DUL KEMIT THE SERIES 35
Ingkar Janji
Pada tahun-tahun awal berdirinya pesantren, Dul Kemit mengumbar janji manis kepada para karyawan untuk menyemangati mereka. Dengan janji manis itu, mereka rela bertungkus lumus, bekerja siang malam tanpa banyak menuntut. Dengan suka cita mereka pun rela diupah rendah yang jauh dari stadar nasional maupun regional.
Karena relanya, ketika mereka ditanya berapa gajinya, jawabnya hanya senyum sambil bilang, “ALHAMDULILLAH CUKUP’” Selain itu mereka pun bersedia tidak pulang bertemu keluarga demi target kerja yang harus mereka selesaikan.
Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan suasana, terjadilah gonjang-ganjing di lingkungan karyawan. Mereka mencium bau tak enak, akal busuk Dul Kemit. Rasa tak puas dan gerah mulai merebak di kalangan karyawan. Gosip sana gosip sini hampir sering terdengar ketika mereka saling bertemu.
Untuk meredam gejolak para karyawan agar tidak meluas dan berdampak buruk, Dul Kemit mengumpulkan mereka di suatu tempat. Di situ Dul Kemit berorasi simpatik. Ia meyakinkan dan menyemangati para karayan agar tetap rela bekerja dengan penuh dedikasi.
Dul Kemit mengeluarkan senjata mematikan dengan mengatkan, “SAUDARA-SAUDARA, KITA BANGUN MA’HAD INI ADALAH UNTUK ANAK CUCU KITA. INI NANTI YANG MENEMPATI, YANG MENGISI ANAK-ANAK SAUDARA…..” Dengan kata-kata yang menghipnosis tersebut, karyawan pun tertebuai dan terkulai lemas tak berdaya. Gejolak pun mereda dan kondisi kembali stabil.
Namun, apa yang terjadi setelah itu. Dari tahun ke tahun ternyata banyak karyawan yang tidak bisa menyekolahkan anaknya di pesantren yang mereka bangun dengan alasan tak memiliki biaya. Dan teranyar di semester genap tahun 2018, RATUSAN SANTRI tak boleh masuk ke ma’had mengikuti pembelajaran sekembalinya dari libur semester karena belum MELUNASI TAGIHAN. Hampir sebulan pembelajaran sudah berjalan, mereka (yang tidak boleh masuk) berkeliaran/ KELELERAN di luar ma’had.
MANAKAH JANJI Dul Kemit yang katanya membangun ma’had untuk ANAK KARYAWAN…..? Ternyata Dul Kemit INGKAR JANJI….”Dasar PENGOBRAL JANJI….” gerutu seorang karyawan kesal.
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment