Saturday, October 21, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 34

DUL KEMIT THE SERIES 34
Mengusir Guru Demi Jahe Ternyata Selingkuh
Oleh :Arif Yosodipuro

Gambar ilustrasi by Google

Masih ingat pernyataan kyai Dul Kemit di masjid usai jum'atan? Ya, dia mengatakan bahwa guru-guru nyeruwat, seperti bedhes gendeng. Ucapan itu dipicu dan dipacu upaya gerilyanya mendekati sang jahe merah, janda herang membuat gairah, mencuat. Isu pendekatan gelap itu terendus oleh warga pesantren.

Merasa dihinakan di depan orang banyak, guru-guru ingin klarifikasi pernyataan tersebut. Mereka mendatangi kantor Dul Kemit namun ditolak, pintu gerbang digembok, dan dihadang oleh satgas keamanan setianya karena ketakutan aibnya terbongkar.


Guru-guru dianggap membahayakan rencana asmaranya, maka dengan angkuh dan arogan Dul Kemit mengusir ratusan guru dengan sewenang-wenang. Tanpa ada dialog. Tanpa ada pembelaan. Tanpa alasan salah dan benar.


Dengan diusirnya guru-guru, Dul Kemit berharap gerilya dan kelana arjunanya mendekati jahe merah akan berjalan mulus. Berbagai upaya dilakukan. Jahe merah diberi fasilitas mobil dan kamar tersendiri, juga jabatan. Tak tanggung-tanggung, sebagai manajer pabrik beras dan distributor minyak wijen, walau sekarang minyak wijen tinggal nama.


Rupanya kehadiran jahe merah tak hanya membuat decak kagum Dul Kemit. Ada arjuna lain, kebetulan sedang jomblo-duda juga melirik kepadanya. Diam-dim ia ingin mencuri hati sang jahe merah. Dengan kata lain ada kucing garong lain yang ingin menerkamnya.


Dengan gentle sang duda menyampaikan keinginannya kepada pengawal jahe. "Buat sayalah." Pintanya penuh hasrat. "Wah ini mah milik bos (Dul Kemit)." Kata sang pengawal memberi alasan. Sang duda kecewa tapi tak putus asa. Dalam hati ia berkata, "Selagi belum ada janur kuning melengkung, saya masih ada kesempatan."


Kegigihan dan keuletan sang duda berbuah manis. Sang jahe berhasil dibuatnya klepek-klepek di dekapannya. Keduanya menjalin dan menali simpul benang asmara di belakang Dul Kemit.


Puncaknya, pada suatu hari mereka berdua janjian bertemu, mungkin mau beebuat mesum atau BERINDEHOI. Mereka susun strategi. Sang Jahe booking kamar wisma tamu. Dengan senang-senang cemas, sang jahe masuk dari pintu depan sambil celingak-celinguk, waspada. Kondisi dirasa aman. Jahe memberitahu sang duda untuk masuk.


Agar tak diketahui oleh pihak Dul Kemit, juga petugas wisma tamu, sang duda masuk dari pintu belakang. Ia melenggang debar dengan perasaan tak sabar bergendak ria dengan sang jahe.


Namun, tanpa mereka sadari dan tanpa diketahui, ternyata keduanya telah dipantau oleh anjing-anjing pengaman Dul Kemit. Saat sang jahe dan sang duda tengah beradu mesra di dalam kamar, petugas keamanan mengetuk pintu mereka untuk mengecek.


Keduanya panik. Tak tahu apa yang harus diperbuat. Sang jahe segera berbenah diri. Sang duda segera mencari tempat untuk sembunyi. Setelah beres, sang jahe membuka pintu dan satgas pun memeriksa sepintas seisi kamar. Mereka tak menemukan sang duda dan langsung berbalik badan. Untuk sementara upaya pengelabuhan sukses.


Keduanya bergegas ingin meninggalkan kamar. Sang jahe duluan keluar sambil celingak-celinguk, mondar-mandir, melihat suasana aman apa tidak. Begitu dirasa aman, jahe langsung ngibrit. Sementara sang duda masih di dalam kamar.


Seperginya jahe, satgas keamanan yang sudah mengintai langsung menyergap masuk kamar dan menggeledah. Saat seorang dari satgas membuka pintu lemari, ternyata berat seperti ada yang nahan atau menarik dari dalam. Sang satgas berupaya membuka dengan sekuat tenaga. JRENG JREEEEEENG. Begitu pintu terbuka, sang DUDA mengerut dari balik pintu dengan menyimpan rasa takut dan malu.


"Oalah Kang, Kang. Gitu aja sampai ngorbankan ratusan guru demi jahe yang ternyata suka SELINGKUH dan.MESUM...." Komen kang Ujang geregetan.

Sumber : Klik di sini

Saturday, September 23, 2017

Undercover 84

Undercover 84
Oleh : محمد فيصل رحمن 




Percakapan seorang alumni pecinta gowes sepeda yang dilarang masuk ke dalam sekolahnya sendiri
Oleh seorang bapak bermata empat alias berkacamata pejabat LKM Eks ketua dewan guru orde baru namun mempunyai sikap culas bahkan pengecut ketika menghadapi masalah.
" wajahnye sih udeh kaya einsten tapi nyalinya se gede upil "
Yuk kita simak percakapannya...
Cekidot...
[10/8 21.41] Ikhwan: Salam.ust ali
[10/8 21.52] Ikhwan: Saya alumni zaytun angkatan 7,dpat no hp ust Ali.dr ust luki
[11/8 05.41] Ust Ali: Iya siapa ini namanya. Ada yg bs dibantu
[11/8 06.59] Ikhwan: Sya mau ke mahad nnti gowes sepeda Dr Yogyakarta -zaytun
[11/8 07.01] Ust Ali: Antum namanya siapa kooedinator jateng?
[11/8 07.01] Ikhwan: Bukan.kordinator Jakarta Selatan dlu.
Merantau di jogja
[11/8 07.02] Ikhwan: Ust Ali.
[11/8 07.02] Ust Ali: Antum namanya siapa?
[11/8 07.03] Ikhwan: Ikhwan
[11/8 07.03] Ust Ali: Ikhwan apa? Bersepa ke maz dalam rangka apa?
[11/8 07.03] Ikhwan: Mau SILAHTURAHIM dngan yg ada di mahad
[11/8 07.04] Ikhwan: Insah Allah bareng sama alumni angkatan lain.
[11/8 07.04] Ikhwan: Kaga bnyak2 cma sekitar 4/5 orang aj touring sepeda ke Ma'had.
[11/8 07.05] Ust Ali: Kirimkan surat resmi ke ypi kasih no. Kontak spy ypi bisa konfirmasi
[11/8 07.05] Ust Ali: Biasa pake fax atw email wakrunya kapan, nanti ketwmu siapa axaranya apa?
[11/8 07.06] Ikhwan: Kog ribet bnget skrng buat SILAHTURAHIM ke Ma'had.hrs bikin surat resmi.
[11/8 07.06] Ikhwan: Ust ali
[11/8 07.07] Ikhwan: Sekalian mau ikut daftar tour sepeda nnti yg ke anyer-panarukan bln desember
[11/8 07.07] Ikhwan: Klo msh bisa ikut daftar atau di izinkan gabung ikut tour sepeda
[11/8 07.08] Ust Ali: Tdk ada yang ribet kalu mau ikut prosedur. Kblkg ada yg niatnya tidak lurus. Judulnta shilaturahmi.
[11/8 07.09] Ust Ali: Sekarang semua prosedur melalui ypi. Ikuti prosedur yg baik itu tandanya orang berbudaya....
[11/8 07.10] Ikhwan: Oh gitu yah ust Ali.
[11/8 07.11] Ikhwan: Tp saya mau tnya,kira2 msh bisa ikut daftar untuk tour sepeda bln Desember nnti oleh pihak Dr mahad.
[11/8 07.11] Ikhwan: Dari alumni dan teman2 sepeda sya yg di Yogyakarta.
[11/8 07.13] Ust Ali: Ikut melalui koorditor supaya mudah karena akan di seleksi. Yg daftar sdh 485 senentara kuota hanya 300 orang.
[11/8 07.13] Ikhwan: Insah Allah sya ke sana/mahad Pas acara 1 muharom bln September.
Touring sepeda Dr jogya-mahad akan di tempuh 3/4 hari di perjalanan
[11/8 07.13] Ikhwan: Waduh,sya tdk kenal lg /udh los kontak dngan kordinator Pas lulus Dr mahad.
[11/8 07.14] Ikhwan: Ust ali
[11/8 07.15] Ikhwan: Gimn donk,bisa ksh solusi nya.dr ust ali
[11/8 07.21] Ust Ali: Antum menyebutkan nama lengkap saja susah ke saya
[11/8 07.21] Ikhwan: Nama Ikhwan.
[11/8 07.21] Ikhwan: Abi ali
[11/8 07.23] Ust Ali: Kurim surat resmi ke ypi via email. Ketua panitianya adalah pa imam , Ketua ypi, sampaikan maksud antum.
[11/8 07.23] Ikhwan: Sya kenal sekali dengan Abi Ali Pas wkt di mahad.
[11/8 07.24] Ust Ali: Iya sekarang tgs saya tdk di dewan guru. Dan ada prosedur yg sdh di tetapkan ikuti dg baik....
[11/8 07.25] Ikhwan: Tolong yah Abi ali
[11/8 07.29] Ikhwan: Alamat email nya apa.abi ali
[11/8 07.30] Ikhwan: Sya kurang tahu
[11/8 08.05] Ust Ali: Ypi@al-zaytun.sc id
[11/8 17.39] Ust Ali: Ralat : ypi@al-zaytun.ac.id
[11/8 17.39] Ikhwan: Oke.abi ali
[11/8 17.40] Ikhwan: Pendaftaran nya kena biaya berapa.buat tour nya
[11/8 17.47] Ust Ali: Pendaftaran 100 rb.
Biaya tour 100.000/hari untuk menginap makan dll selama 24 hari. Jd 24 x 100.rb
[11/8 17.54] Ikhwan: Widih mahal sekali skrng.beda wkt tour 2008 Jawa-Madura.
[11/8 17.54] Ikhwan: Sya udh cari info kordinator jak-sel tp kaga dpat2.
[11/8 17.54] Ikhwan: Apa kah tdk ada rencana yg lain.abi ali
[11/8 17.55] Ikhwan: Supaya sya bisa ikut tour sepeda.
Alumni zaytun buat ikut tour juga Dr Yogyakarta.
[11/8 17.56] Ikhwan: Untuk sepeda nya bebas kan.
Kaga mesti sepeda Giant
[11/8 17.57] Ikhwan: Abi Ali.
[11/8 19.56] Ust Ali: Harus giant
[11/8 19.57] Ikhwan: Waduh mesti Giant.
Sya kaga pnya Giant,abi Ali.
[11/8 19.57] Ikhwan: Udh kaga punya lg,terakhir Pas di mahad.
[11/8 20.26] Ikhwan: Berarti kaga bisa yah.abi ali
[11/8 20.27] Ikhwan: Sepeda trill.pnya saya skrnh
[31/8 02.50] Ikhwan: Ust Ali,sya udh kirim lwt email.
Mudah2 aj di ACC,tujuan sya baik.ingin silahturahim
[31/8 02.51] Ikhwan: Klo tdk ada jawaban/blsan.sya tetap akan gowes sepeda ke Ma'had Al zaytun
[5/9 19.14] Ikhwan: Ust ali
[5/9 19.14] Ikhwan: Salam
[5/9 19.58] Ikhwan: Ust Ali,kira2 gimn nih.
Sya udh buat surat dan udh kirim ke yayasan.
Tp blm ada balasan nya.
[5/9 20.22] Ust Ali: Saya bukan pengambil kebijakan. Di coba lagi pake faks. Waktunya muharram kan?
[5/9 20.31] Ikhwan: Sya dengar klo mau ke Ma'had hrs di kawal gitu yah.
[5/9 20.31] Ikhwan: Alumni atau bukan orang mahad
[5/9 20.31] Ikhwan: Yg ingin berkunjung
[5/9 21.11] Ust Ali: Gini saja faks ditunukan ke panitia peringatan 1 muharam 1439 h
U.p. ust. Budi satrio (ketua majelis guru)
Judulnya kunjungan peringatan 1 muharam, tp menggunakan sepeda....
Faksnya 0234 742833
[5/9 21.14] Ikhwan: Apakah ust Ali,kaga bisa untuk mengkawal sya nnti.pas di mahad
[5/9 21.14] Ikhwan: Ingin berjumpa dngan ust Ali juga
[5/9 21.14] Ust Ali: Saya banyak tugas yg lain. Sekarang ketua majelis gurunya pa budi...
[5/9 21.15] Ikhwan: Sya minta no hp ust Budi Satrio.bisa
[5/9 21.15] Ikhwan: Ust ali
[5/9 21.15] Ust Ali: Sebelum ke saya temui ust budi. Ke saya silakan hanya kantor saya sekarang di lp3 masikhah.
[5/9 21.16] Ikhwan: Sya kontak lngsung ke ust Budi nya
[5/9 21.17] Ust Ali: 085748505095
[5/9 21.17] Ust Ali: Wa saja dulu
[5/9 21.17] Ikhwan: Oke.ust ali
[17/9 18.44] Ikhwan: Sya udh otw ,Abi ali
[17/9 18.44] Ikhwan: Skrng lg di daerah gombang kebumen
[17/9 18.45] Ikhwan: Insah Allah ,3/4 hari sampai di mahad
[18/9 13.31] Ikhwan: Baru sampai di Purwokerto.
Abi Ali.
2 hari lg sYa Sampai di zaytun.
[18/9 14.09] Ust Ali: Sdh wa ke pa budi belum selaku panitia.
[18/9 14.10] Ikhwan: Kaga ada blsan.sama sekali
[18/9 14.10] Ikhwan: Kesal sya.abi ali
[18/9 14.10] Ikhwan: Cma di baca Wa sya,tp kaga di bls.
[18/9 14.10] Ikhwan: Sama ust Budi nya.
[18/9 14.11] Ikhwan: Sya jauh2 loh,untuk SILAHTURAHIM ke zaytun.dengan bersepeda
[18/9 14.11] Ikhwan: Tujuan dan niatan baik
[18/9 14.12] Ikhwan: Cba Abi Ali yg bilang ke ust Budi.
Sya Wa tdk ada blsan sama sekali.
[18/9 14.14] Ust Ali: Mungkin perlu antum fahami sebelumnya, ada yg seperti antum goes dr kampus maz ke mekah. Berphoto2 di maz tp ujung2nya di kaitkan dg mslah 116 guru dan menjelek2an mahad. Mungkin itu yg jg pertimbangan, makanya lbh berhati2.
[18/9 14.14] Ikhwan: Itu mah yg lain .
[18/9 14.14] Ikhwan: Sya mah kaga gowes ke mekkah
[18/9 14.14] Ikhwan: Ngapain ke Mekkah,tujuan sya baik.
[18/9 14.15] Ikhwan: Hobby sya emng bergowes sepeda
[18/9 14.17] Ust Ali: Makanya antum hrs fahami itu. Saya sarankan embel2 sepwrti poster rohingnya mungkin sebaiknya antum tdk pasang . Yang dikedepankan antum mau ikut muharam dari koirdinator mana itu lebih baik. Saya tdk punya gak punya hak mengizinkan atw tdk, krn tdk jd panitia.
[18/9 14.17] Ikhwan: Klo sampai sya ujung2 tdk terima/di usir oleh pihak Dr zaytun.
Pst sya suami alumni zaytun bakal sakit hati,dan bakal jd perbincangan yg hangat.
[18/9 14.18] Ikhwan: Klo yg Rohingya itu cma buat bantuan donasi aj,yah nnti juga pas sampai di zaytun saya copot poster
[18/9 14.19] Ikhwan: Selama di perjalanan saya gowes,yg pasang poster Rohingya.
[18/9 14.20] Ust Ali: Makanya antum judulnya menghadiri peringatan muharam. Itu yg di kedepankan.......
[18/9 14.20] Ust Ali: Antum punya adik atw sdr yg msh di mhd?
[18/9 14.21] Ikhwan: Udh kaga ada yg di mahad
[18/9 14.21] Ikhwan: Yah sya juga paham,abi Ali.
Nnti Pas di mahad sya lepas poster Rohingya.
Poster Rohingya,cma sya pasang Pas di perjalanan gowes aj.
[18/9 14.22] Ust Ali: Antum angkatan berapa?
[18/9 14.23] Ikhwan: Angkatan 7
[18/9 14.23] Ikhwan: Maka nya klo bisa Abi Ali lah ,yg kawal saya Pas udh sampai di zaytun
[18/9 14.23] Ikhwan: Saya dengar setiap mau msk ke Ma'had /berkunjung di kawal oleh keamanan
[18/9 14.24] Ust Ali: Saya bukan petugas pengawal.
[18/9 14.25] Ikhwan: Skrng sya msh jd bingung/di pertanyaan.
Kira2 sya alumni datang ke zaytun di terima/tdk.
[18/9 14.26] Ikhwan: Tujuan sya baik,gowes adalah hobby sy biar sehat jasmani dan rohani.
[18/9 14.33] Ust Ali: Antum jgn berburyk sangka dulu.....sampaikan ke bagian penerima tamu 1 muharam bahwa antum adalah alumnu angkatan 7 dr koordinator (mana)....karena pecinta goes sbgaimana di galakan di maz. Antum dtg kesini pk sepeda. ....
[18/9 14.36] Ust Ali: Tujuannya menghadiri peringatan 1 muharam.
[18/9 14.42] Ikhwan: Oke.abi Ali
Sya sampai kan Pas udh sampai di mahad.
[19/9 15.12] Ikhwan: Sya baru sampai di jl pantura Cirebon.insah Allah baru sampai di mahad.
Abi ali
[19/9 15.13] Ikhwan: Bsk baru sampai di mahad
[20/9 07.15] Ust Ali: Nanti sampaikannya sdh konfirnasi ke ypi melakui email dan wa ke panitia. Jangan ke saya biar tdk menyalahi prosedur.
[20/9 07.26] Ikhwan: Oke.berarti panita sudah pada tahu yah.abi Ali
Sya mau datang ke Ma'had dngan bersepeda dngan tujuan SILAHTURAHIM ,tujuan baik.
[20/9 11.31] Ust Ali: Sy gak faham sdh tahu atw blum. Karena kbtulan th iini tdk jadi panitia. Ketua panitia ust budi satrio sekarang.
[20/9 11.41] Ikhwan: Oh gitu.bukan nya knp2 Abi Ali.
Masalah nya sya jauh2 gowes sepeda Dr Jogja -ke mahad.
Klo emng tdk blh di izinkan alumni ke Ma'had dngan bersepeda ,hrs nya di beri kabar.
Sya sudah kirim email 2 kali tdk ada jawaban,dari ust Budi tdk ada blsan.
[20/9 11.41] Ikhwan: 3/4 jam lg saya sampai di mahad.
[20/9 17.26] Ikhwan: Sya udh di dpan GET.abi Ali
[20/9 19.30] Ikhwan: Oke.abi Ali
Sya di usir di mahad.
Sya bakal ngadu ke posko 116 guru di gantar
[20/9 19.31] Ikhwan: Sya bakal kumpulin alumni zaytun untuk memberitahukan semua nya.
[20/9 19.32] Ikhwan: Sakit hati.
Gowes jauh2 Dr Jogja -mahad 4 hari.
Gini kah hasil nya ,tdk menghargai perjuangan alumni zaytun untuk SILAHTURAHIM.
[20/9 19.33] Ikhwan: Sya bakal cerita kan semua keteman2 gowes sya yg di Jogja semua nya.biar tahu Al zaytun kaya gimn skrng.

Sumber : Klik di sini

Thursday, September 21, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 33

DUL KEMIT THE SERIES 33
Oleh : Arif Yosodipuro

Gula Sekilo Jadi Seton




Soal kibul-mengibul dan gombal-menggombal, Dul Kemit memang masternya. Dalam upaya menggaet perhatian tamu agar terkesima kepadanya, sang kyai tak segan-segan melakukan kecurangan dan kebohongan publik.


Satu di antaranya adalah gula merah atau gula kelapa. Alih-alih melakukan penelitian dan memproduksi bahan dari curah manggar, Dul Kemit membuat eksperimen gula kelapa. Hasilnya kemudian ditunjukkan kepada para tamu bahwa pesantrennya memproduksi gula bulat tersebut. Untuk menambah keyakinan lawan bicaranya, ia tunjukkan bahwa pesantren memiliki kebun kelapa yang luasanya sekian hektar.

Dengan bermodalkan gula eksperimen yang hanya sekilo itu, ia manfaatkan momen tahunan yang ia gelar, yakni peringatan tahun baru hijriyah. Banyaknya tamu yang hadir menggeliatkan sense of business sang kyai.
Ia beli gula produksi petani dari luar . Tepatnya dari SUKABUMI.

Kemudian gula tersebut didisplay di pintu masuk pesantren ditawarkan atau dijual kepada para tamu yang datang sebagai oleh-oleh. Tak tanggung-tanggung, gula yang dibeli itu jumlahnya cukup fantastis. SATU TON. Iya ,SATU TON.

Tak sekadar itu, ia pun mengeklaim bahwa gula yang dijual itu adalah produksi pesantrenya. "Hebat kan.....? Modal sekilo jadi SATU TON....?" Komen kang Encep sambil bengong.

Thursday, July 13, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 32

DUL KEMIT THE SERIES 32. 
Dibilang Pungli Ujungnya Diikuti
Oleh : Arif Yosodipuro



Kebutuhan mendesak akan biaya listrik dan perawatan gedung tak hanya dirasakan oleh pengurus asrama, tetapi dirasakan juga oleh kyai Dul Kemit. Dan telisik punya telisik ada kemungkinan belum ditanggapinya ajuan perbaikan karena kondisi keuangan pesantren menipis. Oleh sebab itu, mau tidak mau Dul Kemit mesti menarik iuran juga, minta kepada wali santri untuk mengatasi masalah tersebut. 

Maka, dalam sambutannya pada pembukaan pembelajaran, Dul Kemit mulai merayu hadirin dengan orasi yang menghipnosis. Soal beginian memang kyai Dul Kemit jagonya. Prolog penggiringan opini pun dimulai.
"Hadirin, santri yang cukup besar maka kami punya tanggung jawab yang cukup besar juga. Kami mempersiapkan tempat yg sebaik baiknya. Belasan tahun pesantren berdiri secara mandiri. Pesnatren belum pernah meminta pembiayaan uang gedung kepada wali santri yang berkenaan fasilitas pembelajaran." Dul Kemit menengok kanan kiri, memandangi hadirin. 

Kemudian ia melanjutkan orasinya. "Namun, tatkala malam hari di tempat seperti ini kalau tidak ada penerangan jadi terganggu dan bagi kesehatan pun terganggu. Saat biaya baru mencapai puluhan juta tidak masalah. Setelah bertambah sampai mencapai ratusan juta (sekitar 200 - 300) maka kami sampaikan kepada wali santri. Sesiapapun yang mempunyai KID (Kartu Ijin Domisili), kita harapkan memberikan sumbangan listrik sebesar Rp24.000,. per bulan."

"Kami belum pernah meminta biaya perawatan pembangunan. Tapi ternyata biaya pembangunan dan perawatan gedung satu bulan mencapai sekitar 400 - 600 juta, maka kami meminta wali santri untuk membantu sebesar 24 ribu rupiah per bulan dan kursi citos (300 - 400 ribu rupiah) untuk santri belajar." 
Untuk menguatkan dan melegalkan ucapannya, Dul Kemit menegaskan, "Ini wajar, sebab kita pendidikan swasta. Semua ini atas keinginan kita dalam pendidikan. Ini adalah untuk kebersamaan. Tanpa ada persatuan maka tidak mungkin ada pendidikan seperti ini.

Selanjutnya agar hadirin mengiyakan ucapannya, mereka digiring, dibesarkan hatinya dengan dibombong, disanjung. "Kalian mesti bersyukur kepada Alloh karena sudah bisa menjawab apa yg dikehendaki oleh bangsa ini."

"Oalah....ujung-ujungnya DIIKUTI juga ya kang. Kondisi keuangan yang nipis akhirnya narik iuran juga kepada santri." Komen kang Ujang antusias. "Iya kang. Sekarang biaya listrik dan perawatan gedung. Besuk atau tahun depan bisa jadi minta kepada wali santri untuk HONOR GURU dan KARYAWAN karena keuangan menipis akibat kurangnya setoran dari donatur." "Gitu ya kang...? 

"Iya kang... sudah diprediksi dari awal. Ya ibarat pohon akarnya dah gak produktif otomatis pohon akan nyerap yang ada. Kalau donaturnya kurang setoran, mau gak mau biaya operasional pesantren akan dibebankan kepada wali santri, kang." Jelas kang Encep menganalisis.

"Lha.... kemana usaha ekonomi yayasan selama ini....Jadi gak ada lagi subsidi silang kang....? "Subsidi dari mana........? Wong santri yang masuk aja paksaan dan masih pada ngutang...." sanggah kang encep sewot.

Sumber : Klik di sini

DUL KEMIT THE SERIES 31

DUL KEMIT THE SERIES 31. 
Inisiatif Dibilang Pungli
Oleh : Arif Yosodipuro



Kekakuan dan kebuntuan birokrasi manajemen kyai Dul Kemit berdampak pada terbengkalainya ajuan-ajuan. Model manajemen yang sentralistik, solepower, autoleadership, selfautority, dsb Dul kemit terapkan dalam membangun kekuasaannya juga membuat kreatifitas jajaran di bawahnya terbungkam.

Dampak lainnya adalah banyak ajuan sudah tahunan entah sudah sampai kepada Dul Kemit atau belum, termasuk ajuan perbaikan dari pengurus asrama. Ajuan perbaikan yang sudah disampaikan berbulan-bulan bahkan tahunan belum juga mendapat tanggapan.

Mengingat mendesaknya keperluan di asrama yang harus segera difollow up-i maka pengurus asrama berinisiatif, mengajak para santri berswadana untuk perbaikan atau penggantian sapra di kamar masing-masing. Teknisnya, setiap anggota kamar menabung sebesar, katakanlah Rp40.000 untuk setahun. Menabungnya boleh bulanan atau kapan saja sampaii jumlahnya mencapai nominal tersebut.

Dana tersebut diadministrasikan oleh anggota kamar masing-masing. Misalnya, penggantian bola lampu, perbaikan kran dll. Mereka yang mencatat berapa uang keluar dan berapa saldo. Setiap kamar memiliki buku catatan sendiri-sendiri. 

Inisiatif ini sudah dibicarakan dengan pengurus organisasi santri / MPS (Musyawarah Perwakilan Santri), juga disampaikan pengurus asrama dalam forum evaluasi jajaran BMG (Badan Musyawarah Guru). Yakni kepala madrasah, ketua ekskul, dan ketua asrama. Ide tersebut disepakati dan disetujui oleh Ketua BMG.
Namun, rupanya BMG belum menyampaikan hal tersebut kepada Dul Kemit, entah lupa atau takut nanti tidak disetujui. Empat bulanan berjalan, sampailah hal ini ke telinga Dul Kemit.

Mendengar dan mendapat laporan ada penarikan uang di asrama dari orang kepercayaannya, kyai Dul Kemit naik pitam, kebakaran rambut (maaf, jenggot dan kumisnya sudah dicukur), terlebih Dul Kemit memang sedang mencari-cari kelemahan guru yang bisa dibidik. Dengan lantang, Dul Kemit menyampaikan kemarahannya di masjid bakda shalat berjamaah di hadapan ribuan civitas akademika. 

"Ada tarikan liar di asrama. Ini sama dengan PUNGLI. Ini perbuatan PUNGLI. Sekali lagi PUNGLI....Ini KORUPSI...." Teriak kyai Dul Kemit lantang penuh emosional yang ditahan, disembunyikan.

"Lho kok pungli, kang Encep? Kan uangnya dikelola oleh santri sendiri bukan dipakai oleh pengurus asrama." "Itulah kelicikan kyai Dul Kemit, kang Ujang. Asal tuduh saja karena sok sebagai penguasa." Kang Encep nyengir. 

"Terus gimana Kang? "Ikuti The Series Berikutnya DIBILANG PUNGLI UJUNGNYA DIIKUTI...."

Sumber : Klik di sini

Tuesday, July 11, 2017

Undercover 83

Cerita Kemaleman..
Oleh : Abdul Imanuddin



Nah, sekarang kita beralih ke cerita yang lebih mengharukan...
Jika DK adalah orang yang raja tega, maka istrinyapun tidak kalah jadi ratu tega...
Dulu, di pembibitan pertanian ditanam barisan pohon katuk yang selalu dirawat oleh karyawan pertanian ... Alhamdulillah pohon-pohon Katuk itupun tumbuh dengan subur ... 

Setiap ada istri karyawan mana saja yang melahirkan, karyawan pembibitan tersebut selalu mempersilahkan istri karyawan yang baru melahirkan itu untuk mengkonsumsi sayur daun Katuk agar ASI nya lancar ...

Suatu hari, istri DK berkunjung ke pembibitan dan melihat barisan pohon Katuk yang subur ... 
Istri DK bertanya kepada karyawan yang merawat pohon Katuk: "Selama ini daun Katuk ini dipakai untuk apa?" ... 
Jawab Karyawan: "Sering dimanfaatkan oleh istri karyawan yang baru melahirkan Umi" ... 
Istri DK kaget: "Apa??? ... Untuk istri karyawan???" ... 
Jawab karyawan: "Benar Umi" ... 

Kata istri DK: "Itu tidak boleh, karena pohon Katuk ini ditanam di Ma'had, disiram oleh air Ma'had dan dipupuk oleh pupuk Ma'had ... 
Mulai sekarang istri karyawan tidak boleh lagi memetik daun katuk ini ... 
Dan, daun katuk ini hanya untuk sapi yang baru melahirkan agar susu sapinya melimpah!!!"

Sumber : Klik di sini

Undercover 82

Kisah Tragis di Hari Sabtu Haru...
Oleh : Abdul Imanuddin



Pengalaman getir shalat Jum'at dengan istri Dul Kemit.......
Setiap hari Jum'at di Ma'had pasti ramai oleh tamu, diantaranya wali santri ... 
Entah itu wali santri yang hidupnya berkecukupan maupun yang hidupnya memprihatinkan......

Suatu Jum'at ada tamu wali santri dan santrinya yang hidupnya sangat memprihatinkan ...... 
Hal ini terlihat dari pakaian yang mereka kenakan, sungguh memprihatinkan......
Wali santri tersebut menemui salah seorang istri eksponen yang baik hati untuk mengutarakan keinginannya ....... 

Wali santri tersebut sangat mengagumi istri Dul Kemit yang terlihat cantik, lembut dan keibuan ...... 
Dia ingin shalat Jum'at berdekatan dengan istri Dul Kemit agar bisa bersalaman.....
Maka diajaklah wali santri tersebut shalat Jum'at berdekatan dengan istri Dul Kemit......

Begitu shalat Jum'at bubar, istri eksponen yang baik hati itu memperkenalkan wali santri
kepada istri Dul Kemit dengan penjelasan bahwa wali santri tersebut selama ini sangat mendambakan bertemu istri Dul Kemit.......

Apa reaksi istri Dul Kemit??? .........

Dengan mengernyitkan dahi dan berat hati, istri Dul Kemit mengulurkan tangan menerima cium tangan wali santri tersebut, dan bersegera berlalu dari tempat shalat Jum'at dengan menegur istri eksponen tersebut dengan berkata: "Itu siapa? Pakaianya gombal, seragam bukan, mukena juga bukan ........ 
Lain kali jangan sekali-kali lagi mengajak orang sembarangan dan mendekatkan duduk dengan Umi"

...... Istri eksponen yang mengajaknya itu hanya bisa terpana dan berkaca-kaca mendengar teguran istri Dul Kemit tersebut...

Sumber : Klik di sini

DUL KEMIT THE SERIES 30

DUL KEMIT THE SERIES 30
Kekakuan dan Kebuntuan Birokrasi
Oleh : Arif Yosodipuro



     Kebuntuan komunikasi dan birokrasi manajemen kyai Dul Kemit sangat dirasakan oleh semua jajaran di bawahnya. Birokrasi yang cenderung kaku dan monolog membuat bawahan Dul Kemit ketakutan, parahnya terbentuk stigma yang penting SELAMAT, di semua lini.

     Misalnya, secara struktur, pengurus asrama memiliki akses langsung konsultasi dan komunikasi kepada Dul Kemit, namun kenyataanya  hal tersebut tidak berjalan. Sehingga ketika ada ajuan dana atau perbaikan asrama, pengurus harus mengajukan melalui instansi di bawah manajemen Dul Kemit. Yakni dari pengurus asrama ke BMG (Badan Musyawarah Guru), kemudian BMG meneruskan ke bagian sarana prasarana kalau perbaikan dan pengadaan atau ke bagian keuangan kalau itu ajuan dana. Selanjutnya, bagian sapra atau keuangan mengajukan kepada Dul Kemit. Tapi, kalau ajuan tersebut berisiko dan berdampak diomeli Dul Kemit, bagian tadi mengembalikan ajuan kepada BMG dan meminta BMG untuk mengajukan langsung kepada kyai Dul Kemit.

     Bisa dibilang mau tidak mau, BMG menjadi bamper akibat manajemen ketakutan. Setiap akan bertemu Dul Kemit bawaannya takut melulu. Takut dibentak-bentak, dimarahi, dipelototi, dan diomeli. Tidak ada standar baku atau SOP yang jelas dalam manajemen Dul Kemit. Model manajemennya SEMAU GUE, SAK KAREPKU, sesuai dengan mood Dul Kemit saat itu.

     Jadi, jangan harap bisa bicara leluasa apalagi membantahnya. Sekali dianggap mbantah, seketika itu juga akan DIUSIR karena dianggap MBANGKANG.

     Kebuntuan dan kekakuan birokrasi manajemen Dul Kemit tidak hanya dirasakan oleh bawahan yang ada di dalam pesantren saja tetapi juga dirasakan oleh koordinator donatur. Mereka harus menata diri berlapis-lapis sebelum menghadap kyai Dul Kemit. Ibaratnya, gemetar sebelum datang halilintar.

     "Lho Kang, kok mereka pada bisa bertahan...? "Tiga kata yang menjadi sejata penakluknya - IBADAH, TAAT, IKHLAS. Tiga kata ini yang dijadikan tameng kalau ada yang beda pendapat. Maka mereka yang kritis langsung dicap GAK TAAT dan GAK IKHLAS. Seru kan.....?" Kang Ujang terbengong. 

     "Oh iya, satu lagi kang. Para koordinator donatur sudah menikmati hasil kang. Selain itu, mereka juga sudah disumpal oleh Dul Kemit dengan perlakuan istimewa. Begitulah cara Dul Kemit membangun kekuasaan. Istimewakan loyalis dan kuatkan keamanan. "Oalah...." kang Ujang menghela nafas. "Pantes siapa yang berani bersuara beda, gak peduli siapa, langsung DIUSIR..." "Ya gitulah kang manajemen Dul Kemit... MANAJEMEN SAK KAREPKU, SEMAU GUE..."

Monday, July 10, 2017

Undercover 81

DINASTI SINDROM
(studi kasus eksistensi penguasa MAZ)
WRITTEN BY: ABU BAKAR AL AHMAR



Masih ingat bagaimana dinasti Ottoman mempertahankan eksistensinya?
Saat Ayah membunuh anak, dan saudara satu membunuh saudara lainnya serta anak keturunannya untuk mempertahankan eksistensi kekuatan dinasti Sulaiman I.
Tatkala Sulaiman I, memberi dukungan kepada Salim II (putranya) untuk menghabisi Bayazid (putranya) jika di kemudian hari sang pangeran melakukan pemberontakan. Insiden itu pun terjadi.

Bayazid akhirnya melancarkan perlawanan terhadap sultan. Pengeran Salim II pun ditugaskan untuk menumpas pemberontakan tersebut.

Pasukan Salim II dan Bayazid bertemu di Konya pada Mei 1559. Bagi Salim II, tidak ada pilihan lagi selain menghabisi saudara kandungnya tersebut. Setelah perang selama dua hari, pasukan Salim berhasil memperoleh kemenangan. Pada waktu itu, Bayazid dapat menyelamatkan nyawanya dan kemudian lari ke Amasya.

Namun, pada 1561, Bayazid bersama keempat anak laki-lakinya akhirnya dieksekusi oleh orang suruhan Salim II bernama Ali Agha. Pada saat yang sama, Sulaiman I juga memerintahkan eksekusi terhadap anak kelima Bayazid bersama istrinya di Bursa. “Dengan dibunuhnya Bayazid, maka Salim II tampil sebagai satu- satunya pewaris tahta kerajaan pada 1562,”

Jika dinasti terbentuk, maka akan berulang sejarah yang hampir sama kejadiannya di semua kerajaan, hal ini terlihat dan mulai nampak dengan apa yang terjadi di Al Zaytun.
Perhatikan!

Yayasan umat (bukan yayasan keluarga), karena didirikan dengan dana umat dan aspirasi pemikiran umat, sedikit demi sedikit bergeser menjadi milik keluarga, hal ini bisa dilihat dari struktur organisasi yang terbentuk saat ini, bergeser kepada anak istri bahkan menantunya.
Begitupun dengan surat-surat berharga milik yayasan, seperti surat tanah, surat kendaraan dan unit usaha lainnya, bergeser kepemilikannya menjadi milik pribadi keluarga dan keturunannya.
Begitupun dengan kebijakan, yang awalnya semua diputuskan berdasarkan musyawarah, sidang yang selalu dikawal oleh majlis syuro dan dewan syuro, kini kata mufakat lahir hanya dari satu mulut, satu suara, tak boleh yang lain.

Lahirnya bibit dinasti ini sebetulnya sudah nampak sejak awal berdirinya ma’had, tak dilibatkannya beberapa anak orang tua pendiri yayasan untuk ikut menjadi guru atau staf lainnya, seperti tak diikutkannya Iim ibrahim (anak H.abdul Khoir, orang tua dr jakarta) dan tak diundangnya Agus Faishol (anak dari Abdul Karim Hasan) untuk menjadi guru di lingkungan ma’had bahkan ketika hadir ke ma’hadpun, seluruh civitas dilarang untuk menemuinya, menjadi awal langkah untuk memuluskan eksistensi dinasti.

Semakin kokoh dinasti ini mempertahankan eksistensinya ketika mampu menendang Ajat Sudrajat (anak dari Haji Rais, pemimpin pengganti Abdul Karim Hasan) dan melarang Nurmila ( anak dari Abah Seno, orang tua pencetus ma’had) untuk menjadi salah seorang suplier dapur yayasan.

Kemudian gangguan bagi dinasti dari pihak lainnya yaitu dr pihak yang memiliki kedekatan khusus dengan Matlaul Anwar Menes Banten, yakni keluarga besar Abu Hanifah, Adik dan anaknya dianggap sebagai gangguan eksistensi dinasti, maka dengan tangan besinya, tanpa ampun mengusir mereka dengan cara pengecut (karena dilakukan dengan menggunakan tangan para bawahannya).

Kini hanya tersisa keturunan Bpk Mursyidi (keluarga pondok Aren), itupun mulai digulung sedikit demi sedikit.

Berawal dari bagaimana usth Neneng Khoiriyah (anak ke enam) ditendang keluar ma’had setelah difitnah dengan membocorkan rahasia yayasan, menyusul suaminya ,Agus yang diisyukan tidak amanah dengan entri data kas 2005, kemudian Ust Ahmad Lutfi (anak ke lima) yang menyusul usth Neneng Khoiriyah yang diskenariokan untuk keluar dari ma’had, dan baru-baru ini ust Ahmad Fahmi (anak ke tujuh) yang diusir dengan kasar tanpa penjelasan apapun.
Hanya tersisa 3 orang dari keturunan bpk. Mursyidi, yaitu Abdul Halim (sekretaris yayasan), Iskandar Saefullah (bendahara yayasan) dan Abdul Fatah (staf bendahara yayasan), saat ini berhembus kabar bahwa merekapun sudah dinonjobkan dari beberapa jabatan penting, bila skenario berjalan mulus, hanya menunggu saat yang tepat, mereka akan disingkirkan sedikit demi sedikit dari jabatan-jabatan fungsional dan tentunya akan diperlakukan sama dengan keturunan orang tua yang lainnya.

Nampaknya kali ini, mereka akan dipancing emosi dengan dibenturkan kepada ketua yayasan, yang tidak lain adalah sang putra mahkota, memiliki kepribadian mirip dengan Yazid bin Muawiyah.

Maka terputuslah semua keturunan orang tua, tak ada lagi keturunan Abdul Karim Hasan, Mursyidi, Abah Seno, tak ada lagi keturunan Haji Rais, Abdul Khoir, mbah kangkung, dan orang tua lainnya yang dengan tulus ikhlas berjuang mewujudkan sarana pendidikan ini dengan tetesan air mata, harta dan bahkan darah sekalipun.

Kemudian yang tersisa adalah para pengikut yang tak ada lagi hubung kaitnya dengan orang tua-orang tua para pendahulu, sehingga melenggangkan dinasti untuk berbuat, dan memiliki semua jerih payah ummat, maka berdirilah dinasti yang akan memberikan tongkat estafeta hanya kepada turunannya, jika ada yang mencoba mengusik visi besar dari dinasti (seperti kasus pengusiran 116 guru) maka segala macam cara akan ditempuh untuk memotong sema penghalang.

Apakah beralih masa khilafah kepada masa dinasti?
Eh ketinggian bicara khilafah, apakah akan berganti kepemilikan ummat menjadi kepemilikan perampok ummat?
Anda hanya menunggu dan akan menyaksikannya?
Atau anda mencegahnya?

Buktikan surat tanah yayasan sekarang atas nama siapa?
Buktikan surat kendaraan yayasan atas nama siapa?
Dan buktikan unit usaha yayasan (4 toko di res area, toko di cikopo, radio prima)atas nama siapa?

Mereka berdalih demi keamanan maka semua surat berharga atas nama yayasan, dibalik nama, menjadi milik pribadi, dan anda percaya?
Semoga Allah mengampuni kita semua.
#saveourmission

Sumber : Klik di sini

Undercover 80

Surat Terbuka Untuk
YAB Panji Gumilang
Yang konon Katanya kepengen disebut dengan Panggilan Syakh
Oleh : Muhammad Faishol Rahman (SWAT)



Alhamdulillah...

Saya berhasil masuk kedalam Ma'had tanpa pengawalan ketat dari Anjing Herder Anda yang sedang memeletkan lidahnya di gerbang Gate.

Dan hari ini tepatnya tadi pagi saat acara pembukaan pembelajaran bersama seluruh civitas akademika Ma'had Al-Zaytun saya bisa menyaksikan anda berdiri sambil berpidato di depan audiens dengan Angkuh ,Congkak, Sombong serta Pongahnya di depan para Pengurus Yayasan, Majelis Guru, Asatidz Wal Asatidzah dan juga seluruh para Santri.
Anda itu sudah tua bahkan sudah Batu tanah

Dan waktu anda hidup di dunia ini sudah tidak lama
Sudah lebih baik anda hentikan provokasi sana sini yang tiada henti memfitnah serta menjelekkan 116 guru di depan Civitas Akademika Ponpes Ma'had Al-Zaytun.
Terutama khususnya para santri.

Seakan-akan anda ini mengajarkan bahwa orang-orang yang sudah anda tendang (termasuk 116 guru) ingin menghancurkan Ma'had.

Mana buktinya...???
Mana datanya...??? 
Valid atau tidak.....????

Anda mengatakan kalau ada masalah wajib kita hadapi dan jangan lari
(Lah wong 116 guru mengajak duduk bersama saja anda malah tidak mau menemui bahkan menutup pintu gerbang)

Anda itu seharusnya sudah memikirkan untuk bekal kematian...
Harta yang anda tumpuk dari hasil mengeruk dana Umat tidak akan bisa anda bawa ke liang Lahat.

Anda itu semakin tua semakin ke kanak-kanakan.
Sudah...
Mumpung hari ini masih di berikan nafas serta umur yang manfaat lebih baik anda gunakan untuk bertaubat.

Jangan lagi membuat kegaduhan.. 
Jangan lagi membuat perpecahan dan jangan lagi membuat provokasi sana sini tiada henti.
Saya sudah berbicara panjang lebar dengan salah satu Ulama sepuh yang kenal dengan anda dan tau bagaimana karakter anda..

Kepada saya beliau menitipkan pesan untuk diri anda
" anda di minta untuk banyak2 beristighfar mohon ampun kepada Allah Swt serta memperbanyak shalat sunnah taubat sebelum ajal menjemput anda , belajar menerima masukan walaupun yang memberi masukan usianya lebih muda dari anda,
tanpa didikan seorang guru anda tidak akan bisa seperti ini
sayang saja dulu anda tidak menghormati guru tempat dimana anda menimba ilmu agama. "

Ttd
20050096

Sumber : Klik di sini

DUL KEMIT THE SERIES 29

DUL KEMIT THE SERIES 29. 
Hasutan di Awal Tahun Pembelajaran
Oleh : Arif Yosodipuro



Para santri berdatangan kembali ke pesantren Dul Kemit setelah masa libur semester. Keesokannya, mereka berkumpul di sebuah pertemuan yang bertempat di dalam masjid pada acara pembukaan pembelajaran.

Acara yang digelar setiap tahun di awal pembelajaran itu tampak meriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, gak ada hal yang beda, pidato arahan kyai Dul Kemit menjadi acara inti. Setelah disilakan sang pembawa acata, Kyai Dul Kemit menuju mimbar dengan khasnya pakaian necis berkacamata hitam.

Usai mengucapkan salam, kyai Dul Kemit mulai berpidato. Hadirin tampak antusias, terutama wali santri yang anaknya baru masuk, ingin mendengar wejangan sang kyai idolanya. Namun apa lacur, pidato kyai Dul Kemit tak sesuai dengan harapan mereka. Isinya bukan masalah motivasi pembelajaran, tetapi HASUTAN dan PENANAMAN KEBENCIAN DINI terhadap guru yang ia lebeli GURU MERAH, dipecat sewenang-wenang, di hadapan ribuan anak yang masih polos. Dia bilang guru merah itu ingin menghancurkan pesantren.

"Jangan diisi otak anak-anak dengan yang negatif. Jangan seperti guru-guru yang pergi dan negatif bersama-sama. Jangan satu kalipun yang ada di sini berpikiran negatif. Jika ada maka sekarang inipun silakan pergi. Siapapun jangan ada yang punya pikiran untuk menghancurkan pesantren. Jangan pernah berpikir, sudah terlambat. Pesantren sudah punya monumen. Jika anda ingin menghancurkan pesantren, hancurkanlah bangunan monumen maka anda baru bisa menghancurkan pesantren. Hati-hati jangan sampai seperti guru-guru kemarin." Kata kyai Dul Kemit bersemangat.

"Lho kok gitu Kang Encep? Bukannya guru-guru DIUSIR....?" "Iya. Nggak tahu kyai mgomongnya gitu. Padahal guru-guru itu tidak pergi tetapi DIUSIR. Infonya nich, guru yang sedang tugas piket masa libur saja didatangi oleh empat keamanan, bahkan ada yang 10 orang, dan seorang pengurus. Mereka disuruh keluar pesantren, DIUSIR.....Sekali lagi ya...DIUSIR. Dan anehnya lagi ketika guru-guru datang ke pesantren untuk bertugas mereka dihadang oleh ratusan orang, keamanan pesantren dan orang yang guru tidak kenal, kang." "Oalah.. kok gitu ya kyai Dul Kemit."

Sumber : Klik di sini

Sunday, July 9, 2017

Undercover 79

ALUMNI GONTOR YANG KHIANAT?
Oleh : Muhammad Faishol Rahman



Sebuah renungan dari Ayahanda dan Tuan Guru tercinta KH.Hasan Abdullah Sahal Hafidzuhullah "Bahwa agar bisa sukses memimpin sebuah Lembaga, tidak perlu Anda S2 dan S3 dulu. Punya kenalan ini dan itu dulu. Punya mobil dan rumah yang layak hanya untuk jaminan kepercayaan publik. Tidak perlu!
>Cukup lebarkan dada Anda.
>Besarkan jiwa Anda.
>Tempatkan kepentingan lembaga dan umat ini diatas kepentingan pribadi Anda.
>Leburkan waktu diri dan keluarga Anda untuk umat ini. 
>Luruskan niat. 
>Dan jangan sekali-kali membuat keputusan untuk lembaga/umat dengan terbersit 'menyelamatkan' kepentingan pribadi, di benak Anda!
Beliau berpesan bahwa "Alumni Gontor yang terlena memakmurkan diri dan keluarganya sehingga lupa berjuang untuk umat sebagai Alumni yang khianat".

Gontor adalah tempat masa kelam ASPG ketika menuntut Ilmu lalu di tabokin oleh guru2nya dan salah satu guru yang menampar wajah ASPG adalah salah satu Ulama sepuh yang sampai saat ini beliau alhamdulillah masih dalam keadaan sehat wal'afiat dan saya sering bersilaturahmi untuk berdiskusi sekaligus berdialog mengenai ilmu agama...
Mau tau siapa guru tsb.....
Yuk para Koordinator..
Yuk para Jammaser
Yuk para Simpatisan yang sampai saat ini masih terlena di nina bobokan oleh janji2 manis nan semu dari si Murid Kyai tsb bisa bertabayyun dengan saya...
Wani Ora...????

Sumber : Klik di sini dan di sini

Undercover 78

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Informasi dari kawan2 :
Pengengerahan masa jammasser ke ma'had yg hanya bengang bengong tiada kerjaan membuat jammaser semakin stress



Kegiatan piket untuk menakut2 guru, dampaknya cukup melelahkan para kordinator. Terlebih lagi guru2 bukan semakin takut, bahkan semakin berani, semakin banyak pendukungnya hingga k tingkat propinsi/ wilayah.

Koordinator sdh kesulitan membagi jadwal petugas piket untuk menakutin itu, karena nguras tenaga, fikiran dan dana...

Belum lama ini ada pembahasan di kordinator propinsi: mengatakan bahwa gerakan guru sangat besar dampaknya terhadap kekuatan '' para jamaser'' karena di motori oleh guru2 yg berdedikasi tinggi, berasal dari orang - orang yang berasal dari dalam komplek ma'had, yang selama ini menjadi penggerak pendidikan.

Dan hampir setiap hari laporan utama para kordinator tentang perkembangan gerakan para guru ....berefek kepada tuntutan jammaser untuk menambah trs setoran jammasnya.

Ultimatumnya kepada anggota jamaser
"Yg tdk ikut acara dan tdk nambah mk tdk akan terdftr jd umat..."

Instruksi dalam maz (sbgi power show): kepada ......... wajib ikut latihan sepeda & diabsen, memamerkan diri, sehingga terlihat di kalangan wali santri di dalam kompak.

Padahal realitanya kegundahan terbaca dari setiap sikap yg diambil.
Al hasyr 14..

Sumber : Klik di sini

Tuesday, July 4, 2017

Undercover 77

Kopi Ma'had atau Ciledug ? Haha...
Oleh : Djarot Wahyusantoso



Info ini betul apa salah ya?
Kopi??? ... 
Kopi ditanam hampir di seluruh areal Ma'had ... 
Yang sudah berbuah di Masyikhoh ... 
Kalau dipanen tidak akan sampai 10 Kg ... 
Tapi di Toko Al-Zaytun, setiap hari Jum'at dijual berkarung-karung kopi, yang tentu saja sangat laris karena para tamu yang terdiri dari kordinator, wali santri dan jammaser, menyangka bahwa kopi tersebut hasil panen Ma'had ... 
Padahal ... 
Setiap hari Kamis Ma'had belanja kopi butiran se mobil Panther ... 
Esok harinya/Jum'at dan hari lainnya, tentu saja diserbu ... 
Sekali lagi, karena disangka hasil panen dari Ma'had...
Begitu juga dengan Buah Naga ... 
Ma'had memang menanam alakadarnya ... 
Tapi setiap hari Jum'at dan hari-hari lain dijual Buah Naga dengan harga Rp30.000,- per butir ... 
Padahal di luar hanya Rp8.000,- per butir ... 
Tapi ... 
Tentu saja laris, karena disangka hasil panen dari Ma'had...

Menariknya adalah jawaban dari Ustad Fahmi, "Kopi belix di Ciledug Tangerang, tempat langganan ana.... Jd orang tangerang ga usah jauh2 beli kopix...cukup dateng ke belakang masjid Ciledug yg ada di prapatan".
Nah lho......


Sumber : Klik di sini

Undercover 76

Durian Ma'had atau Durian Thailand ? Haha...
Oleh : Syamsul Arifin



Pimpinan ma'had dari dulu "senang mengklaim hasil orang lain sebagai hasil usahanya",. 

Di awal2 kami membantu mengabdi di ma'had, suatu saat pimpinan dtg ke kamar kami di gedung Al-Fajar membawa 2 buah durian besar, kami ber4 ; al-marhum Prof. Rahman Partosentoni, pak Ahmd Dardiri, Sudirman dan saya sendiri. 

Durian itu tampilan dan rasanya sempurna, kami semua memuji. 
Apa kata pimpinan? "ini hasil pertanian kita", kami terkagum.. 
Ketika Sudirman berkomentar; kok ada lebel Thailannya ? 
Jawab pimpinan; "ah.. Itu cuma taktik dagang" .. 

Ternyata bebera tahun setelah itu ma'had baru beli ribuan bibit durian dari Sumatra dg harga per batangnya Rp 75.000,- dan setelah ditanam akhirnya MATI SEMUA .. !!! 

Jadi dimana "durian yg membuat kami ketagihan itu" ??? Haha..




Sumber : Klik di sini