DUL KEMIT THE SERIES 37
Tour De Jawa Ujung Wetan Ujung Kulon (2)
Qorun Jaman Now
Rombongan tour mengular sepanjang lebih dari satu kilometer. Mengenakan kostum yang seragam, berbaris menggowes di sepanjang jalan yang padat arus lalu lintasnya, membuat mereka bangga diri. Dul Kemit pun membusungkan dada. Seolah hanya merekalah yang bisa berbuat dan paling super.
Kebanggaan diri itu mereka pertontonkan, tidak hanya selama dalam perjalanan tetapi juga di tempat peristirahatan. Sesampainya di pos peristirahatan, setelah menggowes sejauh jarak tertentu per etape, mereka berbaris, kemudian dengan bangganya menyanyikan lagu kebangsaan secara lengkap, semua stanza aslinya.
Uforia dan arogansi Dul Kemit bertambah karena di setiap pos penginapan, etape, ia dan rombongan disambut oleh pejabat setempat, setingkat kabupaten, kodim, ataupun polres. Dengan kelihaian deplomasi belutnya, Dul Kemit memasukkan kata-kata hipnosisnya untuk memengaruhi mereka. Tak ayal pejabat yang baru sekali bertemu dengannya pun terkesima dan terangguk-angguk dengan celotehan sang arogan tersebut.
Usai istirahat semalam, keesokannya, mereka melanjutkan “TOUR DE PAMER-nya” menuju etape berikutnya. Ada yang kagum dengan aksi tersebut. Tetapi, ada pula yang jengkel, khususnya para sopir yang terpaksa harus menunggu beberapa saat karena jalan mereka terganggu. Wajah mereka besengut, muram, kesal, dan jengkel. Tak jarang klakson mobil berbunyi menulikan telinga sebagai ekspresi dan luapan kekesalan mereka yang tergesa-gesa ingin segera lewat.
Sementara itu, para netizen mengkritik pedas event yang dilakukan Dul Kemit dan rombongan. Aksinya dinilai pemborosan, muspro, tak ada manfaatnya baik secara kesehatan maupun kesejahteraan, hanya buang uang, hanya untuk mencari kepuasan sendiri. Tak ubahnya hanya PAMER.
“Ah masa sih hanya pamer?” Tanya kang Ujang heran. “Kan katanya bertema BELA TANAH AIR, YAYASAN KAYA, WARGA SEJAHTERA, (maaf, tapi yang kaya hanya DUL KEMIT).”
“Iya benar. HANYA PAMER.” Kata kang Encep meyakinkan. Dulu, Qorun ummat Nabi Musa as. berkeliling kota dengan membawa harta kekayaannya untuk memamerkan diri bahwa dia orang kaya. Kini, Dul Kemit berkeliling pulau JAWA dengan membawa rombongannya, untuk memamerkan diri bahwa dia orang KUAT DAN BERKUASA di pesantrennya.
“Oalah…gitu…? Gak beda ya…..dengan Qarun.” Komen kang Ujang datar.
“Betul, kang. QORUN JAMAN NOW, gitu lo.” lanjut kang Encep gemas.
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment