Thursday, May 18, 2017

Undercover 32

Oleh : Djarot Wahyusantoso

[ info dari kordinatot: Di legok tanggerang ia baru masuk 16 juta dari target 50 juta , dan dengan banyaknya info dari kita ia sekarang berhenti bayar jamas...

[Di pamulang ada jamaser sakit epilepsi , dan sering kumat karna tekanan jamas , sekarang alhamdulillah sudah mulai reda karna ketua kelompoknya sudah sadar jadi tidak mau lagi nagih ke anak buahnya , tapi ia sekarang belum berani muncul karna ada rasa trauma .

Undercover 31

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Info dari kordinator:
[ Ciputat timur kordesnya mulai stress , karna hampir 3 juta / bulan. 
ia harus menutupi target , sedangkan anak buahnya hampir 8 orang sudah tersadarkan.

----' Alhamdulillah...berarti malaikat yang menjaga...doa kita diijabah oleh ALLAH... Aamiin..
--- mmuantap, jangkauannya bisa meluluhlantahkan para taqlid buta. 
Allah beserta hamba yg shaleh

Undercover 30

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Tulisan alumni kita.. :
TAIASU BERBUAH ASU EDAN

Taiasu bukan sekedar ungkapan kotor seperti yang dilontarkan sang Asu Edan menjadi kotor dalam ucapan.

Bukan.... Bukan kotornya ucapan lantas diartikan menjadi kotoran asu.
Ada kaitannya tidak antara buah bibir kotor menjadi taiasu?
Oh... Mari kita kaji...

Akibat 'taiasu' berbuah Asu Edan.
Taiasu itu artinya 'berputus asa'

Banyak tindak tanduk akibat putus asa yang diakibatkan oleh:
1. Program sepeda yang diniatkan kampanye namun nyaris tidak ada yang meliput.
2. Program sapi sampai ada kuburan sapi dikebun jati. Tak tanggung tanggung 1108 sapi mati mengenaskan akibat tidak iqro nya dan arogran seorang pimpinan.
3. Sebelumnya juga terdapat program yang serupa. Habis milyaran untuk menanam durian yang org lain saja masih sangsi. Blm terdapat kajian ilmiah.
4. Jahe... Analisa yang melambung Yang diutarakan tanpa perhitungan matang berakhir gatot.
5. Pabrik gula. Saat dimana 7 pabrik gula nasional bahkan yang puluhan tahun pun harus gulung tikar karena kost produksi mahal. Ini menghamburkan biaya membangun Yang tidak ditopang berbagai sektor.
6. Lapangan udara, kolam renang, sekolah UT, Universitas yang memakan 600 generasi muda lebih.

Sederet program yang always gagal mengakibatkan terjadinya efek 'TAIASU' putus asa. Ditambah usia yang mengakibatkan makin arogan dan makin tidak bisa memperbaiki diri. Teguran berkali kali tak membbuat kapok. Ada apa ini?
Kenapa kegagalan menghantui seorang sampai putus asa.
Merubah program semakin mustahil.

Akankah anda makin getol menopang program yang makin menyengsarakan anda? Padahal generasi penerus sesungguhnya adalah 'anak yang jelas dititipkan Allah, yang suatu saat anda akan diminta pertanggungjawaban. Sudah siapkah saat Allah titipkan dalam keadaan suci anda kembalikan dalam keadaan suci? Wallahualam bis sawab'
Semoga kita bukan termasuk taiasu.

Undercover 29

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Diskusi Jammaser :

[ Dia Tinggalnya di parung, dia sendiri targetnya 1 m , dan yang 800 juta tinggalnya di tangerang ,dua kawan kita ini yang sekarang di jadikan sbg target khusus VVIP... Biasaaa.. Dijadikan tumbal penyemangat. Korban jammaser..utk mendongkrak jammmas...kacian deh loh ... Sebentar lagi ditendang kalo duitnya habis ..

[... Hebat.. ngasih 1M nggak tau tujuannya buat apa.

[....: Klo parah lapor penipuan/hipnotis atas nama agama n meresahkan masarakat pak...itu data yg ditunggu ..

Undercover 28

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Diskusi wali santri:

[Bu .. dilarang silaturahim jg?

[ banyak santri kurang bayar sedikit aja dia tega teganya, anak nggak boleh masuk ke zae.. terlunta2 diluaran nggak sekolah tidur di bazzar cari makan susah bisa sampe 1bulan lebih . Padahal dia bisa dapat bantuan sampe em em man ..sadis

[ Anak saya sdh lama gak betah. Sy blm ke maz dr awal smester genap bu. Itu sy lihat guru2 diluar susaah utk silaturahim sm anaknya jd pd gak betah

Undercover 27

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Diskusi kordinator:
Betul mas , kita sekarang berada dalam kondisi darurat , hancurrr generasi kita kalau di biarkan , di banten anak propinsi ada yang kerja di batam , pulang bawa 
" mongmongan " dari hasil maaf xxxxx dan hal seperti itu di anggap biasa.

Di pondok benda pamulang anak kordes ngekos pulang sdh membawa benih dan para kordinator tutup mata , dan sederet persoalan ahlaq kehidupan generasi kita sudah berada di titik nadir karna baca al-qur'an nya bukan hanya salah tetapi di setiap acara sudah tidak pernah baca al-qur'an lagi.....

[.. Sadis.. sudah tidak lagi peduli dengan keluarga apa ya..? Gara2 setoran suruh gigi 5. Keluarga kocar kacir..na 'udzubillah

[ ... Anak saya yg kls 10 juga nggak mau ngelanjutin di zae lagi ...

[ ... Hal seperti ini sudah banyak terjadi di lingkungan mahad khususnya anak anak karyawan sejak sy masuk ke maz tahun 2006, tp tidak ada perhatian dan tinfdakan dari pingpinan....

Undercover 26

Oleh : Djarot Wahyusantoso

Kemarin MP bersama Dewan Guru lama menghadap dia .. 
Berkaitan ujian susulan untuk anak kita
Hasilnya ....?
Mau tahu...?
Kita sudah prediksi..
Ini hasilnya:
dia masih tetap tidak terima santri tsb untuk ikut ujian ... 
Katanya : karena bukan santri kami lagi ...
Kita sudah baca .. 
Lagaknya dan triknya.
Mau tahu cara berdiskusi dg orang yg tidak bisa diajak diskusi?
Jangan ajak diskusi.
Diskusi dg orang yg penuh amanah ...
Ambil langkah terbaik
Ini cara kita menangani masalah seperti itu:
Dulu ada anak karyawan ...
Ayahnya sungguh santun, baik, dan amanah. 
Tugasnya dibagian apa (tidak perlu disampaikan ) ...
Karena kemiskinan, Santri kita juga ingin membantu ayahnya.
Akhirnya santri kita dikeluarkan. ...
Dewan guru mengunci masalah ini, tidak mau berdiskusi dg orang sok kuasa ...
Karena sudah tahu hasilnya, akan seperti apa...
Jika untuk anaknya, semua aturan dirubah.. 
aturan ujian dirubah, aturan koreksi diribah, aturan menilai dirubah ..
Jika untuk yg lain : usiiiir... Agar takut, agar habis..
Saya lanjutkan ...
Saat ujian tiba ...
Tanpa pengetahuan dia dan taklid2 butanya hahhh ...
Kita sisipkan anak kita untuk ikut ujian ..
Kita pertanggung jawabkan dunia akhirat masa depan anak kita...
Hasilnya ... 
Anak kita tersebut lulus dg baik, dan dia dapat diterima di pereguruan tinggi ternama... 
Bukan abal2 seperti ...
Sebagai ucapan terimakasihnya...
Ia belajar sungguh2..
Akhirnya ia mendapat beasiswa perusahaan besarr...
Kini ia telah lulus dan telah bekerja di perusahaan tersebut ..
Dan adiknya ... 
Juga sukses ...
Ayahnya ... Masih tetap santun, rendah hati dan tetap tersenyum ramah ..
Semua selesai dg baik...
Persoalan besar yg terjadi inipun, hampir dapat kita selesaikan semuanya, dg baik ..
Namun Allah melatih kami ... dg penghianat, pengecut, pencari selamat ... 
Kami tdk marah dg kamu2 ..
Semoga kamu mendapat hidayah..
Kamu pikir masa depan anak hanya permainan senda gurau?
Salah kawan ...
Mari kita tetap bersahabat ... 
Urusan kami hanya satu ...
Kepada dia....
Bukan kepada antum sahabat2 ...
Semua guru di dalam, insya Allah orang baik .. mereka hanya korban permainan dia, kami kenal nafas resah sahabat2 guru.
Karena kami biasa bersama..
Dalam dunia persilatan, memiliki frekwensi tenaga dalam yg sama, jadi kami sangat mudah membaca nafas tenaga dalam sahabat2 guru yg di dalam ...
Salam perjuangan ..
Semoga kita bisa bertemu kembali dalam kebaikan