DUL KEMIT THE SERIES 36
Tour De Jawa Ujung Wetan Ujung Kulon
Pamer Arogansi
Oleh : Arif Yosodipuro
Kritikan terus mengalir terhadap program Dul Kemit yang (semuanya) gagal. Satu di antaranya program olah raga bersepeda yang diberi nama ASSAT, ASOSIASI SEPEDA SPORT SESAAT. Program ini 9 tahun MATI SURI. Tak terdengar kabar, tak ada baunya, tak ada denyut nadinya. MELEMPEM, NGELOKRO.
Pada hal dulunya program ini diagung-agungkan, diunggul-unggulkan. Dengan berbagai kemasan orasi, Dul Kemit memengaruhi warga pesantren agar mau bergabung. Jurus otoritas mulai digunakan untuk menghipnosis. Kata-kata manisnya mampu menerobos pori-pori dan pembuluh darah sehingga banyak warga peesantren yang terbius dan tak sadarkan diri mengamini ocehannya.
Melihat program mandeg, seorang netizen mengkritisinya. Dengan tegas dan menohok melalui meme yang dibuatnya, ia bilang, “ASSAT BUBAR.” Mendapat kritikan tajam, Dul Kemit menggeliat. Ia tolak pinggang, kaki mengangkang dan kepala mendongak layaknya sang BUTO RAHWANA. Imajinernya, dia bilang, “Kurang ajar. Berani-beraninya kritik gue. Awas loe.” Ia melangkah sambil petantang-petenteng kemudian berteriak, “TIDAK…. ASSAT TIDAK BUBAR. Lihat aja nanti…”
Untuk menutupi kegagalan dan membuktikan bahwa ASSAT masih eksis, dibuatlah program DADAKAN, SPORADIS, ASAL COMOT, NEMU DI JALAN, TAK TERSISTEM, dan ASAL NJEPLAK seperti orang mabuk, yaitu TOUR DE JAWA UJUNG WETAN UJUNG KULON. Untuk mewujudkan ide mabuknya, Dul Kemit mulai berorasi di setiap kesempatan.
Lagi-lagi MARKETING SPEECH-nya didengar dan mampu menggoyang dan menggoyahkan pikiran warga pesantren. Ucapan manis dan hipnosisnya bisa memengaruhi pikiran mereka, ditambah dengan bumbu ancaman dan pelabelan. Siapa yang tidak ikut, KASLAN, GAK MENDUKUNG PROGRAM, BUGHOT, KHIANAT, GAK TAAT, dan yang mengerikan, KELUAR DARI BARISAN GAK MASUK SURGA.
Wal hasil, Dul Kemit mampu mengumpulkan ratusan orang pengikut dan pendukung bualannya. Dengan sombong dan congkaknya ia bersama rombongan mulai berkelana MEMAMERKAN AROGANSINYA. Tujuannya, selain agar orang tahu kalau ASSAT masih ada, ia juga ingin menunjukkan, khususnya kepada guru yang ia usir, bahwa ia KUAT, TAK TERGOYAHKAN. Seolah ia bilang, “INI LHO AKU. KALIAN TAK ADA APA-APANYA.”
“Oalah kang kang, gowes ribuan kilometer hanya untuk PAMER AROGANSI……” celetuk kang Ujang mengomentari. “Terus gimana…..?” lanjutnya penasaran.
“Gimana tanggapan masyarakat journalis, gimana dampak pada keluarga peserta, seru kang the series berikutnya.” Kata kang Encep berjanji.
“Gimana tanggapan masyarakat journalis, gimana dampak pada keluarga peserta, seru kang the series berikutnya.” Kata kang Encep berjanji.
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment