DUL KEMIT THE SERIES 60
Misteri Dolar Seharga 37 Milyar (2)
Oleh : Arif Yosodipuro
Beberapa hari kemudian sepulangnya dari Madrid, Dul Kemit berangkat kembali ke sana bersama dua orang pengurus, Tsaqib dan Safrulloh. Dalam perjalanan, Tsaqib langsung ke Madrid sementara Dul Kemit dan Safrulloh mampir ke Mesir.
Di Mesir, mereka berdua mengunjungi tempat-tempat penting, termasuk daerah penghasil granit. Baru kemudian mereka meluncur ke Madrid menyusul Ayyub dan M. Basyir. Sesampainya di sana, mereka dikenalkan kepada dua orang asing yang berbadan besar dan bekulit hitam oleh Ayyub yang aktif bahasa Inggrisnya.
Dua orang asing itu berpenampilan necis dengan membawa koper. Mereka berdua tak banyak bicara. Seperginya mereka berdua, Ayyub menggelengkan kepala mengarah kepada keduanya. “Itu orangnya,” ucapnya memberi tahu kepada Dul Kemit dan pengurus lainnya. “Gak bisa lama-lama. Mereka sedang diburu,” lanjutnya percaya diri.
Dengan dalih untuk membeli mesin pencair pada kali ini, Dul Kemit dimintai uang lagi sebesar 10 MILYAR. Untuk meyakinkan, Dul Kemit dan Ayyub menunjukkan sample dolar, yang katanya, sudah dicairkan zat pelapisnya. Dolarnya asli, laku digunakan sebagai alat tukar maupun untuk transaksi. Dengan harapan segera mendapat dolar, permintaan uang sebesar itu pun di-oke-kan tanpa diskusi.
LIMA BELAS (15) MILYAR sudah uang yayasan pindah akun namun urusan belum selesai. Dengan alasan ini itu, Dul Kemit dimintai lagi uang sebesar 15 MILYAR. Dana itu pun dipenuhinya tanpa analisis.
Wow….. 30 MILYAR dana cash melayang dengan sangat gampang.
“Segampang itu kang Encep?” Celetuk kang Ujang berkomentar heran. “Nggak sayang, ya?”
“Nggak tahu Kang.” Balas kang Encep apatis. “Karena lagi ada dana segar kali.”
Selanjutnya sambil menunggu perkembangannya, Dul Kemit mengajak rombongannya kembali ke pesantren. Dengan bangga dan meyakinkan, ia menceritakan pengalaman perjalanannya kepada jamaah di mihrob usai shalat Jum’at.
Di antaranya ia menyampaikan bahwa nanti masjid yang sedang dibangun itu akan menggunakan granit dari Mesir. Menurutnya granit mesir memiliki kualitas yang sangat bagus dibanding dengan granit lokal. Bagaimana Cordova pun tak luput dari materi ceritanya.
Dengan gaya retorika yang meyakinkan dan intonasi yang indah dan menggugah, haridirin pun terkesima dan menyambutnya dengan tepuk tangan gemuruh. Semuanya diceritakan. Iya SE…MUA…NYA kecuali transfer dana MILYARAN.
“Terus kapan Dul Kemit terima dolarnya, Kang?” Tanya kang Ujang tak sabar sambil menghela nafas dalam-dalam.
“Wah kurang tahu Kang. Bersambung pada seri berikutnya.” Sahut kang Encep bikin kang Ujang penasaran.
***
***
Sumber : Klik di sini

No comments:
Post a Comment