Musthafa.
Tentang santri nisa kls 12 yg berbulan2 disandera krn orang tuanya tidak mamou melunasi biaya pendidikan.

Santri tersebut karena malu, akhirnya sll mengunci diri di kamar, bahkan saking stresnya, dia mengunci diri di kamar mandi, tdk mau bertemu siapai2. 
Kita harus membongkar pintu untuk menyelamatkan. 
Disana paham? ...... Tidak ....!!!

Kami dewan guru yg memaksa mengeluarkan santri nisa tersebut. ..
Disana baru takut & tergopoh2 untuk mengambil jalan pintas, setelah disampaikan, bahwa orang tuanya sdh tidak tahan & akan lapor polisi...

Hancur mental santri nisa & orang tua tersebut... 
Jangan ada lagi kejadian ini ya...
Mau cari saksi?
Kami Dewan Guru yg perduli saksinya... 
Atau tanya k ketua Dewan Guru, jika masih mau bersaksi.....

Mau cari saksi lain ..
Banyak pengurus asrama yg paham...


Undercover 43

Tagihan Sudah Lunas, Anaknya Tetap Disandra
Kisah Pribadi Ust. Agung Sulistyono

Anak sy kls 9 sempat tertahan 3 hari padahal sdh lunas tdk punya utang, sy sempat dua kali datang ke Maz dn buat surat ajuan bermaterai tetapi ditolak dgn jawaban hrs melunasi tagihan 8 jt an padahal itu biaya pendidikan utk tahun depan...aneh kan...?

Sy akhirnya pulang dn titip pesan ke manusia robot milenium, "sy besok akan audiensi ke ORI dn KOMNASHAM klw seperti ini sy akan sampaikan kasus ini, laporkan ke ki kemit ya..?"

Besok siangnya ki kemit mengutus intelnya memastikan sy ikut rombongan di ORI .....dlm perjalanan pulang istri kasih kabar anak sdh boleh pulang...alasannya ki kemit tdk tahu kalau itu tagihan utk tahun depan....lucu dn tdk profesional ya..?

Apa lacur..? kepikunan ki kemit telah mengakibatkan banyak santri dn wali santri yg tiket pesawat dn kereta nya hangus...

Timbul pertanyaan sy apakah ki kemit ini seorang psikopat..? apakah dia senang kalau bisa membuat banyak orang susah..???


Saturday, May 27, 2017

PERS RELEASE 2

Guru Al-Zaytun Di PHK, Gak Bisa Bayar Sekolah, Anaknya Disandra

PERS RELEASE
Santri Disandera YPI Al Zaytun Karena Orangtuanya Tak Mampu Lunasi Tagihan
FSGI : Al Zaytun Melanggar Hak-Hak Anak

Mantan karyawan YPI Al Zaytun berinisal PB yang mengalami PHK sepihak pada akhir Desember 2016, dan saat ini bersama FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) sedang memperjuangkan haknya ke berbagai instasi pemerintah yang terkait, mengalami kembali perlakuan sewenang-wenang dari Al Zaytun, yaitu menyandera dua anaknya IF (kelas XII di MA) dan PR (kelas IX di MTs) lantaran sang ayah belum mampu membayar tagihan sekolah putra-putrinya sebesar total Rp 43 juta.

PB mulai kerja di Mahad Al Zaytun dari tahun 2006 dan di PHK sepihak pada Desember 2016 tanpa Surat Peringatan (SP), tanpa dialog, tanpa di beri kesempatan membela diri, tanpa pesangon, bahkan gaji di bulan Desember pun tidak dibayarkan YPI Al Zaytun, padahal mereka masih bekerja selama bulan itu. Bukan hanya PB yang mendapatkan perlakuan sewenang-wenang tersebut, tetapi ada 116 guru yang mengalami PHK sepihak tersebut dalam waktu bersamaan.

Santri Al Zaytun Didiskriminasi dan Disandera Selama Lebih Dari Sebulan

Ada puluhan guru guru dan karyawan korban PHK sepihak yang memiliki putra putri yang bersekolah di YPI Al Zaytun, salah satunya PB. PB memiliki 3 anak yang bersekolah di Al Zaytun, yaitu IF (18 tahun), PR ((15 tahun) dan RS (13 tahun). Sejak di PHK sepihak oleh Mahad Al Zaytun, PB tidak lagi menerim gaji dan tidak juga di beri pesangon meski sudah mengabdi hampir 11 tahun. Hal inilah yang menyebab PB tidak memiliki kemampuan ekonomi membayar biaya sekolah putra putrinya karena selama ini dipotong dari gajinya sebagai guru.

Sejak mengalami PHK sepihak dan melakukan perjuangan melawan pemecatan yang sewenang-wenang bersama 116 teman guru yang senasib, ternyata pihak YPI Al Zaytun kerap melakukan diskriminasi anak-anak dari para guru dan karyawan tersebut. Mereka mengalami kesulitan menjenguk anak-anaknya. Jika santri lain boleh di jenguk di ruang tamu asrama, maka anak-anak mereka hanya boleh dijenguk di gate kedatangan, itu pun harus melalui proses menunggu selama 2 jam dan hanya boleh ditemui selama 15 menit, itupun di kawal khusus dan selama 15 menit ada petugas keamanan yang berdiri didekat santri dan orangtuanya. Sementara santri-santri lain tidak mendapatkan perlakuan seperti itu.

Mulai Mei 2017, seharusnya santri IF dan PR sudah libur dan dapat berkumpul dengan keluarganya, istilahnya “belajar dimasyarakat”. Namun, ketika santri lain mendapatkan haknya berkumpul dengan keluarga, kedua anak PB “disandera”, hanya boleh meninggalkan Mahad Al Zaytun jika orangtuanya sudah membayar lunas tagihan sekolah yag totalnya mencapai Rp 43 juta. PB tidak mampu membayar karena kehilangan pekerjaan akibat PHK sepihak oleh Al Zaytun sendiri.

Saat ini, IF yang kelas XII seharusnya setelah Ujian Nasional (UN) sudah diperkenankan pulang ke rumahnya, terhitung mulai 24 April 2017, artinya sudah “disandera” selama 33 hari. Sedangkan PR yang kelas IX seharusnya pasca UN juga sudah diperkenankan pulang 14 Mei, berarti sudah “disandera” selama 13 hari. Namun hingga, 28 Mei 2017 keduanya tidak mendapatkan hak pulang dan menjadi sandera pihak YPI Al Zaytun sampai orangtuanya bisa melunasi seluruh tagihan, padahal orangtuanya tidak memiliki kesanggupan karena di PHK Al Zaytun sendiri.

PB dan istri berupaya mengurus ijin kepulangan anaknya dengan minta kebijakan pengurus Yayasan Al Zaytu, namun ditolak kecuali melunasi seluruh tagihan. “Padahal, urusan bayaran sekolah adalah kewajiban orangtua, jadi sangat TIDAK PATUT jika pihak yayasan menahan dan menyandera anak-anaknya karena alasan uang tagihan sekolah. Hal ini jelas melanggar hak-hak anak dan prinsip-prinsip pendidikan itu sendiri. Apalagi ini kan bulan Ramadhan yang seharusnya anak-anak itu bisa menjalankan ibadah puasa bersama orangtuanya tercinta.” ujar Retno Listyarti, Sekjen FSGI.

Retno menambahkan, FSGI akan melaporkan “penyaderaan” ini kepada pihak Kementerian Agama RI dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia secepatnya. “Surat pengaduan akan segera disiapkan, jika memungkinkan senin siaang kami akan datangi KPAI dan juga Kemenag RI, agar kedua instansi tersebut segera bertindak menyelamatkan anak-anak yang disandera. Karena kami juga khawatir pada 8 Juni 2017 saat pembagiaan rapor nanti, santri yang putra putri dari para guru yang mengalami PHK juga akan mengalami penyaderaan”, tegas Retmo.

Salam Hormat
Retno Listyarti (Sekjen FSGI)
Hp 082298444546/085894626212

NYERUWAT SEJARAH SESI 5

NYERUWAT SEJARAH SESI 5
EMAS HARAPAN 

Oleh : Abu Bakar 116



Pria separuh baya kelahiran Juni 1964 ini menuturkan ceritanya, sambil sesekali menghela nafas dalam-dalam, ia mencoba mengingat pengalaman yang sudah lama dia kubur, dia pendam, dan baru kali ini dia mau mengungkapkannya lagi. 


Ja’far (bukan nama asli) runut menceritkan masa lalunya sambil memberikan beberapa lembar kertas yang sudah mulai menguning, karena sudah lama tersimpan di lemarinya sebagai dokumen yang entah kapan akan bermanfat. 


Pria yang pernah menjadi asisten dosen Prof. Din Syamsudin di Ikip Muhammadiyah Jakarta ini memulai kisahnya dari perjuangan alm Abdul Karim Hasan, dengan keilmuwannya dan visinya mempersiapkan generasi muda yang berilmu untuk mengharumkan masa depan bangsa, membawa panji Islam untuk dikibarkan di permukaan tanah air Indonesia.
Waktu berjalan, ketika kepemimpinan beralih, bergulirlah program 8 sumber pendapatan kas manajemen:
1. Infaq
2. Bakti Qurban
3. Bakti Romadlon
4. Tabungan
5. Qirod/Pinjaman
6. Aqiqoh
7. Shodaqoh Pernikahan
8. Shodaqoh min shodaqot. 


Adalah qirod (pinjaman) yang dalam pengumumannya akan dikembalikan setelah lima tahun berjalan, qirod yang dikonversi dalam bentuk emas murni (@ 26 ribu/gram), Ja’far mencoba membantu perjuangan ini dengan menyetorkan sejumlah uang, saat itu dia memiliki uang hasil penjualan rumahnya di daerah Meruya Jakarta Barat (500m2 = 100juta Rupiah) dia menyetorkan pinjaman sejumlah 1555 gram (1,5 kg) secara bertahap, karena keyakinan dengan apa yang sudah digariskan oleh manajemen bahwa dalam lima tahun akan dikembalikan. 


Lima tahun berjalan, pada bulan November 1998 dia menagih janji pengembalian pinjaman, menulis proposal dan memberikannya kepada pimpinan terdekatnya, dan alhamdulillah, dijawab ajuan dengan memberikan faedah dari pinjaman tersebut sejumlah Rp. 8.854.510, tanpa penjelasan kenapa faedah yang dikembalikan. 


Kemudian pada tahun 1999, pria yang pada tahun 1985-1993 menjadi guru PNS di jakarta ini, bergabung untuk menjadi pendidik di mahad, dan mengajar bahasa Indonesia, sejak angkatan pertama hingga datang masa sulit baginya, maklumlah, hingga tahun 2003 dia baru bisa memberikan 100.000/bulan kepada sang istri yang seminggu sekali dia kunjungi, anaknya sudah beranjak dewasa, dengan kebutuhan sekolah, dan kebutuhan keluarga yang tentu tidak akan cukup dengan uang tersebut, sang istripun tidak memiliki masukan lain. 


Hingga waktu itu tiba, di saat kondisi rumah serba kekurangan, anaknya terkena musibah, jatuh di asrama dan kepalanya membentur lantai, dia membutuhkan sejumlah uang untuk pengobatan anaknya dan tentunya kebutuhan rumah tangga yang semakin melilitnya, dia menulis ajuan untuk pencairan qirod yang sudah 10 tahun, tiga kali ditulisnya dan tidak ada jawaban sama sekali. 


Akhirnya dengan sangat berat hati dan kecewa, dia meninggalkan mahad dan menyatakan keluar untuk menghidupi keluarganya dan membiayai sekolah anaknya, sambil membawa pertanyaan besar di otaknya, kemana 1,5 kg emas murni miliknya yang dipinjamkan kepada manajemen mahad? 


Ribuan ja’far merasakan hal yang sama, sejak diturunkannya ketetapan pinjaman, mereka berlomba-lomba untuk mengumpulkan dana dan disetorkan untuk dipinjamkan dengan harapan akan dikembalikan dalam waktu lima tahun, sesuai dengan surat edaran.
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, hanya 6 gram saja qirod yang diberikan oleh pimpinan tertinggi, pantaskah seorang pemimpin yang mewajibkan pengikutnya untuk memaksimalkan qirod, sedangkan dirinya tidak memberikan contoh? 


Ratusan bahkan ribuan kilo emas yang sudah dikonversi dalam bentuk rupiah hilang begitu saja tanpa ada laporan program maupun evaluasinya, obligasi jama’ah yang dijanjikan akan dikembalikan dalam jangka waktu lima tahun tak ditepati, hanya peryataan “semua dana pinjaman sudah berbentuk tanah dan bangunan di komplek pesantren”. 


Bukankah sudah ada 8 sumber dana? Bukankah sudah ada program sodaqoh tanah? Bukankah sudah ada program sodaqoh karpet masjid? Bukankah sudah ada program sodaqoh tiang masjid? Dan masih banyak program lainnya untuk mewujudkan bangunan kokoh di komplek pesantren yang jumlah dananya hanya allah dan rekening pribadinya yang mengetahui, karena pengguanaan dana tanpa hitung dan kalkulasi, semua masuk dan keluar tanpa transparansi, berakibat pada rontoknya ribuan jama’ah tanpa permisi. 


Ta’mir masjid kampung saja selalu mengumumkan keuangan masjid setiap sebelum sholat Jumat, bagaimana dengan institusi sebesar ini? Celetuk mereka yang merasa dibohongi.
Jika sesuatu yang dijanjikan pengembaliannya, hitam di atas putih, saja tidak ditepati, apalagi program besar baru-baru ini, tanpa janji dikembalikan, atau pertanggung jawaban dalam bentuk dana masuk dan keluar., semua akan menjadi basa-basi tanpa arti. 


الْوَسَائِلُ لَهَا أَحْكَامُ الْمَقَاصِدِ
“Cara memiliki hukum sama dengan tujuan(nya)”
Bila sarana yang digunakan adalah kebohongan, maka akan lahir tujuan yang penuh dengan kebohongan, lihatlah bangunannya yang tinggi menjulang, digunakan untuk kebohongan-kebohongan berikutnya, lihatlah hamparan daratannya yang luas, menghasilkan tipu daya dalam manajemennya, bila tidak diselamatkan, maka cita-cita mulia para leluhur akan berakhir dengan dusta dan hina
لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ ويَقُولُ خَيْرًا ويَنْمِي خَيْرًا
“Bukanlah pembohong orang yang mendamaikan antara manusia, ia berkata baik dan menaburkan kebaikan “. 


Kebohongan akan selalu mengahasilkan kebohongan-kebohongan lainnya, dan akan ditampakan bukti kebohongannya setelah institusi pendidikan terbentuk, di nyeruwat sejarah berikutnya.
والله في عون عبده
#saveourmission
#savemahadalzaytun.

Thursday, May 25, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 24

DUL KEMIT THE SERIES 24. 
Bicara Ngawur, Jalan pun Hancur
Oleh : Arif Yosodipuro

Puluhan ribu pasang mata duduk bersila menghampar luas di karpet yang disediakan panitia, menghadiri pengajian akbar yang diselenggarakan oleh pesantren kyai Dul Kemit. Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air, baik dari wali santri, donatur maupun dari majlis ta'lim. Selain itu, datang juga tokoh agama dan masyarakat, serta pejabat daerah setempat. Variasi tinggi dan rendah masing-masing jamaah menggelombang bagai ombak di pantai Pulau Jawa. 

Event ini digelar tahunan menyambut pergantian tahun qamariah. Acara dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi dan dilajutkan dengan sambutan-sambutan. Dari sekian sambutan, pidato kyai Dul Kemitlah yang ditunggu-tunggu oleh jamaah. Sambutan yang lain seolah menjadi partai tambahan seperti dalam pertandingan tinju sebelum pertandingan utamanya.
Begitu MC menyebut kyai Dul Kemit untuk menyampaikan pidatonya, "Hadirin, berikutnya Arahan dari sesepuh pesantren kita, Yang kami mulyakan Romo kyai Dul Kemit dipersilakan." Sontak hadirin riuh gemuruh, gegap gempita tepuk tangan membahana di seantero pengajian menyambutnya.


Dengan personal marknya, pakaian rapi, songkok tinggi, dan berkaca mata hitam, seperti trade mark dalam perdagangan, kyai Dul Kemit menyampaikan orasinya. Hadirin seketika itu senyap menunggu isi pidatonya. 


Setelah prolog dan bicara banyak hal, rupanya kyai Dul Kemit menyimpan martil untuk menohok pejabat daerah, Bupati. Karena berhalangan hadir, Bupati setempat mengutus wakilnya untuk memenuhi undanngan kyai Dul Kemit. Namun lacur, kedatangan wakil bupati itu bukan mendapat penghormatan justru menjadi bulan-bulanan pidato kyai Dul Kemit terkait dengan kondisi jalan yang menuju ke pesantrennya rusak. Wakil Bupati itu diolok-olok dan dipermalukan di hadapan puluhan ribu jamaah karena jalan belum dibangun.


Entah apa yang ada di pikiran jamaah, olokan kyai Dul Kemit pun disambut dengan tepuk tangan gemuruh, seolah senang dan setuju mempermalukan pejabat di depan umum. Merasa dipermalukan di depan publik, Wakil Bupati tersinggung dan sakit hati. Usai acara dia langsung ngacir meninggalkan pesantren tanpa pamitan. Akibat ucapan kyai Dul Kemit yang ngawur itu, jalan menuju pesantrennya tidak dibagun-bangun dan dibiarkan hancur. 


Melihat jalannya rusak dan tidak segera dibangun gara-gara bicaranya kyai Dul Kemit yang ngawur, masyarakat sekitar hampir-hampir mendatangi pesantren, berdemo, menuntut kyai Dul Kemit. Namun keinginan itu diredam oleh tokoh masyarakat setempat. 


"Oh gitu ya kang Encep. Kok tega ya kyai Dul Kemit. Terus sekarang bagaimana kondisi jalannya...?" "Ya masih hancur atuh kang. Kan Pemdanya gak mau mbangun... Kasihan masyarakat sekitar ikut kena getahnya." Lanjut kang Encep, menghela nafas sedih.

Tuesday, May 23, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 23

DUL KEMIT THE SERIES 23. 
Kecaplok Kadal Buntung
Oleh : Arif Yosodipuro

Membicarakan kyai Dul Kemit seolah tak ada habisnya. Satu kasus belum selesai muncul kasus baru lainnya. Kali ini akibat ketamakannya, kya Dul Kemit KECAPLOK KADAL BUNTUNG. 

Peristiwanya bermula dari seorang calo yang menawarkan tanah lumayan luas, ada ratus hektarnya, dengan harga murah dibanding dengan harga pasaran pada umumnya. Awalnya kyai Dul Kemit kurang tertarik. Namun berkat kepiawaian dan jurus simpul mati, kyai Dul Kemit luluh dan tunduk pada sang calo. Tawaran pun diterima.

Beberapa hari kemudian, kyai Dul Kemit dengan girangnya mengajak orang dekatnya menengok atau mengecek lokasi didampingi sang calo. Dengan percaya diri dan sangat meyakinkan, sang calo menjelaskan soal tanah kepada kyai Dul Kemit dan rombongan sambil keliling. Mungkin calonya sudah profesional, kata dan kalimatnya sangat menghipnosis pendengarnya hingga terlena, termasuk kyai Dul Kemit dan rombongan. Ditambah lagi, sang calo menawarkan diri dan berjanji akan membantu pengurusan surat-suratnya. Bak gayung bersambut, traksaksi pun terjadi.

Pada suatu kesempatan usai shalat berjamaah, kyai Dul Kemit menceritakan dan menginformasikan transaksi pembelian tanah itu kepada jamaah. "Alhamdulillah, kita beli sawah cukup lumayan. Hektarnya ada ratusnya. Semuanya sudah diurus, termasuk sertifikatnya. Nanti bisa kita tanami untuk persediaan pangan." Jamaah terbengong dan dengan kompak menjawab "Alhamdulillah...." Pada pertemuan berikutnya, dengan bangga, kyai Dul Kemit menyampaikan bahwa sertifikat tanah sudah selesai. Lagi-lagi berita itu disambut oleh jamaah dengan sangat antusias.

Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama. Belakangan diketahui bahwa lahan tersebut adalah landreform yang digarap oleh penduduk yang dalam aturannya setelah digarap 20-30 tahun, lahan tersebut bisa menjadi hak milik. Rupanya warga belum mengurus kepemilikan. Peluang inilah yang dipakai calo untuk mengelabui kyai Dul Kemit bahwa tanah tersebut tanah keraton.

Kini kyai Dul Kemit harus berurusan dengan pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan. Dilema bagi kyai Dul Kemit, bagai makan buah simalakama. Mau menuntut calo gak berani takut ketahuan bohongnya. Damai dengan penggarap, dia harus keluarkan banyak uang untuk menyumpal mulut mereka. Apalagi kalau pengarap tidak mau damai dan mengurus lahan menjadi hak milik mereka, kyai Dul Kemit gigit jari dech...
Berani nggak dia menyumpal mulut penggarap dengan gepokan uang...? Malang nian kyai Dul Kemit, KECAPLOK KADAL BUNTUNG, alias calo.

"Terus gimana kang Encep...?" "Ya nunggu proses hukum kang Ujang. 
Makanya ikuti the series berikutnya."

Friday, May 19, 2017

Undercover 42

Oleh : Abu Bakar

Sepucuk surat untuk sahabat teritorial

Assalamu alaikum wr wb
Sahabat, kehidupan yang Allah berikan selalu memberikan pelajaran kepada kita, baik-buruknya kejadian itu, selalu memberikan hikmah, jika kita mau mengevaluasi.

Begitupun dengan apa yang terjadi kepada kami, 116 guru ma'had, di antara kami ada yang pernah bersama antum semua, bergerak memperjuangkan sesuatu yang selalu kita impikan.

Banyak yang men-judge kami telah berkhianat dan mencoba merusak segala sesuatu yang telah kita susun, tapi kami tetap bergeming sesuai keyakinan kami, bahwa apa yang kami lakukan adalah hasil rembuk dan musyawarah, melaksanakan risalah rapat, evaluasi hari demi hari, dari semua yang terjadi di dalam maupun di luar ma'had.(Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan)

Sahabat.....
Kami sangat paham, bahwa pohon yang besar ini tidak akan bisa hidup, jika akar tidak mensuplai makanan, kami sangat paham perjuangan sahabat, karena kamipun pernah merasakannya, tetesan keringat, linangan air mata bahkan aliran darahpun akan diberikan untuk membuat pohon ini besar dan berkembang, memiliki batang yg tegak, kokoh, dahan yang kuat dan tentunya berbuah harum dan manis.

Sahabat.....
Bahkan kami sangat paham, bahwa pendapatan kamipun sebagian besar bergantung pada uluran tangan sahabat teritorial, yang dengan tanpa pamrih berjuang menghidupi ribuan mulut yang berada di dalam kampus.

Sahabat.....
Karena alasan tersebutlah kami mengambil sikap, pohon ini harus kokoh, kuat, pohon ini harus berbuah harum dan manis, dan pohon ini harus menjadi pohon yang baik yang hidup dari akar yang baik pula tentunya.

Kami melihat banyak hama yang menempel di pohon yang baik ini, benalu mulai mengikat batang pohon, sehingga menutupi dahan dan sedikit demi sedikit membuat batang ini kurus kering, rayap pun mulai menggerogoti batang pohon ini, tanpa terasa, sudah separuh lebih batang ini keropos, tak terlihat mata memang, tapi bagi kami yang setiap hari merawat dan menyiramnya, kami melihat jelas dan sangat jelas.

Sahabat....
Jika kami diam, kami telah menghianati perjuangan sahabat.
Jika kami diam, kami telah mendustai orang tua kami.
Jika kami diam, kamipun akan jatuh tertimpa batang pohon yang sudah kropos ini, Tidak sakit bagi kami jika tertimpa batang yang keropos ini. Tapi harapan, cita-cita, dan mimpi kita untuk memiliki pohon yang baik akan pupus, sirna dan hancur.
Hal ini yang terus menghantui kehidupan kami.
Meski resiko besar akan terjadi pada diri kami, kami rela, ikhlas untuk mewujudkan sesuatu yang lebih besar dan untuk umat semua

Sahabat.....
Biarkan kami berjuang....
Biarkan kami merontokan benalu ini.
Dan biarkan kami brantas rayap yang selalu menggerogoti batang pohon kita ini.
Kami hanya butuh do'a dari sahabat teri
Agar kami diberikan kekuatan oleh Allah untuk membersihkannya.
Dan semoga Allah memberikan kekuatan untuk sahabat dalam menegakan kalimatNya.
Allah bersama kita.

Thursday, May 18, 2017

DIARY SANTRI JILID 4

DIARY SANTRI JILID 4
Oleh : Ahmad Fadli

Assalamualaikum... 
Semuanya sahabat santri dimanapun kalian berada jangan lupa baca diary santri yah. 
Inilah diary santri jilid IV spesial buat kamu

Dear santri,
Kesepian dan kesunyian menyeruak disalah satu ruang kelas disebuah pesantren. Tidak ada suara satupun, yang terdengar hanya tiupan angin dan seretan daun yang terbawa angin. Suasana itu membuat otak Malik menjadi keruh dan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali memandangi lembar jawaban. Tangan Tuhan pun mengusap kepala Malik tak tahu kenapa otak Malik tiba-tiba encer dan fresh. Dengan penuh percaya diri dia menuangkan seluruh isi otaknya ke lembar jawaban ujiannya. 

SSSRRRKKK "yah kertasnya sobek" kata Malik. Ternyata meja Malik terkelupas bahkan bolong. Hal yang sangat tidak wajar untuk ukuran salah satu pondok pesantren termasyhur. "Anak-anak waktu telah habis kumpulkan lembar jawaban kalian, pastikan nomor urut dipojok kanan atas" perintah pengawas ujian. 

"Ustadzah lembar jawaban saya sobek" keluh Malik pada pengawas ujian. "Gimana sih kamu? Sudahlah kamu ikut ujian susulan saja" bentak pengawas ujian pada Malik. Waktu rehat serasa suram bagi Malik karena tidak rela lembar jawabannya sobek apalagi untuk ujian susulan.

"Wooyoung..... Kenapa lesuh begitu?" Sapa Salam kepada Malik. "Iya nih, tadi lembar jawaban aku sobek dan aku harus ikut ujian susulan" balas Malik. "Kok bisa?" Tanya Salam. "Tuuuhhh....." Kata Malik sambil menunjukkan kecacatan pada mejanya. 

"Yah elah Malik Malik bukan kamu doang kali. Lihat nih baju aku, sobek juga gara-gara sandaran kursinya copot sudah lama sekali" tanggap Salam sambil memperlihatkan bajunya yang sobek. "Gimana sih ini? pondok kita kan termasyhur akreditasi A+ lagi dalam segala bidang" lanjut Salam. "Iya nih, jadi miris melihatnya pesantren sebesar ini yang setiap harinya melakukan penelitian, membangun, membuat program sumber fulus pun dimana-mana masa yang begini belum juga teratasi . 

Apa ini tidak termasuk program?" Tambah Malik. "Betul, terus fulus yang mengalir terus itu dikemanakan?" Jawab Salam. "Sudahlah tidak boleh su'udzan begitu kamu itu, itu kan urusan pak kyai dan kawan kawan tugas kita mah belajar" nasehat Malik. "5 menit lagi bel masuk, kamu lebih baik kembali ke kelas, siap-siap untuk pelajaran selanjutnya" perintah Malik. "Ya sudah aku ke kelas dulu. Hati-hati yah mejanya" jawab Salam. 

Tidak lama kemudian bel pun berbunyi pertanda ujian dilanjutkan. Berlalulah Salam kembali ke kelas meninggalkan Malik yang sedang dilanda kebelengguan.

Nah, sahabat santri persiapan untuk mewujudkan kader bangsa yang berkualitas ternyata masih sangat jauh tuh. Meja masih bolong dan terkelupas, kursipun masih copot-copot. 

Semoga Malik dan Salam tetap semangat dalam mewujudkan impiannya. Oke... Sahabat santri itulah seputar perjuangan Malik dan Salam. 

Saksikan dan ikuti terus kisah dinegri santri yaahh.... 
Tentunya dalam diary santri selanjutnya

DIARY SANTRI JILID 5

DIARY SANTRI JILID 5
Oleh : Ahmad Fadli

Haloo... Semuanya sahabat santri kangen banget nih semuanya. Nampaknya sudah tidak sabar nih. Gimana yaahhh.... Kabar negri santri...?? jujur saja. Ya sudah daripada kepo tak berkesudahan langsung dalam diary santri jilid V

Dear santri, 
Suasana senja ditambah teduhnya sunset menjadi lebih indah dan menawan. Membuat setiap insan yang memandangnya menjadi luluh seiring beranjaknya mentari ke peraduannya. Semilir angin sore membawa fikiran Malik terbang jauh ke masa lampau, entah apa yang sedang bersemayam dibenaknya. 

"Dduuaarrr....." Tembak Salam dari belakang. "Kepret eh kepret... Ah kamu mengagetkan saja" kata Malik dengan sedikit rasa kesal. "Bengong..... Lagi mikirin apa sih?" Tanya Salam. "Hmmm....... Aku lagi mikirin itu lho tragedi revolusi, kangen sama mereka" jawab Malik. "Ooo.... Itu memangnya kenapa? Ada yang salah? Kan sudah ada gantinya dan juga semuanya sudah running well kok" kata Salam. "Iya memang semua sudah running well tapi mereka tetap berbeda dengan yang dulu. Kalau cuman sekedar masuk, absen, tunggu bel nenek aku juga bisa" jawab Malik dengan gaya bicaranya dengan sedikit nyeleneh. 

Sesaat kemudian mereka terdiam. Salam yang tadinya merasa baik-baik saja, kini juga membuang fikiran jauh ke masa lampau. "Iya juga sih meskipun ada yang baru tapi SEMUA serasa berbeda. Dikata ada tapi tidak ada dikata tidak ada tapi ada. Aku juga merasakan itu kok" curhat Salam kepada Malik berharap Malik dapat mengembalikan semua. Ternyata Salam juga merasa hal yang sama. 

Nampaknya gerakan revolusi membuat mereka berubah drastis. "Ini kok bisa terjadi sih? Padahalkan hubungan ustadz dan ustadzah dari jaman baheula juga baik-baik saja. Mengingat kyai itu orangnya toleran, enak diajak bermufakat, dan juga selalu bisa menjadi penengah" kata Malik dengan nada memelas. 

"Tahu tidak yang aku bingungi itu kenapa di gerbang itu ustadz dan ustadzah dilarang masuk? Padahal merekakan orang yang terdidik mana mungkin mereka mau mengkudeta pak kyai memperteruk keadaan" terang Salam dengan penuh rasa bingung. "Iya juga yah, mungkin kyai mau mereka maju satu per satu kali" tebak Malik. "Tapi kalau maju satu persatu apa bedanya dengan maju bersamaan bermufakat kan harus bersama-sama dan kyai paham itu" sahut Malik.

"Waaahhh....... Ada yang tidak beres ini antara keduanya dan itu harus segera diselesaikan kan sayang aset umat sebesar ini mau digerogoti oleh satu pihak yang tidak bertanggung jawab" lanjut Malik dengan penuh semangat untuk menyelidiki. 

Tak terasa senja semakin larut. Sunset berhasil menenggelamkan alam bawa sadar mereka, sampai mereka lupa kalau mereka harus bersiap-siap ke masjid. "Astaghfirullah........ Kita keasyikan ngobrol padahal kita masih harus ke masjid" sigap Malik. "Ya sudah ayo segera bersiap nanti terlambat. Kamu mau ngeGYM malam-malam" jawab Salam. Tanpa basa-basi lagi mereka langsung kembali ke kamar untuk bersiap-siap.

Haadeeuuhhhh........ Parah nih sahabat santri ada perselisihan diantara orang-orang yang bervisi dan misi sama. Hmmm...... Jangan sampai yah sahabat santri itu terjadi pada diri kita. Ok.... Saatnya sahabat santri mengomentari dan jangan lupa like yaaahhh...... Saksikan terus dongeng dinegri santri hanya di diary santri

Undercover 41

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Catatan Pertemuan FSGI dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI)
Pada rabu, 17 Mei 2017 FSGI mendampingi perwakilan guru Al Zaytun yang di PHK sepihak. Berikut ini adalah beberapa catatan terkait kasus yang dilaporkan FSGI 13 Februari 2017 yang lalu:
1 sd 3.. Ditutup ya...
4. Ombudsman bisa intervensi jika pihak yang berwenang tidak kooperatif, sehingga ombudsman bisa turun tangan misalnya : jika hasil pertemuan kamis 18 Mei 2017 dengan Disnaker Indramayu kembali tidak membuahkan hasil maka ORI akan turun tangan. 
5. Terkait laporan Ketenagakerjaan di ombudsman sebenarnya berada dibawah tim 5 dengan komisioner bpk laode, sedangkan tim 7 dibawah komisioner pak Suaedy yang akan menangani urusan pendidikan. 
6. FSGI juga menyampaikan terkait hak pendidikan ananda Fajar kelas XII di Al Zaytun yang tidak bisa mengikuti UN karena arogansi dari manajemen Al-Zaytun. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan surat pengaduan ke ORI dan akan ditangani oleh ORI. 
7. FSGI juga akan bersurat ke ORI pasca pertemuan dengan Disnaker pada kamis 18 Mei 2017.
Salam perjuangan,
Retno Listyarti

Undercover 40


Undercover 39

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Saat tahajud terlintas wajah-wajah sahabat yg telah wafat, mereka tulus ikhlas membangun mahad.

Sesepuh2, kordinator2, karyawan2 yg jatuh dari gedung, dari menara, terbayang pula ustad & ustadzah yg penuh dedikasi, yg telah menghadap Allah.

Terlihat pula janda2 mereka yg terus mengais2 rejeki, bersusah payah untuk menyekolahkan anak2nya.

Terlihat jelas anak2 karyawan yg bekerja di mahad, namun menyekolahkan anak2 mereka di pesantren2 gratis, sekedar agar bisa sekolah.

Saudara2 kami .... tidak sia2 perjuanganmu.

Ya Allah .. Tunjukilah kami jalan yg lurus.
Ya Allah ... Engkaulah maha penolong..
Ya Allah .. Engkaulah pemberi kemenangan..

Undercover 38

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Saran dr temen hukum:
Agar jg melaporkan ke kompolnas, jadi nanti ketika ke ombusman n komnas HAM bisa langsung ke kompolnas, karena lembaga ini aktif jg di sosmed dan mengawasi kecurangan2
Sebelumnya bisa verbal surat via email dlu.

KOMPOLNAS
1: Kedudukan, Tugas dan Wewenang Kompolnas
Kedudukan dan tanggung jawab:
Kompolnas adalah lembaga kepolisian nasional yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Tugas:
Membantu Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Kepolisian Negara Republik Indonesia
Memberikan pertimbangan Kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri

Wewenang:
Mengumpulkan dan menganalisis data sebagai bahan pemberian saran kepada Presiden yang berkaitan dengan anggaran Polri, pengembangan sumber daya manusia Polri , dan pengembangan sarana dan prasarana Polri.

Memberikan saran dan pertimbangan lain kepada Presiden dalam upaya mewujudkan Polri yang professional dan mandiri.
Menerima saran dan keluhan masyarakat mengenai kinerja kepolisian dan menyampaikan kepada Presiden.

(Keluhan adalah pengaduan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang dugaan korupsi pelayanan yang buruk, perlakuan diskriminasi, dan penggunaan diskresi yang keliru).

Email yg dikirim CC : 
FSGI, KOMNAS HAM, KPAI, dan Ombudsman.
Kompolnas tahu bahwa kita menempuh lewat byk jalur.

Undercover 37

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Kepada Yth. 
Bapak Ahmad Su’adi
Komisioner Ombudsman Republik Indonesia
Jl. HR Rasuna Said Kav C 19, Setiabudi, Kuningan
Jakarta Selatan-DKI Jakarta

Dengan hormat,
Teriring salam dan doa semoga Bapak senantiasa sehat sehingga dapat selalu menjalankan tugas-tugas negara. 

Pada bulan Februari yang lalu, FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) mendampingi perwakilan para guru Ponpes Al-Zaytun, Indramayu datang ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk melaporkan PHK sepihak yang menimpa 116 guru Al Zaytun.
Pada Maret 2017, perwakilan FSGI datang ke ORI untuk menanyakan perkembangan dan dijawab bahwa sudah bersurat ke FSGI untuk melengkapi administrasi yang dibutuhkan. 
....dst

Kita akan audiensi lagi :
waktu audiensi pada : Rabu, 17 Mei 2017 jam 13.00 wib. 
Perwakilan FSGI akan hadir sebanyak 9 orang.

Salam hormat
Sekretaris Jenderal


RETNO LISTYARTI M.SI
HP 082298444546/085894626212

Undercover 36

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Kepada Yth. 
Bapak Muhammad Nurkhoiron
Komisioner KOMNAS HAM
Jl. Latuharhari 4B Menteng 
Jakarta Pusat - DKI Jakarta

Dengan hormat,
Teriring salam dan doa semoga Bapak senantiasa sehat sehingga dapat selalu menjalankan tugas-tugas negara.

Pada bulan Februari yang lalu, FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) mendampingi perwakilan para guru Ponpes Al-Zaytun, Indramayu datang ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) untuk melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh manajemen Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang, yaitu PHK sepihak yang menimpa 116 guru Al Zaytun dan gaji desember 2016 yang belum dibayar hingga hari ini. Saat itu, rombongan kami diterima oleh Bapak M. Nurkhoiron selaku Komisioner Komnas HAM subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan. 
dst nya

Kita akan audiensi lagi:
waktu audiensi pada : Rabu, 17 Mei 2017 jam 11.00 wib. 
Perwakilan FSGI akan hadir sebanyak 9 orang.

Salam hormat
Sekretaris Jenderal


RETNO LISTYARTI M.SI
HP 082298444546/085894626212

Undercover 35

Oleh : Abu Amrullah

KEJAHATAN DUL KEMIT SUDAH DI MANA - MANA .

Kejadian yang di alami keluarga di komplek serua pamulang kota tangsel ini hanya sedikit dari kekejaman yang di lakukan DK . satu keluarga tinggal di perum komp. serua pamulang yang di pungsikan sebagai tempat kordinasi penggalangan dana untuk mewujudkan YPI . 

bertahun - tahun keluarga ini menempati posko tersebut , terkadang dari pagi sampai esok paginya posko tersebut di pakai untuk kordinasi , dari mulai propinsi sampai tingkat paling bawah . dan hampir semua pengurus jamas di tangsel mengenal keluarga ini. sampai pada suatu saat ayah dari keluarga tesebut meninggal

[ almarhum pak SLAMET alias pak HANIF ] dan setelah kepala keluarga ini meninggal di keluarga tersebut tinggal ibu dan kedua anaknya dan yang no.dua masih sekolah . seiring waktu posko tersebut tidak di perpanjang kontraknya oleh pengurus jamas . dan akhirnya ibu dan kedua anaknya mengontrak tidak begitu jauh dari posko yang tidak di perpanjang kontraknya. 

kemudian apa yang terjadi dalam kehidupan ibu dan anaknya ini , iapun di lupakan oleh kawan - kawan almarhum suaminya yang dahulu siang malam berkumpul di posko yang tempatinya . untung ada tetangga di sekitar baik dan suka menolong kehidupannya. pernah sekali waktu ibu tersebut sampai di kasih makan dari tetangga sebelah , karna ia sudah tidak bisa masak nasi di karenakan ketidak punyaanya . 

sambil menangis ibu ini cerita ke kami kadang ia sampai mau putus asa dan bingung harus bagai mana ? hutangnya sudah di mana - mana dan bahkan ada sahabat yang menagih sampai teriak - teriak sehingga tetangga tau semua ia sedang di caci maki karna belum bisa bayar hutang..dan yang lebih mengenaskan lagi kadang ia di datangi kordes di mintain pengorbanan maliah untuk jamas ..,keluhnya kepada kami . 

pernah kawan kita pak WAHYUDIN membantu ibu tersebut utk nambah modal . tetapi karna ia memiliki hutang harian '' bank keliling '' jadi sangat sulit ia bisa lepas dari jeratan hutangnya . kisah ini sedikit pakta yang terjadi di teritorial kodya tangsel .dan banyak lagi persoalan seperti ini yang di alami oleh sahabat - sahabat kita dalam perjalanan ini .

DO'A KAMI BERSAMA ORANG - ORANG YANG DI DZOLIMI DUL KEMIT , SEMOGA IA KENA PENYAKIT BUSUNG KARNA SUDAH BEGITU BANYAK MEMBUAT SAHABAT - SAHABAT KAMI KELAPARAN . SEMENTARA IA KEKENYANGAN BAHKAN MAU NAMBAH '' '' ' ''SATU LAGI ''.....

karna kalau DK hidup umurnya lama lagi kasihan nanti selain busung ia kena strok juga karna kebanyakan menipu di atas tetesan keringat kawan - kawan yang begitu polos dan ikhlas dalam membesarkan AL-ZAITUN

Undercover 34

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Anak2 guru yg diusir dicurangi....
Janganlah bermental maling..
Bayar gaji guru..
Eh ... gaji kamu tahan..
Mau kamu maling gaji 116 guru ?
Terus guru2 kamu usir !!!
Kamu pikir sekolah ini bisa kamu kuasai dengan serakah?
Mimpi kamu ...!!!
Enak aja .. kamu
Kami dicurangi kamu terus..
Guru diusir, gajinya ditahan, sehingga todak bisa bayar anak sekolah, lalu kamu bilang kami punya hutang kpd sekolah ..
Jangan licik terus. Pakai otak !!!
Kamu yg punya hutang !!!
Apa sekolah ini punya kamu ..
Sekolah ini kami yg bangun..
Jangan sok ... Seperti fir'aun, ini semua aku yg ngatur ... Seolah2 ini punya kamu. Parah kamu !!!.

Undercover 33

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Surat dari kawan kita , semalam ana di pondok kacang , ada seorang bapak ia baru masuk setorannya 30 juta dari target 40 juta , sekarang jalannya harus memakai tongkat karna terkena penyakit komplikasi , dan bapak tersebut cerita sampai meneteskan air mata , karna ada kekhawatiran dan bingung harus bagai berbuat dgn kondisinya sekarang ini , dia ketakutan ngga bisa ibadah katanya. 

Tinggalnya tidak begitu jauh dari masjid mukorobin pondok aren...