Saturday, October 21, 2017

DUL KEMIT THE SERIES 34

DUL KEMIT THE SERIES 34
Mengusir Guru Demi Jahe Ternyata Selingkuh
Oleh :Arif Yosodipuro

Gambar ilustrasi by Google

Masih ingat pernyataan kyai Dul Kemit di masjid usai jum'atan? Ya, dia mengatakan bahwa guru-guru nyeruwat, seperti bedhes gendeng. Ucapan itu dipicu dan dipacu upaya gerilyanya mendekati sang jahe merah, janda herang membuat gairah, mencuat. Isu pendekatan gelap itu terendus oleh warga pesantren.

Merasa dihinakan di depan orang banyak, guru-guru ingin klarifikasi pernyataan tersebut. Mereka mendatangi kantor Dul Kemit namun ditolak, pintu gerbang digembok, dan dihadang oleh satgas keamanan setianya karena ketakutan aibnya terbongkar.


Guru-guru dianggap membahayakan rencana asmaranya, maka dengan angkuh dan arogan Dul Kemit mengusir ratusan guru dengan sewenang-wenang. Tanpa ada dialog. Tanpa ada pembelaan. Tanpa alasan salah dan benar.


Dengan diusirnya guru-guru, Dul Kemit berharap gerilya dan kelana arjunanya mendekati jahe merah akan berjalan mulus. Berbagai upaya dilakukan. Jahe merah diberi fasilitas mobil dan kamar tersendiri, juga jabatan. Tak tanggung-tanggung, sebagai manajer pabrik beras dan distributor minyak wijen, walau sekarang minyak wijen tinggal nama.


Rupanya kehadiran jahe merah tak hanya membuat decak kagum Dul Kemit. Ada arjuna lain, kebetulan sedang jomblo-duda juga melirik kepadanya. Diam-dim ia ingin mencuri hati sang jahe merah. Dengan kata lain ada kucing garong lain yang ingin menerkamnya.


Dengan gentle sang duda menyampaikan keinginannya kepada pengawal jahe. "Buat sayalah." Pintanya penuh hasrat. "Wah ini mah milik bos (Dul Kemit)." Kata sang pengawal memberi alasan. Sang duda kecewa tapi tak putus asa. Dalam hati ia berkata, "Selagi belum ada janur kuning melengkung, saya masih ada kesempatan."


Kegigihan dan keuletan sang duda berbuah manis. Sang jahe berhasil dibuatnya klepek-klepek di dekapannya. Keduanya menjalin dan menali simpul benang asmara di belakang Dul Kemit.


Puncaknya, pada suatu hari mereka berdua janjian bertemu, mungkin mau beebuat mesum atau BERINDEHOI. Mereka susun strategi. Sang Jahe booking kamar wisma tamu. Dengan senang-senang cemas, sang jahe masuk dari pintu depan sambil celingak-celinguk, waspada. Kondisi dirasa aman. Jahe memberitahu sang duda untuk masuk.


Agar tak diketahui oleh pihak Dul Kemit, juga petugas wisma tamu, sang duda masuk dari pintu belakang. Ia melenggang debar dengan perasaan tak sabar bergendak ria dengan sang jahe.


Namun, tanpa mereka sadari dan tanpa diketahui, ternyata keduanya telah dipantau oleh anjing-anjing pengaman Dul Kemit. Saat sang jahe dan sang duda tengah beradu mesra di dalam kamar, petugas keamanan mengetuk pintu mereka untuk mengecek.


Keduanya panik. Tak tahu apa yang harus diperbuat. Sang jahe segera berbenah diri. Sang duda segera mencari tempat untuk sembunyi. Setelah beres, sang jahe membuka pintu dan satgas pun memeriksa sepintas seisi kamar. Mereka tak menemukan sang duda dan langsung berbalik badan. Untuk sementara upaya pengelabuhan sukses.


Keduanya bergegas ingin meninggalkan kamar. Sang jahe duluan keluar sambil celingak-celinguk, mondar-mandir, melihat suasana aman apa tidak. Begitu dirasa aman, jahe langsung ngibrit. Sementara sang duda masih di dalam kamar.


Seperginya jahe, satgas keamanan yang sudah mengintai langsung menyergap masuk kamar dan menggeledah. Saat seorang dari satgas membuka pintu lemari, ternyata berat seperti ada yang nahan atau menarik dari dalam. Sang satgas berupaya membuka dengan sekuat tenaga. JRENG JREEEEEENG. Begitu pintu terbuka, sang DUDA mengerut dari balik pintu dengan menyimpan rasa takut dan malu.


"Oalah Kang, Kang. Gitu aja sampai ngorbankan ratusan guru demi jahe yang ternyata suka SELINGKUH dan.MESUM...." Komen kang Ujang geregetan.

Sumber : Klik di sini